Kecewa Karena Gagal Setelah Mencoba, Itu Lebih Baik

Suatu ketika ada sebuah perlombaan menulis dengan hadiah yang cukup menggiurkan. Saya pun berniat untuk ikut. Sebuah ide sudah muncul. Beberapa kalimat pembuka juga sudah saya tulis. Namun akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengikuti lomba tersebut. Saya tidak pede. Saya menganggap topik yang saya tulis tidak cukup bagus untuk diikutsertakan di dalam lomba tersebut.

Masa perlombaan pun selesai. Beberapa waktu kemudian, para pemenang lomba pun diumumkan.

Salah lalu mencoba untuk melihat salah satu tulisan dari pemenang. Lalu saya membacanya. Ternyata, secara sekilas, ide yang dituliskan oleh pemenang lomba tersebut tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya terlintas di dalam pikiran saya dan sempat saya tulis beberapa kalimat pembukanya.

Saya kecewa.

Di lain waktu, saya mengikuti lomba menulis novel dengan hadiah utama jutaan rupiah plus royalti dari penerbitan novel pemenang. Dengan kemampuan terbatas, saya berkeinginan untuk mengikutinya. Menang dan mendapat uang jutaan rupiah, tentu saja menjadi harapan saya.

Di hari terakhir batas pengiriman, saya baru menyelesaikan naskah novel sebanyak 150 halaman untuk memenuhi ketentuan salah satu persyaratan naskah. Lalu saya mencari tempat untuk mencetak naskah novel tersebut, menjilidnya, sekaligus membuat beberapa salinannya yang juga termasuk bagian dari persyaratan lomba.

Sekitar pukul tiga belas siang, proses pencetakan dan penjilidan naskah baru selesai. Selanjutnya saya harus mengirim naskah tersebut. Saya segera menuju tempat jasa pengiriman paket yang ternyata sudah tutup. Tempat tersebut ternyata hanya buka hingga pukul 12 siang di hari sabtu.

Segera saya mencari tempat jasa pengiriman lain.

Akhirnya saya menemukan tempat jasa penitipan yang masih buka dan masih bersedia menerima paket yang akan saya kirimkan. Tapi sayang, proses pengirimannya baru dilaksanakan hari senin, dan itu sudah melewati batas akhir penyampaian naskah.

Pegawai di tempat tersebut tersebut kemudian menyarankan agar saya datang ke bagian pusat dari perusahaan jasa pengiriman karena masih beroperasi hingga malam hari.

Saya pun segera menuju lokasi. Meskipun sempat terlewat, namun akhirnya saya bisa menemukan tempat yang dimaksud dan bisa mengirimkan paket naskah di batas akhir waktu.

Beberapa bulan kemudian, panitia penyelanggara mengumumkan sekitar 100 naskah novel yang lulus seleksi pertama. Ternyata, naskah novel yang saya ajukan tidak lolos seleksi.

Saya kecewa.

Di waktu yang berbeda, saya kembali mengikuti lomba penulisan dengan tema yang cukup unik. Peraturannya juga cukup mudah. Saya pun mengikuti lomba tersebut dengan mengirimkan tiga buah tulisan dari lima yang diizinkan.

Dua dari tulisan yang saya kirimkan memenuhi kriteria lomba, sedang lainnya tidak lolos.

Saat pengumuman, tulisan saya tidaklah menjadi juara karena bukan tulisan yang terbaik di antara tulisan para peserta lainnya.

Apakah saya kecewa, sedikit. Sebab saya tidak bisa menjadi pemenang. Namun yang membuat saya lebih kecewa adalah karena ada pengumuman susulan dari panitia penyelenggara bahwa semua tulisan peserta yang lolos kriteria akan diberikan hadiah. Ya, saya kecewa kenapa hanya mengirimkan tiga tulisan saja, padahal saya punya waktu dan kesempatan untuk mengirimkan lima tulisan. Jika saja saya melakukannya, maka hadiah yang saya terima bisa jadi lebih banyak.

*****

Dari ketiga cerita kekecewaan saya di atas, kekecewaan saya pada kejadian pertama sepertinya adalah yang terbesar. Saya telah menyia-nyiakan kesempatan, padahal saya bisa menggunakan kesempatan tersebut.

Kekecewaan pada peristiwa kedua, sepertinya tidak terlalu saya besar-besarkan karena kegagalan yang saya alami tergolobg wajar. Naskah yang saya buat kwalitasnya hanya alakadarnya saja, jauh dibandingkan tulisan peserta lain yang lebih berkwalitas dan lebih berpengalaman.

Yang lebih penting bagi saya adalah, saya sudah mencoba.

Pada kejadian ketiga, meski kekecewaan tetap ada karena tidak memanfaatkan kesempatan dan menggunakan kemampuan secara maksimal, namun sedikit terobati dengan adanya hadiah yang saya terima.

Dari kejadian-kejadian terseput, saya jadi berpikir bahwa kekecewaaan yang muncul karena gagal setelah mencoba, itu lebih ringan daripada rasa kecewa yang muncul karena tidak pernah mencoba sama sekali. Bagaimana dengan anda?

