[Prompt #28] Ijab Qabulku, Malam Pengantin Mereka

ilustrasi : http://shutterstock.com/

Pagi yang sangat cerah, secerah hati Ihsan yang akan melaksanakan pernikahan dengan perempuan pilihannya, Ayna. Ihsan kini dalam perjalanan menuju gedung tempat akad nikah dan resepsi pernikahan dilakukan. Ia ditemani oleh supirnya. Sementara anggota keluarga yang lain masih berada di rumah. Mereka akan segera menyusul ke lokasi.

Pak Junaedi, sopir Ihsan, mengendarai mobil dengan laju cukup kencang. Wajar. Lalu-lintas lancar. Sepertinya, perjalanan pagi itu tidak akan menemui banyak halangan. Jika demikian, mungkin Ihsan akan tiba jauh lebih cepat dari waktu yang diperkirakan.

Namun harapan tinggal harapan. Semuanya tiba-tiba berubah dalam bilangan detik.

Sebuah mobil tiba-tiba berhenti mendadak di depan mobil yang ditumpangi Ihsan bersamaan dengan suara benda bertabrakan. Pak Junaedi mencoba untuk menghindari mobil tersebut dengan membanting setir ke arah kiri. Tapi terlambat. Sisi kanan mobil Ihsan menabrak bagian belakang mobil yang berhenti mendadak. Akibatnya mobil Ihsan terpental ke sisi kiri jalan, menabrak pembatas jalan, dan terperosok ke dalam kali.

Sedetik kemudian, dunia Ihsan menjadi gelap.

—o0o—

“Gimana keadaanmu, Bang?” Tanyaku setelah melihat Ihsan mulai sadar. Ada beberapa luka di tubuhnya, terutama di bagian kaki kirinya. Tapi dia masih beruntung, menurut pemeriksaan dokter, tak ada tulang yang patah.

“Kakiku, Fan. Sakit ketika digerakkan.” Jawabnya sambil meringis menahan sakit. “Bagaimana dengan Ayna? Bagaimana dengan pernikahanku, Fan?” Ihsan mulai panik. Aku juga. Sebab satu jam lagi acara pernikahan Ihsan dan Ayna akan segera dimulai.

“Tenang, Bang!” Kucoba menenangkannya. “Kamu nggak mungkin berangkat ke sana dengan kondisi seperti ini. Istirahat saja dulu!”

“Tolong bantu aku, Fan. Aku tak ingin membuat Ayna dan keluargnya kecewa dan malu kepada para tamu undangan kalau pernikahan hari ini tak terlaksana. Tolong kau cari jalan, Fan!” Pinta Ihsan.

Kucoba berpikir keras untuk mencari solusi.

—o0o—

Ayna bersedia untuk tetap melanjutkan proses akad nikah. Begitu juga keluarganya. Aku yang kini berada di hadapan Ayah Ayna. Siap melakukan ijab-qabul.

—o0o—

Malam sudah cukup larut. Aku tak ingin berlama-lama di kamar ini menemani Ihsan. Lagi pula, sudah ada seseorang yang lebih tepat untuk menemaninya.

“Bang, aku pamit pulang dulu. Lagian juga nggak enak, masa malam pertama pengantin bertiga.” Ucapku sambil tertawa.

“Bisa aja kamu, Fan. Terima kasih atas bantuanmu hari ini. Hati-hati di jalan!” Pesan Ihsan.

“Oke. Sip!” Jawabku sambil melangkah keluar kamar rumah sakit itu dan meninggalkan Ihsan dan Ayna.

Kuyakin, meski bukan dalam situasi dan kondisi yang mereka harapkan, mereka pasti bisa menikmati malam pertama sebagai pengantin baru. Dan aku, sepertinya sudah siap untuk mengucapkan qabul untuk kedua kalinya setelah yang pertama siang tadi. Tentunya dengan perempuan pilihanku.

“Saya, sebagai wakil dari Muhammad Ihsan bin Zainal Abidin, telah menerima nikahnya dan kawinnya, Ayna Mahiya binti Ahmad Husaini, dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas seberat dua puluh gram, dibayar tunai.”

