[Prompt #25] Susu Untuk Sari

ilustrasi : http://shutterstock.com/

Warti datang tepat waktu. Aku segera berdiri sambil menggendong Sari dan menyambutnya di depan pintu rumah.

“Kamu sudah siap, Yun?” Tanya Warti.

“Sudah!” Jawabku sambil menutup pintu rumah dan menguncinya. “Kita mau ke mana. War?”

“Ke stasiun televisi. Kini nonton acara musik.”

Jawaban Warti membuatku bingung. “Bukannya kita mau kerja, War?” Tanyaku lagi.

“Iya. Kita akan kerja di sana. Kamu tenang aja!”

Seperti kerbau dicocok hidungnya, aku mengikuti saja ke mana Warti membawaku. Aku akan melakukan pekerjaan apa saja yang halal agar bisa membelikan susu untuk Sari.

*****

“War, ada pekerjaan lain nggak?” Tanyaku ragu kepada Warti.

“Aku nggak sreg nonton musik dan joged bareng ABG meskipun dibayar lima puluh ribu.” Kusampaikan protes kepada Warti meskipun dengan berat hati tentang pekerjaan yang baru saja kuselesaikan.

“Ada. Kamu lihat jalan yang kita lalui ini.” Warti menjawab sambil jari telunjuk kanannya mengarah ke jendela Kopaja yang sedang kami tumpangi. “Besok pagi, akan banyak orang menjadi joki 3 in1 di sini. Jika kamu beruntung, kamu dan sari bisa mendapatkan bayaran lima puluh ribu dari pengemudi mobil yang menggunakan jasamu. Kamu tinggal duduk-duduk saja di dalam mobil. Kalau kamu mau, besok pagi sekitar pukul enam, aku akan mengajakmu ke sini.”

“Naik mobil keren dan dapat uang untuk membeli susu untuk Sari. Sepertinya mudah.” Pikirku.

“Aku akan mencobanya, War.” Tekadku bulat untuk mencoba pekerjaan yang baru saja dijelaskan Warti.

*****

Aku berdiri sambil menggendong Sari. Sementara Warti berdiri beberapa meter di belakangku. Aku, Warti, dan para joki 3 in 1 lainnya sedang menunggu para pengendara mobil yang memerlukan jasa kami agar terhindar dari razia polisi.

Berdasarkan penjelasan Warti kemarin, jika aku mengajak sari, kemungkinan aku akan mendapat imbalan sebesar lima puluh ribu. Sedang bila aku seorang diri, kemungkinan hanya akan mendapat imbalan dua puluh lima atau tiga puluh ribu. Karena itulah aku mengajak Sari meski dirinya belum bangun dan masih tertidur di dalam gendonganku.

Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di hadapanku. Aku ragu apakah pengendaranya berhenti di dekatku karena memilihku atau bukan, sebab kulihat di kursi depan mobil tersebut sudah ada dua orang lelaki. Itu artinya mereka butuh satu penumpang lagi. Sementara aku berdua. Bersama Sari di dalam gendonganku.

Dalam keraguanku, aku menengok ke arah Warti. Warti mengangguk sekali. Itu cukup untuk menghapus keraguanku. Aku mendekati mobil tersebut, membuka pintu belakang. Aku masuk, lalu menutup kembali pintunya. Mobil pun melaju.

Sejuk. Itu yang kurasakan saat berada di dalam mobil. Pekerjaan yang menyenangkan, pikirku sambil membayangkan uang lima puluh ribu yang akan segera kuterima. Sebentar lagi.

Tiba-tiba, lelaki yang sejak awal membaca koran bergerak ke arahku dan membekap mulut dan hidungku dengan sapu tangan beraroma aneh. Aku meronta. Tapi semakin kuat aku meronta, semakin lemah kurasakan tubuhku. Pandanganku semakin kabur. Lalu gelap.

*****

“Seorang perempuan ditemukan tewas terbunuh bersama anak perempuanya di semak-semak Jalan Tol kilometer 77. Diduga korban diperkosa oleh pelaku sebelum dibunuh. Polisi kini sedang mengolah TKP untuk mencari barang bukti dan mengungkap siapa pelaku pemerkosaan dan pembunuhan tersebut.”

