Behind

ilustrasi : http://shutterstock.com/

Beberapa waktu lalu saya memposting tentang Bir Pletok. Pasalnya karena setelah seorang teman saya memesan, beberapa teman lainnya pun ikut memesan bir pletok. Mungkin penasaran. Mungkin juga suka. Maka selama hampir seminggu lebih, saya selalu membawa bir pletok ke kantor. Kadang hanya membawa yang besar saja atau yang kecil saja, kadang keduanya. Tergantung pesanan. Lumayan untuk menambah pemasukan untuk beli pulsa internet :D.

Nah, dibalik proses pemesanan dan jual-beli bir peletok ini, ada kejadian yang menurut saya lucu walaupun sebenarnya tak pantas untuk ditertawakan. Sebab menertawakan orang lain karena ketidaktahuan mereka bukanlah hal yang baik.

Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandainya seseorang pasti ada hal yang tidak diketahuinya. Ya, tak ada seorang pun di dunia ini yang tahu segalanya, betapa pun pandai dirinya.

Begitulah kira-kira kesimpulan yang saya temukan setelah menjadi “pengedar” bir pletok. Pasalnya, di antara para pembeli bir pletok ada yang sama sekali belum pernah mencobanya.

Sebuah kesimpulan yang mengada-ada? Bisa jadi. Sebab tulisan kali ini pun banyak kata-katanya yang saya ada-adakan yang sebelumnya tidak ada sama sekali.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sempat terlontar dari para pembeli bir pletok. Jawaban yang saya tulis di sini bukanlah jawaban saya yang sebenarnya karena saya tak mungkin menjawab dengan kalimat-kalimat yang anda baca di sini. Bagaimanapun juga, pembeli adalah raja yang harus dihormati dan dilayani, bukan ditertawakan.

Pertanyaan 1: Bir pletok itu untuk diminum atau apa?

Bir pletok bukan untuk cuci muka karena bir pletok bukanlah pembersih wajah berbentuk cairan yang jika digunakan akan menghilangkan jerawat atau pun bekas jerawat, mengaburkan noda hitam di wajah, serta meniadakan kerutan di kulit wajah anda. Jika anda tidak percaya, silahkan bedakan rasanya, apakah bir pletok ini lebih enak diminum atau dijadikan sebagai pembersih wajah.

Pertanyaan 2 : Sebelum diminum perlu dicampur air atau tidak?

Meskipun warnanya merah mirip sirup dan kemasannya juga menggunakan botol sirup, bir pletok bukanlah sirup. Bentuknya lebih encer daripada sirup. Karenanya, tak perlu mencampur bir pletok dengan air ketika akan diminum. Tapi jika anda ingin mencampurnya dengan air, silahkan saja. Toh yang di tangan anda adalah bir pletok milik anda. Yang dilarang adalah mencampur minuman milik orang lain dengan bir pletok anda.

Pertanyaan 3 : Sebelum diminum perlu dikocok atau tidak?

Bir pletok bukanlah sirup obat batuk yang harus dikocok terlebih dahulu sebelum diminum. Buka saja tutup botolnya. Lalu minum langsung dari botolnya atau tuang terlebih dahulu ke dalam gelas, kemudian minum. Cara minum bir pletok lebih simpel daripada minum obat batuk.

Pertanyaan 4 : Boleh dicampur es batu atau tidak?

Tak ada yang melarang. Silahkan. Bagi yang lebih suka minuman dingin, bir pletok bisa dicampur dengan es batu. Bir pletok juga bisa di simpan di dalam kulkas. Yang penting jangan dicampur dengan minuman milik orang lain ataupun minuman keras lainnya.

Pada kejadian di atas, saya mentertawakan orang lain karena ketidaktahuan mereka dan saya berada di posisi yang sudah terlebih dahulu tahu. Jelas, itu bukanlah hal yang terpuji. Ketidaktahuan mereka bukanlah lawakan yang layak ditertawakan. Sebaliknya momen tersebut sangat layak untuk dijadikan untuk berbagi pengetahuan.  Sebab kita bisa memberi dengan apa yang kita miliki. Meskipun sedikit.

Mungkin di lain waktu atau kesempatan, saya berganti posisi. Saya yang ditertawakan oleh orang lain karena ketidaktahuan saya. jelas, itu bukanlah hal yang menyenangkan. Ketidaktahuan saya seharusnya menjadi pemicu untuk mencari tahu. Sebab itulah, saya mengjadikan kalimat “mencoba untuk terus terus belajar” sebagai tagline blog ini.


Tulisan Terkait Lainnya :

38 respons untuk ‘Behind

  1. herma1206 September 28, 2013 / 08:29

    klo sy jadi pembeli..berhubung blm tau sama sekali..sy mgkn akan nanya dgn pert.no 2 dan 3. No.3 krn sy pikir ini kan campuran rempah2..ya mgkn bisa aja ngendep di bawah campurannya…tapi gk tau ya diketawain ato gak ^_^

    eh..bukannya dilarang ya minum lgsung dari botol?gak nyunnah..

