Tahan Sejenak Sebelum Bertindak

ilustrasi : http://www.visualpharm.com

Tahan sejenak sebelum bertindak. Pikir sebentar sebelum ucapan terlontar. Teliti sebelum membeli. Mungkin masih banyak lagi kalimat serupa yang mengingatkan diri untuk berhati-hati sebelum melakukan sesuatu. Agar tidak menyesal kemudian, agar tidak menanggung malu, agar tidak merugi, dan agar tidak menyakiti. Mungkin itu beberapa tujuannya.

Beberapa waktu yang lalu, saya mengirim sebuah SMS kepada seseorang yang bertujuan untuk mengingatkan tentang hak dan kewajiban yang telah disepakati kedua belah pihak. Saya dan orang tersebut.

“Mas, pengembalian kedua belum ditransfer yah? Katanya per tanggal 20. Gimana?” Kira-kira seperti itu isi SMS yang saya kirim.

Tak lama kemudian, sebuah SMS jawaban saya terima. “Kata bagian keuangan, diproses akhir bulan ini.”

Ah, mundur. Tentu saja saya kecewa dengan jawaban tersebut karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Sekitar seminggu kemudian, saya kembali mengirimkan SMS. “Mas, udah lewat bulan. Belum ditransfer juga. Katanya akhir bulan. Gimana ini, Mas?”

“Belum ya, Mas?” SMS yang masuk malah balik bertanya.

“Belum. Saya cek belum ada yang masuk.”

“Bagian keuangan lupa nomor rekening Mas. Kirim lagi yah, siang ini langsung ditransfer.”

APPPAA?????Β  membara

Saya kirim ulang nomor rekening tujuan dengan perasaan kesal.

Sekitar dua puluh menit kemudian, sebuah SMS masuk kembali.

“Mas, kantor nggak bisa transfer. Mas ambil giro di kantor hari ini atau besok di kantor pemasaran jam 2-3 sore.”

APPPPPPPAAAAAAAA????? membaramembaramembara

“Kenapa nggak bisa?”

“Yang urus ke bank lagi cuti sakit, jadi kantor keluarin giro.”

Hari itu adalah tanggal 2 Agustus, hari jum’at. Jika saya ambil giro esok hari, percuma. Karena hari libur, saya tidak bisa langsung mencairkannya. Hari senin, sudah masuk cuti bersama dan bank kemungkinan juga tutup. Jadi daripada giro di tangan, khawatir hilang, saya tidak mengambilnya.

“Bank udah libur. Nggak bisa langsung cair. Saya tunggu senin tanggal 12 aja. Kalau bisa langsung diproses yang ketiga, Mas.”

“Saya transfer dari rekening saya deh, Mas. Tapi kena potongan 10rb. Gimana?”

Saya terima usulan tersebut. Nggak apa-apa kena potong, yang penting uang bisa saya terima.

Dari sore hari hingga malam, ternyata tak ada uang yang masuk rekening. Keesokan paginya juga demikian. Ingin rasanya saya mengirim SMS dengan HURUF KAPITAL SEMUA untuk meluapkan kekecewaan dan kemarahan saya karena saya merasa dibohongi dan dipermainkan. Namun saya tidak melakukannya. Saat itu saya tidak berpikir tentang prinsip “tahan sejenak sebelum bertindak”, tapi mungkin lebih karena malas dan cape. Cape hati. Cape perasaan.

Menjelang malam, sekitar pukul setengah delapan, sebuah SMS saya terima. “Mas, nanti malam saya transfer ya. Sorry baru bisa transfer sekarang. Kemarin ayah mertua saya meninggal.”

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun.

Saya lega membaca SMS tersebut. Bukan, bukan karena uang yang menjadi hak saya akan segera ditransfer. Bukan pula karena saya merasa senang atas berita duka cita tersebut. Saya lega karena saya tidak jadi mengirimkan SMS dengan HURUF KAPITAL SEMUA untuk meluapkan kekecewaan dan kemarahan saya kemarin. Saya tidak membayangkan bagaimana perasaannya ketika membaca SMS saya tersebut di saat dirinya sedang berduka. Pasti dirinya akan sakit hati karena saya marah-marah sementara dirinya terkena musibah. Mungkin saya akan dianggapnya sebagai orang tak tahu diri, meskipun saya tidak tahu-menahu dengan musibah yang menimpanya kemarin.

Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata, “Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, “Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.” (Dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8344).

Abdullah bin Muhammad bin Munazil berkata, “Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari kesalahan saudaranya.” (Dikeluarkan oleh Abu Abrirrahman As Sulami dalam adab ash shuhbah).

Mungkin saya harus lebih berhati-hati dalam berucap, saat melangkah, ketika akan melakukan sesuatu. Teliti sebelum membeli. Pikir sebentar sebelum ucapan terlontar. Tahan sejenak sebelum bertindak.

19 respons untuk β€˜Tahan Sejenak Sebelum Bertindak’

  1. fenny Agustus 15, 2013 / 09:55

    Setuju dgn “teliti sebelum membeli” … Jgn smp spt “membeli kucing dlm karung” … πŸ™‚

    • jampang Agustus 15, 2013 / 10:16

      ah…. iya… benerrrr πŸ˜€

      • fenny Agustus 15, 2013 / 17:47

        Setiap tindakan yg ingin dilakukan apalagi tindakan yg mengarah su’udzon kita cr th dulu sebab musabab kpd sumbernya dan bersabar agar tindakannya nnt tdk mengecewakan or menyakiti org lain. πŸ™‚
        Akhirnya skrg dah d transfer blm ka?

      • jampang Agustus 15, 2013 / 17:52

        termasuk baca berita di media masaa atau nonton berita di media elektronik, harus pinter. sebab terkadang berita tersebut hanya berupa opini dan bukan fakta. bahkan ada yang dipelintir sedemikian rupa.

        islam mengajarkan untuk ‘tabayyun’ jika ada orang fasiq yang datang membawa berita, dan jangan langsung percaya.

        alhamdulillah, sudah ditransfer

      • fenny Agustus 15, 2013 / 19:06

        Sippp ka … πŸ™‚
        Insya allah saya selalu mencerna terlebih dahulu berita2 nya …
        Intinya hrs positive thinking n berpikiran cerdas … πŸ™‚
        Syukur deh ka dah d transfer … Jd ngga prl SMS huruf kapital … Xixixi πŸ˜€

      • jampang Agustus 15, 2013 / 20:54

        iyah. begitu.

        alhamdulillah πŸ™‚

  2. herma1206 Agustus 15, 2013 / 11:37

    Oot dikit yak…kok gantian skrg gak ada notif balasan dri mas Rifki. Mau dunk film2nya..justru bgs tuh film2 dari 2010, lumayan baru..bisa via email gak? *maksa.com πŸ˜€

    • jampang Agustus 15, 2013 / 11:43

      wah…. nggak tahu juga kenapa nggak muncul notifikasinya.

      ya nggak bisa lah… besar2 filenya, 1 film ratusan mega

      • herma1206 Agustus 15, 2013 / 11:49

        Naah..ini baru ada lagi notifnya… πŸ˜€
        Woow..gede banget yak, drama korea 24 episode aja cuma 8 GB, upps..giga mah lebih gede dari mega yak.. πŸ˜€

      • jampang Agustus 15, 2013 / 11:50

        iyalah…. habis MB baru GB πŸ™‚

      • herma1206 Agustus 15, 2013 / 11:57

        yo wes lah..gak jadi πŸ˜€

      • jampang Agustus 15, 2013 / 12:00

        transfer lagsung via hardisk bisa, sekalian kopdar πŸ˜€

      • herma1206 Agustus 15, 2013 / 12:02

        haha…boleh, tpi klo kopdar di bogor yak.. πŸ˜€ *gak mau susah..

      • jampang Agustus 15, 2013 / 13:01

        ya… ya…

        BTW… bogor itu di mana yah? πŸ˜›

      • herma1206 Agustus 15, 2013 / 13:11

        jiaaah…Bogor gak tau, ya udh PR, cari dlu di peta.. πŸ˜›

      • jampang Agustus 15, 2013 / 13:13

        πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s