Sesaat kemudian, muncullah foto Yuni bersama Sari di layar kaca.

Untuk memeriahkan MFF.


Prompt MFF Sebelumnya :

Tiga Permintaan Untuk Menjadi Sang Bintang
Prompt#24 : Tiga Permintaan Untuk Menjadi Sang Bintang

Katib
Prompt#23 : Katib

Nyatanya, Aku Tak Bisa Melupakanmu!
Prompt#22 : Aku Tak Bisa Melupakanmu!

Lelaki dan Perceraian  di Hari Pernikahannya
Prompt#21 : Lelaki dan Perceraian di Hari Pernikahannya

Takkan Ada 2 Cinta
Prompt#20 : Takkan Ada 2 Cinta

69 respons untuk ‘[Prompt #25] Susu Untuk Sari

    • jampang September 12, 2013 / 22:26

      Iya mbak. Semoga aja nggak ada di kejadian nyata

      • ayanapunya September 12, 2013 / 22:29

        iya, semoga aja

      • jampang September 12, 2013 / 22:30

        Siang mungkin nggak kali yah. Sebab yg udah2 kejadiannya malam

      • ayanapunya September 12, 2013 / 22:41

        iya. malam kan lebih rawan, apalagi buat perempuan

      • jampang September 12, 2013 / 22:43

        Jadi inget cerpen mbak yg perempuan keluar malam-malam terus kena razia polisi

      • ayanapunya September 12, 2013 / 22:50

        haha, iya. itu dari kisah nyata sebenarnya 😀

      • jampang September 12, 2013 / 22:51

        Kisah mbak yah?

      • ayanapunya September 12, 2013 / 23:03

        iya. he. jaman kuliah dulu
        *jadi malu

      • jampang September 13, 2013 / 05:10

        ooooo… berani banget, mbak.

      • ayanapunya September 13, 2013 / 07:04

        Ya kayak di cerita itu. Bosnya malas keluar jd anak buahnya yg disuruh. Saya mah ya takut dan malas juga. Mgkn emang ada firasat gitu dan ternyata emang kejadian

      • jampang September 13, 2013 / 08:03

        bosnya juga yang payah 😀

      • ayanapunya September 13, 2013 / 08:46

        Iya. Entah apa kabar bos2 itu sekarang

      • jampang September 13, 2013 / 08:48

        ya mudah2an lebih hebat dari dulu 🙂

        aamiin

      • jampang September 13, 2013 / 09:02

        🙂

  1. herma1206 September 12, 2013 / 23:54

    biasanya di pertigaan2 lampu merah, suka ada ibu2 pengemis yg gendong anaknya, konon kabarnya anak2 tsb anak pinjaman, utk mencari belas kasihan, dan anak2 tsb selalu terlihat tidur dgn tenangnya, konon kabarnya lagi anak2 itu diberi obat tidur sama ibunya..

    wah..sy tiap hari pulang malem 😦

    • jampang September 13, 2013 / 05:11

      tega banget dikasih obat tidur.. 😦

      agak sorean aja pulangnya 🙂

      • herma1206 September 13, 2013 / 05:39

        Iya..coba aja peratiin di jkt, klo pengemis2 yg bawa anak, pasti anak2nya sellau lgi pada tidur nyenyak…

        Maunyaaaa….tpi tiap hri itu beres ngajar set.6, klo pake acara privat, smp rumah set.10. *emang nanya 😀

      • jampang September 13, 2013 / 05:45

        iya seh… kadang ngeliat si anak tidurnya pulas banget. cuma nggak mikir kalau dikasih obat tidur…. bayanginnya aja serem.

        iya… nggak nanya seh 😀

      • herma1206 September 13, 2013 / 05:50

        Pernah naik krl ekonomi gak? Itu jg parah…anaknya yg disuruh ngamen, ibunya nungguin di sudut gerbong smbil merokok..ckckck..

