Lelaki : Puisi, Sayap, dan Mimpi

.:: tentang puisiku ::..

aksara yang kau baca
sudah kutata
sempurna?
mungkin, hanya itu yang kubisa

yang pasti
mereka terlahir dari hati
murni tanpa campur benci
suci tanpa terbaur dengki

tak perlu alunan nada
untuk mengiringi pelafalannya
tak ada guna
karena iramanya sudah merdu
dan syahdu
untukmu

.:: tentang sayapku ::..

sudah patah
berdarah
sudah pernah terluka
berduka

tinggal satu
dalam penantian
masih ragu
dalam pencarian

.:: tentang mimpiku ::..

jika ia hanya sebuah fatamorgana
aku tak rela melihatnya
hatiku sudah tertutup bagi tipu daya
hanyalah kegembiraan hakiki
yang kucari
yang kunanti
bersama detik yang terus berputar
bersama rembulan yang bercayaha dan matahari yang bersinar
bersama kelip bintang yang berpijar

—–ooo0ooo—–

puisi lainnya :

Lelaki dan Pagi
Lelaki dan Pagi

Lelaki dan Siang
Lelaki dan Siang

Lelaki dan Senja
Lelaki dan Senja

Lelaki dan Malam
Lelaki dan Malam

Lelaki dan Pelangi
Lelaki dan Pelangi