Instant

a cup of coffeeKetika saya mendapatkan tugas selama kurang lebih sembilan hari di Meulaboh, saya sempat menikmati kopi khas daerah tersebut. Dua kali seingat saya. Pertama di kantor tempat saya ditugaskan. Kedua di sebuah warung kopi.Di suatu malam, mungkin malam minggu atau malam senin, sebab saat itu ada tayangan siaran langsung pertandingan sepak bola liga Inggris antara Chelsea melawan Norwich, saya menikmati kopi di salah satu warung kopi yang memang banyak terdapat di Meulaboh. Saya dan tiga orang teman memesan minuman yang ada di daftar menu yang kebanyakan berupa kopi dan teh. Teman-teman saya memesan kopi dengan berbagai campurannya seperti susu dan telur atau kopi saja alias kopi tubruk yang cara penyajiannya dengan posisi cangkir terbalik dan meminumnya menggunakan sedotan. Sementara saya memesan teh susu telur.

Entah mengapa saya tidak tertarik untuk sekedar mencicipi aneka minuman olahan kopi yang tersedia di warung tersebut. Padahal bisa saja malam itu menjadi malam yang bersejarah bagi saya di mana untuk pertama kalinya saya menikmati kopi yang dijadikan dengan gelas terbalik dan diminum dengan sedotan. Bersamaan pula dengan momen pertama kalinya saya merasakan yang namanya “Nonton Bareng”. Nyatanya, saya memang bukan pecinta kopi.

Beberapa hari berikutnya, di siang hari, saya berangkat ke sebuah warung kopi lain yang katanya cukup terkenal. Letaknya tak jauh dari Dermaga kota Meulaboh. Berempat. Masing-masing kami menikmati segelas kopi. Hitam.

Saya sendiri sebenarnya bukan pencinta atau penikmat kopi. Saya hanya ingin mengenal rasa kopi asli Meulaboh seperti apa. Tidak lebih. Berbeda dengan rekan-rekan saya  yang katanya adalah penikmat kopi dan sudah mencicipi berbagai rasa kopi dari berbagai daerah.

Setelah mencicipi kopi di masing-masing gelas, rekan-rekan saya pun berkomentar. Masing-masing membandingkan rasa kopi yang meru saja dinikmati dengan jenis kopi lain yang pernah mereka nikmati di waktu dan tempat berbeda.

“Lebih harum dari kopi dari daerah A.”

“Ada sedikit rasa seperti …”

“Lebih nikmat dari kopi yang ada di tempat B.”

Sementara saya sendiri tidak bisa membandingkan berbagai macam rasa kopi dari jenis ataupun daerah yang berbeda. Lidah saya hanya membandingkannya dengan kopi instan yang pernah saya minum ketika mengikuti sebuah kegiatan pendidikan dan pelatihan. Kopi instan yang hanya tinggal menekan sebuah tombol untuk bisa menikmatinya. Dan komentar saya adalah, Kopi instan lebih enak terasa di lidah ini!

Tentu saja, komentar tersebut ditertawakan oleh rekan saya yang lain. Tapi memang seperti itulah yang saya rasakan. Lidah ini tidak akan menipu.

Jika rasa kopi instan, di lidah saya, bisa terasa lebih enak dari kopi tubruk, maka akan berbeda halnya dengan sebuah tulisan. Sebuah tulisan yang enak dibaca tidak bisa lahir secara instan. Butuh proses dan pembelajaran yang panjang. Tidak bisa sekali langsung jadi. Termasuk tulisan-tulisan dalam sebuah blog.

Saya teringat akan sebuah tulisan seorang kolega yang bercerita tentang blognya yang sudah mencapai satu juta hit dengan rata-rata enam ratus hit per hari. Jauh berbeda dengan blog saya yang baru mencapai tiga puluh ribuan hit. Tentunya itu bukan perkara yang mudah untuk dicapai. Bukan pula hal yang dapat dengan mudah diraih.

