Sosok Di Balik Ranting yang Patah


Malam itu, sekitar pukul sembilan belas lewat sekian menit. Saya sedang berada di atas sepede motor, menyusuri jalan Gatot Subroto menuju arah Senayan. Jalur yang biasa saya tempuh dalam perjalanan pulang dari kantor menuju rumah.

Saya pacu sepeda motor dengan kecepatan sekitar lima puluh atau enam kilo meter per jam. Ketika tiba di tikangan menuju Senayan, saya belokkan sepeda motor ke kiri. Di sekitar tikungan tersebut, penerangannya sedikit kurang. Di sekitar tikungan tersebut juga terdapat beberapa lubang dari saluran drainase yang biasanya ditutupi dengan besi tebal atau beton sehingga bisa dilalui kendaraan dengan aman. Sayangnya, malam itu ada lubang yang menganga. Salah satu penutup saluran drainase tersebut jebol.

Roda depan sepeda motor saya melewati lubang tersebut. Sepersekian detik kemudian, sepeda motor saya terjungkal ke depan. Saya pun terjatuh.

Mungkin kalimat berikut yang akan saya tulis adalah, saya terluka parah, lalu ditolong oleh beberapa pengendara lain dan dibawa ke rumah sakit, dan saya harus dirawat di rumah sakit tersebut selama beberapa waktu.

Alhamdulillah. Saya bersyukur bahwa Kejadian yang demikian tidak terjadi. Kecelakaan tersebut hanyalah rekaan saya belaka. Cerita yang sebenarnya adalah sebagai berikut.

Malam itu, sekitar pukul sembilan belas lewat sekian menit. Saya sedang berada di atas sepede motor, menyusuri jalan Gatot Subroto menuju arah Senayan. Jalur yang biasa saya tempuh dalam perjalanan pulang dari kantor menuju rumah.

Saya pacu sepeda motor dengan kecepatan sekitar lima puluh atau enam kilo meter per jam. Ketika tiba di tikungan menuju Senayan, saya belokkan sepeda motor ke kiri. Di sekitar tikungan tersebut, penerangannya sedikit kurang. Di sekitar tikungan tersebut juga terdapat beberapa lubang dari saluran drainase yang biasanya ditutupi dengan besi tebal atau beton sehingga bisa dilalui kendaraan dengan aman.

Malam itu saya melihat pemandangan yang lain. Di salah satu lubang dari saluran drainase yang terdapat di sekitar tikungan tersebut, saya melihat beberapa ranting patah yang sengaja ditancapkan oleh seseorang. Sebagai penanda bagi saya dan para pengendara lain yang melewati tikungan tersebut agar tidak melalui sisi jalan tersebut. Sebagai isyarat agar saya dan para pengendara lain mengambil sisi sebelah kanan atau sebelah kiri sisi jalan di mana terdapat ranting patah tersebut. Agar saya dan para pengendara lain selamat dan tidak mengalami kecelakaan di tempat itu.

Siapakah sosok di balik ranting yang patah itu dan menancapkannya di tengah jalan, tepat disebuah lubang yang membahayakan bagi para pengendara? Saya tidak tahu. Para pengendara lain juga tidak tahu. Sosoknya misterius. Tak dikenal. Tetapi, karyanya nyata. Apa yang telah dilakukannya telah banyak menyelamatkan orang, sebanyak pengendara yang melewati jalan tersebut.

Dalam hidup ini, kita telah banyak mencapai keberhasilan. setidaknya saat ini. Kita berhasil melakukan sesuatu yang ingin kita lakukan atau sesuatu yang kita harapkan, kita cita-citakan. Namun yakinlah, keberhasilan itu tercapai bukan murni seratus persen dari usaha dan kehebatan kita sendiri. Melainkan atas izin dan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menggerakkan orang-orang di sekeliling kita, bahkan orang-orang yang jauh jaraknya terpisah dari tempat kita berada sekarang, yang kita tidak pernah bertemu dengan mereka bahkan tidak mengenalnya.

Ada jasa kedua orang tua yang senantiasa memberikan dukungan dan doa. Ada keluarga. Ada teman. Ada rekan. Namun selain mereka, ada lebih banyak orang-orang yang secara tidak langsung ikut andil dalam keberhasilan kita. Ada jasa petani yang bekerja untuk menghasilkan bahan makanan yang kita makan. Ada jasa para sopir truk yang membawa hasil panen dari suatu daerah ke pasar. Ada jasa tukang sayur dan pedagang lainnya yang mengantarkannya ke rumah. Ada jasa para penjahit, sehingga kita bisa mengenakan pakaian yang bagus. Ada jasa para pekerja di pengeboran minyak yang menghasilkan bahan bakar untuk kendaraan yang kita gunakan. Dan masih banyak lagi. Masih banyak lagi.

Maka layakkah diri ini merasa sombong?

Maka layakkah diri ini untuk tidak bersyukur dan berterima kasih?

“Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. [Q.S An-Naml : 40]

17 respons untuk β€˜Sosok Di Balik Ranting yang Patah’

  1. Ryan Agustus 5, 2013 / 02:35

    makasih atas partisipasinya mas.

    • jampang Agustus 5, 2013 / 09:59

      sama-sama….

  2. herma1206 Agustus 5, 2013 / 08:40

    banyak bgt kejadian sehari2 di sekeliling qt yg hrs disyukuri..bahkan kdg qt tak menyadari,,bahwa qt hrsnya bersyukur utk suatu kejadian yg gak qt sukai…

    • jampang Agustus 5, 2013 / 10:00

      iya. dibalik suatu kejadian yang buruk, pasti ada suatu kondisi yang selayaknya disyukuri. hanya saja mungkin belum terlihat atau terasa saat kejadian πŸ™‚

  3. araaminoe Agustus 5, 2013 / 10:10

    “Bersyukurlah maka akan Kutambah nikmatmu”….

    hmmm…. buat sang juri [mas ryan] jadi mikir dalem nie… πŸ˜†

    • jampang Agustus 5, 2013 / 10:13

      ya… di ayat lain, Surat Ibrahim ayat 7, Allah berfirman : “Jika kamu bersyukur, maka aku akan tambah ni’matku”

      bukannya juri harus begitu yah? πŸ˜€

    • Ryan Agustus 13, 2013 / 14:57

      Eh sesama juri gak boleh ngeledek ya.. πŸ˜€

      • jampang Agustus 13, 2013 / 15:04

        waduh… kalau jurinya ‘berantem’ kasihan pesertanya donk πŸ˜€

      • Ryan Agustus 13, 2013 / 15:18

        hahaha. gak berantem kok mas. cuma pukul2an aja. πŸ˜€

      • jampang Agustus 13, 2013 / 16:04

        πŸ˜€

        syukurlah…. yang akur yah πŸ˜›

  4. Susanti Dewi Agustus 14, 2013 / 08:57

    siapapun org yg menancapkan ranting kering pada jalan yg berlubang, akan mendapatkan pahala yg besar dari Allah.

    • jampang Agustus 14, 2013 / 09:02

      iya mbak. insya Allah… karena dia telah menyelamatkan para pengguna jalan

  5. yuyu Agustus 21, 2013 / 03:39

    di dunia ini masi banyak orang yang baik n tidak sombong πŸ™‚

    • jampang Agustus 21, 2013 / 04:28

      iya. bahkan karena tidak ingin sombong, kita tidak mengenal mereka sama sekali πŸ™‚

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s