[Prompt #26] Lelaki Tua Pencari Berita

Photo koleksi pribadi RinRin Indrianie

“Pinjam korannya, Nak!” Pinta lelaki tua bernama Moko kepadaku.

“Silahkan, Kek.” Aku tak bisa menolak permintaannya.

Kubiarkan Kakek Moko mengambil beberapa koran dari lapakku. Ini adalah hari ketiga Beliau melakukan hal yang sama, datang ke lapakku dengan bertelanjang dada dan mengenakan topi hitam kesayangannya, meminjam beberapa koranku, lalu membacanya. Beberapa menit kemudian, beliau akan mengembalikan lagi koran-koran yang dipinjamnya ke tempat semula.

“Terima kasih, Nak!” Hanya ucapan itu yang kuterima dari beliau. Tak lebih.

Namun ada yang membuatku penasaran dengan cara Kakek Moko membaca koran-koran yang dipinjamnya dariku. Beliau membacanya sangat cepat sekali. Seperti hanya membaca judul-judulnya saja. Karenanya, tak sampai lima belas menit, koran-koran tersebut sudah dikembalikan lagi.

Kudekati Kakek Moko yang sedang membolak-balik koran di tanganya.

“Belum menemukan berita yang dicari, Kek?” Tanyaku.

“Mudah-mudahan hari ini ada beritanya, Nak.” Jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari judul-judul berita di setiap halaman.

“Memangnya Kakek sedang mencari berita tentang apa?”

“Tentang, Dirga. Anakku.”

“Lho, bukannya empat hari yang lalu Kakek baru saja bertemu Dirga di Kota?” Aku tahu sebab empat hari hari yang lalu Kakek Moko menjawab demikian ketika aku berpapasan dengan beliau di jalan. “Bagaimana keadaan Dirga, Kek?”

“Dia sudah jadi orang sukses. Sudah kaya.” Jawab Kakek Moko dengan nada datar.

“Wah hebat si Dirga ya, Kek. Kakek tidak ingin tinggal bersama Dirga di kota, Kek?” Tanyaku lagi.

Kakek Moko tak menjawab. Beliau masih terus membolak-balik koran terakhir di tangannya.

“Nah, sudah ada beritanya, Nak! Ini!”

Kakek Moko kemudian memberikan koran yang dibacanya kepadaku.

“Kecelakaan Maut Merenggut Satu Nyawa” Begitu judul berita yang ditunjukkan oleh Kakek Moko. Kubaca beberapa paragraf berikutnya. Kutemukan nama korban yang meninggal pada kecelakaan tersebut. Dirga.

“Aku tak sudi tinggal bersama anak durhaka. Anak telah menyakiti hati ibu-bapaknya dengan tidak mengakui keduanya sebagai orang tua kandungnya.” Ucap Kakek Moko sambil berlalu meninggalkanku.

291 Kata untuk MFF#26


Prompt MFF Sebelumnya :

Susu Untuk Sari
Prompt#25 : Susu Untuk Sari

Tiga Permintaan Untuk Menjadi Sang Bintang
Prompt#24 : Tiga Permintaan Untuk Menjadi Sang Bintang

Katib
Prompt#23 : Katib

Nyatanya, Aku Tak Bisa Melupakanmu!
Prompt#22 : Aku Tak Bisa Melupakanmu!

Lelaki dan Perceraian  di Hari Pernikahannya
Prompt#21 : Lelaki dan Perceraian di Hari Pernikahannya

73 respons untuk ‘[Prompt #26] Lelaki Tua Pencari Berita

  1. quinque September 18, 2013 / 13:50

    ini nyata kang?

    • jampang September 18, 2013 / 13:51

      bukan, fiksi 😀

      • quinque September 18, 2013 / 13:58

        haha dikirain kang…. tapi terharu ceritanya

      • jampang September 18, 2013 / 14:01

        terinspirasi sama cerita malin kundang 🙂

      • quinque September 18, 2013 / 14:22

        tapi cerita ini sangt miris, klw malin kundang dikutuk jadi batu, sedangkan diga disumpahin ketabrak mobil hahahha.. kasian

      • jampang September 18, 2013 / 14:26

        tapi ya keduanya mati.

        semoga kita terhindar dari dosa durhaka kepada orang tua dan dosa-dosa besar lainnya

    • jampang September 18, 2013 / 13:53

      anaknya durhaka

      • ayanapunya September 18, 2013 / 13:54

        tapi nggak dijelasin durhakanya kenapa

      • jampang September 18, 2013 / 14:00

        itu menyakiti hati kedua orang tuanya.
        harusnya diperjelas yah. diilhami cerita malin kundang.

        kalimat penutupnya jadi gimana donk?

