Mencicipi = Membatalkan Puasa dan Mencuri?

Kemarin sore, ketika jam kerja hampir selesai, ruangan saya didatangi seorang rekan pegawai perempuan dari bagian lain. Tujuan kedatangannya adalah untuk membuat teh manis sebagai bekal untuk berbuka puasa. Maklum, rumahnya mungkin cukup jauh sehingga ketika tiba waktunya berbuka puasa, dia masih berada di dalam kendaraan.

Untuk memastikan bahwa teh buatannya sudah terasa manis atau belum, dirinya meminta bantuan kepada rekan yang lain yang sedang tidak berpuasa untuk mencobanya. Saya yang mendengar permintaanya tersebut langsung merespon dengan berkata, “Cicipin aja, nggak batal kok!”

Ibnu ‘Abbas mengatakan :

لاَ بَأْسَ أَنْ يَذُوْقَ الخَلَّ أَوْ الشَّيْءَ مَا لَمْ يَدْخُلْ حَلْقَهُ وَهُوَ صَائِمٌ

“Tidak mengapa seseorang yang sedang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu, selama tidak masuk sampai ke kerongkongan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf no. 9277. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ no. 937 mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan :

“Mencicipi makanan terlarang bagi orang yang tidak memiliki hajat, akan tetapi hal ini tidak membatalkan puasanya. Adapun untuk orang yang memiliki hajat, maka hukumnya seperti berkumur-kumur.” (Majmu’ Fatawa, 25/266-267, Maktabah Syamilah)

Yang termasuk dalam mencicipi adalah adalah mengunyah makanan untuk suatu kebutuhan. ‘Abdur Rozaq dalam mushonnaf-nya membawakan Bab ‘Seorang wanita mengunyah makanan untuk anaknya sedangkan dia dalam keadaan berpuasa dan dia mencicipi sesuatu darinya’. ‘Abdur Rozaq membawakan beberapa riwayat di antaranya dari Yunus dari Al Hasan :

رَأَيْتُهُ يَمْضَغُ لِلصَّبِي طَعَامًا وَهُوَ صَائِمٌ يَمْضَغُهُ ثُمَّ يُخْرِجُهُ مِنْ فِيْهِ يَضَعَهُ فِي فَمِ الصَّبِي

“Aku melihat beliau mengunyah makanan untuk anak kecil –sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa-. Beliau mengunyah kemudian beliau mengeluarkan hasil kunyahannya tersebut dari mulutnya, lalu diberikan pada mulut anak kecil tersebut.”

ilustrasi dan keterangan di atas diambil dari sini.

Awalnya postingan ini berjudul “Mencicipi = Mencuri?” yang telah saya posting lebih dari setahun yang lalu, tepatnya tanggal 27-02-2012 yang isinya adalah cerita saya bersama Syaikhan yang berbelanja di supermarket. Karena ada tambahan cerita di atas, maka Saya ubah tanggal terbitnya, dan saya ubah juga judulnya menjadi “Mencicipi : Membatalkan Puasa dan Mencuri?

Isi postingan awalnya adalah seperti di bawah ini dan komentar-komentar di bawahnya adalah komentar rekan-rekan MPers yang membaca postingan ini saat itu.

Sabtu sore, saya memenuhi keinginan saya untuk mengajak Syaikhan belanja kebutuhan sehari-harinya selama dua minggu bersama saya di sebuah hypermarket, bukan di mini market seperti biasanya. Kebetulan juga saya ingin membeli sikat gigi, sabut mandi, dan sampo.

“Syaikhan, nanti di sana beli makanan aja yah. Nggak ke tempat mainan.” Saya memberitahukan tujuan ke hypermarket tersebut.

Syaikhan menyetujuinya.

Jadilah kami berangkat sekitar pukul empat sore.

Saya memilih belanja ke tempat tersebut karena ingin membeli barang-barang kebutuhan Syaikhan dengan ukuran yang lebih besar agar lebih hemat. Karena kalau beli di mini market, ukuran yang tersedia cuma yang mini-mini aja. Jadi harus sering beli dan kalau dihitung-hitung harganya juga lebih mahal.

Alhamdulillah, ketemu juga barang-barang yang dicari.