*****

439 Kata. Hasil remake dari tulisan lama yang ini untuk MFF#28


Tulisan Terkait dan Prompt MFF Sebelumnya :

Lelaki yang Tak Melakukan Ijab Qabul di Hari Pernikahannya Lelaki yang Tak Melakukan Ijab Qabul di Hari Pernikahannya
[Prompt#27] Lelaki di Gerbong 13 [Prompt#27] Lelaki di Gerbong 13
[Prompt#26] Lelaki Tua Pencari Berita [Prompt#26] Lelaki Tua Pencari Berita
[Prompt#25] Susu Untuk Sari [Prompt#25] Susu Untuk Sari
[Prompt#24] Tiga Permintaan Untuk Menjadi Sang Bintang [Prompt#24] Tiga Permintaan Untuk Menjadi Sang Bintang
[Prompt#23] Katib [Prompt#23] Katib
[Prompt#22] Nyatanya, Aku Tak Bisa Melupakanmu! [Prompt#22] Nyatanya, Aku Tak Bisa Melupakanmu!
[Prompt#21] Lelaki dan Perceraian di Hari Pernikahannya [Prompt#21] Lelaki dan Perceraian di Hari Pernikahannya
[Prompt#20] Takkan Ada 2 Cinta [Prompt#20] Takkan Ada 2 Cinta

127 respons untuk ‘[Prompt #28] Ijab Qabulku, Malam Pengantin Mereka

  1. herma1206 Oktober 1, 2013 / 08:44

    haaa…nikahnya dua kali…tapi dgn org yg sama..??
    jatuhnya ihsan zina dunk..?? apa saya yg salah ngerti nih..
    btw..kok mirip2 dgn novel yg sya buat yg mau minta bntu itu.. 😀

    • jampang Oktober 1, 2013 / 08:48

      enggaklah… masa nikahnya dua kali. nikahnya sekali koq. coba dibaca dan dipahami lagi…. 😀

      iya kah?

      • herma1206 Oktober 1, 2013 / 08:54

        okee..coba sya baca lagi deh bener2..smpai paham sepaham2nya..

        iya..cuma bedanya kakaknya yg ngalah, biarin adiknya yg nikah, bru nanti di chapter II, ttg rumah tangga adik ama si akhwat, yg sbenarnya dicintai kakaknya…intinya kira2 gitu deh..

      • jampang Oktober 1, 2013 / 09:01

        sepertinya komplek yah konfliknya

      • herma1206 Oktober 1, 2013 / 09:15

        gak terlalu sih ini..yg bikin mentok itu ya konflik utk chapter 2nya..makanya wktu itu sy bilang, jdi dpt inspirasi pas baca ttg mas rifki ama syaikhan..

        eh..bener gak nih: jadi siang tadi nikahnya ihsan diwakili kakaknya..emang bisa ya nikah itu diwakili..?? trus yg malam abangnya nikah ma siapa?

      • jampang Oktober 1, 2013 / 09:22

        ihsan itu si kakak. irfan itu adiknya.
        karena ihsan kecelakaan maka ijab qabulnya diwakili oleh irfan. dalam hukum fiqih, BOLEH. asal yang minta diwakili sudah ngasih mandat kepada yang mwakili.

        hari itu cuma sekali akad nikah. malamnya ya ihsan sama ayna sudah resmi jad pengantin

        irfan sudah punya calon sendiri, setelah ngucapin qabul sebagai wakil, dirinya udah ngerasa siap 😀

      • herma1206 Oktober 1, 2013 / 09:32

        ya..ya..ya…sy ngerti skrg, jdinya krn udah ngewakili kakaknya, irfan udh siap klo hrs nikah/ngucapin ijab qabul.. Ngerti..ngerti.. banget..
        waah..mgkn sperti ini ya rasanya siswa2 klo sya ajar terus ngerti..wajah mereka sumringah krn senang..

