Indahnya Berpasangan

ilustrasi : http://www.dinomarket.com/

Sepasang sarung tangan adalah kelengkapan terakhir yang pernah saya beli sejak saya memiliki sepeda motor. Mungkin karena saya berpikir bahwa sarung tangan tidaklah sepenting helm dan jaket atau mungkin juga karena sarung tangan bukanlah bonus ketika membeli sepeda motor. Lama-kelamaan, saya berpendapat bahwa saya harus memiliki sarung tangan setelah melihat warna kulit di punggung telapak tangan saya lebih gelap dari bagian tangan lainnya karena saya sering berada di atas motor ketika matahari sedang semangat-semangatnya membagi sinarnya ke bumi. Bila dalam keadaan itu sehari atau dua hari saja, mungkin kulit di punggung telapak tangan saya tidak akan menjadi lebih gelap. Tetapi bila keadaan itu saya alami berhari-hari, maka terjadilah hal demikian.

Saya pun membeli sarung tangan. Saya memilih yang harganya tidak mahal, yang penting cukup memberikan perlindungan kepada punggung tangan saya dari sinar matahari yang terik.

Setelah beberapa lama menggunakan sarung tangan, warna kulit di bagian punggung telapak tangan saya kembali ‘seragam’ dengan bagian tangan lainnya.

Suatu ketika, sarung tangan yang biasa saya pakai tersebut hilang. Selama beberapa waktu, saya tidak memakai sarung tangan ketika mengendarai motor. Khawatir dengan kejadian sebelumnya, saya kembali membeli sebuah sarung tangan. Dalam perjalanan ke kantor, saya mampir sebentar di untuk membeli sarung tangan.

Setelah memilih, mencoba, dan menawar, transaksi jual-beli pun selesai. Tanpa pikir panjang saya segera mengenakan sarung tangan baru itu. Lalu naik ke atas motor, menyalakannya, dan memacunya menuju kantor.

Dalam perjalanan, saya merasakan ketidaknyamanan di telapak tangan kanan saya. Jari-jemari saya terasa tidak begitu bebas ketika memacu gas ataupun mengerem laju kecepatan motor. Ada apa gerangan?

Sesekali saya memerhatikan sarung tangan baru tersebut, membandingkan antara yang kiri dan kanan. Apa mungkin saya membeli sarung tangan yang tidak seukuran? Atau mungkin tidak sepasang? Pertanyaan itu muncul dalam pikiran saya di sepanjang perjalanan ke kantor.

Setiba saya di kantor, setelah memarkir motor, saya segera membuka sarung tangan dan memperhatikannya. Waaah, ternyata kiri dua-duanya…!!!!

Keesokan harinya, dalam perjalanan menuju kantor, saya kembali mendatangi tempat di mana saya membeli sarung tangan tersebut. Saya beritahukan kepada penjualnya bahwa sarung tangan yang kemarin saya beli ternyata kiri semua. Pak penjual itu pun segera mengambil sepasang sarung tangan lain dan menukarnya dengan sarung tangan yang saya beli sebelumnya. Alhamdulillah, saya merasa nyaman ketika menggunakan sarung tangan yang benar-benar sepasang tersebut.

Indahnya berpasangan. Begitulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan makhlukNya.

Maha Suci Allah yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan, kemudian Allah menjadikan di antara keduanya rasa kasih dan sayang.

Maha Suci Allah yang telah menciptakan bumi dengan segala hiasan berupa pepohonan, laut, sungai, gunung-gunung. Sebagai pasangannya Allah menciptakan langit dengan hiasan bintang yang tak terhitung, gugusan planet, serta galaksi-galaksi.

Maha Suci Allah yang telah menjadikan siang sebagai waktu bagi manusia untuk bekerja dan berusaha, dan sebagai pasangannya Allah juga menciptakan malam sebagai waktu bagi manusia untuk beristirahat, memulihkan tenaga dari keletihan.

Setidaknya, ada tiga pembelajaran bagi saya khususnya dalam pengalaman bersama sepasang sarung tangan tersebut.

