My Dearest Syaikhan : Lima Tahunmu

syaikhan_lima_tahun_1

Syaikhan, hari ini (2 Juni 2013), genap lima tahun usiamu. Dirimu tumbuh semakin besar dan pintar. Banyak kebisaan yang kamu perlihatkan kepada Abi ketika kita bertemu. Ingin rasanya Abi membersamaimu di dalam setiap waktu, sehingga Abi tahu secara detil perkembanganmu. Namun Abi sadar bahwa keinginan tersebut adalah sesuatu yang tak mungkin.

Syaikhan, ada banyak hal yang ingin Abi lakukan saat bertemu denganmu. Memelukmu adalah keinginan pertama yang ingin Abi lakukan. Dengan memelukmu, Abi ingin dirimu tahu bahwa Abi merindukanmu. Lalu Abi akan menggendongmu sambil mencium kedua pipimu. Abi berharap, dengan menggendong dan mencium kedua pipimu itu, kamu akan mengetahui bahwa Abi menyayangimu. Namun rasanya belum puas Abi menunjukkan apa yang Abi rasakan jika Abi tak mengutarakannya. Lalu Abi pun mengucapkan kalimat, “Abi kangen Syaikhan. Abi sayang Syaikhan!” di hadapanmu. Abi mengucapkannya tidak dengan nada yang tinggi. Cukuplah agar dapat didengar olehmu.

Kamu pun sengaja belum sarapan pagi. Kamu ingin sarapan bersama Abi. Tak lama kemudian, Abi menyuapimu sepiring nasi dan sepotong ayam goreng hingga habis tak bersisa.

Sambutan Hangat

Syaikhan, Abi tiba di rumahmu sekitar pukul delapan pagi lewat sekian menit. Rupanya kamu tidak berada di rumah, melainkan sedang bermain di rumah tante Putri. Setelah mendapat kabar tentang kedatangan Abi, kamu pun berlari pulang.

Mungkin karena ingin segera bertemu, kamu berlari dengan kurang hati-hati. Kamu pun terjatuh. Tak ada tangis, karena kamu sudah besar. Kamu bangkit berdiri, membersihkan kedua tanganmu dari tanah dan debu, kemudian segera mendekati Abi. Memeluk Abi.

Syaikhan, apakah kamu tahu bahwa sambutanmu atas setiap kedatangan Abi adalah sambutan terhangat yang pernah Abi dapatkan? Ketahuilah, tak ada sambutan sehangat yang kamu lakukan di hari ini dan hari-hari pertemuan kita sebelumnya.

Abi masih ingat sambutanmu ketika dirimu bisa bejalan dengan baik dan memanggil Abi. Setiap kali kamu mendengar suara sepeda motor Abi di depan rumah sebagai tanda bahwa Abi pulang dari kantor, kamu akan berlari mendekati jendela di lantai dua. Kamu akan menyembulkan kepalamu melalui jendela itu lalu memanggil, “Abi! Abi!”

Panggilanmu itu baru akan berhenti setelah Abi menjawabnya. Abi kemudian membertahukanmu bahwa Abi akan segera naik ke atas. Abi belum mengizinkanmu untuk menuruni anak tangga untuk menemui Abi di bawah. Lalu kita pun berpelukan.

Ketika dirimu menginap bersama Abi di rumah nenek, sambutanmu lebih meriah lagi. Begitu melihat atau mendengar suara motor Abi di depan rumah, kamu akan berteriak “Abi! Abi!” sambil melompat-lompat. Di lain waktu kamu akan segera membuka pintu pagar rumah agar sepda motor Abi bisa masuk ke dalam rumah. Lalu Abi memelukmu dan menggendongmu.

Pagi ini, sambutan hangatmu kembali Abi rasakan.  Apalagi, Abi melihatmu mengenakan kaos berwarana baru yang Abi  belikan untukmu ketika Abi mendapatkan tugas ke Makassar. Bertambah senang dan bahagia hati Abi.

Membaca

[komik syaikhan & abi] ke atas langitYa, kamu sudah bisa membaca.