      • jampang Oktober 1, 2013 / 09:58

        betul.

        mmmm,…. iya kali 😀

      • herma1206 Oktober 1, 2013 / 10:40

        pinteeer…
        iya emang..bukan kali 😀

      • jampang Oktober 1, 2013 / 11:38

        😀

      • herma1206 Oktober 1, 2013 / 12:24

        Okaay…undur pamit dlu…
        *mhn dgn segala hormat..jgn dikasih cengiran doang…

      • jampang Oktober 1, 2013 / 12:43

        billaahit taufiq wal hidayah tsummasslaamu ‘alaiikum wa rahmatullaahi wa barakatuh

      • herma1206 Oktober 1, 2013 / 13:40

        Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…:)

  2. chiemayindah Oktober 1, 2013 / 11:44

    ooh, baru tahu kalau ijab qabul bisa diwakilkan…. *manggut-manggut*

    • jampang Oktober 1, 2013 / 12:42

      insya Allah bisa diwakilkan mbak. asal cukup syarat2nya

  3. nurme Oktober 1, 2013 / 13:18

    Ini untuk khusus kasus seperti ini atau semua kasus?

    • jampang Oktober 1, 2013 / 13:41

      dari cerita di atas ya kasus khusus. kan umumnya pengantin lelaki yang melakukan ijab qabul

      • nurme Oktober 1, 2013 / 13:57

        Ada dalam apa hal seperti ini diperbolehkan kalau boleh tau?

      • jampang Oktober 1, 2013 / 14:01

        diperbolehkan dalam berbagai hal

      • nurme Oktober 1, 2013 / 15:53

        Maksudnya berbagai hal?ada penjelasannya?

      • jampang Oktober 1, 2013 / 15:59

        dalam jual beli bisa diwakili.
        penghulu juga pada dasarnya mewakili seorang presiden/raja.
        dalam hal rapat juga kadang-kadang ditunjuk perwakilan

      • nurme Oktober 1, 2013 / 16:27

        Maap kalau saya sangat cerewet bertanya.
        Kalau soal jual beli dan penghulu ada walinya, saya pernah dengar. Tapi ini mempelai pria diwakilkan, saya belum pernah bertemu kasus seperti ini.
        Apakah pernah terjadi kondisi seperti ini? Apakah ada cerita atau hadist atau Al Quran yang mendasari itu. Ini pertanyaan saya sebenarnya. Maap ya

      • jampang Oktober 1, 2013 / 16:31

        di balasan komentar atas saudari fenny ada disebutkan istilah dalam fiqih yang disebut taukil, yaitu mewakilkan. silahkan dilihat jawaban saya di situ yang saya ambil dari situs tanya-jawab fiqih

      • nurme Oktober 1, 2013 / 17:11

        Iya sorry baru baca secara keseluruhan, tadi hanya notifikasi saja.
        Ternyata Rasulullah SAW sendiri pernah mewakilkan pernikahannya kepada Amr bin Umiyyah dan Abu Rafi’. Katanya begitu ya.

        Makasih ya ide buat cari tahunya. 🙂

      • jampang Oktober 1, 2013 / 17:27

        pada kisah yang menceritakan raja najasyi disebutkan…

        Selanjutnya, Amru bin Umayah menyodorkan surat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kedua. Dalam surat itu Rasulullah minta agar Najasyi bertindak sebagai wakil untuk pernikahan beliau dengan Ramlah binti Abu Sufyan yang termasuk rombongan Muhajirin ke Habasyah.

      • nurme Oktober 1, 2013 / 18:52

        Oh begitu ceritanya, maap ingin tahu soalnya dasarnya dari apa. Maklum saya mah gak terlalu banyak tahu masih dalam taraf belajar. Terimakasih ya Bang

      • jampang Oktober 1, 2013 / 18:55

        sama-sama. itu ada keterangan tambahan dari kang hendra

    • tipongtuktuk Oktober 1, 2013 / 17:34

      kondisi mewakilkan seperti itu boleh, kok …
      bukan berarti si perempuan itu dinikahkan dengan si wakil (lelaki yang mewakili) …

      berikut fatwa Lajnah Da-imah dalam perkara seperti itu:

      هل يجوز عقد الوالد لابنه على فتاة نيابة عن الابن إذا كان الابن راضيا بالعقد على هذه الفتاة ، وكذلك الفتاة راضية ، وشهد على الرضا شاهدان عند العقد ؟
      Bolehkah seorang ayah mewakili prosesi akad nikah bagi putranya (yang tidak hadir) berdasarkan kerelaan putranya untuk menikahi seorang perempuan –demikian pula si perempuan pun rela akan pernikahan itu, sedangkan kerelaan keduanya sama diketahui oleh kedua pihak?
      فأجابوا : ” يجوز للأب أن يباشر عقد النكاح لابنه إذا وكله الابن -وكان بالغا- على إجراء العقد ، ويكون النكاح صحيحا إذا تمت أركانه وشروطه وانتفت موانعه . وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم ” انتهى .

