[Berani Cerita #26] Membeku

ice cubeSelama tiga hari menginap di hotel ini, aku menangkap sesuatu yang sepertinya agak aneh. Pertama, di halaman parkir hotel aku melihat banyak sekali mobil yang terparkir, tetapi ketika sarapan, aku melihat tamu yang sarapan sedikit sekali. Tidak sebanding. Padahal cukup lama akududuk di restoran hotel. Yang kedua, aku melihat orang-orang yang bekerja di bengkel yang terletak bersebelahan dengan hotel ini selalu menikmati sarapan di hotel ini. Aku mengetahui mereka dari pakaian seragam yang mereka kenakan. Dan yang ketiga, ada beberapa mobil yang sebelumnya kulihat terparkir di depan hotel dipindahkan ke bengkel dan dibongkar.

Kuhentikan langkahku dan bersembunyi di balik dinding ketika melihat dua sosok lelaki keluar dari kamar yang ditempati oleh Anton, rekan satu timku yang seharian ini tak menampakkan batang hidungnya. Salah seorang dari mereka memanggul benda panjang seperti gulungan permdani atau karpet di pundaknya.

“Di kamar hotel ada karpet atau permadani? Petugas cleaning service bekerja di tengah malam begini?” Kedua pertanyaan itu muncul seketika. “Atau jangan-jangan…!” Segera kutepis dugaanku itu.

Aku melangkah perlahan mendekati kamar Anton setelah kedua sosok itu menghilang di balik pintu darurat. Di depan kamar bernomor 111, aku berdiri. Kuraih pegangan pintu dengan maksud membukanya sambil mengetuk dan memanggil nama Anton. Tak ada jawaban. Pintu tak bisa dibuka. Namun jemari tangan kiriku merasakan sesuatu. Basah. Cairan.

“Darah!” Aku terkejut setengah mati. “Anton!”

Segera kulangkahkan kaki menuju tangga darurat, arah ke mana dua orang lelaki itu pergi. Aku mendengar derap langkah dan suara orang berbicara dari arah bawah. Kuturuni anak tangga hingga ke lantai paling bawah. Basement.

Sepertinya, basement ini digunakan pihak hotel untuk menyimpan berbagai alat dan perlengkapan hotel. Mungkin sebagai gudang besar. Kulihat ada rak-rak berisi botol-botol sabun dan shampo, pasta gigi, sikat gigi, handuk, serta beberapa mesin cuci dan peralatan kebersihan. Di bagian lain aku juga melihat peti-peti kayu berisi buah-buahan dan sayur-sayuran.

Kusembunyikan kembali tubuhku dibalik tumpukan peti ketika kulihat dua orang lelaki yang kuikuti keluar dari balik pintu sebuah ruangan. Sepertinya itu adalah ruang pendingin. Setelah mereka tak terlihat, aku mendekati ruangan tersebut.

Benar. Ruangan pendingin yang biasa digunakan untuk menyimpan daging dan ikan. Aku bisa melihat daging-daging yang tergantun dan ikan-ikan di dalam kotak-kotak di lantainya melalui bagian pintu yang berupa kaca berbentuk lingkaran.

Tiba-tiba sebuah benda keras seperti menimpaku. Pandanganku menjadi gelap.

Rasa dingin yang begitu menusuk tubuh bahkan ke tulang, membangunkanku. Tapi aku tak bisa bergerak. Tangan dan kakiku terikat. Aku tertelungkup di lantai yang begitu dingin dan tertindih dengan sesuatu di atas punggungku. Aku hanya bisa membuka kedua mataku dan menggerakkan kepalaku.

Tiba-tiba pandanganku tertuju kepada sosok yang duduk bersandar di dinding. Pandangan kedua matanya tertuju ke arahku.

“Anton!” Panggilku.

Anton tak menjawab. Dia diam tak bergerak. Bahkan kedua matanya tak berkedip.


Baca Juga FF Berani Cerita Kata Lainnya

54 respons untuk ‘[Berani Cerita #26] Membeku

    • jampang September 8, 2013 / 12:43

      Iya kah?