Ada kejadian yang sedikit mengganggu pikiran saya ketika di bagian buah-buahan. Saya bermaksud membeli buah jeruk berukuran kecil yang Syaikhan suka. Di tempat jeruk tersebut terlihat kulit-kulit jeruk yang bercampur dengan buah jeruk yang masih bulat. Ada juga sisa buah jeruk yang sudah dikupas dan dimakan separuh oleh seseorang. Sementara di bagian ujung yang berseberangan dengan posisi saya berdiri terlihat seorang bapak sedang mengupas sebuah jeruk lalu memakannya.

“Asam!” Ucap seorang ibu sambil berjalan melewati tempat saya berdiri. Terlihat ibu itu memegang buah jeruk yang sudah terkupas di tangannya.

Saya sendiri masih memilih buah jeruk untuk kemudian saya masukkan ke dalam kantong. Saya tak berani mencicipi satu buah pun, khawatir kalau perbuatan demikian itu termasuk kategori mencuri karena saya tidak melihat tulisan yang menyatakan pembeli boleh mencicipi.

Tapi, kalau memang perbuatan itu dianggap mencuri, kenapa para pelayan atau penjaga yang ada di tempat tersebut tidak menegur?

64 respons untuk ‘Mencicipi = Membatalkan Puasa dan Mencuri?

  1. darnia Februari 27, 2012 / 00:00

    Karena orang-orang sudah mulai membenarkan yang biasa, bukan membiasakan yang benar :|Makanya, penjaga tokonya juga mungkin sudah capek. Satu orang diperingatkan, yang lainnya masih banyak yang melakukannya

  2. moestoain Februari 27, 2012 / 00:00

    Kalau disini.. pengen kenyang makan kacang2anya ya tinggal ke pasar.. tanya2 ini harganya berapa? 30. ah terlalu mahal. Cobain deh rasanya enak lho. *srog ngasihnya gak tanggung2 segenggam langsung hehehe.

  3. itsmearni Februari 27, 2012 / 00:00

    klo saya biasa nyicipitapi nanya ke penjualnya “mas, boleh icip gak?klo dia bilang boleh baru deh saya nyiciptrus buah yg saya icip itu termasuk dalam timbangan buah yg saya beli

  4. thetrueideas Februari 27, 2012 / 00:00

    Kalo ndak salah, ada penjual yg kasih tester juga, nah kalo ini, boleh dicoba…

  5. rengganiez Februari 27, 2012 / 00:00

    Biasa beli buah di pasar hehehe..eh kalo beli di supermarket biasanya apel ato pir aja dink. Kalo jeruk, murah yg di pinggir2 jalan, kecuali ada diskon…

  6. subhanallahu Februari 27, 2012 / 00:00

    iya, mencuri itu, korupsi kecil-kecilan, hehe, ya harusnya izin dulu atau pake tester, klo khawatir rasanya ga sesuai dan ga ada tester, ya ga usah beli. gitu kok refot, hehe.tips: klo ga ada tester, ya beli aja 1 atau 2 biji dulu, bayar dulu, baru dicoba, klo enak, kan bisa tambah tuh belinya.contohnya, kemarin saya tertarik ada apel mini/plum merah. Blum pernah coba (katrok deh), wah maut harganya 1 biji 4000-an klo ga salah, cuma sebesar rambutan gitu. Beli 2, ah ternyata rasanya sepet bin asem dikit manis. Ya sudah, ga bakalan beli lagi deh…

  7. eroza Februari 27, 2012 / 00:00

    kalo di Allfresh semua buah bisa dicicipi. tinggal bilang aja ke pelayannya pasti mereka siap memotongkan buah buat dicicipi.

  8. anchaanwar Februari 27, 2012 / 00:00

    Emang bisa dicicipi ya?*tepok jidat**Siap2 ke toko buah*hehehe

  9. trewelu Februari 27, 2012 / 00:00

    saya gak pernah icip2 kecuali yang emang ditawarkan oleh penjualnya. Males juga sih, kan belum dicuci.