      Jawab: boleh bagi seorang ayah menjalankan akad nikah bagi putranya apabila putranya itu mewakilkan kepadanya pelaksanaan akad nikah. Nikah tersebut terbilang sah apabila terpenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat nikah lainnya.

      • jampang Oktober 1, 2013 / 17:36

        wah…. terima kasih banyak, kang 🙂

      • nurme Oktober 1, 2013 / 18:55

        Kang Hendra nanya satuuu lagi.. Jadi yang boleh jadi wali itu siapa?yang satu darah atau sama seperti wali untuk mempelai wanita saat nikah?maksudnya yang menikahkan mempelai wanita.
        Maap ya Kang Hendra. Haturnuhun *maklum kadang suka ada yang nanya gak sengaja

      • tipongtuktuk Oktober 1, 2013 / 19:59

        @Iphie: wali bagi wanita itu ayahnya tentunya … he he he …

      • nurme Oktober 1, 2013 / 22:56

        Laah kan kalau ayahnya ga ada bisa adik atau kakak ayahnya atau sodara laki-laki. Nah dalam cerita ini kan itu adiknya jadi wali. Sempat mikir sih gimana kalau malah sebenernya yang terjadi adalah perempuan itu menjadi nikah dengan pria yang ijab qobul. Mangkanya nanya apa dasarnya. Nah sekarang pertanyaan adalah apakah yang jadi wali dalam kasus ini itu bisa siapa saja dalam arti tidak ada ikatan darah atau bagaimana?maap ya Bang Rifki, ini boleh dijelasin ama siapa ajah

      • jampang Oktober 2, 2013 / 05:03

        nurme sadi :Ternyata Rasulullah SAW sendiri pernah mewakilkan pernikahannya kepada Amr bin Umiyyah dan Abu Rafi’. Katanya begitu ya.

        kalau keterangan itu valid, kira-kira hubungan Rasulullah dengan Amr bin Umiyyah dan Abu Rafi’itu apa?

        saya seh belum mendengar keterangan itu, yang saya tahu Rasulullah pernah minta agar Najasyi bertindak sebagai wakil untuk pernikahan beliau dengan Ramlah binti Abu Sufyan.

        Rasulullah dan Najasyi nggak ada pertalian darah.

        dalam pernikahan, wali itu hanya untuk mempelai perempuan. mempelai lelaki tidak perlu wali.

        di cerita saya si adik bukan menjadi wali kakaknya, tetapi menjadi wakil dalam ijab-qabul.

        perhatikan juga lafaz qabul yang diucapkan sang adik di akhir cerita, di situ dia menyebutkan bahwa dirinya adalah wakil dari kakaknya. maka yang meniikah adalah tetap mempelai perempuan dan mempelai laki-laki.

        lafaz qabul tersebut berbeda dengan lafaz qabul yang diucapkan sendiri oleh mempelai laki2

      • nurme Oktober 2, 2013 / 21:04

        Sebenernya kecele di kata-kata ini :
        “Ayna bersedia untuk tetap melanjutkan proses akad nikah. Begitu juga keluarganya. Aku yang kini berada di hadapan Ayah Ayna. Siap melakukan ijab-qabul.”

        Ya mungkin memang saya yang gak paham jalan ceritanya, maklumlah terbatas dalam kemampuan mencerna.

        Tapi hikmahnya saya menjadi mencari tahu, dan mengenai
        nurme sadi :Ternyata Rasulullah SAW sendiri pernah mewakilkan pernikahannya kepada Amr bin Umiyyah dan Abu Rafi’. Katanya begitu ya.
        Ini adalah hasil googling. Saya gak tau kebenarannya. Sebenarnya itu harusnya bertanya, hanya takut menjadi panjang dan membuat bosan pembaca.

