Perhatian Atau Usil?

ilustrasi : http://shutterstock.com/

Suatu ketika…

Seorang lelaki paruh baya datang ke ruangan di mana saya dan rekan-rekan saya bekerja. Beliau langsung menemui salah seorang rekan saya yang ternyata pernah sekantor dengan beliau, sebut saja sebagai M. Sebelum banyak bicara, beliau langsung bertanya, “Sudah ada belum?”.

M yang ditanya langsung menjawab. “Belum.”

Saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, tapi rekan yang lain yang berada di hadapan saya, sebut saja R, rupanya bisa menangkap topik yang dimaksud. R mengatakan bahwa apa yang ditanyakan oleh bapak itu kepada M adalah soal anak. R juga mengalami hal yang sama. Dirinya kerap kali ditanya apakah sudah memiliki anak atau belum, padahal usia pernikahannya sudah cukup lama.

R kemudian menambahkan ceritanya, bahwa dirinya pun sering mendapat pertanyaan yang sama. Di setiap kali pertanyaan tersebut terlontar kepadanya, dirinya akan menganggap yang demikian itu sebagai wujud perhatian kepadanya.

*****

Perhatian. Mungkin hal itu pernah saya dapatkan. Misalnya ketika selama beberapa hari tidak melakukan update status di FB padahal biasanya selalu update status beberapa kali dalam sehari dan mengomentari status teman lain, lalu ketika login kembali, terlihat sebuah pesan yang masuk yang berisi sebuah pertanyaan singkat, “Apa kabar? Ke mana aja?”

Atau ketika tidak melakukan update tulisan  selama beberapa waktu padahal biasanya selalu saja ada yang diceritakan di blog, lalu ketika login kembali terlihat notifikasi sebuah komentar pada postingan terakhir yang isinya berupa pertanyaan singat, “Kok nggak ada update cerita lagi?”

Atau ketika tidak terlihat online dalam sebuah group chat padahal biasanya selalu aktif. Lalu masuklah sebuah SMS berisi sebuah pertanyaan singkat dan doa, “Apa kabar? Semoga baik-baik aja.”

Namun, seperti yang sudah menjadi ketentuan umum dalam kehidupan ini bahwa segala sesuatu memiliki dua buah sisi yang tak terpisahkan. Sebab segala penciptaan di dunia ini selalu berpasangan, seperti siang dan malam, langit dan bumi, suka dan duka, dan sebagainya. Karenanya, mungkin saja bentuk pesan singkat, komentar, dan juga SMS yang menanyakan tentang kabar dan juga hal-hal lain diartikan bukan sebagai sebuah bentuk perhatian, melainkan sebuah bentuk perbuatan usil.

Wajar. Sebab setiap individu punya karakteristik dan sifat yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Lalu bagaimana pendapat anda mengenai hal di atas?

genitSeperti beberapa contoh bentuk pertanyaan sebelumnya, bisa jadi pertanyaan yang baru saja saya ajukan itu adalah sebuah perhatian sebab yang membaca tulisan ini diajak berkomunikasi dan dimintai pendapat. Tentunya yang merasa demikian akan dengan senang hati menjawab melalui kolom komentar.

mikirBisa pula pertanyaan tersebut dianggap sebagai sebuah keisengan belaka lalu ditanggapi dengan sebuah pertanyaan  pula, “Mau tahu aja atau mau tahu banget?” atau dengan versi yang lebih keren “Want to know only or want to know badly?”

marahDan bisa juga pertanyaan tersebut dianggap sebagai sebuah keusilan belaka sebab ingin tahu urusan dan pikiran yang bersifat pribadi. Marah. Lalu meng-klik tanda silang di pojok kanan atas untuk menutup postingan ini.


Tulisan terkait lainnya :

101 respons untuk ‘Perhatian Atau Usil?

