Abi… Abi… : Sebuah Kenangan Indah

syaikhan & abi 3
syaikhan & abi 3

“Abi… Abi!”

Itu adalah panggilan dari anak lelaki saya, Syaikhan.

Mungkin sebagian ayah, panggilan seperti itu adalah panggilan yang biasa dan bisa didengar setiap hari. Tetapi tidak bagi saya. Bagi saya, panggilan itu adalah panggilan yang luar biasa. Sebab saya tidak bisa mendengarnya setiap hari. Karena tak bisa mendengarnya setiap hari, maka mengenangnya adalah sesuatu yang menyenangkan. Bagi seorang ayah seperti saya.

“Abi… Abi!”

Itu adalah panggilan dari anak lelaki saya, Syaikhan, yang baru terbangun dari tidurnya.

“Abi di bawah, Syaikhan!” Jawab saya dari dapur yang berada di lantai bawah dengan kondisi kedua tangan saya penuh busa sabun.

Setelah mendengar jawaban saya, Syaikhan akan menuruni beberapa anak tangga, kemudian duduk di anak tangga kesekian di mana dirinya sudah bisa melihat saya yang sedang mencuci piring, gelas, sendok, dan garpu yang kotor.

“Syaikhan mau turun?” Tanya saya.

Syaikhan tak menjawab. Dia hanya menggerakkan kedua tangannya ke depan, meminta untuk digendong. Saya segera membersihkan tangan saya dari busa sabun, menaiki tangga, mendekatinya, dan menggendongnya ke bawah. Beberapa saat dia akan duduk di anak tangga paling bawah. Lalu kemudian dia kembali memanggil dan meminta saya mengeluarkan mobil-mobilannya yang tersimpan di bawah tangga. Syaikhan menemani saya bekerja, dengan caranya, menaiki mobil-mobilannya berkeliling ruangan dan sesekali menghampiri saya dan menabrakkan mobilan-mobilannya ke kaki saya dengan pelan. Lalu dia tertawa.

“Abi… Abi!”

Itu adalah panggilan dari anak lelaki saya, Syaikhan, yang baru terbangun dari tidurnya di saat saya sedang menjemur pakaian di halaman belakang.

Ada kalanya dia meminta saya mengambilkan mobil-mobilannya untuk kemudian bermain sambil menemani saya di halaman belakang. Adakalanya dia membantu menjemur pakaian. Tangan kecilnya mengambilkan sepotong pakaian basah dari ember kemudian memberikannya kepada saya untuk dijemur.

“Abi… Abi!”

Panggilan Syaikhan kembali terdengar ketika saya sedang memotong-motong kentang yang akan digoreng untuknya. Sambil bertanya ini apa dan itu apa, dia menemani saya. Bahkan jika muncul rasa ingin tahunya, dia akan mengambil sepotong kentang dan menggigitnya. Sekali digigit, kentang itu dia kembalikan ke tempat semula. Tentu saja, karena rasa kentang mentah tidaklah seenak kentang goreng. Saya hanya tersenyum. Saya biarkan dirinya belajar tentang sesuatu yang baru selama itu tidak membahayakan.

“Abi… Abi!”

Itu adalah panggilan dari anak lelaki saya, Syaikhan, sesaat setelah mendengar suara sepeda motor saya di kala senja.

Suara itulah yang pertama kali menyambut dengan hangat kepulangan saya dari kantor. Adakalanya panggilan itu saya dengar bersamaan dengan saya melihat wajah anak lelaki saya itu dari jendela lantai dua. Adakalanya panggilan itu saya dengar dengan volume semakin kecil karena Syaikhan memanggil sambil menuruni anak tangga untuk menjemput saya yang baru masuk ke dalam rumah. Suara itu akan terus berulang dan tak akan berhenti sebelum saya menjawabnya.

“Abi… Abi!”

Itu adalah panggilan dari anak lelaki saya, Syaikhan, sambil melompat-lompat menyambut kepulangan saya dari kantor. Saat itu dia sedang menginap di rumah Nenek di Kebon Jeruk. Kemudian dia membukakan pintu agar motor saya bisa masuk. Lalu saya langsung memeluk dan menciumnya, serta membisikkan kalimat, “Abi sayang Syaikhan” yang langsung dibalasnya dengan ucapan “Syeha sayang Abi”

“Abi… Abi!”

