Lelaki dan Smartphone

ipad-ipon-bbAku tiba di masjid ketika salah seorang anggota DKM sedang memberikan informasi terkait kegiatan shalat jum’at siang itu kepada para jama’ah. Demi mengejar waktu sebelum khatib naik ke mimbar, aku pun segera melaksanakan shalat sunnah tahiyyatul masjid.

Dua rakaat pun selesai. Selepas kuucapkan salam kedua, khatib mengucapkan salam.

Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu Akbar Allahu Akbar

Kedua sudut mataku menangkap kegiatan yang dilakukan oleh jama’ah di sebelah kanan dan diriku. Di sebelah kananku, seorang lelaki sedang khusyu’ membaca al-quran melalui smartphone. Lelaki di sebelah kiriku juga asyik dengan smartphone juga, membaca pesan-pesan di aplikasi chat.


Laa ilaaha illallah

Sang khatib berdiri kemudian mengucapkan tahmid, syahadat, shalawat, dan wasiat untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa.

Kulihat kembali ke sisi kanan dan kiriku, kedua lelaki itu masih asyik dengan apa yang kedua lakukan sejak pertama kali kulihat. Ibu jari keduanya dengan lincah menggeser tampilan layar. Satu menuju ayat berikutnya, yang lain menuju pesan berikutnya.

Lalu kuarahkan pandanganku ke arah sang khatib yang kini mulai menyampaikan isi khutbahnya. Di atas mimbar yang lebih mirip disebut podium, sang khatib sedang menggunakan tab dengan ukuran yang lebih besar daripada smartphone yang berada di tangan kedua lelaki di sampingku. Kulihat sesekali jari sang khatib menyentuh layar tab dengan maksud melihat poin-poin yang akan disampaikan dalam khutbahnya siang itu.

Terkadang jemari ketiganya bergerak bersamaan di satu waktu.

*****

“Barangsiapa yang berwudhu, lalu memperbagus wudhunya kemudian ia mendatangi (shalat) Jum’at, kemudian (di saat khutbah) ia betul-betul mendengarkan dan diam, maka dosanya antara Jum’at saat ini dan Jum’at sebelumnya ditambah tiga hari akan diampuni. Dan barangsiapa yang bermain-main dengan tongkat, maka ia benar-benar melakukan hal yang batil (lagi tercela) ” (HR. Muslim no. 857)

“Apabila seseorang mandi pada hari Jum’at, dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak dan harum-haruman dari rumahnya kemudian ia keluar rumah, lantas ia tidak memisahkan di antara dua orang, kemudian ia mengerjakan shalat yang diwajibkan, dan ketika imam berkhutbah, ia pun diam, maka ia akan mendapatkan ampunan antara Jum’at yang satu dan Jum’at lainnya.” (HR. Bukhari no. 883)

11 respons untuk ‘Lelaki dan Smartphone

  1. nazhalitsnaen Mei 7, 2013 / 22:48

    tentang sholat jumat ni saya belakangan ni termasuk yang tidak tahan kantuknya… itu caranya gimana ya agar tidak kantuk agar jumat tetap berkah? smartphone ini kalau tidak kecanduan dan juga tahu kapan waktu menggunakannya itu sebenarnya barang yang oke punya dan sangat bermanfaat.. tapi sayangnya ya itu kalau sudah keblinger, duh…

    • jampang Mei 8, 2013 / 05:15

      kayanya kalau mengantuk, saya terserang juga sama yang satu itu :D.
      mungkin mandi sunnah dulu, cuma repot kalau ngantor yah. mungkin jangan makan dulu sebelum shalat jumat… niat jangan tidur…

      sesuatu akan baik jika diletakkan pada waktu dan tempat yang pas

  2. tinsyam Mei 8, 2013 / 13:29

    sering diceritain sepupu kalu ga gitu denger apa kotbah ya baca “kotbah” aja ipadnya..

    • jampang Mei 10, 2013 / 05:14

      biasanya di masjid-masjid ada yang ngasih lembaran jumat yang isinya tausiyah, cuma nggak boleh dibaca waktu khatib sedang khutbah… di lembaran itu dikasih peringatan seperti itu mbak

  3. ayanapunya Mei 10, 2013 / 10:40

    saya kalau dengerin ceramah di mesjd juga sering ngantuk >.<

    • jampang Mei 10, 2013 / 10:54

      apalagi kalau intonasinya datar aja ya mbak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s