Kita Tak Bisa Bersatu, Tapi …

railway-to-horizon
Sal, aku dan dirimu adalah dua sosok dengan kepribadian yang berbeda. Caraku menggunakan akal pasti berbeda dengan caramu mengerahkan pikiran. Caramu menggunakan hati, pasti akan berbeda dengan caraku menimbang rasa. Jiwa, badan, perasaan, dan pemikiran kita berbeda satu sama lain. Karenanya, kita tak mungkin bisa bersatu.

Sal, sejak awal, aku dan dirimu telah menyepakati apa yang menjadi tujuan hidup kita. Karenanya, tujuan kita adalah satu. Sama. Tapi kenyataannya, cara yang kita tempuh tidaklah sama. Aku punya cara yang akan aku jalani karena memang aku menguasainya. Dirimu pun memiliki cara yang akan kau tempuh karena memang cara itu yang kamu kuasai. Sekali lagi kunyatakan, cara yang kita pilih dan kita lakukan ternyata berbeda. Karenanya, kita tidak bisa bersatu dalam hal ini.

Sal, aku dan dirimu adalah berbeda. Dalam banyak hal. Tak mungkin kita bersatu. Mustahil kita menyatu. Sebab jika terjadi demikian, tak akan ada lagi jiwaku, tak akan ada lagi jiwa milikmu. Sebab kalau kita menyatu, maka tak akan ada lagi hatimu dan tak akan lagi perasaanku. Sebab ketika kita menyatu, maka tak akan ada lagi akalku dan tak akan lagi pikiranmu.

Karenanya, kita tak mungkin bersatu. Tak mungkin kita menjadi satu. Tapi, kita bisa bersama. Ya, bersama tapi tidak menjadi satu.

Hilangkan! Hilangkan dari pikiranmu bahwa kita akan seperti bensin dan air yang bisa berada dalam satu wadah tapi tidak akan menjadi satu. Bukan seperti itu yang kumaksud. Aku tak ingin kita kondisi seperti itu di mana salah satu dari kita berada di atas sedang lainnya dalam kondisi tertindas. Sebab bensin akan selalu berada di atas, sementara air selalu di bawah.

Kondisi air dan bensin yang bersama namun tidak menyatu juga akan menyebabkan keduanya kehilangan manfaat. Air yang menyendiri akan menyegarkan orang dan hewan yang meminumnya. Tumbuhan pun akan merasakan demikian pula ketika disirami dengan air. Bensin yang menyendiri bisa menjadi bahan bakar kendaraan hingga bisa berjalan. Namun bila keduanya bercampur meski tidak menyatu, maka keduanya tak akan memberikan kesegaran kepada manusia, hewan, dan tumbuhan. Keduanya juga tidak bisa lagi digunakan sebagai bahan bakar untuk menyalakan mesin kendaraan.

Kebersamaan kita, mungkin lebih cocok jika diibaratkan seperti…

Seperti rel kereta. Ya, dua buah besi panjang yang selalu seiring bersama. Sepanjang jalan. Keduanya selalu bersama, bukan bersatu. Satu di kanan dan satu di kiri. Keduanya terikat satu sama lain sehingga hubungan di antara keduanya semakin kuat.

Selama keduanya bersama dan berada di jalur yang sama, maka kereta akan aman ketika berjalan di atasnya. Seperti itulah diri kita. Berdua.

Tujuan kita sama, seperti tempat yang dihubungkan oleh kedua besi panjang itu. Namun cara kita meraih tujuan tersebut akan berbeda seperti kedua rel kereta itu juga. Satu rel menjadi tempat pijakan roda kereta yang berada di sisi kanan, sementara rel satunya lagi menjadi tempat pijakan roda kereta yang berada di sisi kiri. Keduanya membagi beban sama rata. Seperti kita berdua yang memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda untuk meraih tujuan kita.

Sal, kita tidak bisa bersatu. Tetapi kita selalu bisa untuk bersama-sama.

*****

bersatu, kita tak mungkin bisa
seperti dua besi panjang yang dilalui roda-roda kereta
tetapi kita bisa bersama
seperti dua besi panjang itu pula yang selalu berdampingan sepanjang masa

dan seperti dua besi panjang itu
aku ingin selalu membersamaimu


Seri Samara lainnya :

54 respons untuk β€˜Kita Tak Bisa Bersatu, Tapi …’

    • jampang September 2, 2013 / 08:07

      πŸ˜€
      nggak ada, baru nulisnya aja kemaren.
      bagus yah kalau ditambahin di bab akhir?

      • ayanapunya September 2, 2013 / 08:08

        iya. lebih bagus dari yang sebelumnya πŸ˜€

      • jampang September 2, 2013 / 08:10

        iyakah? *jadi enak*

        kalau begitu nanti saya gabungkan saja di rangkaian pinta πŸ˜€

      • ayanapunya September 2, 2013 / 08:14

        yup yup πŸ™‚

      • jampang September 2, 2013 / 08:16

        terima kasih… terima kasih… πŸ™‚

      • ayanapunya September 2, 2013 / 08:19

        yang lain ada ngasih kabar, mas?

