Maafkan, Jika Kuberbagi Sakit Ini

Emotes-face-sad-iconMalam mulai merayap ke pertengahannya. Larut. Aku dan Zul sudah memejamkan mata cukup lama. Untuk sementara waktu, kami berada di alam buaian mimpi. Tenang.

Tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang bergerak di dalam perutku. Angin. Kurasakan angin itu masuk ke dalam perutku dan mengisi setiap rongganya. Angin itu tak hanya diam di rongga-rongga perutku, melainkan bergerak ke atas dan ke bawah di setiap bagian perutku. Berulang-ulang tanpa henti. Tak hanya bergerak naik turun di perutku, angin itu kemudian bergerak pindah ke punggungku. Gerakannya menimbulkan sakit teramat sangat seolah-olah ada ribuan jarum yang menusuk-nusuk tubuhku.

Aku terbangun. Nafasku terasa sesak dan sakit. Air mataku mengalir. Mulutku mengaduh.

Mendengar tangisan dan rintihanku, Zul terbangun.

Setelah menjawab pertanyaannya tentang kondisi diriku, kuminta Zul untuk membantuku menghilangkan sakit yang kurasakan. Botol minyak kayu putih adalah benda yang pertama dia cari. Setelah menemukannya, Zul mengusapkan kedua tangannya yang telah dibasahi dengan minyak kayu putih ke bagian tubuhku yang terasa sakit. Namun rasa sakit itu tak kunjung hilang. Angin itu tak juga pergi.

Malam yang panjang bagiku. Malam yang panjang juga bagi Zul yang tetap terjaga menemaniku meski kulihat guratan lelah terlukis di wajahnya. Entah berapa kali dirinya mengusapkan minyak kayu putih ke tubuhku.

Di penghujung malam, rasa sakit di perut dan punggungku mulai mereda. Aku pun bisa memejamkan mataku.

Di pagi hari, kurasakan tubuhku lemas tak bertenaga. Sepertinya, waktu akan berjalan begitu lambat hari ini, seperti halnya semalam. Aku akan berada sendirian di rumah dalam keadaan kurang sehat. Aku tak mungkin meminta Zul untuk tetap di rumah menemaniku. Volume pekerjaan di kantornya sedang meningkat. Namun dirinya berjanji untuk pulang lebih cepat dan membawaku ke dokter untuk memeriksa kesehatanku. Kuharap tidak ada masalah berat dengan kesehatan tubuhku ini. Semoga.

—o0o—

Zul…
andai ada kata yang lebih cantik
melebihi : aku cinta kamu
pasti kan kupetik
sebagai persembahan terbaik untukmu
jika ada senyuman yang lebih indah
melebihi sabit yang terlukis di wajahku saat menyambutmu
pasti kan kujadikan hadiah
sebagai pengusir risau di hatimu

maafkan…
bila bukan selalu senyum dan tawa yang bisa kuberi
bila rasa sakit ini yang selalu kubagi

Zul…
saat kupandang matamu yang menatap dengan binar cahaya
ada rasa hangat mengalir di jiwa
membasuh ragaku dengan ceria
hingga tak sanggup kubendung senyum suka
yang meledak menjadi tawa bahagia

kala matamu yang terpejam kutatap
keharuan menyeruak
begitu sesak
tak igin kuberpisah walau sekejap


Tulisan Samara Lainnya :

58 respons untuk β€˜Maafkan, Jika Kuberbagi Sakit Ini’

  1. ayanapunya Oktober 17, 2013 / 07:30

    Wuiih, ada tulisan versi sali..

    • jampang Oktober 17, 2013 / 07:49

      Diada-adain aja πŸ˜€

      • ayanapunya Oktober 17, 2013 / 07:57

        Masih berasa kyk tulisan zul πŸ˜€

      • jampang Oktober 17, 2013 / 08:06

        πŸ˜€

        iya yah…. emang susah mengubah “suasana” tulisan yang biasa

      • ayanapunya Oktober 17, 2013 / 08:27

        Ada kemarin tulisan mas rifki yang rasa perempuan. Tapi saya lupa yang mana πŸ˜€

      • jampang Oktober 17, 2013 / 08:44

        yang mana, mbak? yang cerita tentang apa?