        *klo gitu pemberitahuan 😀

      • jampang September 13, 2013 / 05:53

        naik seh pernah. cuma belum pernah lihat. karena terakhir naik itu zaman SMA 😀

        cuma kalau anaknya ngamen/ngemis ibunya nongkrong2 pernah lihat di lampu merah dan di bawah jembatan layang

      • herma1206 September 13, 2013 / 06:03

        Astaga naga…udah berapa puluh tahun lalu tuh..haha lebay 😀

        Oh iya…itu juga, sering bnaget liat, anaknya ngamen atau ngemis, ibunya di bawah pohon, tega banget ya..

      • jampang September 13, 2013 / 06:05

        😀

        ya itu yg sering saya lihat. cuma sekarang nggak pernah lihat lagi karena belum lewat jalur itu lagi.

      • herma1206 September 13, 2013 / 06:14

        Kasian sebenarnya…anak2 itu klo tumbuh gede, ya paling jadi anak2 jalanan juga…
        Huuft..di bogor tuh udh parah bnaget ama pengamen2/pengemis/preman…eh..apa ya istilahnya..

      • jampang September 13, 2013 / 06:19

        ya… mau gimana lagi. kian subur. tinggal pemda atau pemkotnya mau tegas atau nggak dan juga cari solusi, bukan cuma ngusir atau nangkapin doank

      • herma1206 September 13, 2013 / 06:28

        Iya..terutama utk preman2 pengamen, mrk nynayi pake baju dan rmbut ala ngepunk gitu, tato di mana2, sengaja bikin takut penumpang biar pda ngasih uang…org2 ini fenomena bru klo di bogor
        *aduh maaf..pembahasannya ngelebar kemana2…

      • jampang September 13, 2013 / 08:03

        balik lagi ke topik 😀

      • herma1206 September 13, 2013 / 08:21

        baiklah… 😀
        topiknya awalnya apa..??? *uuuups

      • jampang September 13, 2013 / 08:23

        nggak tahu…

      • herma1206 September 13, 2013 / 08:25

        ya sudahlah…

      • jampang September 13, 2013 / 08:29

        ya baiklah

      • herma1206 September 13, 2013 / 08:32

        bentar..bentar…sbelum qt sudahi, proses masuk grup MFF itu agak ribet ya..ditanya2 dlu, abis itu sbelum diapprove adminnya mesti liat url blog saya dlu..

      • jampang September 13, 2013 / 08:35

        sepertinya begitu. tapi nggak lama koq. saya cepet prosesnya

      • herma1206 September 13, 2013 / 08:41

        sy blm diapprove, smlm kata adminnya lgi di luar, jdi belum bisa liat blog saya..ya sudahlah..hehe…
        *siap2 dlu brgkt kerja…semangaaaaaat

      • jampang September 13, 2013 / 08:46

        ya, semoga segera di approve

  2. syifarah03 September 13, 2013 / 07:56

    huhu kisah tragis lainnya dari tema MFF kali ini. baca punya mbak orin kmrn tragis juga. aku bikin yang kaya apa yaaaa *mikir

    • jampang September 13, 2013 / 08:04

      ya, yang kepikiran ya begini. mau bikin yang lucu udah di prompt sebelumnya

  3. ronal September 13, 2013 / 08:42

    sempat kepikiran juga sih mau jadiin joki 3 in 1 untuk pekerjaan Yuni..tapi gak jadi soalnya 3 in 1 kan dari jam 7-10 pagi sedangkan Yuni di jemput jam 9..kalau jadi joki seharusnya mereka berangkat lebih pagi 😀
    tp mungkin bisa juga krn rumah mereka dekat dgn jalur 3 in 1 :D..
    tapi ceritanya oke punya Mas 😀

    • jampang September 13, 2013 / 08:47

      di hari pertama, mereka berangkat jam sembilan tapi bukan jadi joki 3 in 1. karena kerjaan hari itu kurang srge buat yuni akhirnya keesokon harinya jadi joki 3in1 dan berangkat lebih pagi 😀

      terima kasih…. 🙂

  4. Orin September 13, 2013 / 09:29

    Jadi curiga Warti sebetulnya tau ga yah Yuni bakalan jadi ‘korban’ begitu..

    • jampang September 13, 2013 / 09:32

      saya mikirnya seh nggak, mbak.

