Apakah yang Kau Ucapkan Adalah Apa yang Kau Inginkan?

lips - bibiSetiap kita pasti punya keinginan. Adakalanya keinginan tersebut hanya terlintas di dalam pikiran, hanya terbersit dalam hati, atau bahkan sudah terucap dalam perkataan.

Ketika ada sesuatu yang kita inginkan, sebuah doa menjadi jalan. Pun ketika ada sesuatu yang tidak kita inginkan, sebuah doa menjadi pilihan. Apa yang keluar dari lidah berupa ucapan, bisa juga menjadi doa. Yang terkadang, keinginan atau doa yang sudah terucap melalui perkataan, sadar atau tidak sadar, adalah sesuatu yang sebenarnya tidak kita inginkan.

Di daerah asal saya, Betawi, ada sebuah ungkapan yang kurang lebih berbunyi, “Ati-ati kalo ngomong, entar kalo malaikat lewat dan nyatet tu omongan, baru tahu rasa!”

Ungkapan tersebut biasanya muncul untuk mengingatkan seseorang yang baru saja berkata atau berucap atas seseorang, sesuatu, atau keadaan di masa datang yang akan berdampak negatif terhadap dirinya atau orang-orang di sekelilingnya. Dan sepertinya, secara sadar atau tidak sadar, kita sering melakukan hal tersebut.

Sebagai contoh kecil, mungkin kita penah berkata, “Wah, kalau dia yang bawa mobil, pasti celaka!” atau “kalau perginya sama dia, pasti bakal telat!” dan ucapan-ucapan lain yang senada. Bisa jadi, ucapan tersebut menjadi doa. Dan bisa jadi pula, doa tersebut akan dikabulkan oleh Allah, karena Allah memiliki hak prerogatif atas segala hal.

Sebagai perbandingan, Islam mengajarkan bagaimana cara mendidik anak yang baik. Salah satunya adalah tidak mendoakan keburukan bagi si anak, apa pun kondisinya, karena hal itu akan berbuah keburukan bagi si anak.

Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mendoakan keburukan bagi diri kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan bagi anak kalian, tidaklah pada saat yang bertepatan dengan pemberian Allah maka doa itu akan dikabulkan.” (HR. Muslim)

Sebuah kisah terjadi ketika seseorang datang kepada Abdullah bin Mubarok yang mengadukan kedurhakaan anaknya, kemudian Imam Ibnu Mubarok bertanya kepadanya: ”Apakah engkau pernah mendoakan keburukan padanya?” Orang itu menjawab: “Ya, aku pernah hilap mendoakan keburukan baginya.” Lalu Imam Ibnu Mubarok berkata: “Pergilah, sesungguhnya engkau telah merusaknya.”

Berkaitan dengan masalah pendidikan anak tersebut, Ibu saya pernah berpesan, “Meskipun anak itu nakal, jangan sekali-kali berkata kepadanya bahwa dia itu nakal.”

Ungkapan seperti di atas, bisa juga menuju pada sebuah labelling atau penjulukan, baik kepada orang atau pun kepada suatu keadaan. Kata-kata yang terlontar seperti, “Dia itu tukang telat!”, “Dia itu payah!” dan sebagainya bisa jadi sebuah julukan kepada orang yang dimaksud, lalu diaminkan oleh orang-orang di sekelilingnya, dan pada akhirnya, orang yang diberi julukan tersebut akan menempatkan dirinya seperti orang-orang menjuluki dirinya.

Salah satu bentuk untuk menghindari kondisi tersebut, Rasulullah mengajarkan untuk memberi nama dengan nama yang baik dan memanggil dengan julukan yang baik pula. Tak heran jika Rasulullah pernah mengganti nama seseorang yang bermakna negatif menjadi nama yang bermakna positif.

Labelling atau penjulukan, selain ditujukan kepada seseorang, bisa jadi ditujukan juga kepada suatu keadaan di masa datang yang sebenarnya belum pasti, karena masa depan masih sebuah misteri. Namun, ketika seseorang sudah menganggap bahwa masa depannya nanti akan susah dan sulit, maka itu artinya dia telah menciptakan masa depan yang suram untuk dirinya. Padahal bisa jadi, itu semua di luar keinginan dan kemauannya.

Wallahu a’lam.

—–ooo000ooo—–

jangan pernah kau berkata
masa depanku suram tanpa cahaya
karena bila itu sebuah doa
siapa yang disalahkan bila kelak menjadi nyata

jangan pernah kau mengira
kepahitan dan kesedihan yang kau rasa
akan kau alami selamanya
padahal roda pedati saja selalu berganti suasana

tak ada guna kau membayangkan esok lusa
karena tak ada seorang pun yang dapat menerka
hadapi hari ini dengan senyum, usaha, dan doa
dan kelak kau kan memetik hasilnya


Tulisan Terkait Lainnya :

29 thoughts on “Apakah yang Kau Ucapkan Adalah Apa yang Kau Inginkan?

