Secepat Adzan, Iqamah, dan Shalat

Matahari baru saja tergelincir dari posisi tegak lurusnya dengan bumi. Pertanda waktu zhuhur telah tiba. Di dalam sebuah masjid, seorang lelaki bangkit dari tempat duduknya menuju mihrab. Diaktifkannya sound system. Diraihnya microphone. Lalu dikumandangkannya adzan.

Seorang lelaki mendekatiku. Ada pancaran kebahagiaan di wajahnya manakala melihat kehadiranku. Dia mendekatkan wajahnya. Kupikir dia akan mencium pipiku. Ternyata tidak. Dia meletakkan bibirnya dekat dengan telinga kananku. Lalu aku mendengar lantunan suara lembutnya mengumandangkan adzan.

Selepas adzan berkumandang, beberapa jama’ah segera berdiri untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib sebanyak dua rakaat. Setelah semua jama’ah selesai, sang muadzin pun kembali berdiri. Kemudian melantunkan iqamah.

Wajah lelaki itu berpindah ke sisi kiriku. Sama seperti sebelumnya, dia dekatkan mulutnya ke telingaku yang kiri. Kembali aku mendengar lantunan suara lembutnya. Kali ini berupa lantunan iqamah.

Seluruh jama’ah segera maju ke depan, mengisi dan merapatkan shaf-shaf shalat. Salah seorang dari jama’ah berdiri paling depan. Ia kemudian menjadi imam yang memimpin shalat berjama’ah dari awal hingga akhir.

Aku hanya bisa berbaring. Diam. Tak bisa bergerak. Sementara di sisiku, ada banyak orang yang berdiri membentuk beberapa barisan. Salah seorang diantara mereka berdiri paling depan yang kemudian memimpin orang-orang di belakangnya melakukan beberapa gerakan. Empat takbir yang kudengar. Dua salam sebegai penutupnya. Rupanya, mereka sedang menshalatkan diriku.

Begitulah singkatnya perjalanan hidup, laksana secepat adzan, iqamah, dan shalat.

Wallahu a’lam

ilustrasi

11 respons untuk ‘Secepat Adzan, Iqamah, dan Shalat

  1. fenny Juli 30, 2013 / 21:01

    Merinding bacanya …

    • jampang Juli 31, 2013 / 06:04

      semoga bermanfaat

      • fenny Juli 31, 2013 / 07:22

        Aaamiin …

      • jampang Juli 31, 2013 / 08:15

        🙂

  2. herma1206 Juli 30, 2013 / 21:59

    Makasih bang udh mengingatkan, bahwa kematian itu sangat dekat…

    • jampang Juli 31, 2013 / 06:05

      sama-sama, mbak. semoga kita bisa mengambil pelajaran dan menjadikannya sebagai pengingat

  3. Iwan Yuliyanto Juli 31, 2013 / 02:52

    Serasa dejavu, saya pernah mendengarkan kisah tentang secepat adzan dan iqamah dan sholat, tapi lupa kapan.
    Terimakasih pengingatnya, mas Rifki

    • jampang Juli 31, 2013 / 06:05

      sama-sama, pak.

    • jampang Juli 31, 2013 / 10:42

      iya, teh. semoga bisa memanfaatkan waktu yang sedikit

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s