      Terima kasih 🙂

  1. Ryan September 8, 2013 / 12:45

    seperti baca Rumah Dara

    • jampang September 8, 2013 / 12:56

      Iya yah…. Xixixixixi…. Saya mikirnya malah mirip vacancy

  2. linda September 8, 2013 / 12:55

    masih belum ngerti hubungan antara anton dan aku ini, kenapa si aku ikut dipukul dan dimasukin ke dalam situ, juga soal bengkel di sebelah hotel..

    • jampang September 8, 2013 / 13:01

      Aku dan anton itu tim kerja yg sedang bertugas di kota itu. Si aku dipukul karena si komplotan hotel takut kegiatan mereka ketahuan krnnya si aku harus dibunuh.

      Sedangkan bengkel bagian dr komplotan. Mobil para penginap yg sudah dibunuh, dipreteli di bengkel.. Diubah… Dimodifikasi… Untuk mengjilangkan jejak. Terua dijual.

      • pitaloka89 September 9, 2013 / 09:51

        ooo… setelah penjelasan ini baru mengerti ceritanya…

      • jampang September 9, 2013 / 09:57

        ceritanya membingungkan ya mbak 😀

      • pitaloka89 September 9, 2013 / 10:20

        iya pak, agak kurang dapet hubungan keduanya… 😀

      • jampang September 9, 2013 / 10:26

        mungkin ada yang harus ditambah kali yah 😀

      • jampang September 9, 2013 / 12:41

        terima kasih 🙂

  3. herma1206 September 8, 2013 / 16:51

    sebenarnya mau nanya juga..apa hubungan bengkel ama hotel, tpi udh kejawab baca balasan komen utk linda 😀
    oot dikit: kalimat dingin yang begitu menusuk bahkan sampai ke tulang —> itu kejadian sy semalam, basah kuyup di jln, kedinginan smp tulang punggung sakit, menggigil, sampe sepanjang jalan berdoa..ya Allah kuatkan hamba, takut klo smp pingsan, kejadian pertama seumur hidup 🙂

    • jampang September 8, 2013 / 18:44

      Waduh…. Nekat. Badan kurus, nggak pake mantel, mending neduh dulu aja. Eh kalau neduh pulangnya jd lebih malam yah.

      Syukurlah… Selamat sampe rumah.

      • herma1206 September 8, 2013 / 19:35

        ganti dunk frasenya, mungil atau kecil gitu 😀
        Iya..itu lagi apes, payung jaket semua ketinggalan…udh sempet neduh, tapi gk ngaruh udh kuyup duluan..

      • jampang September 8, 2013 / 20:12

        😀 yang terlintas pertama kali ya itu, kurus

        untunglah nggak ssakit yah… alhamdullillah

      • herma1206 September 8, 2013 / 20:17

        alhamdulillah gak smp sakit…dan emang jarang sih smp sakit tiap abis kehujanan…*badannya dah kebal 😀

      • jampang September 8, 2013 / 20:20

        wuih… sudah imun donk yah

      • herma1206 September 8, 2013 / 20:23

        iya..saking seringnya kehujanan, jdi imun dgn sendirinya

      • jampang September 8, 2013 / 20:28

        syukurlah….. jadi nggak gampang sakit

      • herma1206 September 8, 2013 / 20:37

        yup..alhamdulillah, soo…biar kurus yg penting sehat, gak gampang sakit 😀

      • jampang September 8, 2013 / 20:43

        iya… itu lebih penting. 😀

      • herma1206 September 8, 2013 / 20:49

        siiiiiiiiiip laaaaaah

      • jampang September 8, 2013 / 20:57

        oke

  4. eksak September 9, 2013 / 12:50

    Bagian pertama setelah pandangan si aku gelap, itu kayak ada lompatan yang agak jauh ke bagian dua. Oh, ya? Hmm.. Mungkin gue yang gak mudeng! Huhuhu