Itu adalah panggilan dari seorang anak lelaki kepada ayahnya. Bagi sebagian ayah, mungkin panggilan seperti itu terdengar biasa. Bisa didengar setiap hari. Setiap saat. Namun bagi seorang ayah seperti saya, panggilan itu adalah sesuatu yang luar biasa. Karena saya tidak bisa mendengarnya setiap hari. Tidak setiap saat.

24 respons untuk β€˜Abi… Abi… : Sebuah Kenangan Indah’

    • jampang Juli 31, 2013 / 11:09

      jadi GR dibilang sweet…. #eh

      • herma1206 Juli 31, 2013 / 11:50

        haha…ternyata syeha punya abi yg kegeeran…. πŸ˜›

      • jampang Juli 31, 2013 / 12:42

        xixixixixi…..

        sekarang udah bisa nyebut syehan. syeha itu ketika umur 3 tahunan. sebelumnya nyebut namanya syeya. jadi dari syeya -> syeha -> syehan

      • herma1206 Juli 31, 2013 / 23:06

        tambah gede lagi udh pas lafaznya: syaikhan.. πŸ˜€

        btw…nama lengkapnya siapa…??

      • jampang Agustus 1, 2013 / 05:46

        syaikhan muhammad azzamy. itu nama lengkapnya.

      • herma1206 Agustus 1, 2013 / 08:25

        nama yg bagus..semoga syaikhan tumbuh jdi anak yg sholeh, berbakti sm ortunya..aamiin..:)

      • jampang Agustus 1, 2013 / 13:06

        aamin yaa rabbal ‘aalamiin

  1. zaitunhakimiah Juli 31, 2013 / 10:55

    Bisa dibayangkan kedekatan Anda dengan Syaikhan πŸ™‚

    Makasih ya udah share ceritanya..
    OK. Tercatat sebagai peserta^^

    • jampang Juli 31, 2013 / 11:10

      iya mbak πŸ™‚
      terima kasih…

  2. ibuseno Juli 31, 2013 / 11:04

    Sweeet banget, pasti kangen banget sama panggilan itu ya Mas

    • jampang Juli 31, 2013 / 11:11

      iya, teh….

  3. sarah utami Juli 31, 2013 / 12:03

    Tos! Bahkan saya nggak bisa tidur bareng lagi sama krucils, karena ketemuan juga paling sejam. Saya tau rasanya. Sakit banget. *Puk-puk*

    Tapi, semangat!

    • jampang Juli 31, 2013 / 12:43

      iya mbak. tapi kalau mau, semuanya bisa dnikmati πŸ˜€

  4. sari Juli 31, 2013 / 14:22

    wuih..si abi rajin banget ya..dari mulai mencuci piring, menjemur baju sampe masak..hoho..

    • jampang Juli 31, 2013 / 14:23

      πŸ˜€
      itu duluuuuu…. sekarang mah nggak lagi…. atau belu lagi…. xixixixixixi

  5. debapirez Juli 31, 2013 / 14:28

    skrg msh suka ketemu saban minggu kah, om Jampang?

    • jampang Juli 31, 2013 / 14:32

      ketemu tapi nggak setiap minggu

  6. fenny Juli 31, 2013 / 20:50

    Sedih … sekaligus terharu …
    Klo aq malah ngga bs panggil kt2 itu lg … 😦

    • jampang Agustus 1, 2013 / 05:44

      doakan saja. itu jauh lebih berharga. itu yang diharapkan orang tua dari anakknya, karena termasuk amalan yang tidak akan terputus meski sudah meninggal dunia

  7. omnduut Agustus 1, 2013 / 06:19

    Sweet bangeeet πŸ™‚
    Kapan ya aku dapet panggilan kayak gitu? *lha malah curcol haha*

    • jampang Agustus 1, 2013 / 08:03

      ya… mudah2an disegerakan πŸ™‚

  8. winny widyawati Agustus 1, 2013 / 07:40

    *haru …
    Saya baru ditinggal anak main 10 menit aja udh kangen …

    Semoga Allah membahagiakanmu bang Rifky

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s