        Terimakasih 🙂

      • jampang Oktober 3, 2013 / 05:01

        sebab proses akad nikah dalam cerita di atas perlu kesepakatan di antara kedua belah pihak. makanya dimusyawarahkan dulu dan mempela perempuan dan keluarganya setuju.

        sama-sama

      • nurme Oktober 3, 2013 / 06:41

        bukan itu maksudnya.
        Ya sudahlah

      • jampang Oktober 3, 2013 / 07:40

        Ooo… Kirain itu maksudnya dari kata kecele.

        Okelah

      • nurme Oktober 3, 2013 / 09:55

        🙂

  4. fenny Oktober 1, 2013 / 13:28

    Bingung … berkali2 bc dl …
    Brrt yg pas ijab kabul itu sapa? N pas malam pengantinnya sapa? *mikir*

    • jampang Oktober 1, 2013 / 13:42

      yang ijab qabul irfan, mewakili kakaknya ihsan. malam pengantinya ya… ihsan dan ayna. irfan belum menikah

      • fenny Oktober 1, 2013 / 15:59

        Mmg boleh ya? Biasanya kasus yg kyk gmn? Klo ijab kabul melalui teleconfrence gmn? *kyk soal ujian ja* 😀

      • jampang Oktober 1, 2013 / 16:07

        Taukil

        Lebih jauh lagi, dalam syariah Islam juga dikenal taukil, yaitu mewakilkan kewenangan untuk melakukan suatu akad kepada orang lain. Akad yang bisa diwakilkan ini bukan hanya akad nikah, tetapi juga termasuk akad jual beli.

        Jadi seperti akad jual beli yang boleh diwakilkan kepada orang lain, maka akad nikah pun buleh diwakilkan. Kedua belah pihak boleh mewakilkan wewenangnya kepada orang lain.

        Calon suami boleh meminta temannya atau siapa pun untuk bertindak atas nama dirinya dalam melakukan ijab kabul. Demikian juga hal yang sama berlaku buat wali, dia boleh meminta orang lain untuk bertindak atas nama dirinya untuk melakukan ijab qabul.

        Kalau dua-duanya mewakilkan ijab qabul kepada orang lain, maka kejadiannya betul-betul luar biasa. Karena tak satu pun dari para pihak yang datang duduk di majelis akad nikah. Tapi hukum akad nikahnya tetap sah. Sebab masih ada dua saksi yang akan berfungsi sebagai ‘supervisor’, di mana mereka berdua memastikan bahwa perwakilan dari masing-masing pihak adalah sah.

        kalau telekonfren saya kurang tahu. yang saya pahami, mempelai laki2/wakilnya dan ayah kandung mempelai perempuan/wakilnya berada di satu tempat yang sama

      • fenny Oktober 1, 2013 / 17:51

        Ohhhh begitu … Trims infonya … Bnr2 br th saya hukum ini …
        Tp knp tulisannya d blog hitam ya??? :/

      • jampang Oktober 1, 2013 / 18:24

        bukannya memang tulisannya warna hitam?

      • fenny Oktober 1, 2013 / 20:11

        Wahhh ajaib ya tlsannya sdh tdk blok hitam tebal … Xixixixi 🙂
        Mksdnya yg td blok ka bkn blog “typo”

      • jampang Oktober 1, 2013 / 20:52

        oooo…. tadi emang sengaja dibikin tebal judulnya doang, eh ternyata kodenya salah pasang, jadi tebal semua

      • pinkvnie Oktober 1, 2013 / 21:11

        oooo begitu …

      • jampang Oktober 1, 2013 / 21:15

        Yup

      • pinkvnie Oktober 1, 2013 / 21:39

        Trims infonya … Bnr2 br th saya hukum ini … “ucapan terima kasihnya d ulang ahhh”

      • jampang Oktober 1, 2013 / 21:49

        Ya… Sama-sama

  5. hana Oktober 1, 2013 / 14:16

    aihhh ini bacanya harus hati2 sekali hehe tapi aku sekali baca udah ngerti

    horayyyy

    • jampang Oktober 1, 2013 / 14:18

      alhamdulillah…. ikutan horraayyyy

  6. diah Oktober 1, 2013 / 14:20

    ooh ternyata bisa yaah kek gitu. kasus khusus yah Mas.

