Selalu

3-Hearts-iconSal, kali ini aku akan menulis pendek saja. Singkat. Bukan tanpa maksud atau tanpa tujuan. Melainkan untuk mengingatkan diriku dan juga dirimu bahwa adakalanya suatu kondisi atau situasi tidak selalu terjadi seperti apa yang terekam di dalam memori kita.

Jika sebelumnya kamu membaca tulisan-tulisanku yang panjang, maka kali ini aku akan menunjukkan bahwa kenyataannya tidak selalu begitu. Adakalanya aku menulis singkat saja. Kali ini, judulnya pun hanya satu kata, “selalu”.

Selalu. Menurut kamus Bahasa Indonesia memiliki beberapa arti, yaitu, senantiasa, selamanya, sering, terus-menerus, dan tidak pernah tidak.

Sal, jika suatu ketika aku berbuat salah, lupa, marah, tidak perhatian, tidak pengertian, dan lainnya, kuharap dirimu tak mengungkapnya dengan menggandeng perbuatanku itu dengan kata selalu. Hindarilah mengucapkan, “Kamu selalu salah!”, “Kamu selalu marah-marah!”, “Kamu selalu tidak perhatian!”, “Kamu selalu tidak pengertian!”

Cobalah merenung sejenak untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini. Apakah aku senantiasa salah? Apakah aku selamanya marah? Apakah aku tidak pengertian dan tidak perhatian terus-menerus?

Nyatanya tidak, bukan?

Mungkin ada baiknya bila kita tidak menggandengkan segala keburukan yang terjadi kepada kita dengan kata selalu. Jangan sampai ucapan kita tersebut menjadi doa yang buruk buat diri kita. Sebab bukan keburukan yang kita inginkan. Hanya kebaikan demi kebaikan yang kita harapkan.

Berhentilah sejenak sebelum bertindak ataupun berucap, Sal. Maka akan ada waktu untuk berpikir dan merenung. Bersabar. Mungkin itu akan lebih baik. Mungkin dengan begitu akan kau temukan kebaikan-kebaikan yang tersembunyi dalam diriku. Insya Allah.

Mungkin penggalan ayat ini bisa menjadi pengingat. Untukku. Untukmu. Untuk kita.

“Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-nisa : 19)

Dan nyatanya,Β  aku telah menemukan banyak kebaikan di dalam dirimu.

Cukup di sini saja tulisanku kali ini, Sal. Sebab aku tak selalu menulis dengan rangkaian kalimat yang panjang. Namun demikian, aku selalu mencintaimu dan menyayangimu.


Tulisan Samara Lainnya :

52 respons untuk β€˜Selalu’

  1. ayanapunya Oktober 10, 2013 / 07:46

    Wah, tumbeen pendek bener suratnya? πŸ˜€
    Tapi memang sih kadang kalau orang bikin sedikit salah kita bakal ingat terus dan lupa kebaikannya yg banyak

    • jampang Oktober 10, 2013 / 08:14

      ya… menyesuaikan dengan temanya πŸ˜€

      seharusnya tidak seperti kemarau setahun dihapus oleh hujan sehari yah?

      • ayanapunya Oktober 10, 2013 / 10:49

        Temanya emang apa? Surat pendek? Ini ff yak?

      • jampang Oktober 10, 2013 / 10:52

        temanya itu ya…. “tidak selalu”
        kan biasanya biki surat yang lumayan panjang… nah dengan surat yang pendek ini… mencoba menghilangkan kesan “selalu panjang”.

        bukan FF. tulisan seperti biasa. surat/cerita zul untuk sali.

      • ayanapunya Oktober 10, 2013 / 10:54

        Ooo. Tapi bacanya jadi nanggung, mas. Ada bagian yang kurang πŸ˜€

      • jampang Oktober 10, 2013 / 11:01

        di bagian mana dan apa yang kurang?

      • ayanapunya Oktober 10, 2013 / 11:51

        Apa ya? Bagian endingnya itu terasa tergesa-gesa. Trus kyknya ga ada nukilan ayat yak?

      • jampang Oktober 10, 2013 / 12:43

        hhmmm…. saya sudah tambahkan, mbak πŸ˜€
        nggak tahu apa masih tergesa-gesa atau nggak… tapi ada nukilan ayatnya

      • ayanapunya Oktober 10, 2013 / 12:46

        Udah baguuus πŸ™‚

      • jampang Oktober 10, 2013 / 12:48

        terima kasih… πŸ˜€

  2. nurme Oktober 10, 2013 / 08:08

    Nice letter. πŸ™‚

    • jampang Oktober 10, 2013 / 08:14

      terima kasih

      • nurme Oktober 10, 2013 / 08:15

        πŸ™‚

  3. herma1206 Oktober 10, 2013 / 08:38

    jadi klo ada sesuatu yg di kurang sreg..inget2 aja kebaikan yg sudah dilakukan dan bisa jadi lebih banyak..

