Sedikit Demi Sedikit Itu Mungkin Lebih Baik

ilustrasi : http://www.boomgraphics.se

“Jika dirimu tidak bisa membawa semuanya, maka bawalah sebagian-sebagian.”

Kalimat tersebut pernah saya dengar dari seseorang. Mungkin dari seorang penceramah. Selanjutnya penceramah itu memberikan contoh. Jika seseorang tidak sanggup untuk membawa satu karung beras karena merasa terlalu berat untuk dipanggulnya, maka dirinya bisa mebawa beras tersebut sebanyak 10 kg dahulu. Lalu mengulanginya hingga satu karung beras tersebut bisa dipindahkan seluruhnya.

Sepertinya, banyak pekerjaan yang memang tidak bisa dikerjakan sekaligus. Harus sebagian-sebagian. Agar lebih ringan. Agar sesuai dengan kekuatan dan kemampuan. Karenanya, mengerjakan sedikit demi sedikit itu mungkin lebih baik.

Hari ini, saya baru mengerjakan sekian berkas yang salah distribusi. Kesalahan yang bukan diakibatkan teman-teman di lingkungan kerja saya, melainkan user di kantor lain yang salah menginput jenis permasalahan dalam berkas. Jenis permasalahan yang mereka pilih di dalam aplikasi tidak sesuai dengan isi surat. Sedangkan penerusan berkas tersebut dilakukan secara otomatis melalui aplikasi. Jika jenis permasalahan A, maka aplikasi akan mendisposisikannya ke Pegawai-1. Jika jenis permasalahan B, maka aplikasi akan mendisposisikannya ke Pegawai-2. Begitu seterusnya.

Maka terjadilah pendistribusian yang salah. Permasalahan tidak ditangani oleh pegawai yang tepat. Proses penyelesaian pun tertunda.

Seorang kawan yang mendapati berkas yang tidak sesuai dengan tanggung jawabnya menyerahkan berkas tersebut. Bukan satu atau dua buah. Jadi bolehlah saya katakan dengan banyak. Sebagai admin, memang sudah menjadi tugas saya untuk memperbaiki jika terjadi permasalahan seperti ini. Saya punya menu tersendiri untuk mendistribusikan ulang berkas tersebut kepada pegawai yang tepat. Saya pun melakukannya. Alhamdulillah selesai.

Hanya saja, ada perasaan lain ketika melakukannya. Melihat berkas yang banyak tersebut, rasa enggan mulai muncul. “Kenapa nggak satu-satu aja sih! Begitu ada kesalahan, langsung lapor!” Maunya saya seperti itu πŸ˜€

Namun mengeluh yang demikian itu sudah pasti tidak menyelesaikan dan memperbaiki kesalahan. Mengeluh mungkin hanya akan menambah beban yang dirasa. Sepertinya saya harus belajar lagi kepada seseorang yang begitu menikmati pekerjaannya. Yang selalu bersiul atau bersenandung ketika melakukan pekerjaannya.

Di balik apa yang terjadi hari ini, saya sepakat dengan ucapan seseorang yang saya sebutkan di atas bahwa, sedikit demi sedikit itu mungkin lebih baik.

6 respons untuk β€˜Sedikit Demi Sedikit Itu Mungkin Lebih Baik’

  1. Ryan Juli 29, 2013 / 16:07

    alon alon asal kelakon ya mas? bener ndak ya? πŸ˜€

    • jampang Juli 29, 2013 / 16:16

      hhmm…. mungkin mirip, tapi tidak sama persis πŸ˜€

      saya tidak begitu paham bahasa jawa, tapi sepertinya memang begitu

      • Ryan Juli 29, 2013 / 16:19

        hahahaha. sama sih mas. cuma sering dengar saja. πŸ˜€

      • jampang Juli 29, 2013 / 16:24

        iyah salah satu pepatah yang banyak disebutkan

  2. tipongtuktuk Juli 30, 2013 / 22:36

    sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, Bang … he he he …

    • jampang Juli 31, 2013 / 06:05

      iya kang… betul.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s