Tak Kenal Maka Tak Benci

Tak kenal maka tak sayang. Itu ungkapan yang sering saya dengar. Seseorang, jika dia tidak mengerti atau memahami orang, benda, atau sesuatu, maka dirinya tidak akan tahu arti penting dari orang, benda atau sesuatu tersebut, sehingga bisa jadi dirinya tidak dapat menghargai orang, benda atau sesuatu tersebut.

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino. Ini ungkapam lain dalam bahasa Jawa, yang mungkin bisa dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya. Rasa cinta akan tumbuh karena terbiasa bersama-sama.

Sepasang lelaki dan perempuan yang selalu bertemu setiap hari, berkomunikasi setiap hari, sarapan dan makan malam bersama, tidur bersama, dan melakukan berbagai aktifitas lainnya bersama-sama, kemungkinan besar akan mengetahui banyak hal tentang diri masing-masing. Satu sama lain.

Setelah masing-masing mengenal dengan baik siapa sosok yang biasa hadir dalam kesehariannya tersebut, maka akan muncul rasa sayang dan cinta di antara keduanya.

Karena ada rasa yang bernama sayang, maka ada pula rasa yang bernama benci. Jika rasa sayang dan cinta itu muncul secara perlahan-lahan terhadap seseorang atau sesuatu, spertinya hal tersebut berlaku juga untuk rasa benci.

Seseorang mungkin akan bisa membenci jika dirinya sudah mengenal dengan baik siapa orang yang dibencinya. Dirinya mungkin sudah merasakan apa akibatnya jika dirinya bersama-sama dengan orang yang dibencinya itu. Mungkin ia pernah merasakan sakit hati akibat kelakuan orang tersebut. Mungkin dia pernah dibuat kecewa oleh orang tersebut. Maka, wajar jika dirinya memilik rasa benci akan orang tersebut. Manusiawi.

Akan berbeda halnya jika seseorang membenci orang lain sementara dirinya belum pernah bertemu atau berhadapan langsung. Akan menjadi tidak wajar jika seseorang membenci orang lain sementara dirinya belum pernah berkomunikasi sekalipun, baik lisan maupun tulisan. Akan terasa aneh jika seseorang membenci orang lain sementara dirinya belum pernah bersama-sama dalam suatu situasi atau kondisi. Tidak logis.

Ya, mungkin seseorang tersebut merasa sudah mengenal orang yang dibencinya melalui sebuah berita dan sebuah tulisan yang dia baca, dari sebuah kabar atau sebuah pembicaraan yang dia dengar. Tapi apakah dirinya mengenal baik siapa penulis berita atau tulisan tersebut? Apakah dia mengenal dengan biak siapa yang menyampaikan kabar atau orang yang berbicara itu?

Jika kondisinya tidak demikian, maka tak tak pantas bagi dirinya untuk membenci.

Bila tak kenal maka tak sayang, maka tak harus membenci jika tak merasa kenal.

Saya pernah membuat sebuah puisi yang menggambarkan sebuah hubungan yang belum saling mengenal sehingga tak layak untuk menghadirkan rasa benci.

aku berkata kepada yang sendiri
yang pernah di hadapanku berdiri
atau duduk bersanding tanpa ruang di pelosok bumi
: siapa seh loe?

ternyata engkau begitu dekat
bahkan begitu lekat
tapi tetap saja aku nekat
untuk bertanya dari relung hati yang pekat
: siapa seh loe?

apakah kau pernah bermalam di istana tempatku bertahta
atau mungkin berkunjung sesaat dan menyantap hidangan alakadarnya
jika itu belum pernah kau lakukan di suatu masa
maka kembali kubertanya
: siapa seh loe?

apakah kau pernah bersamaku dalam sebuah safar
berjalan menyusuri luas bumi terhampar
jika itu belum pernah kau lakukan ketika bulan bercahaya atau di bawah matahari yang bersinar
maka kembali kubertanya dalam sadar
: siapa seh loe?

apakah kita pernah bertransaksi
saling bertemu dalam sebuah jual-beli
jika itu belum pernah terjadi
teriakku dalam hati
: siapa seh loe?

Tak kenal maka tak benci. Sebaiknya begitu. Bahkan ada yang lebih baik dari sekedar tak memiliki rasa benci, yaitu memberikan keselamatan, kedamaian, kenyamanan, dan ketenangan kepada orang yang belum dikenal. Di samping juga tetap membekali diri dengan sikap waspada, bukan curiga.