      • jampang September 2, 2013 / 08:23

        saya minta ke empat orang. dua orang sudah ngasih. siisanya belum. soalnya belum dua minggu. mbak dikasih dua minggu, dua hari udah kelar πŸ˜€

        *mantapdah*

      • ayanapunya September 2, 2013 / 08:25

        kebetulan lagi rajin πŸ˜€

      • jampang September 2, 2013 / 08:28

        setidaknya karena udah ada dari mbak, saya udah siap jika dapat keripik selanjutnya dari yang belum ngasih πŸ˜€

  1. herma1206 September 2, 2013 / 08:59

    Bagus juga klo mau dimasukkan dlm buku..tpi menurutsy sbelumnya harus ada cerita dlu sedikit sebagai benang merah rangkaian pinta di atas.. πŸ™‚

    • jampang September 2, 2013 / 10:06

      kalau masuk ke rangkaian pinta kan nggak perlu cerita, sebab itu bentuknya hanya sebuah surat… xixixixixi

      • herma1206 September 2, 2013 / 10:20

        oowh..lah yg krmn dibuat sy melihat ada benang merahnya..krn mereka abis nikah, jdi surat2 email tsb pas banget…
        nah..klo yg ini sy membayangkan..ada sedikit pertengkaran kecil2an antara sali dan zul..maka rangkian pinta yg ini pas banget..begitu..
        Tapi terserah yg punya buku lah..hehe..

      • jampang September 2, 2013 / 10:27

        tulisan ini senada dengan rangkaian pinta yang cerita tentang tulang rusuk…. persahabatan…. bukan atasan dan bawahan.

        sepertinya…. xixixixixixi

      • herma1206 September 2, 2013 / 10:30

        haha..baca lgi deh..siapa tau salah nangkep isinya πŸ˜€

      • jampang September 2, 2013 / 10:34

        πŸ˜›

      • herma1206 September 2, 2013 / 10:43

        : P juga

      • jampang September 2, 2013 / 10:48

        yah…. ikut2an

      • herma1206 September 2, 2013 / 10:52

        gak boleh..??
        *tarik lgi lidahnya πŸ˜€

      • jampang September 2, 2013 / 11:04

        ya… yang lain lah

      • herma1206 September 2, 2013 / 11:08

        yg lain apa dunk..??

      • jampang September 2, 2013 / 11:54

        apa aja…. kreatif donk πŸ˜›

      • herma1206 September 2, 2013 / 13:24

        Ya udh nih. \:D/
        Klo gak muncul iconnya psti gak tau itu apa πŸ˜€

      • jampang September 2, 2013 / 13:38

        emang nggak muncul. dan saya emang nggak tahu.

      • herma1206 September 2, 2013 / 13:51

        PR deh…sy sering pake itu di ym
        *salah sendiri nyuruh kreatif πŸ˜›

      • jampang September 2, 2013 / 13:53

        kan saya orangnya nggak penasaran. jadi ngapain cari tahu…. mending cari ide buat nulis postingan baru πŸ˜€

      • herma1206 September 2, 2013 / 13:56

        Wuidiiiiiiiiiiih…cape deeeeeeeeeh… πŸ˜›

      • jampang September 2, 2013 / 13:56

        πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

      • herma1206 September 2, 2013 / 13:57

        Yo wes lah…sok atuh mangga dilanjut cari idenya πŸ˜€

      • jampang September 2, 2013 / 14:00

        OK

    • jampang September 2, 2013 / 12:50

      sal itu istrinya zul, mbak. tokoh di novel saya. perempuan berjilbab kuning. bukannya mbak udah beli sama mozaik

      *waktu itu kayanya pernah ngomong*

    • jampang September 2, 2013 / 14:20

      kenapa, mas?

      πŸ˜€

  2. deetie September 5, 2013 / 20:51

    kalo tak bisa bersatu jadi teman boleh ya??? πŸ™‚

      • deetie September 5, 2013 / 21:16

        wah tu mah sahabat sayang ceritanya… hehehe..

      • jampang September 5, 2013 / 21:21

        ya kan emang begitu maksud dari tulisan ini, membentuk keluarga samara sesuai dengan tag-nya

        πŸ˜€

      • deetie September 5, 2013 / 21:38

        jadi teman dekat bgtz ya..

      • jampang September 5, 2013 / 21:46

        yupz

      • deetie September 5, 2013 / 23:00

        cari pasangan tulang rusuk ku ah.. πŸ˜‰

      • jampang September 5, 2013 / 23:37

        uhuy….
        selamat mencariiiii… semoga segera berjumpa

  3. Ie Oktober 10, 2013 / 14:34

    Sal, kita tidak bisa bersatu. Tetapi kita selalu bisa untuk bersama-sama.
    —————————————

    ah!

    • jampang Oktober 10, 2013 / 14:40

      koq ah?
      kenapa?

      • Ie Oktober 10, 2013 / 14:44

        jleeeeebbbbb!!!!

        *salah satu cerita yang pengen ku tulis seperti ini juga… 😦

      • jampang Oktober 10, 2013 / 15:24

        ya ditulis aja. toh nggak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

        tapi cerita di atas itu keduanya sudah menikah lho…. jadi happy ending.
        tidak bisa bersatu itu ya tidak mungkin dua pikiran, dua hati, dua menjadi satu. tapi bisa bersama dalam biduk rumah tangga dan menjalani peran masing-masing yang berbeda satu sama lain, satu sebagai suami, satu sebagai istri.

        eh udah tahu yah? πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s