  10. ibuseno Februari 27, 2012 / 00:00

    Kalau memang ada tulisan/dipersilahkan untuk mencicipi, saya akan cicipi. tp kalao engga ya sama aja mencuri menurut saya

  11. hwwibntato Februari 27, 2012 / 00:00

    aneh juga ya jeruk-jeruk kecil …tapi manis … he he he …

  12. myshant Februari 27, 2012 / 00:00

    itsmearni said: klo saya biasa nyicipitapi nanya ke penjualnya “mas, boleh icip gak?klo dia bilang boleh baru deh saya nyiciptrus buah yg saya icip itu termasuk dalam timbangan buah yg saya beli

    setuju sama yg ini, selama ada mas penjaga dan gak ada tulisan “dilarang mencicipi”, biasanya saya cicipi dulu *biasanya waktu beli duku&klengkeng, gak mungkin juga ngincipin nanas, siapa yg mau ngupas :-D*

  13. jaraway Februari 27, 2012 / 00:00

    jadi pengen ngicip juga? *loh.. hihi

  14. nunksubarga Februari 27, 2012 / 00:00

    Di supermarket besar biasanya ada tulisan larangan….

  15. niwanda Februari 27, 2012 / 00:00

    Iya, mungkin pelayannya juga malah lebih sungkan mengingatkan…

  16. yuniezalabella Februari 27, 2012 / 00:00

    Pra dan pasca imlek, memang banyak jeruk2 mini :))***Iya tuh, banyak yang nyicip2. Padahal bukan di pasar tradisional. Tapi di mall besar :p

  17. myshant Februari 28, 2012 / 00:00

    nunksubarga said: Di supermarket besar biasanya ada tulisan larangan….

    ada beberapa yg memang ditulisin “jangan dicicipi”, biasanya untuk buah mahal semacam anggur dan duren yg sudah dibuka.tapi ada beberapa yg justru dikasih tester

  18. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    darnia said: Karena orang-orang sudah mulai membenarkan yang biasa, bukan membiasakan yang benar 😐

    padahal kebanyakan mereka adalah orang berpendidikan

  19. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    moestoain said: ngasihnya gak tanggung2 segenggam langsung hehehe.

    porsi sana beda dengan porsi sini ya moes?

  20. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    itsmearni said: klo dia bilang boleh baru deh saya nyicip

    ini kan sudah diizinin jadi ya… langsung lep 🙂

  21. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    thetrueideas said: Kalo ndak salah, ada penjual yg kasih tester juga, nah kalo ini, boleh dicoba…

    saya juga nggak ragu2 kalau nyoba yang seperti ini, mas :)*mondarmandir

  22. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    rengganiez said: Kalo jeruk, murah yg di pinggir2 jalan, kecuali ada diskon…

    kemaren sekalian belanja yang lain2, mbak 🙂

  23. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    subhanallahu said: iya, mencuri itu, korupsi kecil-kecilan, hehe, ya harusnya izin dulu atau pake tester, klo khawatir rasanya ga sesuai dan ga ada tester, ya ga usah beli. gitu kok refot, hehe.

    betul, pak 🙂

  24. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    eroza said: kalo di Allfresh semua buah bisa dicicipi. tinggal bilang aja ke pelayannya pasti mereka siap memotongkan buah buat dicicipi.

    belum pernah ke sana :)nyicipnya boleh berapa kali *siap mondar-mandir

  25. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    anchaanwar said: Emang bisa dicicipi ya?

    kalau diizinin ya boleh, mas 🙂

  26. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    trewelu said: saya gak pernah icip2 kecuali yang emang ditawarkan oleh penjualnya. Males juga sih, kan belum dicuci.

    kalau semangka atau nanas, kan cuma perlu dikupas aja, nggak perlu dicuci 🙂

  27. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    ibuseno said: Kalau memang ada tulisan/dipersilahkan untuk mencicipi, saya akan cicipi. tp kalao engga ya sama aja mencuri menurut saya

    sepekat, teh 🙂

  28. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    hwwibntato said: aneh juga ya jeruk-jeruk kecil …tapi manis … he he he …

    manis tapi ada rasa asamnya sedikit, kang.syaikhan suka. kalau yang manis banget seperti jeruk madu, syaikhan nggak suka

  29. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    myshant said: selama ada mas penjaga dan gak ada tulisan “dilarang mencicipi”, biasanya saya cicipi dulu

    nggak pake nanya dulu, mbak?