Di sela-sela kegiatanmu bermain, kamu meminta handphone Abi. Abi memberikan handphone Abi sambil menunjukkan komik yang Abi buat tentang celotehmu bersama Abi. Enam episode komik yang Abi buat langsung kamu baca satu per satu. Abi pun tak salah memberikan hadiah kepadamu berupa paket buku cerita bergambar. Mudah-mudahan kamu suka membacanya dan bisa mengambil manfaat dari buku cerita tersebut.

Ke Masjid

syaikhan_lima_tahun_2

Syaikhan, tak banyak waktu yang Abi punya untuk bisa menjadi gurumu dan sahabatmu. Sebenarnya, Abi ingin sekali mengajarkanmu mengaji, minimal mengajarkanmu membaca surat al-fatihah, surat-surat pendek, serta bacaan shalat. Itu adalah investasi Abi sebagai orang tua. Investasi akhirat buat Abi. Abi berharap bisa mendapatkan limpahan pahala darimu sebagai anak yang sholeh, yang selalu melaksanakan shalat dengan bacaan yang telah Abi ajarkan kepadamu. Namun itu hanya keinginan yang kemudian hilang seiring kebersamaan kita yang semakin berkurang.

“Syaikhan, ke masjid yuk!”

Abi mengajakmu untuk berangkat ke masjid ketika waktu zhuhur dan ashar menjelang. Mungkin hanya itu yang bisa Abi lakukan, mengajarkanmu untuk selalu dekat dengan masjid. Kamu pun begitu senang berangkat ke masjid dengan berjalan kaki bersama teman-temanmu. Bahkan kamu melangkah begitu cepat hingga meninggalkan Abi jauh di belakang. Abi senang melihat semangatmu. Tetaplah seperti itu.

“Allahumaj’alnii muqiimash shalaatii wa min dzurriyyatii (Ya Allah, jadikanlah aku dan keturunanku sebagai orang yang senantiasa mendirikan shalat)”

Syaikhan, kamu masih ingat dengan ayat yang berupa doa itu? Itu adalah doa yang Abi ucapkan khusus untukmu, di telingamu, setelah kamu memberikan potongan pertama dari kue ulang tahunmu.

Syaikhan, saat itu, hati Abi mengharu biru, ketika kamu menjawab pertanyaan, “Syaikhan, potongan pertama mau dikasih siapa?” dengan mantap kamu menjawab “Abi!”

Lalu kamu memberikan potongan kue itu untuk Abi. Abi pun menerimanya. Lalu Abi memanjatkan doa itu.

“Syaikhan shalatnya yang rajin yah!”

Kamu mengangguk.

“Kalau bisa, Syaikhan shalatnya di masjid yah!”

Kembali kamu mengangguk.

Bermainlah

Syaikhan, dunia anak-anak seusiamu adalah dunia bermain. Maka bermainlah dengan senang dan gembira. Melihatmu bermain dengan teman-temanmu, nyatanya membuat hati ini gembira.

Ketika teman-teman melakukan sesuatu yang berbeda denganmu kamu pun mengajak Abi bermain bersamamu. Dengan senang hati, Abi akan menemanimu. Bermain bola adalah kesenanganmu. Tawa renyahmu mengiringi tendangan yang kamu lakukan.

Ketika teman-temanmu kembali, kamu pun bermain bersama mereka lagi. Tak apa. Abi cukup bahagia dengan melihatmu bermain dari dekat. Keceriaanmu sampai juga ke ruang hati Abi. Mungkin ini pertanda bahwa duniamu bertambah luas. Tak hanya orang-orang yang berada di dalam satu rumah, tetapi juga mereka yang berada di luar rumah.

Syaikhan, perluaslah pergaulanmu. Pesan Abi hanyalah, cerilah teman yang baik dan menjadikan dirimu menjadi pribadi yang lebih baik. Cinta dan sayang Abi mengirimu. Abi menyadari, cinta dan sayang itu tak harus membatasi aktifitasmu dan perkembanganmu sesuai dengan usiamu. Abi tetap akan mencintai dan menyangimu. Abi berharap, demikian pula dirimu. Meski kita tak selalu bisa bertemu.

