Dua Untuk Tiga, Tiga Untuk Empat

Tulisan ini bisa dibaca di dalam Buku :

Dapatkan di Gramedia Terdekat !

 


Postingan Terkait :

Gerobak Optimis di Antara Mobil-mobil Borjuis
Gerobak Optimis di Antara Mobil-mobil Borjuis

Don’t Worry, Be Ready
Don’t Worry, Be Ready

Kekhawatiran Tidak Akan Menghilangkan Kesulitan
Kekhawatiran Tidak Akan Menghilangkan Kesulitan

Kecewa Karena Gagal Setelah Mencoba, Itu Lebih Baik
Kecewa Karena Gagal Setelah Mencoba, Itu Lebih Baik

Sebuah Perisai Hati Untuk Alif
Sebuah Perisai Hati Untuk Alif

27 respons untuk ‘Dua Untuk Tiga, Tiga Untuk Empat

  1. Iwan September 15, 2013 / 17:48

    Super sekali…
    Sebenarnya bumi ini luas dan bisa mencukupi kebutuhan manusia. Asal manusia ga rakus saja. 🙂
    Kalo bicara masalah rakus, dua gunung emas pun tidak akan bisa memuaskan manusia. Semoga kita dan generasi kita selanjutnya dijauhkan dari sifat rakus dan berlebih-lebihan.

    • jampang September 15, 2013 / 19:30

      Iya. Betul, pak. Saya pernah.mendengar ceramah yang intinya… Kesusahan yang terjadi sekarang adalah ulah kesalahan manusia itu sendiri.

      *mengaminkan*

  2. nurme September 15, 2013 / 19:07

    Benar Bang, jangan pernah takut tidak bisa membiayai anak-anakmu. Setiap anak mempunyai rezekinya. Dan bekali anakmu kelak dengan ILMU yang bermanfaat. Jadikan anakmu lebih tinggi kehidupannya dari hidupmu dan hidup orang tuamu. Ini adalah pesan orang tua pada kami anak-anaknya.

    “Kalau sekiranya kayu-kayuan di muka bumi ini menjadi kolam dan air lautan menjadi tintanya, serta ditambah lagi dengan air tujuh lautan, niscaya tiada habis kalimat Allah dituliskan. Allah Perkasa lagi Bijaksana”
    (QS. Lukman 31:27)

    • jampang September 15, 2013 / 19:40

      Iya. Terima kasih.

      • nurme September 15, 2013 / 20:19

        🙂

  3. herma1206 September 15, 2013 / 19:09

    anggota keluarga bertambah..??sy mengasumsikan mas rifki nikah lagi dan pny anak..
    Bukankah sudah pernah membuktikan, bhwa menikah itu juga memperluas rezeki..?? maaf ya..rada2 komen kali ini..hehe

    • jampang September 15, 2013 / 19:42

      Aaamiin. Anggap itu doa 🙂

      Kekhawatiran seperti itu pasti ada. Kadang saya terpikir juga seperti itu. Tapi harusnya diyakini dengan harapan bahwa Allah itu maha pemberi rezeki.

      Semoga kita bisa menyeimbangkan antara khawatir dan harapan. Biar seimbang hidup ini

      • herma1206 September 15, 2013 / 20:10

        aamiiin…Allahumma aamiin..
        wajarlah ya klo ada kekhawatiran, asal tdk berlarut2 dan ttp yakin sama Allah..semangaaaat.. 🙂

        aamiin…

      • jampang September 15, 2013 / 20:11

        iya. yang bagus begitu, jadi bisa terhindar dari kesombongan dan juga putus asa

  4. deetie September 15, 2013 / 19:16

    kaya acara orang pinggiran…
    mgkin untuk skarang semua harus terencana.. memang Allah yang mengatur rizki hambaNya.. tapi bagaimana pula seorang hambaNya dapat bersyukur dengan rizki yang diberikan..
    tapi kalo gak terencana dengan baik maka orang tua lah yang dosa karena tidak dapat menafkahkan anak baik dengan ilmu ataupun harta mereka..

    • jampang September 15, 2013 / 19:44

      Mendidik anak dengan ilmu agama adalah kewajiban orang tua. Itu hak anak. Tinggal bagaimana orang tua tersebut melakukannya dan merealisasikan kewajiban tersebut.

      • deetie September 15, 2013 / 20:54

        yuuppp…

      • jampang September 15, 2013 / 20:58

        siiippppp 😀

  5. Satusatuen September 15, 2013 / 20:24

    ngliat orang kaya ngomong kayak gitu tuh rasanya gimanaaaa gitu. trenyuh. berlimpah materi namun ngerasa kuraaaaang.

    • jampang September 15, 2013 / 20:30

      Mungkin kebutuhan hidupnya lebih buaaaanyak dari kebutuhan hidup rata-rata 😀

  6. ayanapunya September 15, 2013 / 22:36

    Klo kata orang sih tiap anak bawa rezekinya masing-masing

    • jampang September 15, 2013 / 22:50

      tinggal memahimi rezeki itu apa? umumnya kan yang dianggap namanya rezeki itu cuma ketika berupa uang.

      • ayanapunya September 16, 2013 / 05:35

        Iya. Rezeki itu bentuknya macam-macam 🙂

      • jampang September 16, 2013 / 05:36

        dan anak juga rezeki 😀

      • ayanapunya September 16, 2013 / 05:37

        Jodoh juga rezeki
        *eaaa 😀

      • jampang September 16, 2013 / 05:39

        😀
        bener banget…. dan sebelum rezeki yang satu itu tiba, marilah sama-sama bersyukur atas rezeki yang sudah tiba terlebih dahulu. semoga dengan bersyukur, Allah tambahkan rezeki yang lain… terutama yang satu itu. aamiin

      • ayanapunya September 16, 2013 / 05:50

        Amiin 🙂

      • jampang September 16, 2013 / 05:52

        🙂

  7. fenny September 16, 2013 / 00:06

    mmg bener rezeki anak itu beda2 … sdh n sdg merasakan nikmat dr Allah … 🙂
    Jd ingat perjuangan ortu terutama nyokap yg mempertahankan pekerjaannya pdhl sdh tdk ingin hanya krn demi anak2nya … 🙂 (belajar semangatnya ortu)

    • jampang September 16, 2013 / 05:11

      yup. karena anak-anak itu beda satu sama lain, makanya rezekinya nggak sama

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s