17 respons untuk ‘Gerobak Optimis di Antara Mobil-mobil Borjuis

  1. quinque Agustus 21, 2013 / 18:10

    saya masih muda dan blum menikah… dan sama sekali ga berpkir ttg berapa anak yg akan saya punya. tpi klo pun memng sebagian dari orng orng yang mampu berpikir seribu kali untuk punya seorng anak (lagi)… kira kira apa yang dipikirkannya ?? boleh dong bang dishare 🙂

    • jampang Agustus 21, 2013 / 22:03

      berbeda waktu dengan kejadian di atas, saya menyaksikan acara infotainment. kebetulan ada wawancara dengan keluarga artis yang baru memiliki satu anak.

      sang reporter bertanya apakah akan segera memberikan adik buat si anak? kira-kira seperti itu.
      lalu pasangan artis tersebut memberikan jawaban kurang lebih sebagai berikut :

      “Mungkin nggak dulu. soalnya sekarang apa-apa mahal. kalau ada anak lagi nanti mau dikasih makan apa.”

      so, mungkin rasa khawatir, kurang percaya diri, dan kurang yakin atas rezeki yang akan Allah berikan yang menjadi penyebab mereka berpikir demikian.

      wallahu a’lam.

      • quinque Agustus 22, 2013 / 11:34

        yaya… i see….
        yang padahal dia lebih berpenghasilan ketimbang pemilik gerobak.
        oke trimakaasih bang

      • jampang Agustus 22, 2013 / 11:50

        sama-sama 🙂

  2. deetie Agustus 21, 2013 / 19:30

    saya belum menikah.. memikirkan punya anak berapa aja udh kebayang skrg.. berhubung saya guru tk saya memikirkan biaya pendidikan yang berkualitas bwt anak saya.. krn sklh skrg blm tentu luar bagus tp dlmnya berkualitas.. kebutuhan yang kedua adalah kebutuhan kasih sayang mampukah qta memberikan kasih sayang yang full kepada ank2 qta jika ank2nya byk… rezeki (anak) itu pemberian Allah tp yg perlu diingat mampukah qta memberikan kebutuhan rohani, psikologis n materi yg cukup untuk ank2 qta… agar mnjadi ank yg berkualitas… 🙂

    • jampang Agustus 21, 2013 / 22:06

      maka tergantung jawaban dari pertanyaan2 tersebut.

      jika kita jawab dengan “mampu”, maka insya Allah, dengan izin Allah kita akan mampu.

      jika kita jawab dengan “tidak mampu”, maka kita tidak akan mampu.

      • deetie Agustus 22, 2013 / 19:49

        insya Allah kita semua mampu menjaga amanah yg diberikan….
        mampu disertai dgn tanggung jwb..
        🙂

      • jampang Agustus 22, 2013 / 20:32

        aamiin

  3. Ina Agustus 21, 2013 / 21:24

    Assalamualaikum…. masih syawal, maaf lahir batin mas Rif…
    saya juga suka trenyuh jika melihat saudara2 kita yang tetap berusaha, kerja apapun yang penting halal, jangan lupa pas momen itu langsung kita hadiahi doa agar rejekinya dilancarkan

    • jampang Agustus 21, 2013 / 22:09

      wa ‘alaikumus salaam. mohon maaf lahir batin juga mbak 🙂

      iya mbak, lebih terenyuh dibandingkan melihat para pengemis. iya, mendokan mereka akan lebih baik lagi.

  4. winny widyawati Agustus 22, 2013 / 01:37

    jadi ingat tulisan saya tentang keluarga pemulung jg, sang ayah bisu, istrinya dan 2 anaknya ikut kemana dia pergi memulung barang2 dari tempat sampah orang.
    Semoga mereka semua dikarunia keabaran dan rezeky yg lebih baik.ya, aamiin

    • jampang Agustus 22, 2013 / 05:23

      *terharu dan mengaminkan doanya*

  5. syifarah03 Agustus 22, 2013 / 10:50

    jadi malu kalau kita yang lebih mapan ini malah suka mutung 😀

    • jampang Agustus 22, 2013 / 10:54

      iyah…. 🙂
      semoga bisa lebih pandai bersyukur dan optimis

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s