    • jampang Oktober 10, 2013 / 08:51

      ya… betul. dan sebisa mungkin mengurangi penggunaan kata “selalu” untuk hal-hal yang tidak baik.

      • herma1206 Oktober 10, 2013 / 09:51

        tapi klo kata “selalu”nya mengiringi hal yg positip gpp kan.. selalu baik..selalu perhatian..

      • jampang Oktober 10, 2013 / 10:04

        kalau begini bagus nggak?

        “kenapa sih, dulu kamu selalu perhatian, koq sekarang nggak?”

      • herma1206 Oktober 10, 2013 / 10:12

        ehm..gak bagus juga sih…
        mungkin gini kali ya yg bagus

        “dulu selalu perhatian, kok sekarang agak berkurang ya, Bang? apa eneng ada salah..??”
        nyambungnya ke eneng dan abang jampang..xixixi..

      • jampang Oktober 10, 2013 / 10:28

        πŸ˜€
        ya mungkin kalau kalimat itu bagus, bisa digunakan.

      • herma1206 Oktober 10, 2013 / 11:01

        Yup… tergantung kesepakatan berdua aja..mana kalimat yg boleh digunakan mana yg hrs dihindari..^^

      • jampang Oktober 10, 2013 / 11:03

        dan itu aturable alias bisa diatur

      • herma1206 Oktober 10, 2013 / 11:10

        Ya…ya…diatur aja bagaimana bagusnya..
        *aturable : kosakatanya lucu amat πŸ˜€

      • jampang Oktober 10, 2013 / 11:13

        daripada bikin yang pusing… mending yang lucu

      • herma1206 Oktober 10, 2013 / 11:18

        Bener…bener..brilian juga ide nyiptain kosa kata baru yg suka2 qt..

      • jampang Oktober 10, 2013 / 11:23

        terima kasih πŸ˜€

      • herma1206 Oktober 10, 2013 / 11:25

        Hehe..sama2…^^

  4. syifarah03 Oktober 10, 2013 / 11:46

    yup, apa ya itu peribahasanya? karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

    • jampang Oktober 10, 2013 / 12:46

      hhmm… bisa… bisa masuk. salah sedikit bukan berarti semuanya salah

  5. deetie Oktober 10, 2013 / 12:46

    Selalu is always..
    Pendek ye bnrn…

    • jampang Oktober 10, 2013 / 12:47

      itu bahasa inggrisnya.
      karena tidak harus selalu panjang kan πŸ˜€

      • deetie Oktober 10, 2013 / 16:59

        Ya pan emg biasany pnjg.. Knp bang lg pendek?? Lg ikut lomba ye bang??

      • jampang Oktober 10, 2013 / 17:07

        sudah dijelaskan di balasan komentar saya sebelumnya koq. jadi dibaca aja sendiri yah πŸ˜€

      • deetie Oktober 10, 2013 / 19:46

        iye dech… slh jawab n komentar lagi aye…. πŸ™‚

      • jampang Oktober 10, 2013 / 20:11

        Krn belon baca komentar yg lain πŸ˜€

      • deetie Oktober 10, 2013 / 21:07

        iye bang.. bis baca aye langsung nulis comment aje bang… πŸ™‚

      • jampang Oktober 10, 2013 / 21:18

        Ya.. Gpp

  6. tipongtuktuk Oktober 10, 2013 / 14:33

    surat yang singkat tetapi jelas … he he he …

    • jampang Oktober 10, 2013 / 14:37

      terima kasih, kang

  7. debapirez Oktober 10, 2013 / 15:26

    om Jampang masih ttp romantis religius neh πŸ˜€

    • jampang Oktober 10, 2013 / 15:39

      sebab kalau narsis sudah ada yang megang dan tak terkalahkan πŸ˜€

  8. nurme Oktober 10, 2013 / 15:42

    *balik lagi.. πŸ™‚

    Kalau selalunya dalam kalimat “kamu selalu membuat rindu!”
    itu gimana

    • jampang Oktober 10, 2013 / 15:46

      selama disampaikannya kepada orang yang pas, misal kepada suami atau istri ya bagus.

      • nurme Oktober 10, 2013 / 16:46

        siiip… terimakasih πŸ™‚

      • jampang Oktober 10, 2013 / 17:06

        sama-sama

      • nurme Oktober 10, 2013 / 18:25

        πŸ™‚

  9. hendro Juni 16, 2015 / 05:28

    Tulisannya bagus mas, gara2 “selalu” jadinya malah “tambah ribut selalu”…

    • jampang Juni 16, 2015 / 07:55

      terima kasih, mas.
      iyah…. jangan mengucapkan kata “selalu” πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s