  1. nurme Oktober 9, 2013 / 08:50

    Mungkin menyikapi segala sesuatu dengan positif lebih bijaksana. Karena tiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk menunjukkan perhatiannya, baik itu pada orang yang baru dikenal maupun sudah mengenal lama. Itu adalah ungkapan empati. Ini yang sedang saya coba lakukan saat ini. Karena katanya ada yang namanya Hamblumminanas *mohon koreksi kalau penulisan salah

    Jika anda bertanya pada pembaca, bagaimana pendapat anda sendiri sebagai penulis? Karena tulisan diatas masih generalisasi.

      • jampang Oktober 9, 2013 / 08:57

        jampang said:

        Perhatian. Mungkin hal itu pernah saya dapatkan. Misalnya ketika selama beberapa hari tidak melakukan update status di FB padahal biasanya selalu update status beberapa kali dalam sehari dan mengomentari status teman lain, lalu ketika login kembali, terlihat sebuah pesan yang masuk yang berisi sebuah pertanyaan singkat, “Apa kabar? Ke mana aja?”

        Atau ketika tidak melakukan update tulisan selama beberapa waktu padahal biasanya selalu saja ada yang diceritakan di blog, lalu ketika login kembali terlihat notifikasi sebuah komentar pada postingan terakhir yang isinya berupa pertanyaan singat, “Kok nggak ada update cerita lagi?”

        Atau ketika tidak terlihat online dalam sebuah group chat padahal biasanya selalu aktif. Lalu masuklah sebuah SMS berisi sebuah pertanyaan singkat dan doa, “Apa kabar? Semoga baik-baik aja.”

        saya pikir kalimat yang ditebalkan dan digarisbawahi sudah cukup menjelaskan. ternyata belum yah?

      • nurme Oktober 9, 2013 / 11:51

        Jika anda bertanya pada pembaca, bagaimana pendapat anda sendiri sebagai penulis? Karena tulisan diatas masih generalisasi.—–) terganggu/senang
        Itu maksud pertanyaan ini

      • jampang Oktober 9, 2013 / 12:17

        oooo…. kalau begitu jawabannya tergantung orang yang memberikan perhatian.

      • nurme Oktober 9, 2013 / 12:46

        Tetep ms abu-abu jawabannya, jadi mestinya optionnya ditambah jadi 4 pilihan bukan 3 pilihan, 🙂

      • jampang Oktober 9, 2013 / 12:48

        ya silahkan ditambahkan sendiri saja kalau begitu.

      • nurme Oktober 9, 2013 / 13:08

        Hahaha…

      • nurme Oktober 9, 2013 / 13:18

        cara nambahinnya? ;p

      • jampang Oktober 9, 2013 / 13:28

        ya itu tadi dikomentar udah bikin tambahan satu opsi lagi.

      • nurme Oktober 9, 2013 / 13:44

        Hihihi dijawaban… Padahal maksudnya cuma gangguin doang. Siaaap,… Terimakasiiih….. 🙂

      • jampang Oktober 9, 2013 / 13:45

        sama-sama

      • nurme Oktober 9, 2013 / 14:19

        🙂
        Apapun bentuk perhatian, dan dari siapapun semoga bisa disikapi dengan bijaksana *ngingetin diri juga

      • jampang Oktober 9, 2013 / 14:29

        ya. dan bijaksana itu juga tergantung orangnya. satu orang bilang bijaksana bisa jadi orang lain nggak berpendapat demikian.

        jadi daripada bete sendiri mungkin ya nggak usah maksa-maksa

      • nurme Oktober 9, 2013 / 14:52

        ya. dan bijaksana itu juga tergantung orangnya. satu orang bilang bijaksana bisa jadi orang lain nggak berpendapat demikian.—-) Hmm… bener juga ya

        jadi daripada bete sendiri mungkin ya nggak usah maksa-maksa —–) setuju, 🙂

        Jadi panjang ya.. makasih ya…
        Selamat bekerja

      • nurme Oktober 9, 2013 / 17:36

        Btw, maap ya kalau ada kata-katanya yang menyinggung atau tidak berkenan di hati 🙂

