Maksud Hati Ingin Berbuka, Apa Daya Tubuh Terluka

“Tergesa-gesa hanya akan mendekatkan diri kepada petaka”

marka-3Mungkin sekitar dua puluh menit lagi waktu berbuka akan tiba. Saya masih menyusuri Jalan M Kahfi kemudian memasuki daerah Tanah Baru. Saya mempercepat laju sepeda motor untuk mengejar waktu agar dapat berbuka puasa di rumah (saat itu saya masih tinggal di Depok).

Tiba di perempatan Tanah Baru, saya belok kiri untuk menuju Beji.

Selama beberapa waktu sebelumnya saya tidak menjadikan jalur yang saya lewati sore itu sebagai jalur pulang karena sedang ada perbaikan jalan. Namun karena saat itu saya melihat ada beberapa pengendara sepeda motor yang melalui jalan tersebut, saya pun mengikuti. Mungkin proses perbaikan jalannya sudah selesai dan jalan sudah bisa dilalui lagi, begitu pikir saya. Apalagi saya mendapati bahwa sebagian jalan yang saya lewati sudah bagus. Rata lagi mulus.

Kembali saya percepat lagi laju sepeda motor untuk mengejar waktu.

Tiba-tiba, sepeda motor yang melaju di depan saya berhenti mendadak. Saya kaget. Sepersekian detik kemudian, saya tangan kiri saya menarik rem dengan kuat. Laju sepeda motor yang kencang, tarikan rema yang mendadak, serta kondisi jalan yang berpasir, menyebabkan roda depan berhenti berputar seketika dan laju sepeda motor menjadi tak terkendali.

Brakkkk!

Sepeda motor saya jatuh ke sisi kanan.Kaki kanan saya tertindih motor. Saya berusaha bangun dan menarik kaki saya. Tapi karena beban motor yang terlalu berat, saya tidak bisa melakukannya, Jangankan untuk menarik keluar, sekedar menggerakkan kaki, saya tidak mampu.

Seorang lelaki dari arah belakang menolong saya dengan mengangkat sepeda motor saya dan membawanya ke pinggir jalan. Saya kemudian berdiri. Dengan sedikit tertatih, saya mengikuti lelaki tersebut.

Di pinggir jalan, saya memeriksa kondisi tubuh dan sepeda motor. Lutut dan telapak tangan saya terluka meski tidak parah. Sementara salah satu lampu sign motor pecah dan salah satu spion patah.

“Sudah beberapa motor jatuh di sini sejak beberapa hari lalu,” cerita lelaki tersebut.

Rupanya tak hanya saya seorang yang mengalami kecelakaan akibat ketergesa-gesaan dan juga kondisi jalan yang belum sempurna.

Setelah mengucapkan terima kasih kepada lelaki tersebut, saya kembali mengendarai sepeda motor menuju rumah diiringi kumandang adzan Maghrib tanda waktu berbuka puasa. Niat saya berbuka di rumah tak terlaksana. Sebagai pengganti, saya hanya berbuka dengan permen yang ada di dalam saku.

“Dzahabazh zhomau wabtalatal ‘uruqu watsbatal ‘ajru insya Allah” (Hilanglah rasa dahaga, tenggorokan pun basah, dan sudah pasti berpahala jika Allah menghendaki) [Doa berbuka puasa yang shahih. diriwayatkan Imam Abu Dawud dari Abdullah bin Muhammad dari Ali bin Al Husain dari Al Husain bin Waqid dari Marwan bin Salim Al Muqaffa’ dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.]

 

15 respons untuk ‘Maksud Hati Ingin Berbuka, Apa Daya Tubuh Terluka

  1. herma1206 Juli 21, 2013 / 08:58

    motornya udah bener lagi kan sekarang…???:D, kejadian spt ini emang sering ya terjadi…Allah meminta kita utk tidak tergesa/terburu2 dlm hal apapun..:)

    • jampang Juli 21, 2013 / 09:18

      setelah kejadian itu, ada lagi kecelakaan lainnya dan lebih parah 😀
      iya, Allah meminta hambanya bersegera, bukan tergesa-gesa

  2. herma1206 Juli 21, 2013 / 10:26

    wuiiiih…..hobi banget kecelekaan…:D, kpn kejadiannya..??

    Setujuuu..Allah meminta qt bersegara, bukan terburu2…

      • herma1206 Juli 21, 2013 / 10:49

        Ooowh…udh lama toh, okee…siap meluncur, novelnya blm smpet dibaca smp abis..klo buku yg jejak-jejak terserak udah sebagian beres…*laporan selsai..:D

      • jampang Juli 21, 2013 / 10:57

        laporan diterima. kembali ke tempat!

        😀

  3. tipongtuktuk Juli 21, 2013 / 16:32

    alhamdulillah tidak apa-apa …
    dan masih bisa berbuka dengan nikmat … he he he …

    • jampang Juli 22, 2013 / 07:47

      iya kang. alhamdulillah… xixixixixi

  4. tinsyam Juli 22, 2013 / 11:57

    jadi pelajaran ya, jangan tergesagesa.. suka gitu ga kesampean kalu terburuburu dan ada aja yang ketinggalan.. *pengalaman banget..

    • jampang Juli 22, 2013 / 13:56

      iya, mbak. malah bikin panik dan nggak nyadar

  5. ibuseno Juli 22, 2013 / 21:27

    Musim hujan juga.. hati2 berkendara mas

    • jampang Juli 22, 2013 / 21:34

      iya teh.

      biasanya kalau hujan saya tetap berkendara, nggak neduh dulu 🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s