Pertarungan di Arena Karet Gelang

Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Kesamaan nama tokoh, peristiwa, dan tempat kejadian memang sebuah kesengajaan belaka.

credit

“Abiiiii!” Teriak Syaikhan sambil berlari menyambut kepulangan Abi dari kantor.

Abi segera berjongkok, membuka kedua tangannya untuk memeluk tubuh Syaikhan. Abi kemudian bangkit menggendong Syaikhan, lalu mencium kedua pipinya.

“Abi, tadi di situ rame, Bi!” Syaikhan membuka cerita.

“Rame gimana?” Tanya Abi penasaran.

“Ada ayam jago berantem. Banyak yang nonton. Syaikhan nonton, Bi!”

“Kok ayam jagonya bisa berantem?”

“Bisa, Bi. Didorong-dorong sama Bapaknya, terus ayamnya berantem deh.” Syaikhan menjawab sambil memberikan contoh gerakan si pemilik ayam.

“Kasihan dong ayamnya. Pasti ayamnya kesakitan.”

“Iya, Bi. Ada yang berdarah. Terus jalannya miring-miring.”

“Harusnya ayam jago itu bukan diadu atau disuruh berantem. Tapi dipelihara dengan baik. Iya, kan?”

“Tapi kalau nggak berantem nggak seru, Bi!”

“Kalau Syaikhan, mau nggak disuruh berantem?” Abi bertanya kepada Syaikhan yang kini sudah duduk di samping Abi yang sedang membuka sepatu.

“Nggak mau.”

“Nah, ayam juga begitu. Cuma ayam nggak bisa ngomong seperti manusia. Ayam juga nggak mau disakiti. Mereka diciptakan oleh Allah bukan untuk diadu tapi untuk dimakan dagingnya atau telurnya. Syaikhan kan suka makan ayam. Ayam apa namanya?”

Ayam garing-garing!” Jawab Syaikhan sambil tertawa.

“Syaikhan, besok kan Abi libur. Kita main adu ayam. Tapi ayam-ayaman. Mau nggak?”

“Ayam-ayaman? Kaya gimana, Bi?” Tanya Syaikhan.

“Besok Syaikhan lihat sendiri, yah!”

—o0o—

Keesokan harinya, Syaikan dan Abi sudah berada di halaman depan rumah. Di tangan Abi sudah ada empat buah paku berukuran sedang, dua buah batu koral, dua buah karet gelang, dan bunga rumput.

“Itu buat apa, Bi?” Tanya Syaikhan yang berada di samping Abi.

“Ini buat main adu ayam-ayaman yang kemarin Abi bilang.”

“Oooo….”

“Syaikhan liat yah, Abi mau bikin arena adu ayamnya dulu.”

Abi kemudian menacapkan kedua buah paku di tanah. Jarak satu paku dengan paku yang lain sekitar dua puluh senti meter. Setelah kedua paku ditancapkan, sebuah karet gelang di kaitkan di masing-masing paku. Lalu bunga rumput yang bentuknya seperti ulat diletakkan di atas karet gelang yang terbentang di antara dua paku. Bunga rumput tersebut dijadikan sebagai ayam-ayaman.

“Syaikhan, coba lihat ayam-ayamannya!” Pinta Abi kepada Syaikhan sambil menggesek-gesekkan batu koral di salah salah ujung paku.

“Ayam-ayamannya jalan, Bi!” Ucap Syaikhan gembira. “Kok bisa, Bi?”

“Ayam-ayamannya bisa jalan karena ada getaran dari paku yang Abi gesek-gesek. Lalu getarannya merambat ke karet. Sekarang Syaikhan letakkan ayam-ayaman Syaikhan di sini.” Pinta Abi sambil menunjukkan tempat di mana satu ayam-ayaman lagi diletakkan. “Terus Syaikhan gesek-gesek ujung paku dengan batu ini.”

“Di sini, Bi?”

“Iya. Sekarang kita gesek paku masing-masing dengan batu yah. Nanti lihat ayam-ayaman siapa yang akan jatuh ke tanah.”

Syaikhan dan Abi kemudian menggesek ujung paku masing-masing dengan batu koral. Masing-masing ayam-ayaman bergerak maju saling mendekat. Lalu keduanya beradu di tengah arena.

“Horeeeee… ayam Abi jatuh! Syaikhan menang!” Teriak Syaikhan kegirangan ketika melihat Ayam-ayaman Abi jatuh ke tanah. “Satu kosong. Syehan satu, Abi kosong!”