  5. latree September 13, 2013 / 10:00

    itu bagian jadi penonton alay malah mengganggu mas rasanya…

    yang jadi joki ini oke, tapi agak kurang jleb. motifnya diperkosa aja ya? kayanya lebih dahsyat kalau Yuni dibunuh trus Sari diambil dan dijual…
    *ngarang sendiri*

    • jampang September 13, 2013 / 10:28

      soalnya bagian sebelumnya jam sembilan berangkatnya, mbak. kan sampe lokasi jam 3in1 udah selesai, makanya dialihkan dahulu ke pekerjaan yang lain.

      iya juga yah. lebih serem. tapi saya nggak kepikiran ke sana 😀

  6. liannyhendrawati September 13, 2013 / 10:01

    tragis banget, aku malah baru tau ada joki 3 in 1 itu 🙂

    • jampang September 13, 2013 / 10:28

      tiap pagi kalau saya ke kantor banyak ibu2 bawa anak mbak… di depan gelora bung karno

  7. tinsyam September 13, 2013 / 13:02

    itu paragraf terakhir mengganggu deh, muncul foto dengan sari di layar kaca? foto dibunuh orang? kayanya yang nulis juga yang jadi korban? yang nulis arwah dong..

    *dibahas.. 😀

    • jampang September 13, 2013 / 13:14

      kan biasanya kalau ada berita pembunuhan atau kematian, ada cuplikan foto korban semasa hidupnya, mbak.

      😀

  8. nurme September 13, 2013 / 17:55

    Bang Riiiiiiif…… :-‘(
    Hiks… ceritanya…… kasiaaan

    • jampang September 13, 2013 / 19:44

      gpp… cuma bohongan

      • nurme September 14, 2013 / 08:55

        Alhamdulillah..
        Kalau beneran iya, kasian… hiks

      • jampang September 14, 2013 / 12:49

        Iya…

  9. deetie September 13, 2013 / 19:25

    yang sering saya dgr dr walimurid saya.. jgn membiarkan joki duduk di belakang sedangkkan qta sedang menyupir.. yg ada setelah joki keluar barang bs apes diambil sama jokii…

    • jampang September 13, 2013 / 19:42

      dari sisi berbeda bisa jadi begitu. bagusnya seh nggak usah pake joki2an. ajak saudara, tetangga, teman aja di mobil

      • deetie September 13, 2013 / 19:51

        ya bagusnya c kalo pergi sendiri atw berdua naek motor aja bang biar gk bikin macet… hehehe

      • jampang September 13, 2013 / 20:08

        iya betul. meskipun motor yang banyak bikin jalanan ruwet 😀

  10. RedCarra September 15, 2013 / 23:23

    Ummm tadinya mau komen, itu bagian dia jadi penonton musik kayaknya ga perlu. Tapi ternyata itu jadi alasan untuk konflik berikutnya ya…

    Hummm.. tapi tetep Mas, kayaknya jadi kebanyakan konflik untuk jadi sebuah FF. IMO lho ya.. Harus cari alasan lain lagi. 🙂

    Keep writing!

    • jampang September 16, 2013 / 05:10

      terima kasih atas masukannya, mbak. 🙂

  11. Putri "jasmineamira" September 16, 2013 / 19:39

    Haloo salam kenal 😀
    Lagi baca2 prompt 25 nih. Mmm jadi gini, aku bingung sama kalimat terakhirnya: “Sesaat kemudian, muncullah fotoku bersama Sari di layar kaca.”
    Nah loh, jadi ini si Warti cerita kejadian dia abis dia mati? Rada bingung sih. Kalau saran aku sih jangan pake kata ganti orang pertama (-ku), lebih baik jadi “Sesaat kemudian, muncullah foto Warti bersama Sari di layar kaca.”
    Gitu aja sih saran aku 😀
    Makasih, Mas 🙂

      • jampang September 16, 2013 / 20:07

        Iya… Yuni. Bukan warti 🙂

    • jampang September 16, 2013 / 20:05

      Ah iya mbak. Kalau kaya gitu jd kesannya hantu yg bercerita yah? 😀

      Terima kasih. Salam kenal juga

  12. capung2 November 6, 2013 / 18:27

    mau untung malah buntung ya..

    menikmati sekali sya ceritanya.

    • jampang November 6, 2013 / 18:50

      iya. tragis.

      terima kasih 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s