Tentunya ada sesuatu yang berbeda sehingga blog beserta tulisan-tulisan di dalamnya selalu ditengok oleh para pengunjung. Bisa jadi karena tulisannya yang ringan sehingga enak dibaca. Mungkin karena gaya bahasa dan penuturannya yang sederhana sehingga para pengunjung tidak perlu mengerutkan dahi mereka ketika membaca setiap susunan aksara di setiap tulisan. Mungkin juga karena para pengunjung merasakan banyak manfaat dari tulisan-tulisan yang tersaji di dalam blog tersebut.

Yang pasti, kesemuanya itu bisa terwujud bukan karena proses yang instan. Melainkan proses panjang yang dilalui oleh si pemilik blog. Tulisan yang baik, mungkin sesekali bisa dilahirkan secara instan. Tetapi untuk bisa menghasilan tulisan yang baik secara konsisten, tentunya tidak bisa dihasilkan dari sesuatu yang instan.

Mari belajar dan terus belajar ….


Tulisan Terkait Lainnya :

85 respons untuk ‘Instant’

  1. Ryan Oktober 3, 2013 / 10:18

    Work it….

    • jampang Oktober 3, 2013 / 10:24

      yuppp

  2. herma1206 Oktober 3, 2013 / 11:46

    Sesuatu yg serba instan emang kurang baik, bagusnya melalui proses…
    Tehh susu telur…iiih…ngebayanginnya aja udh enek..

    • jampang Oktober 3, 2013 / 12:23

      enek kenapa? manis lagi. pake madu. juga. nggak kecium amisnya.

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 12:42

        Gak suka susu, dan semua produk susu..eneklah pokoknya di tenggorokan..hiii…ngebayanginnya dah geleuh deh ah..

      • jampang Oktober 3, 2013 / 12:44

        oooo…. ya udah nggak usah dibayangin. langsung tenggak ajah

        😀

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 12:50

        iiiiy..amit2 dah…sy klo emang terpaksa minum susu, mesti nutup idung, gak kuat baunya. Eh..tapi klo susu coklat mau ding..jdi klo susu putih ya hrs dicampur coklat atau kopi..

      • jampang Oktober 3, 2013 / 12:55

        😀

        kalau susu murni mungkin nggak enak, saya juga nggak suka. kalau susu yang udah dicampur dengan rasa lain ya suka.

        susu di teh telur itu susu kental manis, bukun susu murni

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 13:02

        nah..telurnya gimana..?? setengah mateng gitu? atau telur mentah..?? telurnya telur apa…??
        *banyak amat nanyanya yak 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 13:07

        telur mentah. telur ayam kali. soalnya kalau telur cicak sepertinya kekecilan 😀

        telurnya mentah… sepertinya… dulu saya waktu SMP sering banget minum telur ayam kampung mentah… kuning telurnya doank

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 13:35

        hadeeehh…mas rifki siang2 ngajak berantem..eh salah, ngajak ketawa.. 😀

        iya sama..sy dulu masih sd kayaknya, suka dipaksa ama ibu saya minum kuning telur ayam, dicampur madu..dan sy kekeh gak mau..dipaksa2..akhirnya saya nangis..haha..

      • jampang Oktober 3, 2013 / 14:07

        saya malahan nggak pake madu minumnya. langsung GLEK 😀

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 14:18

        wuiiih..pantesan subur… 😀
        *piiiiiiiiis..hehe..^^

      • jampang Oktober 3, 2013 / 14:33

        salah…. waktu sekolah dan kuliah saya kurus.

        setelah kerja dan nggak pernah makan telur lagi, jadi subur 😀

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 14:46

        waah..klo gitu saya jgn makan telur dulu ah skrg..biar subur juga 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 15:23

        itu bukan karena nggak makan telur koq 😀

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 16:26

        oh iya yah..krn hormon deh kayaknya.. 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 16:31

        iya kali…. nggak ngerti

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 16:49

        iya katanya sih gitu…faktor hormon..