“Wah, ayam Syaikhan jago nih. Ayo lagi!”

Lalu keduanya mulai mengadu ayam-ayaman lagi hingga beberapa kali.

“Abi, itu pakunya ada dua lagi. Buat apa?” Tanya Syaikhan ketika mengetahui ada dua paku yang belum digunakan.

“Oh, ini untuk membuat satu arena lagi supaya ayam-ayamannya bisa adu cepat.” Jawab Abi.

“Ayo, Bi, bikin satu lagi!” Pinta Syaikhan.

Abi kemudian menancapkan kedua paku dengan jarak yang sama seperti sebelumnya dan mengaitkan sebuah karet gelang lagi. Maka jadilah dua buah arena pertarungan.

“Ayam-ayaman Abi di sini yah! Kalau Syaikhan yang itu. Ayo kita balapan. Yang sampai ujung duluan, itu juaranya.”

“Ayo, Bi!” Jawab Syaikhan dengan semangat.

“Satu… dua… tiga…!”


Postingan Terkait Lainnya :

Syaikhan : Ayam Yang Ada Garing-garingnya Syaikhan : Ayam Yang Ada Garing-garingnya
Masjid Wangi Masjid Wangi
My Dearest Syaikhan : Hadiah Untukmu (I) My Dearest Syaikhan : Hadiah Untukmu (I)
My Dearest Syaikhan : Hadiah Untukmu (II) My Dearest Syaikhan : Hadiah Untukmu (II)
[komik syaikhan & abi] Ke Atas! [komik syaikhan & abi] Ke Atas!
My Dearest Syaikhan : Lima Tahunmu My Dearest Syaikhan : Lima Tahunmu
My Dearest Syaikhan : Mendapatkan Cerita Kembali Tentang Dirimu My Dearest Syaikhan : Mendapatkan Cerita Kembali Tentang Dirimu
My Dearest Syaikhan : Ketika Nenek Merindu My Dearest Syaikhan : Ketika Nenek Merindu
My Dearest Syaikhan : Video Untuk Nenek My Dearest Syaikhan : Video Untuk Nenek
My Dearest Syaikhan : Memimpikanmu My Dearest Syaikhan : Memimpikanmu
My Dearest Syaikhan : Pelangi di Duniamu My Dearest Syaikhan : Pelangi di Duniamu
My Dearest Syaikhan : Pelangi di Duniamu (2) My Dearest Syaikhan : Pelangi di Duniamu (2)

93 respons untuk β€˜Pertarungan di Arena Karet Gelang’

  1. herma1206 September 26, 2013 / 20:42

    Naah..itu klo di fisika namanya Gelombang Berjalan…
    *teteuuup… πŸ˜€
    Tpi bagus juga…aplikasinya bisa buat permainan…

    • jampang September 26, 2013 / 21:20

      oooo…. tranversal atau longitudinal… bagamainaca rumus menghitung panjang gelombang atau lamda

      πŸ˜›

      • herma1206 September 26, 2013 / 21:46

        Transversal duuuunk…klo bunyi baru longitudinal..
        Waah..msh inget aja mas materinya πŸ˜€

        Lamda = cepat rambat/frekuensi
        ξš•
        \=))_ξš•
        (( 
        <,'\/ β€Žβ€‹β€‹β€‹β€Žβ€‹β€Žβ€‹β€Žβ€Žβ€‹Ζ—Ζ—Ι‘Ζ—Ζ—Ι‘Ζ—Ζ—Ι‘ΒΊΒ°ΛšΛ˜ΛšΒ°ΒΊΖ—Ζ—Ι‘Ζ—Ζ—Ι‘Ζ—Ζ—Ι‘.. Asli nih belajar fisika πŸ˜€

      • jampang September 26, 2013 / 22:51

        inget lah…. weh… rumusnya nggak kliatan πŸ˜€

      • herma1206 September 27, 2013 / 05:19

        oowh..kok gak keliatan..??
        oowh..krn sy negtik pake bb, rumusnya ketimpa ama icon ketawa..hehe..
        di bb bisa ngetik otomatis gitu.. πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 05:22

        keliatan rumusnya… cuma bentuknya jadi bahasa nggak jelas gitu

      • herma1206 September 27, 2013 / 05:34

        iya..itu hrsnya yg bagian bawah rumus dikasih spasi, jadi ketikannya terpisah…

        jadi gini, klo di bb saya ketik “haha” yg keluar seperti itu..tpi ternyata hasilnya klo diliat via lepi gak jelas..