    • jampang Oktober 1, 2013 / 14:26

      insya Allah bisa seperti itu mbak. pernikahannya tetap sah. kalau dalam cerita ini ya ada sebab karena mempelai wanita kecelakaan.

      kalau secara kebiasaan, ya calon pengantin laki-laki dong yang ngucapin qabulnya kalau memang nggak ada halangan. pembuktian bahwa lelaki itu jantan dan berani 😀

  7. Inge Febria Oktober 1, 2013 / 15:49

    alhamdulillah, sempet mikir apa aku yang salah menangkap.

    setelah baca penjelasan puanjang di atas, pemahamanku kali ini benarr 😀

    • jampang Oktober 1, 2013 / 15:57

      alhamdulillah….. saya juga nggak salah berarti 😀

  8. tinsyam Oktober 1, 2013 / 16:34

    serius dulu pernah kejadian kaya gitu, gegara kecelakaan juga, tapi tamu sudah banjir, jadi diwakilkan bapaknya.. doohh.. akhirnya suaminya meninggal dan ibu mertuaya meninggal, dia malah kawin sama bapak mertua beneran tuh..
    pernah ku bahas deh di empi..

    • jampang Oktober 1, 2013 / 16:59

      si bapak itu bersedih atau gembira yah?

      hal itu boleh karena suami dan istri itu belum bercampur. sebab kalau sudah bercampur sudah beda hukumnya, jadi haram

  9. ayanapunya Oktober 1, 2013 / 17:20

    nama tokoh perempuannya lucuuu. mahiya kalau dalam bahas india artinya sayang kalau nggak salah
    *terpaksa komen soal nama karena yang lain udah ngebahas isi cerita 😀

    • jampang Oktober 1, 2013 / 17:30

      oooo….

      tadinya sempet nemu nama aynun mahya yang artinya mata yang bercahaya…. saya ubah sedikit jadi ayna mahiya 😀

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 17:33

        Itu klo ditambah a ditengah jadi ayana 😀

      • jampang Oktober 1, 2013 / 17:34

        oh iya yah 😀
        nama mbak diambil dari kata ayna yang artinya mata?

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 17:36

        Bukaan. Ayana itu dari aa yana. Panggilan si bungsu buat saya 😀

      • jampang Oktober 1, 2013 / 17:40

        eh iyah…. lupa. padahal kemaren baca tulisan yang tantangan menulis itu 😀

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 18:07

        Dimaafkan deh

      • jampang Oktober 1, 2013 / 18:25

        terima kasih….

        *lho…. saya kan nggak minta maaf*

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 18:39

        Haha. Anggaplah impas sama saya yang nanya mas rifki dulu sekolahnya di mana? 😀

      • jampang Oktober 1, 2013 / 18:47

        😀
        ya.. ya… bolehlah…

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 18:53

        😀
        udah ah komennta ditutup aja

      • jampang Oktober 1, 2013 / 18:55

        oke. sebentar lagi jadwal lapak baru akan dibuka 😀

        CLOSED

  10. ayanapunya Oktober 1, 2013 / 17:21

    oya, kalau ga salah dulu ada iklan yang cowoknya baca ijab kabul pakai ponsel gitu

    • jampang Oktober 1, 2013 / 17:31

      nah … kalau pakai ponsel saya nggak tahu apa tetep sah atau nggak. yang saya yakini mempelai laki2 harus satu lokasi/tempat dengan wali perempuan

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 17:39

        Saya taunya soal diwakilkan ini pas amrozi (atau siapa ya) nikah itu. Dia lagi dipenjara trus nikahnya diwakilkan sama siapa gitu

      • jampang Oktober 1, 2013 / 17:47

        oooooo…

        Nabi Muhammad sendiri ketika menikah dengan dengan Ramlah binti Abu Sufyan meminta raja Najasyi bertindak sebagai wakil beliau.