Wallaahu a’lam.

—–ooo0ooo—–

artikel terkait :

inilah Pilihanku
inilah Pilihanku

Menjadi yang Peling Berjasa
Menjadi yang Peling Berjasa

Bersyukur Atas Apa yang Dimiliki
Bersyukur Atas Apa yang Dimiliki

Ingin Bahagia, Jangan Ditunda
Ingin Bahagia, Jangan Ditunda

Karena Sejarah Tak Selalu Mebuat Gairah
Sejarah Tak Selalu Mebuat Gairah

25 respons untuk ‘Kecewa Karena Gagal Setelah Mencoba, Itu Lebih Baik’

  1. yusuf fachroby Agustus 19, 2013 / 08:49

    of course…
    pastinya, saya pun juga berpikir demikian.
    penyesaaalan terbesar adalh ketika saya melewatkan kesempatan yang datang dengan berpikir akan ada kesempatan kedua. padahal mah coba aja dulu…

    • jampang Agustus 19, 2013 / 13:10

      iya. kalau ada ksempatan coba dulu. gagal. coba lagi di kesempatan kedua. tidak ada kesempatan kedua… ya sudah berusaha, hasilnya bukan urusan manusia lagi 🙂

  2. ayanapunya Agustus 19, 2013 / 09:22

    jika ada kekecewaan terbesar saya dalam menulis, itu adalah ketika saya memutuskan tidak mengikuti writing class online yang diadakan sebuah penerbit. padahal kemarin udah lolos seleksi awal dan gratis. dan kalau ngeliat gimana tugas2nya dari teman yang ikutan asli menyesal banget udah nyerah duluan

    • jampang Agustus 19, 2013 / 13:08

      sebuah pengalaman yang berharga ya mbak. mudah2an ke depannya bisa semangat untuk mencoba terus 🙂

  3. deetie Agustus 19, 2013 / 18:17

    Yg terpenting sdh mencoba pak.. Drpd menyesal truz truzan..
    Dipikirin truz .. Bs2 ntr dftr k sumber waras lg pak.. Hehehehe..
    Tetep smngt menulisnya ya.. 😀

    • jampang Agustus 19, 2013 / 19:58

      iya… coba dulu.
      terima kasih….. 😀

      • deetie Agustus 22, 2013 / 20:13

        sama2.. blh ni minta ajarin jd penulis kaya bapak…hehehe
        😀

      • jampang Agustus 22, 2013 / 20:35

        caranya gampang…. tulis aja apa yang mbak mau tulis. kayanya kalau jadi guru TK banyak yang bisa diceritain soal kejadian2 di sekolah bersama anak-anak

      • deetie Agustus 23, 2013 / 20:52

        wh tu sich bisa dua hari gak kelar-kelar pak nulisnya….
        hehehehe

      • jampang Agustus 24, 2013 / 05:34

        ya sedikit2 aja dulu… lama-lama juga kelar 😛

  4. duniaely Agustus 19, 2013 / 21:54

    yg penting sdh mencoba ya 🙂

    • jampang Agustus 20, 2013 / 07:43

      yup…. betul… 🙂

  5. tinsyam Agustus 20, 2013 / 15:41

    lebih baik mencoba daripada tidak.. menulis juga melatih kita.. pasti nanti lolos semua lomba deh, karena makin asik dibaca..

    • jampang Agustus 20, 2013 / 15:48

      iya mbak. coba dulu… hasilnya sial belakang 😀

      • tinsyam Agustus 20, 2013 / 15:53

        nanti pasti ga tertarik ikutan lomba kalu udah bikin buku yang best seller..

      • jampang Agustus 20, 2013 / 15:56

        aamiin. untuk doa bisa bikin buku best seller.

        kayanya tetep ikutan, mbak 😀
        buat bantu2 nyari ide

  6. chiemayindah Agustus 22, 2013 / 12:19

    butul butul butul… kecewa karena gagal setelah mencoba itu lebih ringan daripada tidak pernah mencoba sama sekali…. 🙂

    • jampang Agustus 22, 2013 / 12:39

      sepakat yah…. terima kasih 🙂

  7. yantist Januari 16, 2014 / 17:21

    Hehehe… Saya sedang menikmati masa kecewa nih 😀

    • jampang Januari 16, 2014 / 18:51

      Habis itu bangkit lagi deh 😀

  8. Mirna Maret 28, 2014 / 17:03

    Mak jleb banget ini tulisannya.
    Saya jg sering mengalami ini. Gagal mengikuti suatu lomba gara-gara gak pede dengan karya sendiri. Padahal, kalau gak mengikuti, udah pasti gagal. Kalau mengikuti, ada kemungkinan berhasil.
    Makasih Mas, link-nya. Biar jadi introspeksi buat saya untuk tidak takut mencoba. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda 🙂

    • jampang Maret 28, 2014 / 20:22

      sama-sama, mbak 😀
      ya mudah2an aja bisa memberikan manfaat

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s