    • jampang September 9, 2013 / 12:59

      itu saya pake alur maju-mundur 🙂

  5. riga September 9, 2013 / 13:31

    setelah baca sampai habis…aku jadi mikir : terus apa?
    🙂

    • jampang September 9, 2013 / 13:43

      terus…. komentar lah 😀

  6. Orin September 9, 2013 / 16:07

    IMHO, alur maju mundur-nya itu mungkin yg membuat sedikit bingung ya BangRif, krn menurutku, kalo yg bagian kedua itu disimpan di awal, pas baca cerita ga akan bertanya2 lagi. Aku baru mengerti hubungan si aku dan Anton setelah membaca penjelasan BangRif tentang alur maju mundur itu 😀

    • jampang September 9, 2013 / 16:17

      ah…. iya… dibuat begitu aja biar nggak pada bingung yah. duh… padahal gampang banget, tapi koq nggak kepikiran. terima kasih, mbak. saya coba pindahin aja biar nggak pada bingung 🙂

  7. Selvia September 9, 2013 / 17:46

    ceritanya keren uii
    good luck always mas 🙂

    • jampang September 9, 2013 / 20:14

      terima kasih, mbak 😀

  8. chiemayindah September 9, 2013 / 23:27

    huaaa.. aku bingung bacanya… lagi lemot nampaknya hiks…
    tapi apik mas ceritanya 🙂

    • jampang September 10, 2013 / 05:51

      😀
      gpp, mbak. terima kasih sudah bersedia membacanya

  9. syifarah03 September 11, 2013 / 08:45

    waaa….suka. pengen bikin juga ah. semalam dapat lintasan soale hehe.

  10. Miss Rochma September 13, 2013 / 14:30

    aku paham idenya bang.. tapi pengolahannya itu sedikit rumit 🙂

    • jampang September 13, 2013 / 14:48

      harap dimkalumi mbak 😀

  11. Ie November 9, 2013 / 11:44

    info tambahan:
    biasanya gudang hotel terpisah.. antara bahan makanan ataupun perlengkapan kamar…
    karena untuk menghindari terjadinya pencemaran..

    😀

    • jampang November 9, 2013 / 11:46

      ternyata saya nggak tahu kondisi sebenarnya 😀

      terpisah dalam arti jaraknya jauh… atau terpisah dalam arti hanya disekat tembok. maksudnya sebelah kiri bahan makanan, sebelah kanan perlengkapan kamar?

      • Ie November 9, 2013 / 11:52

        sebisa mungkin berjarak jauh… tidak hanya bersekat tembok..

        contoh :

        1. air minum (botol atau gelas) tidak boleh berdekatan atau satu ruangan dengan segala macam pembersih lantai, sabun cuci, sabun mandi, apalagi desinfektan… karena “mungkin saja” tidak tercampur, tapi baunya bisa menembus ke dalam kemasan botol/cup, dan bisa mendatangkan komplen berkepanjangan .. 🙂

        2. Terutama bahan masakan…
        wah kalau yang berikut ini jangan ditanya… 🙂

        biasanya ada beberapa gudang terpisah untuk beberapa departemen
        – House Keeping
        – Food & Beverage
        – Gardener dll..

        😀

      • jampang November 9, 2013 / 11:53

        jadi inilah penyebab kelemahan cerita saya di atas. terima kasih, infonya mbak 🙂

      • Ie November 9, 2013 / 11:58

        🙂 khusus lemari pendingin besar untuk daging, ikan dsb biasanya ada di dapur… tidak terletak di basement.. karena menghindari pencurian oleh karyawan dan juga mempermudah kinerja para tukang masak…

        Jika dibutuhkan cleaning service bisa saja memanggul permadani di malam hari… karena untuk menghindari terganggunya lalu lintas para tamu hotel jika hal tersebut dilakukan siang hari…

        he he he… kebetulan tulisan ini berlatar belakang hotel mas… jadi aku ngerti banget.. he he he…

      • jampang November 9, 2013 / 12:24

        iya. saya yang nggak ngerti 😀

  12. anang komarudin Desember 27, 2014 / 19:24

    i tell to myself…”no hindrances can stop me”… hahaha… because i really like this article and

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s