Pertama, teliti sebelum membeli suatu barang. Maka begitu pulalah seharusnya dalam mencari pasangan hidup. Buka mata ketika dalam pencarian untuk menentukan pilihan yang terbai dengan modal utama memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu.

Kedua, peliharalah baik-baik barang yang sudah dibeli agar bisa bertahan lama. Awet. Begitu pulalah ketika hidup berpasangan dalam berumah tangga, saling menjaga satu sama lain agar bisa langgeng.

Ketiga, ketika membeli barang yang bentuknya sepasang, pastikan bahwa barangnya terdiri dari kanan dan kiri, bukan dua-duanya kanan atau kiri. Dan begitulah seharusnya dalam mencari pasangan. Lelaki mencari pasangan yang perempuan. Sebaliknya perempuan mencari pasangan yang lelaki. BUKAN DARI YANG SEJENIS.

Wallaahu a’lam.

—–ooo0ooo—–

artikel terkait :

(katanya) Motor Lelaki
(katanya) Motor Lelaki

2 Motor 2 Lelaki 1 Cinta
2 Motor 2 Lelaki 1 Cinta

Tak Lagi Molor Di Atas Motor
Tak Lagi Molor Di Atas Motor

Antara Jas Hujan dan Kantong Kresek
Antara Jas Hujan dan Kantong Kresek

Standar Ganda!
Standar Ganda!

41 respons untuk ‘Indahnya Berpasangan’

  1. fenny Juli 22, 2013 / 14:36

    Sama ka, punggung tangan jg belang krn tdk memakai sarung tangan … Risih n ribet makenya … 🙂
    Kt2 terakhirnya … Masa jeruk makan jeruk sih ka … Xixixixi

    • jampang Juli 22, 2013 / 14:42

      dulu aja pake sarung tangan karena perjalanannya jarak jauh. sekarang udah nggak 😀

      ya kan yang begitu lagi model…. udah akhir zaman

  2. Ryan Juli 22, 2013 / 15:19

    wah mas… belum mendapat pasangan nih. 😀

    • jampang Juli 22, 2013 / 18:45

      Selamat mencari kalau begitu 😀

      • Ryan Juli 22, 2013 / 18:46

        Cariin dong. Hihihi

      • jampang Juli 22, 2013 / 20:43

        silahkan googling aja 😀

      • Ryan Juli 23, 2013 / 07:16

        Hahaha

      • jampang Juli 23, 2013 / 07:32

        tinggal ketik mau jodoh yang namanya siapa…. nanti nongol deh penampakannya… xixixixixixi

      • Ryan Juli 23, 2013 / 08:42

        Hahhaha. Namanya dr mana mas.

      • jampang Juli 23, 2013 / 09:07

        yang…. dari hatimu….. #eaaaaa

      • Ryan Juli 23, 2013 / 13:15

        hahahaha

      • jampang Juli 23, 2013 / 14:01

        😛

  3. pritakusumaningsih Juli 22, 2013 / 20:32

    Sarung tangan saja tahu, bahwa LGBT itu menyalahi fitrah makhluk hidup!

    • jampang Juli 22, 2013 / 20:44

      iya bu. masa manusia yang punya akal nggak tahu?
      haduuuh

  4. herma1206 Juli 22, 2013 / 20:35

    Jdi inget lirik naysid jadul: cari..cari..carilah..pasangan hidup betul-betul..oh kawan..*sambil nyanyi2..:D

    • jampang Juli 22, 2013 / 20:44

      xixixixi… albumnya hawari yah?

      • herma1206 Juli 22, 2013 / 20:50

        bukan..albumnya Robbani klo gak salah, bagus2 loh..sy suka lagu2nya…nasyid jaduuuul bgt..:D

      • jampang Juli 22, 2013 / 20:54

        saya dulu juga punya album itu. barenga sama nadamurni, the zikr

      • herma1206 Juli 22, 2013 / 20:59

        naah..itu dia, seangkatan itu lah…nasyid2 dri malaysia, dri Ind. ada Brother klo gak salah..