Sore pun menjelang, waktunya Abi untuk kembali pulang. Abi mendekatimu yang kembali sedang bermain bola bersama teman-temanmu.

“Syaikhan, Abi pulang dulu yah!” Ucap Abi sambil meraih tubuhmu untuk Abi peluk, gendong, dan mencium kedua pipimu.

Reaksimu berbeda dengan pertemuan kali pertama di pagi tadi. Kamu tidak senang permainanmu terganggu dengan apa yang Abi lakukan. Kamu kecewa karena permainanmu harus terhenti.

Abi sudah paham dengan tingkahmu. Abi mengerti. Kamu tak ingin kebersamaan kita di hari ini berakhir dengan sedih dan duka. Karenanya kamu ingin tetap bermain dengan teman-temanmu dan melupakan momen perpisahan ini. Itulah yang Abi sebut dengan kedewasaan jiwamu. Dan sekali lagi, Abi sudah memahaminya sejak beberapa waktu yang lalu.

Syaikhan, tetaplah bermain. Tetapi, jika nanti waktunya shalatnya maghrib, jangan lupa untuk shalat yah!

Abi, yang selalu menyayangimu.

 


My Dearest Syaikhan Lainnya :

28 respons untuk ‘My Dearest Syaikhan : Lima Tahunmu

  1. ayanapunya Juni 11, 2013 / 18:23

    met milad syaikhan. semoga jadi anak yang saleh dan membanggakan kedua orang tuanya ya 🙂

    • jampang Juni 12, 2013 / 08:02

      Aamiin. Makasih doanya, mbak.

    • jampang Juni 12, 2013 / 08:02

      Aamiin…. Makasih…

  2. Erit07 Juni 11, 2013 / 23:27

    Moga syaikhan jadi anak yang soleh dzn berbakti kepada abi..

    • jampang Juni 12, 2013 / 08:03

      Aamiin. Makasih….

  3. ibuseno Juni 12, 2013 / 10:34

    Met ultah Syaikhan… jadi anak sholeh terus ya… biar investasi Abi juga bertambah 🙂

    • jampang Juni 12, 2013 / 19:52

      🙂 terima kasih…. aamiin

  4. tinsyam Juni 12, 2013 / 15:11

    syaikhan udah besar ya.. selamat ulang tahun nak, selalu sehat dan cepat besar dan jadi juara ya..

    • jampang Juni 12, 2013 / 20:05

      aamiin… makasih doanya, mbak tin

  5. nengwie Juni 12, 2013 / 19:15

    Met milad ya Syaikhan… meng-aamiinkan semua doa-doa di atas.

    • jampang Juni 12, 2013 / 20:07

      terima kasih, teh…

  6. niken kusumowardhani Juni 12, 2013 / 21:25

    Saya bisa merasakan kasih sayang yang besar dari seorang ayah kepada putranya.
    Terima kasih partisipasinya, sudah tercatat sebagai peserta.

    • jampang Juni 13, 2013 / 07:41

      terima kasih kembali, mbak

  7. Insan Robbani Juni 12, 2013 / 22:35

    Eid Milaad Syaikan…, Barakallahu Fii umrik
    semoga sampai kapanpun tetap jadi umat yang shalih

    • jampang Juni 13, 2013 / 07:41

      aamiin. terima kasih doanya, mas 🙂

  8. mridwanpurnomo Juni 23, 2013 / 07:55

    datang berkunjung…
    semoga tumbuh jadi orang yang bisa di banggakan… 🙂

    • jampang Juni 23, 2013 / 10:38

      terima kasih…. aamiin. terima kasih doanya

  9. Rahmat_98 April 16, 2014 / 10:34

    Dirgahayu Syaikhan….
    Semoga menjadi kebanggan bagi nusa bangsa dan agama…
    Maaf sedikit terlambat..

    • jampang April 16, 2014 / 11:52

      aamiin.
      udah mau hampir 6 tahun sekarang 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s