My Dearest Syaikhan : Bermain dan Tertawa

Syaikhan, sebelum Abi bertemu denganmu di hari minggu, malamnya kita sempat berbicara di telepon selama kurang lebih delapan menit setengah.

“Abi…!” Ucapmu.

“Iya!”

“Abi udah dua minggu… eh… dua apa, Bi?”

“Ke rumah Syaikhan? Hampir dua bulan.”

“Abi… Syehan ke seaworld!”

“Wah… Syaikhan lihat apa di seaworld?”

“Ikan, Bi.”

“Ikan apa aja?”

“Ikan pari.”

“Ikan pari yang gimana?”

“Yang kaya burung!”

“Terus ikan apa lagi?”

“Ikan duyung….”

“Ada ikan hiu nggak?”

“Ada. Ikannya ada di atas, Bi!”

“Ooo… Syaikhan di dalam aquarium besar, terus Syaikhan di dalam, sekelilingnya ikan. Gitu yah?”

“Iya, Bi. Ada gurita!”

“Gurita itu yang gimana?”

“Yang kakinya panjang-panjang, Bi.”

Selanjutnya kamu menyebutkan nama-nama binatang lain yang kamu lihat di seaworld.

“Abi, Aku ke Madura.”

“Siapa yang ke Madura?”

“Aku!”

“Siapa?”

“Syehan!”

“Ooo…. Syaikhan sama siapa ke Madura?”

“Ama Yangkung dan Yangti.”

“Syaikhan nggak sekolah?”

“Nggak. Ijin.”

“Ummi nggak ikut?”

“Kalau ikut, ijin juga dong. Nggak kerja.”

“Kan bisa cuti?”

“Cuti?” Kamu bertanya sambil tertawa. Sepertinya dirimu belum mengerti apa itu cuti.

Di akhir pembicaraan, Abi berjanji bahwa besok akan datang ke Depok dan membawa dua buah kaos yang sudah Abi belikan untukmu beberapa waktu lalu ketika Abi bertugas ke Makassar.

******

Hari Minggu sekitar pukul sembilan kurang beberapa menit, Abi datang. Dari kejauhan Abi melihatmu sedang bermain di luar dengan dua orang kawanmu. Abi memelukmu lalu menggendongmu. Kami pun mengajak Abi masuk ke dalam rumah.

Abi menangkap rona kelelahan di wajahmu. Mungkin lelahnya perjalanan ke Madura masih kamu rasakan. Pertama yang kita lakukan adalah melanjutkan sarapan pagimu yang belum selesai. Abi menyuapimu, hingga dirimu merasa kenyang. Lalu kita pun mulai bermain.

Kamu langsung mengambil satu dus mainanmu, lalu mengeluarkannya, dan kita bermain bersama. Abi senang sekali ketika mendengar tawamu yang lepas. Tawa seperti itu yang Abi rindukan. Agar Abi bisa melihat dan mendengar tawamu kapan saja, Abi pun merekam tawamu dan aksimu itu dengan handphone Abi.

“Syaikhan ikutan lomba shalat yah?”

“Iyah.”

“Di mana?”

“Di Detos.”

Lalu kita berdua mengambil pialamu di kamar, piala untuk juara harapan satu. Kamu pun tersenyum ketika bergaya dengan pialamu itu.

“Syaikhan lombanya shalatnya berapa rakaat?”

“Dua.”

“Oh… shalat shubuh yah?”

“Bukan, Bi. Shalat dhuha… kan siang-siang.”

Abi tertawa. Ya, Abi salah terka. Maafkan Abi.

“Teman Syaikhan ada yang ikut?”

“Ada tapi Allahu akbar terus, Bi.”

“Coba Syaikhan kasih lihat Abi gimana shalatnya!”

“Teman Syehan shalatnya gini… Allahu akbar (takbiratul ihram), Allahu akbar (ruku), Allahu akbar (bangun dari ruku). Kalau Syehan… Allahu akbar (takbiratul ihram), Allahu akbar (ruku), Sami’allahu liman hamidah (bangun dari ruku)…”

Abi tersenyum mendengar ceritamu. Semoga kelak dirimu menjadi anak yang Sholeh. Aamiin.

“Syaikhan beratnya sekarang berapa?”

“Mau lima, Bi. Bulan Juni

“Bukan umur Syaikhan, tapi berat syaikhan.”

Kamu kemudian menuju tempat timbangan dan menimbang beratmu.

“Mau dua puluh, Bi!”

Ketika Abi mendekat, jarum menunjukkan di garis enam belas. Ya, lebih mendekati dua puluh berat badanmu. Semoga terus bertambah.

Di sela-sela kebersamaan kita, kamu menunjukkan tangan dan kakimu yang gatal dan bentol-bentol. Ternyata kamu terkena alergi akibat udang yang kamu makan. Kamu pun minta dioleskan minyak kayu putih untuk mengurangi rasa gatal itu. Abi pun mengoleskannya di bagian yang kamu minta. Semoga dirimu lekas sembuh.

Kamu juga meminjam handphone Abi. Seperti biasa, kamu bermain cari kata dan beberapa game lainnya. Selanjutnya kamu mengganti tampilan wallpaper dengan fotomu dan memperlihatkannya kepada Abi. Ya, mungkin kamu berpesan agar Abi selalu ingat dengan dirimu. Abi pun tidak akan menggantinya, kecuali kamu yang merubahnya lagi.

Syaikhan…. Abi sayang Syaikhan….

12 respons untuk ‘My Dearest Syaikhan : Bermain dan Tertawa

  1. Julie Utami April 2, 2013 / 19:54

    Terima kasih atas cerita kebersamaannya dengan Syaikhan ya bi. Ikutan bangga atas shalatnya. Semoga kebahagiaan dan keberkahan senantiasa mengikuti langkahnya ya bi.

    • jampang April 2, 2013 / 21:02

      aamiin. terima kasih doanya, bunda

  2. jaraway April 2, 2013 / 20:33

    hahaha.. iya biii dhuhaaa.. ah abi ini gimana.. qiqiqi

    • jampang April 2, 2013 / 20:55

      iya…. kan udah ngaku salah 😛

  3. tinsyam April 3, 2013 / 05:05

    woah 2 bulan ga ketemu ma syaikhan? ini syaikhan yang nelpon duluan apa abinya?
    dan itu foto waktu di pejaten ya?

    • jampang April 3, 2013 / 06:23

      iya mbak, hampir dua bulan.
      seperti biasa, syaikhan yang nelpon duluan.
      iyah…. itu foto waktu kopdar MP di pejaten

  4. tinsyam April 3, 2013 / 05:06

    cepat sembuh alerginya syaikhan.. btw, ke madura naik apa? ada acara apa?

    • jampang April 3, 2013 / 06:24

      aamiin. makasih doanya, mbak.
      kurang tahu mbak, saya nggak nanya syaikhan

    • jampang April 3, 2013 / 14:43

      aamiiin….

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s