      • jampang Oktober 9, 2013 / 17:40

        iya. sama-sama

      • nurme Oktober 10, 2013 / 05:50

        Terimakasih ya 😉

      • jampang Oktober 10, 2013 / 05:52

        sama-sama

      • nurme Oktober 10, 2013 / 06:33

        🙂

  2. ayanapunya Oktober 9, 2013 / 08:58

    Ya kalau nanyanya sekali dua kali masih wajar. Tapi kalau ngedatangin cuma buat nanyain itu ya nyebelin juga kali.
    Nah kalau mas rifki sudah ada belum? Kapan nih? 😉
    *minta digetok 😀

    • jampang Oktober 9, 2013 / 09:15

      saya jarang ditanyain kalau soal yang satu ini. mungkin karena banyak teman saya yang belum tahu.

      jawabnya… “saya sudah ada. sejak dilahirkan, kan saya sudah ada di dunia ini. kapan? ya… sekian tahun silam”

      *nggak nyambung yah*

      • ayanapunya Oktober 9, 2013 / 09:17

        Ooo. Masih mikir statusnya masih yg lama yak?
        *Iya, jawaban yang nggak nyambung

      • jampang Oktober 9, 2013 / 09:44

        Di dunia nyata masih banyak yg belum tahu. Kalau di dunia maya… Umumnya sudah pada tahu… Sebagian besar 😀

        *disambung2in aja*

      • jampang Oktober 9, 2013 / 09:58

        jadi lebih aman 😀

        kecuali ketemu temen lama dan nanyain… mau nggak mau harus dijawab

      • ayanapunya Oktober 9, 2013 / 10:30

        Soalnya ceritanya di dunia maya sih 😀

      • jampang Oktober 9, 2013 / 11:00

        yup…. kalau saya cerita di dunia nyata… bisa sampe berbusa2 😀

      • jampang Oktober 9, 2013 / 11:05

        kalau di sini kan tulisa sekali… ada yang nanya… tinggal kasih link-nya aja 😀

      • ayanapunya Oktober 9, 2013 / 11:08

        Hahaha. Bongkar tulisan terus jdnya 😀

      • jampang Oktober 9, 2013 / 11:31

        kan ada fasilitas search… kata kuncinya kan hapal… langsung ketemu

      • ayanapunya Oktober 9, 2013 / 11:46

        Begitu ternyata

      • jampang Oktober 9, 2013 / 12:16

        yup…. begitu

  3. bunda aisykha Oktober 9, 2013 / 09:58

    apa hubungannya foto 5w 1h ma postingannya ya,,fotonya cocok tuh bwt postinganku kmrn 🙂

    • jampang Oktober 9, 2013 / 10:07

      saya kaitin2 aja, mbak. biasanya bentuk pertanyaan2 itu kan diawali kata tanya itu…

      apa kabar?
      di mana tinggal/kerja?
      kapan nikah?
      dll

  4. herma1206 Oktober 9, 2013 / 10:32

    Klo menurut sy sih itu semua bentuk perhatian, cuma ada yg bisa nerima ada jg yg justru terganggu dgn bentuk perhatian spt itu. Kdg juga niat baik blm tentu bisa dilakukan dgn cara yg benar…

    Hmm..klo sy pgn banget ada yg nanya, apa kabar? Kok lama gak keliatan…??Sayangnya gk ada yg nanya 😀

    • jampang Oktober 9, 2013 / 11:02

      ya karena ada terus… nongol terus… makanya nggak ada yang nanya 😀

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 12:24

        yaaa…jadi mesti nunggu ngilang dlu biar ada yg nanyain..Ntar udh ngilang ttp gak ada yg nanyain, kasian amat,,hiks..

      • jampang Oktober 9, 2013 / 12:33

        ya…. terimalah 😀

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 12:38

        klo saya ngilang lama gak muncul mas rifki nanyain gak..???

      • jampang Oktober 9, 2013 / 12:46

        kalau ngilang saya tanya siapa? kan orangnya nggak ada

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 12:52

        tanya ke hatimu ajaaaa… 😀

      • jampang Oktober 9, 2013 / 12:54

        paling dijawab… kamu bukan polisi, jadi nggak usah ngurusin orang hilang

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 13:30

        hatinya galak amat sampe ngejawabnya gitu 😀

      • jampang Oktober 9, 2013 / 13:35

        iya. lagi galak

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 14:02

        belum makan kali..