  1. nurme September 11, 2013 / 16:40

    Betul juga sih, ucapan bisa berupa doa. Saat kita berucap bahwa kita bisa, walau perlahan tapi pasti kita bisa. Tapi sat belum apa-apa kita berkata tidak bisa, kita tidak akan pernah berhasil melakukannya.
    Betul tidak?

    • jampang September 12, 2013 / 07:59

      iya…. kira-kira begitu

  2. herma1206 September 11, 2013 / 22:33

    Labelling atau penjulukan, selain ditujukan kepada seseorang, bisa jadi ditujukan juga kepada suatu keadaan di masa datang yang sebenarnya belum pasti, karena masa depan masih sebuah misteri ——–> saya agak kurang ngerti yg ini..bisa tlg dijelaskan lagi pak..??? *uppps..

    • nurme September 11, 2013 / 22:53

      Maksudnya senantiasa berhuznuzon dalam setiap keadaan. Karena yang kita ucap atau kita fikirkan bisa menjadi suatu doa akan masa didepan maupun masa yang akan datang. Karena setiap kejadian yang akan terjadi masih berupa misteri. Jadi tetaplah senantiasa menebar aura positip maupun pemikiran positip agar yang terjadi kelak positip.
      Sepertinya begitu Mbak Herma yang saya tangkap. Maap lancang memberikan pendapat atas tulisan ini.

      • herma1206 September 11, 2013 / 23:02

        ooh gitu..ya ya..benar juga, hrs selalu berpositip thinking, memikirkan dan mengatakan yg baik2 tantang masa depan yg tidak qt ketahui..
        makasih mba..salam kenal ya..:)

    • jampang September 12, 2013 / 04:34

      sudah dijawab yah 😀

      • herma1206 September 12, 2013 / 05:27

        Tidur siiiiih :p

      • herma1206 September 12, 2013 / 05:35

        Enak amat..sy mah begadang semalam…
        *meluncurnya pake apa ya…ngesot aja dah 😀

      • jampang September 12, 2013 / 05:39

        kasihan amat… waktunya tidur malah bedagang 😛

      • herma1206 September 12, 2013 / 05:55

        yaah..dikasianin, bukan disemangatin…
        naaah..pasti blm baca balesan komen dipostingan saya 😛

      • jampang September 12, 2013 / 06:03

        karena nggak kepengen balas…. kan diminta abaikan saja 😀

      • herma1206 September 12, 2013 / 06:08

        ya..ya..bener juga..
        *sambil mangut2 kayak marmut..

      • jampang September 12, 2013 / 06:14

        😀

  3. nurme September 11, 2013 / 23:46

    Iya begitu kurang lebih maksudnya 🙂
    Terimakasih kembali. Salam kenal juga.

  4. nurme September 11, 2013 / 23:52

    Maap ye Bang Rif, ane nyamber kayak petasan. Soalnya demen ama tulisan ini. Piss ah.. Tapi bukan pisang seperti ape yang ditulisa ame tukang rujak ke tukang sayur. 🙂
    Yo Bang… Pamiiiiit….. *jreng.. Jreng..

    • jampang September 12, 2013 / 08:00

      ya.. gpp

  5. nazhalitsnaen September 12, 2013 / 06:01

    Selain belajar berkata-kata dengan baik, belakangan ni saya juga baru sadar perlu belajar diam yang baik juga nih mas…

    • jampang September 12, 2013 / 06:05

      bicara dan diam adalah pilihan. keduanya akan baik jika diposisikan pada waktu dan tempat yang tepat

      • nazhalitsnaen September 12, 2013 / 06:10

        Wuah cadas dan pas nih tiap dapet reply dari mas 🙂

      • jampang September 12, 2013 / 06:16

        😀
        tapi kadang reply juga ngaco

  6. deetie September 13, 2013 / 19:41

    wah betul bgt tu.. apalagi kalo pengajar yang blg… kalo dia nakal blg lah dia aktif.. kalo dia menyebalkan blg saja dia mngkn krg perhatian.. kalo memang dy payah blg lah dia anak yang pintar n motivasi dgn kata2 yang bijak…
    betul begitu bang???
    *sok tua amat ya…:D

    • jampang September 13, 2013 / 19:47

      yup. betul. ibu guru mungkin lebih berpengalaman 😀

      • deetie September 13, 2013 / 19:53

        pengalaman adalah pelajaran yg pling berharga… hehehe

      • jampang September 13, 2013 / 20:11

        betul betul betul

      • deetie September 13, 2013 / 20:14

        ngmngnya sambil gaya cupin ma cipin ya…
        😛

      • jampang September 13, 2013 / 20:19

        silahkan dikira2 sendiri 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s