“Ucapkan salam kepada orang yang telah kamu kenal dan yang belum kamu kenal.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

—–ooo0ooo—–

artikel terkait :

Kalau Cinta Bilang Cinta
Kalau Cinta Bilang Cinta

Siapa Seh Loe!
Siapa Seh Loe!

Kita Belum Saling Mengenal
Kita Belum Saling Mengenal

Sebuah Teguran
Sebuah Teguran

28 respons untuk ‘Tak Kenal Maka Tak Benci’

  1. deetie Agustus 19, 2013 / 18:52

    Pura2 gk kenal aj dah.. Biar gk benci.. *LOHHH 😀

    • jampang Agustus 19, 2013 / 19:59

      😀

      jadi sebenarnya kenal dan sayang yah?

      #eh

      • deetie Agustus 19, 2013 / 20:36

        Loh.. Loh..
        Kenal gk ya??
        😀

      • jampang Agustus 19, 2013 / 20:38

        saya tambahin lagi deh….

        tak kenal maka ta’aruf 😀

      • deetie Agustus 19, 2013 / 21:14

        weedeehh si bapak ngajakin ta’aruf… ky ayat-ayat cinta aja pak ceritanya….
        *pasang cadar dl kaya aisyah smbil pake kacamata item
        😀

      • jampang Agustus 20, 2013 / 07:42

        😀

        begitu yah? lupa-lupa inget ceritanya

      • deetie Agustus 20, 2013 / 17:00

        Pura2 lupa aah .. 😀

      • jampang Agustus 20, 2013 / 17:02

        jadi sebenarnya nggak lupa? cuma pura2?

        xixixixixixi

      • deetie Agustus 20, 2013 / 20:14

        Ciee.. Yg pura2 lupa.. Hehehehe..
        Ky judul lagu gt dh.. Lupa2 inget.
        😀

      • jampang Agustus 20, 2013 / 21:06

        lho…. yang pura2 lupa kan bukan saya. tapi mbak di komentar sebelumnya 😛

      • deetie Agustus 20, 2013 / 21:24

        hehehe oh iya ya…

      • jampang Agustus 21, 2013 / 04:25

        ya iya donk 😛

      • deetie Agustus 21, 2013 / 15:47

        Iya aja dah biar cepet..
        Hahaha

      • jampang Agustus 21, 2013 / 16:24

        okedehhhhh….
        xixixixixixi

  2. fenny Agustus 19, 2013 / 20:11

    Klo kenal berarti benci dong??? 🙂

    • jampang Agustus 19, 2013 / 20:15

      bisa jadi. seseorang yang sudah mengenal rokok luar dalam, pasti akan membencinya

      • fenny Agustus 19, 2013 / 20:37

        Mmg apa hubungannya ma rokok?

      • jampang Agustus 19, 2013 / 20:40

        sekedar perumpamaan aja. sesuai dengan tulisannya…

        tak kenal maka tak sayang. tak kenal maka tak benci.

        sayang dan benci tak hanya berlaku untuk orang, benda, dan sesuatu yang lain juga bisa

      • fenny Agustus 19, 2013 / 21:11

        Klo saya lbh sk “kenal tak kenal tetap sayang tak benci” 🙂

      • jampang Agustus 20, 2013 / 07:41

        ya, seperti di akhir tulisan, ada sebuah hadits yang mengajarkan untuk menyebarkan salam kepada siapa pun.

      • fenny Agustus 20, 2013 / 10:44

        Assalamu’alaikum ,.. 🙂

      • jampang Agustus 20, 2013 / 11:17

        wa ‘alaikumus salaam

  3. yusuf fachroby Agustus 19, 2013 / 20:20

    reaksi dari orng yg saya dekati tapi seolah menghindar… apakh termsuk, dia mmbnci saya . . .??

    • jampang Agustus 19, 2013 / 20:23

      baru kenalan?
      laki atau perempuan?
      😀

    • jampang Agustus 20, 2013 / 07:43

      hhmmm….

  4. tinsyam Agustus 20, 2013 / 13:53

    setelah kenal justru jadi benci.. ada tuh sama ke beberapa orang..
    penting emang kudu positif berfikir dulu..

    • jampang Agustus 20, 2013 / 13:58

      wajar itu mbak. kan sudah kenal 😀

      iya positif thinking dulu

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s