      • jampang Oktober 3, 2013 / 17:01

        oooo….. i see

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 17:11

        siip…siip..

      • jampang Oktober 3, 2013 / 17:17

        wassalam

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 17:19

        lain kali salamnya yg lengkap,biar doanya jg banyak
        wa’alaikumsalam warahmatullahi wabaraktuh

      • jampang Oktober 3, 2013 / 17:21

        saya bukannya mau ngucap salam. cuma mau menutup pembicaraan di lapak ini

        atau nanti diganti aja tammat atau end 😀

      • herma1206 Oktober 3, 2013 / 17:24

        jiaah..gak usah di bls aja..udah beres

  3. Firsty Chrysant Oktober 3, 2013 / 11:55

    Perumpamaannya keren banget… antara kpi dan bloh, hehehe kereeeenn.

    Aku kalo di rumah suka minum kopi item asli. tapi itu biasanya nyeruput punya bokap. Rasanya enak deh… bikinan nyokap. Ga aku aja.. adek2 aku juga suka minum punya babe, hehehe… ntaran aja tiba2 kopi bokap udah abisss… hehehe

    • jampang Oktober 3, 2013 / 12:24

      saya jarang minum kopi apalagi yang kopi hitam asli. kalau ayah saya suka. cuma nggak pernah nyeruput 😀

  4. fenny Oktober 3, 2013 / 13:33

    susu dan telur atau kopi saja alias kopi tubruk yang cara penyajiannya dengan posisi cangkir terbalik dan meminumnya menggunakan sedotan -> tumpah dong kopi nya … 🙂

    • jampang Oktober 3, 2013 / 14:06

      nggak koq. pake piring tatakan lah. seperti ini :

      seribu_2013-07-09_114342

      • fenny Oktober 3, 2013 / 15:45

        Brrt mnm nya kyk org lg dinginin kopi panas yg d tiup d piring tatakan dong … Trus sedotannya? Br th klo mnm kopi pake sedotan … 🙂

      • jampang Oktober 3, 2013 / 15:51

        bukan. ketika gelas diposisikan terbalik, kopi akan keluar dari gelas sedikit.nah kopi yang keluar itu yang diiminum pakai sedotan. coba aja lihat gambarnya yang saya tampilkan di koementar sebelumnya

      • fenny Oktober 3, 2013 / 16:00

        Gambarnya br kelihatan ka … Unik jg cr minumnya … Blh tuh nnt d cb 🙂
        Sore2 begini enak nih mnm kopi dingin apalagi da pasangan kopinya … Hmmm yummy … 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 16:11

        selamat mencoba 😀

      • fenny Oktober 3, 2013 / 16:39

        Berantakan … Malah tumpah … 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 16:58

        udah dicoba?

      • fenny Oktober 3, 2013 / 19:02

        Sdh … Tp pake air biasa n blm sukses … 🙂
        Spt nya tuh abang kopinya pintar fisika ya … 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 20:16

        😀 bisa jadi. Atau kopinya adalah kopi khusus. Beda sama kopi yg laen. Barang kali

      • fenny Oktober 3, 2013 / 20:26

        Barang sapa ka d kali … Xixixixi 😀
        Minuman susu telurnya d sajikan begitu jg ka? Itu cm 1 tmpt ja yg penyajiannya begitu or smua tmpt disana?

      • jampang Oktober 3, 2013 / 20:30

        Nggak. Penyajiannya biasa. Sepertinya semuanya nyediain kopi jenis itu.

