Di Balik Sebuah Kesuksesan

ilustrasi : cerpen.gen22.net

Suatu hari, saya mendapatkan sebuah kisah singkat tentang seorang pengusaha sukses. Di balik kesuksesannya itu, teryata ada hal yang rutin dilakukannya manakala akan melakukan sebuah tender.

Pengusaha tersebut, tinggal di Jakarta. Ketika akan menghadapi urusan tendernya, dia akan pulang kampung halamannya di Makassar dengan membawa sebuah handuk kecil.

Di sana, dia menemui ibunya. Lalu dia celupkan handuk kecil yang dibawanya ke dalam air kemudian mencuci kaki ibunya. Dipeluknya. Lalu dia berlutut di hadapan sang ibu seraya meminta doa agar usahanya sukses.

Dan kebahagiaan teramat besar yang dirasakannya adalah ketika dia melihat ibunya tersenyum sambil berdoa akan kesuksesan usahanya.

*********

Kiranya, apa yang berhasil saya dan anda raih, mungkin tak semata-mata karena usaha maksimal yang telah kita lakukan.

Sulitlah kiranya diri ini yang nyata-nyata memiliki timbangan amalan buruk yang lebih berat dibanding dengan amalan baik untuk bisa merajuk kepada Allah agar memberikan keberhasilan dan kesuksesan atas apa yang akan diusahakan. Sementara orang-orang terdekat di sekeliling, terutama orang tua, suami, istri, senantiasa berdoa kepada Allah demi kebaikan diri ini. Bukan suatu yang mustahil jika Allah lebih mendengar doa-doa ikhlas mereka dibanding melihat usaha kita.

Mungkin ada keraguan apa benar demikian. Jika ada yang berminat mencoba, silahkan bicara kepada ibu, ayah, istri, atau suami, agar mereka menghentikan doa-doa mereka untuk kita. Berani? Saya tidak.

Saya tahu, ibu saya selalu terbangun di penghujung malam dan berdoa selepas tahajjud demi kebaikan saya dan adik-adik saya. Sementara di saat yang sama, saya masih menikmati alam mimpi. Begitu pula yang beliau lakukan selepas menunaikan shalat yang lima dalam keseharian. Begitu pula ayah saya.

Mungkin saya terlalu mengada-ada jika saya ingin sedikit meniru apa yang dilakukan Uwais al Qarni dalam berbakti kepada ibunya. Ketika mendengar tentang kisah beliau meski singkat, hati saya bergetar dan air mata saya hampir mengalir. Hanya caranya saja yang berbeda, karena saya tak sanggup untuk melakukan apa yang beliau lakukan.

Saya pun yakin, rezeki yang sudah saya terima dan yang mungkin akan saya terima adalah karena doa kedua orang tua saya.

15 respons untuk β€˜Di Balik Sebuah Kesuksesan’

  1. ibuseno Juli 3, 2013 / 13:30

    Ridho Allah kan ridhonya ortu.. ibu salah satunya dan berperan besar..

    • jampang Juli 3, 2013 / 17:02

      betul teh…

  2. titintitan Januari 15, 2014 / 12:14

    ah gitu toh, runutannyaa ^,^

    panggilannya unyu unyu πŸ˜€

    • jampang Januari 15, 2014 / 12:33

      iya begitu….

      tapi komentarnya nyasar lagi 😦

      • titintitan Januari 15, 2014 / 13:38

        hah?

        ko biso yah.. ini tin klik dr web nya
        pas liat posting ini ada di atas yg kuaminkan doamu. tin klik. dan pas komen emg ga liat komen yg lain 😦

        ish ish aneeeh —‘

        ;d

      • jampang Januari 15, 2014 / 14:35

        iya… WP saya aneh sejak saya nambahkan link terkait di bawah postingan πŸ˜€

      • titintitan Januari 15, 2014 / 14:54

        dua kaliii saiaaah salah πŸ˜€

      • jampang Januari 15, 2014 / 15:05

        mungkin kurang beruntung. pastikan dahulu dengan cara refresh ulang πŸ˜€

      • titintitan Januari 15, 2014 / 15:40

        ahaha.. baiklaa πŸ˜€

      • jampang Januari 15, 2014 / 16:01

        ok

  3. boemisayekti Januari 15, 2014 / 19:56

    kayak film india yang diselingi nyanyi joget, tulisan ini bertebaran puisi :D.. barakallah, semoga sakinah mawadah warahmah… amin…

    • jampang Januari 16, 2014 / 05:06

      aamiin. biarpun ternyata nyasar komentarnya πŸ˜€

    • jampang Januari 16, 2014 / 05:07

      untuk mencegahnya… mungkin harus direfresh sekali lagi, mbak πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s