      • ayanapunya September 18, 2013 / 14:06

        oke, komen serius nih yaaa…
        pertama, si kakek ngomongnya terlalu formal. kayak anak muda. mungkin bisa dikasih dialek lokal dikit biar lebih gimana gitu?
        trus, kalau kalimat penutup. ya mungkin “anak itu sudah lupa sama bapaknya. syukurlah dia mati,” bakal bikin endingnya lebih berasa.
        *hedeh kok sadis bener ya dialognya?

      • jampang September 18, 2013 / 14:17

        dialog lokal…. saya nggak bisa selain dialog betawi 😀

      • ayanapunya September 18, 2013 / 14:19

        namanya harus kakek moko ya? hmm.. susah juga ya

      • jampang September 18, 2013 / 14:25

        kan tahu sendiri kalau saya susah nyari nama tokoh 😀

      • ayanapunya September 18, 2013 / 14:31

        yaaah. nama betawi aja kalau gitu, mas

      • jampang September 18, 2013 / 15:03

        idenya dapat begitu. sudah diutak-atik 😀

      • ayanapunya September 18, 2013 / 15:07

        yang berubah cuma endingnya ya?
        oya itu, ada yang nggak konsisten, awalnya si kakek manggil penjual koran “nak” tapi di tengah ada yang pakai “de”

      • jampang September 18, 2013 / 15:33

        kelewatan. sudah diupdate 😀
        terima kasih

      • ayanapunya September 18, 2013 / 15:34

        hehehe. cerewet banget yak 😀

      • jampang September 18, 2013 / 15:35

        iyah 😀

      • ayanapunya September 18, 2013 / 15:36

        ya udah. ntar saya nggak cerewet lagi 😀

      • jampang September 18, 2013 / 15:43

        ngambek 😀

      • ayanapunya September 18, 2013 / 15:55

        jadi, setelah cerewet, saya ngambekan juga? 😀

      • jampang September 18, 2013 / 16:09

        bukan geeetoooo maksudnya 😀

      • ayanapunya September 18, 2013 / 16:23

        Lalu apa dong?
        *mulai ngedrama 😀

      • jampang September 18, 2013 / 16:27

        jadi begini…… ah sudahlah…. tidak perlu dibahas

        😛

      • ayanapunya September 18, 2013 / 16:30

        Ah, mas rifki gitu. Ya sudahlah..
        *lanjutin makan kripik

  2. herma1206 September 18, 2013 / 14:00

    Kakek moko udh ngarep bgt ya anaknya kecelakaan..smp ditunggu beritanya. Pesannya bagus..
    Tpi dirga mengingatkan sy ama penyiar radio, gilang dirga 😀

    • jampang September 18, 2013 / 14:04

      ya kan anaknya disumpahin. balasan kontan di dunia itu ya dosa durhaka sama orang tua.

      nggak kenal 😀

      • herma1206 September 18, 2013 / 14:09

        Iya..dosa yg langsung duluan di bls di dunia itu durhaka ama ortu. Nah..sy itu belum bisa nyisipin pesan2 kyk mas rifki, baik tersirat mau maupun tersurat dlm setiap tulisan…

        Penyiar prambors 😀

      • jampang September 18, 2013 / 14:19

        itu mah kebetulan aja ada pesan tersirat. nggak semua tulisan saya ad apesan tersiratnya koq 😀

        hhmmm…. kaya radio yang sering saya denger itu I-radio sama dulu… SKJ 😀

      • herma1206 September 18, 2013 / 16:05

        binun..ngomong apa sih mas terakhir..??? 😀
        SKJ= Senam Kesegaran Jasmani..??