  30. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    jaraway said: jadi pengen ngicip juga? *loh.. hihi

    bukannya sering nyicip*kalau lagi masak

  31. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    nunksubarga said: Di supermarket besar biasanya ada tulisan larangan….

    di tempat kemarin itu sepertinya saya nggak liat tulisan larangan, mbak

  32. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    niwanda said: Iya, mungkin pelayannya juga malah lebih sungkan mengingatkan…

    karena dari penampilannya memberi kesan orang yang keren, berpendidikan, dsbg 🙂

  33. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    yuniezalabella said: Iya tuh, banyak yang nyicip2. Padahal bukan di pasar tradisional. Tapi di mall besar :p

    kalau nyicip di mall nggak ada yang omelin kali yah. kalau di pasar tradisonal, dan nggak pake nanya, pasti diomelin pedagangnya 🙂

  34. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    myshant said: ada beberapa yg memang ditulisin “jangan dicicipi”, biasanya untuk buah mahal semacam anggur dan duren yg sudah dibuka.

    dan biasanya udah diplastikin…di-wrap

  35. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    trewelu said: pisaunya siapa?

    iya juga yah….. minjem dari temannya di bagian daging 🙂

  36. tintin1868 Februari 28, 2012 / 00:00

    kebanyak supermarket bolehkan kita menyicipin kog.. ku sering ke total buah, dan semua kucicipin, baru deh beli.. kalu ga enak ga beli.. mereka justru malah suka nawarin nyicip juga..

  37. ratnapratiwi Februari 28, 2012 / 00:00

    kalo ga da tulisan ‘dilarang mencicipi’ ga salah juga ya pak hehe.. kecuali ada tulisannya baru bs divonis mencuri tuh

  38. roelworks Februari 28, 2012 / 00:00

    karena galakan yang nyicip daripada yang negor…hehehehbagus mas kalau ragu dihindari..menjaga diri dari yang syubhat …hehehe..tuh bang jampang calon yang bagus…siapa yang mauuuuu??

  39. thebimz Februari 28, 2012 / 00:00

    kayak di sitkom aja, nyobain satu, nyobain satu lagi, satu lagi…

  40. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    tintin1868 said: ku sering ke total buah

    saya belum pernah 🙂

  41. mayamulyadi Februari 28, 2012 / 00:00

    klo swalayan tempat saya biasa belanja sudah ada larangan ga boleh dicicipi. tapi ada tulisan keterangan misalnya rasa jeruk agak asam.

  42. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    ratnapratiwi said: kalo ga da tulisan ‘dilarang mencicipi’ ga salah juga ya pak hehe.. kecuali ada tulisannya baru bs divonis mencuri tuh

    ya kalau sudah ada ketentuan umum, mungkin bisa aja. tapi kalau nggak ada ketentuan umum, apa boleh seperti itu.karena itu barang juga bukan milik kita. dan barang itu ada di situ untuk dijual dan bukan untuk dicicipi 🙂

  43. debapirez Februari 28, 2012 / 00:00

    klo meertua saya, misalnya beliau nyicipin satu buah buah, itu trmasuk yg akan dibelinya. sangat menyindir saya hehe…

  44. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    roelworks menulis today at 2:32 PMkarena galakan yang nyicip daripada yang negor…hehehehbagus mas kalau ragu dihindari..menjaga diri dari yang syubhat …hehehe..tuh bang jampang calon yang bagus…siapa yang mauuuuu??

  45. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    thebimz said: kayak di sitkom aja, nyobain satu, nyobain satu lagi, satu lagi…

    lama-lama habis deh jualan orang 🙂

  46. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    mayamulyadi said: klo swalayan tempat saya biasa belanja sudah ada larangan ga boleh dicicipi. tapi ada tulisan keterangan misalnya rasa jeruk agak asam.

    wah… bagus juga tuh.. ada infonya

  47. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    debapirez said: klo meertua saya, misalnya beliau nyicipin satu buah buah, itu trmasuk yg akan dibelinya. sangat menyindir saya hehe…

    bagus itu. jadi kalau beli anggur dan sudah ditimbang, hasil timbangannya dikurangin beberapa buah sesuai jumlah yg dimakan 🙂

  48. onit Februari 28, 2012 / 00:00

    *menyimak*

  49. jampang Februari 28, 2012 / 00:00

    onit said: *menyimak*

    silahkan, mbak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s