Cemburuilah Aku, Karena Aku Pencemburu

Sal, kamu pasti tahu bahwa di antara keping-keping cinta yang kita susun, akan terselip butiran-butiran cemburu sebagai penghias sekaligus perekatnya. Mungkin benar kata orang, cemburu itu adalah tanda cinta. Jika tak ada cemburu, maka cinta sepasang suami-istri perlu diragukan. Bahkan, Allah memberikan ancaman kepada seorang suami yang tidak memiliki rasa cemburu akan istrinya dengan tidak didapatkannya bau surga. Na’udzubillah!

Karena itulah, aku memintamu, cemburuilah aku, karena aku pencemburu!

Aku masih ingat dengan rasa cemburu yang pertama kali kau perlihatkan dengan wajahmu dan sikapmu. Saat itu, malam mulai merambat kelam. Di luar mungkin langit malam mulai mendinginkan cuaca bumi. Sementara kita berdua di dalam rumah, sedang bersantai menonton televisi. Sambil tidur-tiduran, mata kita tertuju pada kotak ajaib itu. Sesekali ada komentar terlempar dari mulutku atau mulutmu.

Setelah beberapa lama acara yang kita tonton berlangsung, tiba waktu jeda untuk iklan komersial. Berbagai produk ditawarkan. Berbagai kelebihan ditonjolkan. Masing-masing produsen berusaha membujuk para penikmat televisi untuk menggunakan barang yang mereka hasilkan. Selama iklan-iklan produk bermunculan, selama itu pula mata kita tetap menyaksikan televisi.

Hingga muncul sebuah iklan acara yang menampilkan tiga puluh wanita cantik yang nantinya akan dipilih oleh seorang lelaki. Para wanita cantik berpakaian seksi itu melenggak-lenggok mengikuti alunan musik. Tiba-tiba kedua tanganmu menutup kedua mataku, menghalangi pandangankku ke layar kaca.

Dirimu pun pernah protes ketika mendengar aku berbicara dengan rekan kerjaku yang perempuan di telepon. Saat itu aku menggunakan kata ganti orang pertama dengan sebutan yang selalu kamu gunakan untuk memanggilku. Dan di saat berikutnya, aku pun tidak mengulanginya. Sebutan itu adalah khusus untukmu. Itu pintamu.

Seperti itulah ungkapan cemburumu. Tak apa, aku suka.

Sal, nyatanya bukan dirimu saja yang bisa cemburu, aku pun bisa.

Ingatkah dirimu pada suatu hari, ketika mengabariku bahwa kamu ingin pulang dengan naik ojek dan aku melarang? Itu mungkin cemburuku. Aku lebih senang menjemputmu daripada mengizinkanmu naik ojek. Berlebihankah? Kupikir tidak. Buktinya kamu tidak pernah protes dengan kejadian itu. Benarkan?

Aku juga lebih senang melihatmu mengenakan pakaian yang tidak ketat karena itu akan membentuk lekuk tubuhmu. Dan aku tidak ingin ada orang lain yang menikmatinya. Aku pun memintamu untuk mengenakan gamis berbahan kaos itu di rumah saja, ketika hanya ada aku dan kamu, sebab meski baju itu bernama gamis, berlengan panjang, dan menutupi hingga kakimu, nyatanya kurang memenuhi satu syarat lagi, yaitu tidak ketat alias tidak membentuk lekuk tubuh.

Apakah itu berlebihan, Sal?

Kuharap dirimu tidak beranggapan demikian. Itu adalah rasa cemburuku yang beralasan. Cemburu yang lahir karena rasa cinta. Cinta kepadamu. Karenanya, cemburuilah aku, karena aku pencemburu.

13 respons untuk ‘Cemburuilah Aku, Karena Aku Pencemburu’

    • jampang April 8, 2013 / 08:19

      “Sal” itu nama tokoh di novel jilbab kuning…. kali aja bisa bikin sequelnya… 😀

    • jampang April 8, 2013 / 08:20

      itu nama tokoh di novel perempuan berjilbab kuning… kali aja bisa bikin sequelnya 😀

  1. danirachmat Februari 10, 2014 / 10:31

    Huiiii. Jadi inget pakdhe budhe saya.

    • jampang Februari 10, 2014 / 10:33

      kenapa jadi bisa inget beliau, mas?

      • danirachmat Februari 10, 2014 / 13:39

        Cemburuan juga Bang

      • jampang Februari 10, 2014 / 14:04

        ooooo 😀
        cemburu tanda cinta dan sayang. asal jangan cemburu buta

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s