      • jampang Juli 22, 2013 / 21:10

        satu lagi hijazz.
        yang dari indonesia cuma pernah denger snada aja, tapi kurang suka.
        baru kemudian muncul raihan

      • herma1206 Juli 22, 2013 / 21:23

        iya..hijazz..trus inteem, bru raihan. Brother gak sengetop Snada emang, soalnya mrk dlu mhs2 ITB, gak pernah masuk tipi. Kok jadi bhs nasyid ya..oot bgt nih..hehe..

      • jampang Juli 22, 2013 / 21:27

        😀
        tenang aja…. nyatanya masih nyambung koq sama lawan bicaranya.

        snada itu mungkin seangkatan sama izzis kali yah. pernah ngikut lomba nasyid yang ngadain izzis

      • herma1206 Juli 22, 2013 / 21:30

        haha..selama msh nyambung lanjut aja ya..:-D, Soo..jadi rupanya mas Rifki tim nasyid jg toh, bikin album jg hrsnya selain bikin buku..:D

      • jampang Juli 22, 2013 / 21:33

        gagal!
        cuma pernah nampil di acara sekolah doank.
        pas lagi tampil saat lomba, semua anggota tim kompak lupa liriknya. tiba-tiba hening gitu 😀

      • herma1206 Juli 22, 2013 / 21:35

        huakakakak…gagal total itu mah, tulis atuh kejadiannya di blog, pasti lucu banget…:D

      • jampang Juli 22, 2013 / 21:39

        kapan-kapanlah kalau memang ada ide. waktu itu dua nasyid yang dibawakan, “Rasulullah”-nya nada murni, dan satunya lagi nasyidnya izzis, cuma lupa judulnya 😀

        harus ketemu dulu liriknya baru bisa ceritain

      • herma1206 Juli 22, 2013 / 21:45

        huehehe…jdi smp skrg pun masih lupa ama liriknya. Harus inget dlu judulnya…klo lirik mah tinggal browsing, dah jaman internet ini…beda ama jaman primitip dlu..:D

      • jampang Juli 22, 2013 / 21:50

        hmm… ingetnya lirik ini …

        “barisan jihad pemuda islam
        baris maju ke hadapan
        bersama seruan
        Allahu akbar… Allahu akbar”

        tapi apa lirik itu yg dbawakan…. masih tanda tanya 😀

      • herma1206 Juli 22, 2013 / 21:57

        yaah…gpp lah, gak ada yg tau ini..:D, tpi cirikhasnya izziz bgt klo yg liriknya begitu, ama shouhar….jdi kangen dngr shouhar deh..hehe

      • jampang Juli 23, 2013 / 07:31

        tapi gara2 ngobrol di sini bisa banyak yg tahu kalau pada baca 😀

  5. ibuseno Juli 22, 2013 / 20:56

    Pasangan yang pas.. mesti berbeda jenis ya Mas, kalau sejenis memang kurang nyaman rasanya.. kiri berpasangan dengan kanan, lelaki dengan perempuan.. analogi sarung tangannya pas

    • jampang Juli 22, 2013 / 20:59

      karena berbeda bisa saling melengkapi, teh. terima kasih

  6. tipongtuktuk Juli 22, 2013 / 21:52

    tidak syak lagi, berpasangan pastilah sangat indah … he he he …

    *tanpa sarung tangan, tangan jadi terbakar … he he he …

    • jampang Juli 23, 2013 / 07:30

      yup… begitulah…

      *emangnya nggak pake sunblock, kang? xixixixixixi

      • tipongtuktuk Juli 23, 2013 / 14:11

        hi hi hi … saya kan nonblock …

      • jampang Juli 23, 2013 / 14:20

        😀
        orang bule aja pengen kulitnya sawo matang seperti kita ya kang…. jadi nggak pake sunblock

    • jampang Juli 23, 2013 / 07:31

      kalau naik motor biar nggak kepanasan… kalau ke boromo biar nggak kedinginan 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s