Yang Berguguran

ilustrasi : http://www.freepik.com

Siang itu saya berada di pinggir Danau UI, Depok. Mata saya memandang ke arah danau. Angin yang bertiup sepoi-sepoi membentuk riak-riak gelombang kecil di atas permukaan air. Di sisi seberang danau, nampak sampah-sampah menumpuk. Sebuah pemandangan yang baru saya lihat setelah beberapa kali mengunjungi tempat ini.

Angin sepoi kembali bertiup. Tiupannya menggugurkan beberapa lembar daun dari pohon di mana saya duduk dibawahnya. Daun itu pun jatuh ke tanah. Tak lama kemudian angin bertiup lebih kencang. Akibatnya, semakin banyak daun-daun yang jatuh berguguran ke tanah. Daun yang lemahlah yang berguguran. Sedang daun-daun yang kuat, akan tetap menghiasi pohon.

Hal yang hampir sama juga terjadi dalam sebuah ajang perlombaan. Ketika pendaftaran dibuka, ratusan atau ribuan peserta yang mungkin mendaftar. Ketika proses seleksi pertama dilakukan, jumlah peserta yang tersaring menjadi lebih sedikit. Mereka yang lolos adalah mereka yang memenuhi kriteria penilaian dari para juri.

Pada seleksi berikutnya, peserta yang lolos pun semakin sedikit, karena kriteria penialaian sudah diubah yang tentunya lebih tinggi dari seleksi sebelumnya. Hingga akhirnya, hanya tersisa dua atau tiga orang peserta saja yang tersisa dalam putaran final. Dan hanya satu orang yang menjadi jawara.

—–ooo0ooo—–

Malam pertama pelaksanaan shalat tarawih, saya sudah datang terlambat. Dari semua anggota keluarga di rumah, saya berangkat paling akhir. Saya baru melangkahkan kaki keluar pintu rumah selepas adzan isya berkumandang.

Tiba di masjid, jama’ah baik laki-laki atau perempuan sudah memenuhi masjid. Saya pun tidak bisa masuk dalam shaf di dalam ruang utama. Saya hanya bisa mengikuti shalat isya berjamaah di sisi kiri masjid. Bahkan, ada jamaah yang tidak bisa mengikuti shalat isya bersama dengan imam karena tidak kebagian tempat. Barulah setelah pelaksaan shalat tarawih di mulai, saya bisa masuk ke dalam ruang utama. Alhamdulillah.

Ramadhan pun bergulir. Proses seleksi pun dimulai….

Malam ketujuh pelaksanaan shalat tarawih, masjid yang tetap saya kunjungi sudah tidak lagi dipenuhi jama’ah seperti malam pertama. Tak ada lagi jama’ah yang shalat di luar ruang utama masjid. Semua yang hadir masih bisa ditampung ruang utama masjid. Bahkan masih menyisakan beberapa shaf di bagian belakang.

Shaf-shaf yang semula rapat mulai merenggang dan kemudian perlahan menghilang. Mungkin orang-orang yang sebelumnya mengisi mengalami kelelahan, mungkin pula memiliki banyak kepentingan. Gugur satu per satu seperti daun-daun dari pepohonan di pinggir danau UI. Berguguran diterpa angin yang bertiup semakin kencang. Mereka tidak bisa memenuhi kriteria pada tahapan seleksi berikutnya.

Berjayalah mereka yang kuat dan bersemangat. Mereka tetap bertahan. Terus melangkah maju mengisi shaf-shaf terdepan.

Lalu, di manakah kita berada?
Yang gugur di seleksi awal, di pertengahan, atau di masa-masa akhir Ramadhan?
Atau kah kita yang berhasil lolos sempurna hingga ke syawal dan mampu bertahan seterusnya?

*mengubah sedikit tulisan lama yang sudah pernah diposting di erasmuilm.

13 respons untuk β€˜Yang Berguguran’

  1. ibuseno Juli 16, 2013 / 14:25

    bagus banget ni foto daun bergugurannya.. gak diikutin ke WPC Autumn ?

    • jampang Juli 16, 2013 / 15:09

      soalnya itu foto di internet, bukan milik saya, teh πŸ˜€

      • ibuseno Juli 16, 2013 / 15:19

        Ohhh kirain foto Mas Rifky πŸ™‚

      • jampang Juli 16, 2013 / 21:48

        sayangnya bukan πŸ˜€

  2. Dinar Zul Akbar Juli 16, 2013 / 16:11

    wajar ga sih berguguran???

    **nyambungin ke postingan sebelumnya, maksa dikit

    • jampang Juli 16, 2013 / 22:10

      wekssss….

  3. tipongtuktuk Juli 16, 2013 / 22:44

    yang unggul tetap bertahan, ya Bang …
    gugur satu demi satu …

    *saya suka gambar daun berguguran itu … he he he …

    • jampang Juli 17, 2013 / 07:48

      iya kang….

      *bagus kan, makanya saya jadikan ilustrasi, tapi bukan foto milik saya …. xixixixixixi

  4. tinsyam Juli 17, 2013 / 01:31

    sering ga sih ke danau ui? baru minggu lalu kesana..

    • jampang Juli 17, 2013 / 07:48

      dulu waktu jemput syaikhan sering nunggu di sekitar situ, sekarang udah nggak lagi

  5. thetrueideas Juli 19, 2013 / 14:33

    mudah2an saya bisa bertahan…aamiin…

    • jampang Juli 19, 2013 / 16:23

      aamiin.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s