      • jampang Oktober 9, 2013 / 14:06

        😀

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 14:07

        😀 😀 😀

    • nurme Oktober 9, 2013 / 13:20

      Apakabarnya Mbak?Bogor masih hujan?*kalau kayak gini perhatian apa usil ya Mbak?*iseng komentar

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 13:32

        pertanyaannya bentuk perhatian, komennya komen iseng 😀

      • nurme Oktober 9, 2013 / 13:52

        Hahaha.. beneran nanya kok, tulus *penyanyi

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 14:05

        alhamdulillah baik, dan kebetulan bogor hri ini cerah..mudah2an ntar mlm gak hujan…
        makasih udh nanyain mba..:)

      • nurme Oktober 9, 2013 / 14:18

        Syukurlah jadi ga perlu bawa payung 🙂

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 14:31

        klo payung tiap hari bawa mba..:)

      • nurme Oktober 9, 2013 / 14:49

        Baiklah, lapak Bang Rif jadi penuh nanti. See u 🙂

      • herma1206 Oktober 9, 2013 / 15:18

        oke.. c u 2

  5. ibuseno Oktober 9, 2013 / 11:23

    Yup.. sikapi dng positif, lebih melegakan hati.. eh tapi suka susah ya mas 🙂

    • jampang Oktober 9, 2013 / 11:31

      ya kadang-kadang emang susah… adakalanya serba salah juga 😀

  6. fenny Oktober 9, 2013 / 12:24

    “Apa kabar ka jampang?” nah itu termasuk usil, perhatian, apa sapaan? * di tanya balik* 🙂

    • jampang Oktober 9, 2013 / 12:32

      usil dan iseng. karena udah tahu kalau saya baik-baik aja dengan adanya postingan ini 😀

      • fenny Oktober 9, 2013 / 12:50

        😀
        oh iyaya … seharusnya nanya “sdh makan blm?” ngga da d postingan kan tuh … xixixixi 🙂

      • jampang Oktober 9, 2013 / 12:53

        😀

      • fenny Oktober 9, 2013 / 13:13

        kok jawabannya smiley, brrt jwbannya sdh makan pake smiley ya … xixixixi 🙂

      • jampang Oktober 9, 2013 / 13:27

        😀

      • fenny Oktober 9, 2013 / 13:55

        🙂 😀
        klo pertanyaan “apa kabar” pd awal pembicaraan walau sdh th berarti bkn usil tp basa basi untuk awal obrolan dan bs jg termsk perhatian tergantung situasi … nahhh klo pertanyaan yg kedua itu termasuk pertanyaan perhatian n comment2 selanjutnya itu br namanya usil … 😀

      • jampang Oktober 9, 2013 / 14:03

        oooo… ya… ya…

      • fenny Oktober 9, 2013 / 14:36

        yayaya … 😉

  7. eroza Oktober 9, 2013 / 13:12

    yang paling sisnsitif itu kalau ditanya isi dompet pas tanggal tua 😀

    • jampang Oktober 9, 2013 / 13:15

      emangnya uni masih mengenal tanggal tua?
      😀

      • eroza Oktober 9, 2013 / 13:46

        hahaha, ya masihlah Ki, kan dulu pernah akrab , eh 😀

      • jampang Oktober 9, 2013 / 14:03

        kirain semua tanggal jadi tanggal muda, kan yang namanya jualan bisa laris tanggal kapan aja 😀

        itu kisah lama uni. yang lalu biarlah berlalu. mungkin ini yg terbaik buat kita berdua #halah

    • nurme Oktober 9, 2013 / 13:21

      Apalagi terus isi dompetnya kartu ATM nya bocor.. *maap ga tahan pengen ikutan becanda

  8. syifarah03 Oktober 9, 2013 / 14:08

    kalau nanyanya dengan pertanyaan sensitif emang agak susah mas. Soal kapan nikah, kapan punya anak, itu kadang bisa jadi sensi lho. apalagi kalau yang ditanya lagi PMS hohoho.