      • jampang September 18, 2013 / 16:09

        eh salah… maksudnya radio SK = suara kejayaan
        kelebih hurufnya 😀

      • herma1206 September 18, 2013 / 16:46

        waduh..kiran SKJ.. 😀
        klo radio SK gak tau. Sinyal radio di rumah saya emang kebanyakan sih radio jakarta, prambors atau female radio *ketahuan hobi dngr radio 😀

      • jampang September 18, 2013 / 16:48

        satu lagi radio safari… buat dengerin sandiwara radio saur sepuh 😀

      • herma1206 September 18, 2013 / 16:52

        saur sepuh jaman anak2 bgt, sya masih di Palembang 😀

      • jampang September 18, 2013 / 17:01

        oooo… ya saya dengerin radio karena TV belum punya 😀

      • herma1206 September 18, 2013 / 17:16

        TV ada…tpi nontonnya rame2 ama tetangga..
        trus pulang les di sekolah buru2 bgt..takut ketinggalan saursepuh *nostalgia 😀

      • jampang September 18, 2013 / 17:20

        😀
        saya juga dulu nonton tv di rumah tetangga. dengerin radionya juga kadang di rumah tetangga, rame-rame sama temen

      • herma1206 September 18, 2013 / 17:24

        dulu asyik..semua aktivitas pasti rame2 ama temen..maen, nonton, denger radio..

      • jampang September 18, 2013 / 17:30

        iyah. cuma satu yang nggak bisa saya ikutin…. berenang 😀

      • herma1206 September 18, 2013 / 17:40

        samaaa..klo berenang gak pernah ikut, tapi dlu suka maen air ke pinggiran sungai Musi 😀

      • jampang September 18, 2013 / 17:41

        ya kalau main air seh ikutan, cuma kalau berenang nggak 😀

      • herma1206 September 18, 2013 / 17:43

        berarti gak bisa berenang dunk.. 😀

      • jampang September 18, 2013 / 17:45

        siapa bilang?
        tentu sajaaaa…..

        nggak bisa

      • herma1206 September 18, 2013 / 17:47

        saya barusan,,kwkwkwkwkw…lucu ih mas rifki…
        siap2 pulang dulu ya… 😀

      • jampang September 18, 2013 / 17:52

        silahkan…. saya juga mau pulang

      • herma1206 September 18, 2013 / 17:53

        oowh..kirain udh di rumah..
        maghrib dlu..

      • jampang September 18, 2013 / 18:59

        Ya…. Silahkan…

  3. nurme September 18, 2013 / 15:29

    Bagus ceritanya, gak nyangka endingnya 🙂

    • jampang September 18, 2013 / 15:33

      terima kasih.

    • jampang September 18, 2013 / 16:10

      iya. anak durhaka, mbak

  4. Orin September 18, 2013 / 21:35

    Huwahhh…nyari berita kematian anaknya ternyata..

    • jampang September 18, 2013 / 21:41

      Iya mbak. Anaknya durhaka soalnya

  5. fenny September 18, 2013 / 21:45

    serem bgt yg dicari berita kematian anaknya sendiri …

    • jampang September 18, 2013 / 21:57

      Soalnya si anak durhaka… Mirip malin kundang

      • fenny September 18, 2013 / 22:10

        sdh keterlaluan bgt ya tuh anak smp org tua berdoa yg tdk enak …
        klo blm kelewat batas pst org tuanya msh mendoakan agar insyaf tuh anak … 🙂

      • jampang September 18, 2013 / 22:17

        Ya begitulah kira-kira ceritanya..

      • fenny September 18, 2013 / 22:20

        mdh2an saya tdk termasuk cerita d atas …. 🙂
        mnt maaf dulu ah ma ortu 🙂

      • jampang September 18, 2013 / 22:21

        Aamiin. Iyah.

      • fenny September 18, 2013 / 22:34

        😀

      • jampang September 19, 2013 / 05:04

        😀

  6. riga September 19, 2013 / 08:32

    jadi si kakek mengutuk anaknya dan berharap anaknya itu mati, lalu setiap hari membaca koran, menunggu berita kematian anaknya? Orangtua durhaka!

    • jampang September 19, 2013 / 08:42

      😀
      enggak setiap hari, cuma tiga hari berturut2

  7. ronal September 19, 2013 / 15:58

    wah gitu yah kalo orang tua dah sakit hati dan ngucap
    #bencana 😦

    • jampang September 19, 2013 / 16:54

      orang tua apalagi ibu, doanya maqbul, sumpahnya juga manjur

  8. eksak September 20, 2013 / 22:42

    Wah! Selain nyari berita, si Lelaki tua ini juga nyari kepuasan, *ups! Maksudnya puas aja kalo anak durhakanya udah mati! Hiks

    • jampang September 21, 2013 / 05:05

      ya… begitulah kira-kira

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s