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 18:15

        Saya kok baru tau ya ada istri Rasulullah yg namanya Ramlah
        *ga tamat baca sirah

      • jampang Oktober 1, 2013 / 18:29

        1. Khadijah binti Khuwailid radhiyallaahu ‘anhaa
        2. Saudah binti Zum’ah radhiyallaahu ‘anhaa
        3. Aisyah binti Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhaa
        4. Hafshah binti Umar bin Khaththab radhiyallaahu ‘anhaa
        5. Zainab binti Khuzaimah radhiyallaahu ‘anhaa
        6. Ummu Salamah radhiyallaahu ‘anhaa
        7. Zainab binti Jahsy radhiyallaahu ‘anhaa
        8. Juwairiyah binti al-Harits radhiyallaahu ‘anhaa
        9. Ummu Habibah radhiyallaahu ‘anhaa —> nama Ramlah binti Abu Sufyan
        10. Mariyah al-Qibtiyah radhiyallaahu ‘anhaa
        11. Shafiyyah binti Huyay al-Hilaliyah radhiyallaahu ‘anhaa
        12. Maimunah binti Harits al-Hilaliyah radhiyallaahu ‘anhaa

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 18:40

        Oo iya. Kalau ummu habibah saya pernah dengar. Tapi beliau tetap kalah terkenal dibanding yang lain yak

      • jampang Oktober 1, 2013 / 18:48

        saya juga kenalnya beberapa aja, terutama tiga teratas

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 18:54

        hafsah juga dong. soalnya beliau juga ada ceritanya dalam al qur’an

      • jampang Oktober 1, 2013 / 18:57

        maksud saya yang saya lebih banyak tahu ceritanya. rata-rata seh pernah denger semunya. tapi ya sekilas dan lupa 😀

        yang di al-quran itu yang ceritanya gimana? yang di asbabun nuzul surat at-tahrim yah? soal cemburu?

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 19:04

        iyaa. bener banget. tapi saya kurang tau tafsirnya gimana. kalau nggak salah yang Rasulullah nggak mau makan apa gara-gara salah satu istrinya atau gimana

      • jampang Oktober 1, 2013 / 20:46

        ada dua riwayat mengenai tafsirnya. yang pertama Rasulullah mengharamkan dirinya memakan madu dan riwayat lainnya Rasulullah mengharamkan dirinya menggauli istrinya selama satu bulan. saya pernah nulis cerita yg diselipin tafsir…. cuma nggak keimpor

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 20:49

        Nah iya saya taunya yang madu itu 🙂

      • jampang Oktober 1, 2013 / 20:53

        mau import tulisannya, eh… fasilitasnya error 😀

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 20:55

        tulis lagi 😛

      • jampang Oktober 1, 2013 / 21:08

        Maunya diimport aja biar komentarnya ikutan 😀

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 21:13

        Kalo gitu tunggu fasilitasnya nggak error lagi 😀

      • jampang Oktober 1, 2013 / 21:17

        Kemaren sudah ngadu ke admin. Sudah diperbaiki. Saya mau coba… Eh error lagi. Jd blm sempat ngimport lagi… Hiks

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 21:31

        Kebanyakan bikin link kali 😀
        *kabur

      • jampang Oktober 1, 2013 / 21:45

        Weksss…..
        Biarin ajalah. Kalau nggak bisa import, posting ulang aja. Biarin deh komennya nggak ngikut

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 21:50

        Pasti ada yang komen juga kan kalau diposting ulang

      • jampang Oktober 1, 2013 / 21:53

        Insya Allah ada. Insya Allah ada yg lihat juga 😀

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 21:59

        Kalau rajin buka reader pasti lihat lah 😀

      • jampang Oktober 1, 2013 / 22:01

        Kemungkinan besar paati lihat. Besok insya Allah diposting ulang. Judulnya kalau nggak berubah “Cinta Tak Mengharamkan yang Halal”

        Cukup ee kucing nggak…. eh eye cathing nggak?

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 22:06

        Berhubung sudah dikasih tau, ya lumayanlah

      • jampang Oktober 1, 2013 / 22:13

        Cukupkan buat sementara 😀

      • ayanapunya Oktober 1, 2013 / 22:15

        Iya. Ntar kalau sempat saya baca deh
        *sok sibuk

      • jampang Oktober 1, 2013 / 22:19

        Tahu deh yg udah mulai sibuk rutin 😀

      • jampang Oktober 1, 2013 / 22:35

        Comment closed

  11. deetie Oktober 1, 2013 / 19:23

    jadi maksudnya gimana?? aye bingung dh tu…
    emg blh nikah diwakilin??