    • jampang Oktober 9, 2013 / 14:28

      iya seh mbak. meski maksudnya baik belum tentu diterima dengan baik.

      nah… apalagi pas masa itu 😀

  9. nyonyasepatu Oktober 9, 2013 / 16:22

    hihihi…aku kadang2 males ditanyain tapi kalo gak ditanyain juga pengen. labil banget gak sih

    • jampang Oktober 9, 2013 / 16:30

      😀
      ya wajar-wajar aja seh mbak. kadang pengen diperhatiin, kadang enggak

      • jampang Oktober 9, 2013 / 16:38

        asal jangan ditanya2 hal sensitif pas lagi PMS aja 😀

  10. rinasetyawati Oktober 9, 2013 / 16:56

    ada sih yg nanyanya karena perhatian tapi kayanya sih banyakan yg usil…. kepengen tauuuk ajew, padahal kadang yg ditanyain itu sensitif banget dan sebetulnya lagi ga perlu ditanyain….

    • jampang Oktober 9, 2013 / 17:00

      memang harus pandai memilih pertanyaan.. kapan waktunya dan kepada siapa

  11. takediyaya Oktober 10, 2013 / 09:01

    nanyain kabar dianggap usil? kok?

    • jampang Oktober 10, 2013 / 09:02

      kalau mbak menganggap perhatian ya gpp. kan pilihannya perhatian atau usil… kalau bukan perhatian ya usil, kalau bukan usil ya perhatian. silahkan dipilih aja 😀

      • takediyaya Oktober 10, 2013 / 09:08

        ini bukan tentang pendapat saya, hanya nanyain kenapa itu dianggap usil.

      • jampang Oktober 10, 2013 / 09:26

        oooo….. ya mungkin dalam kondisi tertentu, bagi orang tertentu, dianggap usil 😀

      • takediyaya Oktober 10, 2013 / 09:48

        apalagi kalo yang nanya orang yang ga disenengin.

      • jampang Oktober 10, 2013 / 10:03

        nah…. itu… itu… contoh yang paling pas 😀

  12. deetie Oktober 10, 2013 / 12:35

    Abang ap kbrny?? Klo kabar baik pst bls aye..
    Abang. Udh mkn?? Mnding mkn dlu gih klo blm mkn..
    Abang lg ngapain?? Abang mo blz. Postingan aye ye.. Hahaha 😀

    • jampang Oktober 10, 2013 / 12:45

      tuh udah dijawab sendiri 😀

      • deetie Oktober 10, 2013 / 16:56

        Kan aye perhatian ma abang.. D jwab dunkz bang.. 😛

      • jampang Oktober 10, 2013 / 17:06

        wekssss….

      • deetie Oktober 10, 2013 / 19:43

        ape tu bang jawabnya? lagi masuk angin tu bang?? 🙂

      • jampang Oktober 10, 2013 / 20:09

        Nggak ada jawabannya. Cuma ekspressi doang

      • deetie Oktober 10, 2013 / 21:03

        aye yang jawab aje dech bang
        “makasih ya eneng udah usil ma abang”
        “iye bang.. makasih bang udh dibalas usilan aye”
        🙂

      • jampang Oktober 10, 2013 / 21:17

        Xixiixixixi….

      • deetie Oktober 11, 2013 / 18:48

        😦

      • jampang Oktober 11, 2013 / 19:53

        Koq manyun?

      • deetie Oktober 11, 2013 / 21:15

        abisnye cuma diketawain aje c… udh nanya ndiri eh jawab ndiri jg…
        kalo kata bang oma ye bang #TERLALU…

      • jampang Oktober 12, 2013 / 05:25

        😀
        lah…itu kan mpok yng ngelakuin sendiri… nanya… terus ngejawab sendiri

  13. danirachmat Februari 6, 2014 / 16:12

    Perhatian kalo yang nanya emang kenal dan deket dan kita tahu gimana sebenarnya si penanya, usil kalo tiba-tiba nanya padahal sehari-hari ngobrol juga enggak. Haha..

    • jampang Februari 6, 2014 / 16:28

      nah…. begitulah kira-kira. kan bisa ditebak dari kebiasaan sehari-harinya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s