        sama kayak yg waktu itu saya ketik “alaikum” yg keluar alaykumsalam dlm bahasa arab..gitu.. πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 05:39

        πŸ˜€ pastinya beda tampilan di BB sama di laptop

      • herma1206 September 27, 2013 / 05:43

        iya..diliat di hape andro juga gak bisa kan..??
        emang ekslusif bb mah.. πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 05:47

        iya nggak jelas. makanya saya nggak mau pake BB karena eksklusif gitu πŸ˜€

      • herma1206 September 27, 2013 / 05:53

        yg ekslusif2 itu kan beda πŸ˜€
        saya dlu belinya buat memudahkan komunikasi aja ama siswa..via bbm..secara anak sekolah pegangannya bb semua

      • jampang September 27, 2013 / 06:01

        ooooo… begitu. kalau saya nggak punya siswa jadi nggak pake BB πŸ˜€

      • herma1206 September 27, 2013 / 06:14

        ya gak harus nunggu punya siswa dlu juga sih,,hehe..
        tpi menurut sy sih ya sama aja..cuma aplikasi2 di andro emang lebih mantap,
        tpi kebanyakan org kan cuma ikutan trend, lgi booming android, beli android, tpi aplikasi2nya yg bagus gak digunain, cuma buka fb ama twitter aja..ya percuma..

      • jampang September 27, 2013 / 06:21

        πŸ˜€
        ya… ya… saya termasuk yang tidak memaksimalkan aplikasi yang ada

      • herma1206 September 27, 2013 / 06:32

        yaaaah…bukan ngomongin mas rifki yee..
        Klo mas rifki kan udh jelas fungsinya buat apa, utk syaikhan tercinta πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 08:42

        πŸ˜€
        itu juga sepertinya kurang maksimal

      • herma1206 September 27, 2013 / 08:56

        ya gpp..yg penting kan tercapai…

      • jampang September 27, 2013 / 09:09

        ya.. ya…
        nggak usah dipaksakan πŸ˜€

      • herma1206 September 27, 2013 / 09:19

        bener..yg penting seang dan bahagia πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 12:38

        yup..

      • herma1206 September 27, 2013 / 08:58

        yaaah…emoticon sy kok gak keluar..
        pdahal udh coba di lapak sendiri bisa..
        gimana sih caranya..??

      • jampang September 27, 2013 / 09:11

        πŸ˜€

        hmm… ini masuk pertanyaan ke dua setelah pembuatan home. berarti harus tampilin link saya di blog mbak πŸ˜›

      • herma1206 September 27, 2013 / 09:21

        wedeeeeeeew…inget aja..
        ya gpp deh..demi ilmu πŸ˜€ klo perlu sy buatin dah postingan khusus sebagai ucapan terima kasih πŸ˜›

      • jampang September 27, 2013 / 12:38

        wuih…. mantap tuh πŸ˜€

      • herma1206 September 27, 2013 / 13:11

        mantaaph siiih..
        tapi carana mana…??gak dijawab πŸ˜›

      • jampang September 27, 2013 / 13:16

        caranya… gambarnya harus sudah ada di media wordpress. sebab saya belum berhasil pakai gambar yang urlnya di luar media wordpress kita.

        buka halaman posting.
        klik insert media.
        pilih gambar yang akan digunakan.
        lalu atur ukurannya yg akan ditampilkan.
        selanjutnya klik tbak tampilan text yang ada di pojok kanan.
        copy codenya
        paste di bagian komentar.

        selesai

      • herma1206 September 27, 2013 / 13:54

        waah…lengkap..

        nanti sy cobain deh klo ada lapak baru, kloberhasil dan bagian home juga udh dibuat…janji hrs ditunaikan nih πŸ˜€

        btw….insert media, gambarnya udh hrs ada di harddisk ya..boleh gak lgsung dri web?

      • jampang September 27, 2013 / 15:21

        ya udah pernah diupload sebelumnya juga bisa. tadi saya nyobna kalau dari web orang lain masih gagal. mungkin ada kode yang kurang kali.

        selamat mencoba

      • herma1206 September 27, 2013 / 15:28

        ya..ya..baiklah..
        nanti sy coba di postingan mas rifki yg baru..
        tadi udah komen sih….gpp lah..kan pgn double πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 16:11

        πŸ˜€
        silahkan… silahkan…

    • jampang September 26, 2013 / 22:47

      pasti masa kecilnya bahagia πŸ˜€

  2. fenny September 26, 2013 / 22:01

    hebat lohhh msh kecil sdh d ajarin fisika …. “1 jempol”
    jd mau mencoba permainannya … πŸ˜€

    • jampang September 26, 2013 / 22:53

      itu cerita fiksi

      • fenny September 26, 2013 / 23:03

        oooo … fiksi n fakta jg gpp kan muji … itu pujian scr umum … πŸ™‚

      • jampang September 27, 2013 / 05:03

        terima kasih….