      • pinkvnie Oktober 3, 2013 / 20:43

        kopinya ngga d beli buat ole2 ka? brgkl buat disini dpt satu bgks … 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 20:49

        Nggak. Saya nggak suka kopi jadinya nggak beli. Beli cuma yg sachetan waktu iti

      • pinkvnie Oktober 3, 2013 / 21:14

        saya jg lbh sk kopi sachetan yg tanpa ampas, klo kopi hitam begini biasanya cuma buat celupin biskuit d dlm kopinya …

      • jampang Oktober 3, 2013 / 21:17

        Ooo…. Saya lebuh sering minum teh manis drpd kopi

      • pinkvnie Oktober 3, 2013 / 21:33

        teh bagus tuh ka buat antioksidan secara sering berkendaraan motor yg penuh dgn asap …
        klo saya th kopi semenjak kuliah yg penuh dgn tugas2, dmn mengerjakan tgs itu hanya bs d mlm hari setelah pulang krj saat mata ngantuk2nya … mata mau d ganjal korek api nggak mgkn jg 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 21:43

        emang berat kalau kuliah sambil kerja. pernah ngerasain, tapi sepertinya lebih santai 😀

      • pinkvnie Oktober 3, 2013 / 22:09

        😀 mgkn krn beda jurusan kali ya ka, kdg tuh nak farmasi ngiri klo ngelihat nak jur lain bs kuliah nyantai2 …
        klo krj smbl kuliah awal2 sih brt tp klo sdh rutinitas lama2 ngga brt hanya ngantuknya itu ja yg ngga bs d thn, pernah sangking capeknya begadang buat tugas smp tertidur d motor dlm perjlnan pulang ….

      • jampang Oktober 4, 2013 / 02:47

        Waduh… Untung nggak kenapa-kenapa. Saya dulu sering ketiduran di atas motor terutama pulang kerja. Sempet jatuh.

      • fenny Oktober 4, 2013 / 07:46

        Alhamdulillah blm sempat sampe jatuh … Jgn sampe jatuh deh … 🙂
        Srg tdr d motor bis ikutan begadang jg ka? 😀

      • jampang Oktober 4, 2013 / 07:52

        Bukan. Kejauhan jarak rumah dan.kantor dan kadang tidur malam dan berangkat pagi-pagi

      • fenny Oktober 4, 2013 / 10:13

        Rumahnya d bw2 aja ka … 😀

      • jampang Oktober 4, 2013 / 10:37

        kaya keong

      • fenny Oktober 4, 2013 / 11:23

        Hahaha … 😀 nah itu mksdnya … Tp bkn saya yg blg ye :p

      • jampang Oktober 4, 2013 / 11:24

        😀

      • fenny Oktober 4, 2013 / 11:26

        Shalat … Shalat … Biar dpt unta 🙂

  5. nazhalitsnaen Oktober 3, 2013 / 13:37

    Saya yang termasuk ndak bisa membedakan rasa kopi yang macem2 itu hehehe.. Yap jelasnya semuanya butuh proses untuk dapat menyajikan kopi yang pas seduhannya atau blog yang renyah dipahami hehehe..

    • jampang Oktober 3, 2013 / 14:08

      betul.
      ah… saya lupa nambahin. menikmati kopi pun tidak bisa langsung diminum… tapi tunggu dulu beberapa saat. kalau langsung diminum… panas… bisa melepuh bibir

      😀

  6. tinsyam Oktober 3, 2013 / 14:13

    beda rasanya kopi tubruk dan instan, apalagi blog..

    • jampang Oktober 3, 2013 / 14:32

      iya mbak. makanya saya bisa bedain. kalau sesama tubruk nggak bisa 😀

  7. ayanapunya Oktober 3, 2013 / 16:21

    Nggak bisa ngebedain rasa kopi juga. Tapi yang saya tau top coffee itu enak 😀
    *promosi

    • jampang Oktober 3, 2013 / 16:31

      saya juga blang kopi yang saya minum waktu kursus itu enak 😀

      *nyebut merek harus bayar*

      • ayanapunya Oktober 3, 2013 / 16:40

        Siapa yang harus bayar? Kan udah lama juga?

