Tidak Seperti Makan Cabai

cabaiPedas. Saya suka rasa itu. Sedikit. Sebab jika  makanan atau masakan yang terlalu pedas, akan meninggalkan efek di tubuh saya keesokan harinya berupa sakit perut dan BAB lebih sering daripada hari-hari biasa.

Tapi saya tidak suka cabe. Saya lebih suka saos. Jadi, kalau ada bakwan atau tahu goreng dan di sampingnya ada cabe rawit dan saos cabe, saya akan memilih mencocol bakwan atau tahu goreng ke saos dibanding saya harus menggigit cabe. Lain lagi kalau tidak ada saos dan saya menginginkan sedikit rasa pedas, maka cabe rawit itu pun akan saya gigit. Pedas pun segera terasa seketika.

*****

Suatu ketika, saya mengalami gangguan kesehatan berupa sariawan dan leher yang pegal-pegal.

Sudah pasti, yang namanya sakit, rasanya tidak enak dan tidak nyaman. Ikhtiar pun saya lakukan. Untuk menghilangkan sariawan di mulut, saya membeli tablet vitamin C, sedangkan untuk menghilangkan pegal-pegal dan nyeri di leher, saya membeli c**nt*rp**n yang sering saya lihat iklannya di televisi.

Setelah kedua obat tersebut dibeli, saya segera menggunakannya. Saya menghisap tablet vitamin C, serta mengoleskan c**nt*rp**n di leher.

Sesudah beberapa kali saya menghisap tablet vitamin C dan sudah beberapa kali saya mengoleskan c**nt*rp**n ke leher, tapi sariawan dan nyeri serta pegal-pegal tidak langsung hilang. Tidak seperti di iklan 😀

Ternyata, dengan mengunyang tablet vitamin C, sariawan saya tidak langsung hilang dalam sekejap. Ternyata, dengan mengoleskan counterpain, rasa nyeri dan pegal-pegal di leher tidak langsung sirna. Ternyata, untuk sembuh dari penyakit ada proses yang tidak terjadi dalam waktu sekejap.

*****

Dahulu, saya memiliki seorang tetangga yang kaya raya. Usaha beliau bergerak di bidang tanaman. Tanahnya yang berada di belakang dan di depan rumah saya penuh dengan aneka tanaman dari berbagai jenis dengan aneka ukuran. Rumah beliau mungkin yang terbesar di kampung saya. Banyak penduduk sekitar yang diangkat menjadi pegawainya, baik di bagian administrasi, sopir, maupung kuli panggul.

Saya hanya tahu kondisi beliau setelah sukses. Tapi saya tidak tahu cerita bagaimana beliau memulai usahanya tersebut. Yang saya yakini adalah bahwa usaha beliau tidaklah langsung sebesar yang saya lihat. Pasti awalnya merintis dari kecil. Tak mungkin langsung besar secara tiba-tiba seperti permainan sulap. Pasti ada proses.

*****

Beberapa hari kemudian, sariawan dan pegal-pegal saya sembuh. Alhamdulillah.

Ternyata, untuk mendapatkan sesuatu memang perlu proses. Tidak bisa langsung atau seketika. Tidak seperti ketika saya menikmati saos atau menggigit cabe rawit yang pedasnya langsung terasa saat itu juga.


Tulisan Terkait Lainnya :

9 respons untuk ‘Tidak Seperti Makan Cabai

  1. tipongtuktuk Juni 21, 2013 / 21:43

    untuk mencintai juga butuh proses -halahhhhh- … xixixixixi …

    • jampang Juni 23, 2013 / 10:37

      betul banget kang. mencintai itu butuh proses, seumur hidup barang kali 😀

  2. syifarah03 Juni 24, 2013 / 07:16

    Mencintai proses, agar tidak luruh sebelum berkembang *gamaumilihkatalayu :p

    • jampang Juni 24, 2013 / 08:30

      ya… proses… proses… dan proses… “karena cintaku belum sempurna” —> kayanya bisa jadi ide tulisan nih

      😀

  3. thetrueideas Juni 25, 2013 / 08:37

    mari berproses…

    • jampang Juni 25, 2013 / 11:22

      ayoooo….

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s