      • fenny September 26, 2013 / 23:05

        wkt kecil saya blm prnh main permainan ini … apa d zaman saya sdh hilang ya permainannya *serasa tua ya* πŸ™‚

      • jampang September 27, 2013 / 05:04

        ya kalau suka main di daerah yg banyak lahan tanah dan banyak rumput mungkin masih ada

      • fenny September 27, 2013 / 07:32

        Ooo gitu ya … Saya dulu sih klo ada tanah kosong apalagi kebun lbh srg main galasin, nyepletin kecapi ma ngumpulin karuk duren jatuh … πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 08:45

        seru juga kayanya tuh

      • fenny September 27, 2013 / 12:54

        yup … so pasti seru banget bermain dgn alam … πŸ™‚
        skrg dah ssh d cari pohon2nya (jamblang, kecapi, durian) …

      • jampang September 27, 2013 / 13:13

        tempatnya tumbuhnya udah diganti

      • fenny September 27, 2013 / 13:18

        yup … dah d ganti tumbuhan yg sgt keras n ngga bs d mkn alias bangunan … πŸ™‚
        tp kyknya d daerah rmh saya yg dulu tinggal pohon durian deh yg msh ada …

      • jampang September 27, 2013 / 13:42

        lumayan kalau lagi berbuah

      • fenny September 27, 2013 / 14:08

        Lumayan ka klo d bagi, krn itu pny org bkn pny saya … πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 15:22

        yaaah

      • fenny September 27, 2013 / 21:59

        πŸ˜€
        Knp yaaah ka? Mau karuk durennya … πŸ™‚

      • jampang September 28, 2013 / 05:27

        enggak

      • fenny September 28, 2013 / 05:58

        πŸ˜€

  3. Firsty Chrysant September 26, 2013 / 22:33

    permainan tradisional sekarang udah jaraaaaanggg banget yaahh

    • jampang September 26, 2013 / 22:54

      hampir hilang… sempet beberapa waktu lalu lihat anak2 main galasin/gobaksodor di depan rumah

  4. ayanapunya September 26, 2013 / 23:59

    Baru tau ada mainan kayak gini

    • jampang September 27, 2013 / 05:05

      sekarang bisa ngajak temen-temen buat mainan kaya gini πŸ˜€

      • ayanapunya September 27, 2013 / 05:08

        Yee.. udah ketuaan kali πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 05:12

        dalam khayalan saya… saya masih ingin memainkan permainan itu πŸ˜€

      • ayanapunya September 27, 2013 / 05:15

        Kalau permainan masa kecil yang masih ingin saya mainkan itu main kelereng kali ya πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 05:19

        πŸ˜€
        di zaman saya hampir nggak ada perempuan yang main kelereng

      • ayanapunya September 27, 2013 / 05:26

        Lho, kok bisa? Jadi waktu itu perempuan mainnya apa?

      • jampang September 27, 2013 / 05:38

        lompat tali, taplak, bekel, congklak. atau mainan yang sama-sama dimainkan anak laki dan perempuan semisal galasin/gobak sodor, takadal dll

      • ayanapunya September 27, 2013 / 05:45

        Saya juga main lompat tali, congklak sama gobak sodor. Paling penasaran sama main layangan. Nggak bisa soalnya πŸ˜€
        Klo taplak mainan apa ya?

      • jampang September 27, 2013 / 05:49

        di sini sebutannya begitu. yang lantai/tanah dibuat kotak-kotak, kemudian melempar batu ke salah satu kotak, lalu pemainnya berjalan dengan satu kaki ke kotak-kotak lain dan tidak boleh menginjak kotak yang ada batu yang dilempar tadi.