    • jampang September 28, 2013 / 08:42

      ya pasti nggek tahu kalau saya ketawa apa nggak. kan nanyanya online 😀

      iya kah? belum tahu saya haditsnya

      • herma1206 September 28, 2013 / 09:02

        Tapi klo menurut penerawangan sy, sepertinya sih ngakak smp keguling2..*lebay 😀

        Setau saya gitu mas..ntar gugling dlu deh hadisnya..

      • jampang September 28, 2013 / 10:12

        Nah… Ngakak guling2 itu gimana yah?

        Oke deh…

      • herma1206 September 28, 2013 / 13:13

        ketawa ngakak2..trus sambil guling2…
        mau dicontohin..?? 😀

      • jampang September 28, 2013 / 18:56

        nggak jadi 😀

      • herma1206 September 28, 2013 / 21:09

        Xixixi…Siapa juga yg mau 😛

      • jampang September 28, 2013 / 21:21

        😀

      • herma1206 September 28, 2013 / 13:15

        ada hadistnya: Abu Sa’id Al-Khudri rodhiallohu anhu berkata:
        “نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اخْتِنَاثِ الأَسْقِيَةِ”
        “Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam melarang minum dari ujung botol/ teko”. (HR. Bukhori: 10/78 dan Muslim: 2023)

        saya nemunya di sini:
        http://referensiagama.blogspot.com/2011/01/kaifiat-makan-dan-minum-menurut-islam.html

      • jampang September 28, 2013 / 18:56

        terima kasih infonya, mbak

      • herma1206 September 28, 2013 / 21:09

        Sama2… 🙂

      • jampang September 28, 2013 / 21:21

        🙂

  2. ayanapunya September 28, 2013 / 08:42

    Ngebayangin ada yg nanya pertanyaan nomor 1 dan mas rifki bengong dulu baru kasih jawaban 😀

    • jampang September 28, 2013 / 10:10

      Kalau riilnya ya sepertinya saya ketawa dulu mbak. Nggak langsung ngasih jawaban panjang gitu 😀

      • ayanapunya September 28, 2013 / 10:17

        Iya. Reaksi pertama itu antara bengong, senyum atau langsung ketawa 😀

      • jampang September 28, 2013 / 12:17

        Dan memang reaksinya seperti salah satu dari tiga itu

      • ayanapunya September 28, 2013 / 12:20

        Ketawa tadi kan? Jangan2 jawabannya beneran yg ditulis td 😀

      • jampang September 28, 2013 / 12:23

        Iya. Tp kayanya nggak mungkin saya ketawa sambil ngomong kaya jawaban itu. Kepanjangan 😀

      • ayanapunya September 28, 2013 / 12:36

        Ya pastinya. Tapi kok nyambungnya ke pembersih wajah sih? Haha 😀

      • jampang September 28, 2013 / 18:55

        ya keingetnya itu soalnya 😀

      • jampang September 28, 2013 / 19:21

        😀

      • ayanapunya September 28, 2013 / 19:29

        Mas saya komen di lapak yang baru tuh
        *info penting 😀

      • jampang September 28, 2013 / 19:37

        sudah dibalas kok

      • jampang September 28, 2013 / 19:57

        🙂

    • jampang September 28, 2013 / 12:18

      Ya kalau minum satu drum mabok juga lah…. Kembung 😀

    • nurme September 28, 2013 / 14:02

      Cobain duluan ya.. Nanti kabar-kabari ya Rio. Hahahaha..

  3. nurme September 28, 2013 / 13:59

    *ngakak baca pertanyaan nomor 1
    Soalnya dapat pertanyaan yang sama.
    Kalau pertanyaan no. 2, kata sahabat mama enak dicampur katanya. Irit.
    “aya-aya wae”

    • jampang September 28, 2013 / 18:58

      dicampur bisa irit tapi rasanya kurang

      • nurme September 28, 2013 / 19:25

        katanya sahabat mama gitu waktu kemarin saya liat. Tapi dia dikasih satu minta nambah. Artinya…

      • jampang September 28, 2013 / 19:30

        dia suka

      • nurme September 29, 2013 / 09:48

        iya katanya… mau kalau dikasih lagi. 🙂

      • jampang September 29, 2013 / 10:01

        ya kasih aja lagi kalau masih ada

      • nurme September 29, 2013 / 11:15

        Abis dooonk 🙂

      • jampang September 29, 2013 / 11:45

        Ya kalau udah habis mau diapain lagi. Tinggal bilang aja. Beres.

      • nurme September 29, 2013 / 12:02

        udah 🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s