    • jampang Oktober 1, 2013 / 20:50

      ijab qabul boleh diwakilin. coba baca komentar yang lain. ada penjelasannya dan juga dallinya

      • deetie Oktober 1, 2013 / 21:17

        hehehe yang komen atas blm aye baca…:)
        trus..trus.. cerita selanjutnya gimana dah tu bang?

      • jampang Oktober 1, 2013 / 21:19

        Ya cukup samoe situ aja. Namanya juga flash fiction… Jumlah katanya nggak lebih dr 500 kata

      • deetie Oktober 1, 2013 / 21:33

        rajin amat abang itungin tu kata2nye… hehehe

      • jampang Oktober 1, 2013 / 21:48

        Ketik di word, di pojok kiri bawah langsung kliatan jumlah katanya ada berapa. Ngapain dihitungin… Kurang kerjaan 😀

      • deetie Oktober 1, 2013 / 22:14

        ya kirain gt abang lagi kaga ada kerjaan jd ngitungi gtuan… kn lumayan klo ngitung sapa tau dpt inspirasi bang…hahaha 😀

      • jampang Oktober 1, 2013 / 22:17

        Nah… Tadi kan bingung mau diisiin apa bunganya, coba aja ngitungin kata-katanya… Siapa tahu dapat inspirasi 😀

      • deetie Oktober 1, 2013 / 22:53

        jiahhh… kalo ntu mah mending itungin domba yg lg lompat sblm tdr… trus ktiduran dpt inspirasi dech… hahaha 😀

      • jampang Oktober 2, 2013 / 05:08

        ya dicoba aja mana yang lebih gampang dan lebih enak 😀

      • deetie Oktober 2, 2013 / 23:03

        ga mo coba ah… mending liat tulisan abang biar dpt inspirasi.. ya kaga bang?? 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 05:04

        ya terserah mpok aje enaknye gimana. BTW blognya belom bisa dibuka

  12. pritakusumaningsih Oktober 2, 2013 / 07:09

    Bisa juga akad nikah dgn tele conference, memanfaatkan teknologi, pakai skype misalnya. Tapi dlm konteks cerita di atas, menyiapkan perangkat2nya mungkin makan waktu ya. Jadi, lebih efektif dan efisien diwakilkan saja

    • jampang Oktober 2, 2013 / 07:53

      saya sendiri lebih condong ke pendapat yang mengahruskan mempelai laki2/wakilnya dan wali perempuan/wakilnya berada dalam satu tempat, bu.

      hasil lihat2 tanya-jawab di rumahfiqih, jawabannya ke prosedur mewakilkan (taukil) daripada melalui media komunikasi.

  13. eksak Oktober 3, 2013 / 19:48

    Kurang greget! Mungkin karna gue udah baca yg sebelumnya? Klimaknya ada di tengah, pas adegan kecelakaan, seterusnya cukup bagus buat sekedar solusi. Sip!

    • jampang Oktober 3, 2013 / 20:17

      Bisa jadi 😀
      Terima kasih banyak

  14. liannyhendrawati Oktober 3, 2013 / 22:35

    wah nikahnya diwakilkan. Baru tau ada yang seperti ini 🙂

    • jampang Oktober 4, 2013 / 02:50

      Iya diwakilkan. Boleh koq dan tetap sah asal cukup syarat dan rukunnya

  15. Helda Oktober 6, 2013 / 09:32

    Perasaan kmrn udh meninggalkan jejak, tapi kayaknya gak nyantol 🙂 dapet pengetahuan baru nih saya, bahwa ijab qobul itu bisa diwakilkan

    • jampang Oktober 6, 2013 / 09:45

      WP saya lagi error kali mbak, makanya nggak nyantol komen sebelumnya.

      Iya mbak. Keduanya bisa diwakilkan. Tapi kalau bisa mah langsung, ngga pake wakil… Biar… Afdhol gitu 😀

  16. latree Oktober 7, 2013 / 12:43

    waha. malah jadi ajang konsultasi wali nikah nih.
    terima kasih yang bang, jadi tahu aku, kalau laki-laki juga bisa diwakilkan.

    • jampang Oktober 7, 2013 / 13:14

      Iya nih 😀

      Sama-sama, mbak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s