      • ayanapunya September 27, 2013 / 05:57

        Ooo. Itu di sini namanya main inting. Saya juga sering main itu dulu

      • jampang September 27, 2013 / 06:09

        sepertinya mainan umum, cuma beda nama aja di setiap daerah

      • ayanapunya September 27, 2013 / 06:10

        Iya. Dan sekarang udah ga ada lagi yang main kyk gitu

      • jampang September 27, 2013 / 06:20

        sesekali sih saya masih lihat. bahkan dulu syaikhan pernah main. saya rekam videonya πŸ˜€

      • ayanapunya September 27, 2013 / 06:23

        Soalnya saya jarang liat di gang saya anak2 main tradisional. Mgkn krn kerja kali ya. Syaikhan main apa di videonya?

      • jampang September 27, 2013 / 06:30

        main taplak. taplaknya mina dibuatin sama kakeknya

      • ayanapunya September 27, 2013 / 06:47

        Ooo. Mainnya sama kakek dong?

      • jampang September 27, 2013 / 08:44

        main sendirian… mungkin ada kali di youtube videonya

      • ayanapunya September 27, 2013 / 08:49

        ooo. tumben nggak ngasih link πŸ˜›

      • jampang September 27, 2013 / 08:53

        πŸ˜€
        di kantor nggak bisa buka facebook dan youtube

      • ayanapunya September 27, 2013 / 08:58

        o iya. lupa πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 09:10

        saya ingatkan kembali. tapi kalau buat googling sih bisa. syaikhan main taplak. kira2 ketemu nggak yah

      • ayanapunya September 27, 2013 / 09:13

        kalau syaikhan main taplak nggak ada. tapi kalau syaikhan aja banyak video yt-nya πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 09:38

        karena saya upload πŸ˜€
        mungkin yg main taplak nggak saya upload kali yah

      • ayanapunya September 27, 2013 / 09:40

        iya kayaknya. banyak banget videonya yah πŸ˜€

      • jampang September 27, 2013 / 12:40

        sekalian buat backup. semenjak saya punya hp android dan meang tujuan beli hp itu untuk mendokumentasikan foto dan video syaikhan

      • ayanapunya September 27, 2013 / 12:53

        iya. kadang nyimpan di internet bisa lebih aman. secara hard drive bisa rusak. saya aja juga sekarang nulis cerpen nyimpannya ke dropbox

      • jampang September 27, 2013 / 13:12

        makin banyak tempat backup semakin bagus

  5. elam September 27, 2013 / 05:51

    Baru tahu kalau ada mainan tradisional gini…
    Jaman saya aja mainan tradisional mulai banyak tergerus.
    Untungnya sama kayak ente mas, orangtua saya jg ngajarin beberapa permainan tradisional yang udah jrang dimainin. Berkesan sampai sekarang…
    Semoga syaikhan nanti jg berkesan ya πŸ™‚

    • jampang September 27, 2013 / 06:00

      jaman saya masih banyak lahan kosong dan tanah lapang. jalan-jalan juga masih sepi dna belum banyak kendaraan. jadi bisa disulap jadi arena bermain.

      jalan aspal digaris denga bata merah untuk tempat bermain gobak sodor/galasin. tiang listrik dijadikan sengan pertahanan dalam permainan bentengan. dsbg.

      aamiin πŸ™‚

  6. ibuseno September 27, 2013 / 12:06

    permainan jadul.. ada aja idenya dan bahan2 yg mudah didapat

    • jampang September 27, 2013 / 13:02

      iya teh.
      saya jadi pengen bikin buat syaikhan dari papan, nanti coba mainin berdua πŸ˜€

  7. nurme September 27, 2013 / 13:34

    Sudah sangat jarang orang tua jaman sekarang yang memperkenalkan permainan tradisional, padahal kadang banyak makna terkandung didalamnya.

    • jampang September 27, 2013 / 13:45

      iyah. udah jarang.

      • nurme September 27, 2013 / 14:27

        Sayang sekali

      • jampang September 27, 2013 / 15:25

        ya begitulah

      • nurme September 27, 2013 / 15:42

        πŸ™‚

  8. Lelaki dan Benang Januari 30, 2016 / 12:29

    Wow..cerpen yg bagus.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘. jadi inget permainan waktu kecil, nama kembang dan pohonnya apa ya?

    • jampang Januari 30, 2016 / 13:33

      Iya. Itu memang permainan masa kecil. Nah, soal nama rumputnya itu saya juga nggak tahu. Soalny rumput liar yg tumbuh sembarangan

      • Lelaki dan Benang Januari 30, 2016 / 14:38

        Saya ude inget sekarang.. uletnya dahulu saya buat pake kembang pohon banyam liar atau kembang pohon ilalang..hahaha

      • jampang Januari 30, 2016 / 20:43

        ah… iyah… daunnya memang mirip bayam.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s