      • jampang Oktober 3, 2013 / 17:01

        apanya udah lama. kan nyebut mereknya barusan
        😀

      • ayanapunya Oktober 3, 2013 / 17:12

        O iya. Bayar pakai apa yak? 😀

      • jampang Oktober 3, 2013 / 17:18

        nanti dipikirkan lagi. sekarang belum tahu 😀

      • ayanapunya Oktober 3, 2013 / 17:21

        Hutang saya nambah dong

      • jampang Oktober 3, 2013 / 17:32

        iya kali yah.
        bercanda, mbak 😀

      • ayanapunya Oktober 3, 2013 / 17:40

        Iyaa. Tau kok 😛

      • jampang Oktober 3, 2013 / 17:43

        closed

        *sebelum diduluin kayak yang di lapak satunya lagi*

  8. nyonyasepatu Oktober 3, 2013 / 20:53

    kopi aceh itu emang luar biasa. aku pertama kali nyoba kopi takengon pas sma. minum dari perkebunannya langsung gitu. punya om-nya temen. asli 2 hari gak bisa tidur plus deg2an hahaha. skr sih udah biasa jadinya minum kopi hitam tanpa gula. Kata satpam kantor dulu, mirip kuli hahaha

    • jampang Oktober 3, 2013 / 21:00

      Hwaaa… Tanpa gula? Gimana rasanya? Pahit?

  9. Aura Ide Oktober 4, 2013 / 03:36

    mana kopinya, pasti enak!

    • jampang Oktober 4, 2013 / 03:37

      sekarang udah nggak ada 😀
      bagi penikmat kopi pasti bilang enak

  10. yantist Januari 14, 2014 / 11:41

    Dan saya kembali menemukan komentar2 nyasar di postingan ini, Mas. Nggak nyambung ini komen2nya. Eh jangan2 komen saya juga nyasar ya… 😀

    • jampang Januari 14, 2014 / 11:51

      Iya…. Nyasar juga 😀

  11. pitaloka89 Januari 15, 2014 / 10:14

    Pantesan… tulisan baru ko sudah banyak komennya. Dan sepertinya sudah lama. Makanya beberapa waktu lalu saya hanya melike saja… berasa terlambat soalnya 😀

    • jampang Januari 15, 2014 / 10:50

      😀
      mengalami juga ya mbak?
      sudah kebiasaaan menggunakan link di postingan sebelumnya dan sudah banyak… jadinya kebiasaan

      • pitaloka89 Januari 15, 2014 / 10:59

        ini malah jadi salah coment… hadeuh…. padahal saya mau koment di postingan yg error….
        apa masih error blognya mas?

      • jampang Januari 15, 2014 / 11:14

        kadang2 mbak. selama saya nambahin link terkait di bawah postingan 😀

  12. lazione budy Januari 16, 2014 / 04:44

    saya aman.
    ini temanya komen nyasar tapi kok komennya kopi ya?

    • jampang Januari 16, 2014 / 05:10

      krn komentarnya nyasar masuk postingan lain.

      masih terulang terus kayanya

      • lazione budy Januari 16, 2014 / 05:17

        ternyata saya yg nyasar, permisi…
        betulin dulu kang biar ga bingung.

      • jampang Januari 16, 2014 / 05:18

        kemungkinan kalau linknya dibuat manual nggak akan nyasar, kebanyakan saya bikin pake display code

  13. titintitan Januari 17, 2014 / 08:57

    td komen gakn yasar lageee..

    tapi pas buka yg postingan giveaway kolaborasi ternyata komennya yg masih jaman MP kayanya 😀

    trus refresh lg, bener lagii 😀

    • jampang Januari 17, 2014 / 09:00

      nah…. begitulah untuk postingan lama. untuk postingan dua hari lalu dan kemarin sepertinya sudah tidak bermasalah lagi. semoga

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s