      • ayanapunya Oktober 17, 2013 / 09:02

        Salah satu FF terbaru. Yang 27 kalau nggak salah. Tapi nanti deh saya cek lagi

      • jampang Oktober 17, 2013 / 10:27

        di FF itu emang sih tokohnya perempuan

      • ayanapunya Oktober 17, 2013 / 10:28

        Iya. Kayaknya yang itu πŸ™‚

      • jampang Oktober 17, 2013 / 10:30

        sisi perempuannya lebih bagus yang 27 itu daripada yang ini, mbak?

      • ayanapunya Oktober 17, 2013 / 10:33

        Iya. Itu juga ff nya bagus banget kalau kata saya

      • jampang Oktober 17, 2013 / 10:42

        cuma ada yang bilang kalau pargraf awalnya bikin ngantuk *kalau nggak salah*

        padahal di komentar sebelumnya bilang “nice”

        πŸ˜€

      • ayanapunya Oktober 17, 2013 / 11:02

        Puji dulu, kritik belakangan πŸ˜€
        Saya bilang bagus kan waktu itu? Eh tapi kmrn saya ada ngekritik juga ya? *lupa

      • jampang Oktober 17, 2013 / 11:39

        sepertinya nggak. kritiknya di FF lain. kalau nggak salah

      • ayanapunya Oktober 17, 2013 / 11:41

        Kok kyknya sekarang saya citranya tukang kritik ya? 😦

      • jampang Oktober 17, 2013 / 11:42

        πŸ˜€
        itu hanya perasaan mbak aja πŸ˜›

      • ayanapunya Oktober 17, 2013 / 11:43

        Jadi menurut mas rifki nggak ya? Syukurlah
        *tapi emot penutupnya mencurigakan πŸ˜€

      • jampang Oktober 17, 2013 / 12:41

        ya…. biasa aja kok.

        iya… saya patu dicurigai, mbak πŸ˜€

      • ayanapunya Oktober 17, 2013 / 13:00

        Haha. Iya deh percaya πŸ™‚

      • jampang Oktober 17, 2013 / 13:12

        alhamdulilllah

  2. deetie Oktober 17, 2013 / 07:31

    weits pagi-pagi dah kluarin cerita baru ni… co cweet bnerr c puisinya… jd terharu πŸ™‚

    • jampang Oktober 17, 2013 / 07:50

      Biasanya seh memang pagi-pagi posting tulisan baru. Kalau nggak ada halangan πŸ˜€

      • deetie Oktober 17, 2013 / 08:13

        iya ye… aye biasanye bukanye malem jd gk tau … πŸ˜€

      • jampang Oktober 17, 2013 / 08:17

        sekarang jadi tahu kan?
        xixixixixixi

      • deetie Oktober 17, 2013 / 08:38

        iye jd tau.. gara2 aye libur sminggu kaga ngap2.. pagi2 dah buka laptop dech… πŸ˜€

      • jampang Oktober 17, 2013 / 09:00

        ooo… begitu. yaaa….. selamat berlibur

  3. herma1206 Oktober 17, 2013 / 07:53

    waah..akhirnya keluar jg versi sali..
    berarti udh bisa menyelami perasaan perempuan dong.. πŸ™‚

    • jampang Oktober 17, 2013 / 07:55

      πŸ˜€

      Lautan kali diselami

      • herma1206 Oktober 17, 2013 / 07:58

        eiitsss…jangan salah..hati wanita itu sedalam lautan, jadi harus diselami πŸ˜€

      • jampang Oktober 17, 2013 / 08:14

        oooo…. pantesan…. ribet πŸ˜€

      • herma1206 Oktober 17, 2013 / 08:27

        soo..yg berhasil menyelami, dialah pemenangnya.. πŸ˜€

      • jampang Oktober 17, 2013 / 08:59

        emang ada lombanya?

      • herma1206 Oktober 17, 2013 / 09:05

        ada..lomba memenangkan hati wanita.. πŸ˜€
        waah..bagus nih jadi ide cerita

      • jampang Oktober 17, 2013 / 10:27

        silahkan dibuat aja kalau begitu

      • herma1206 Oktober 17, 2013 / 10:37

        hehehe..

      • jampang Oktober 17, 2013 / 10:42

        πŸ˜€

      • herma1206 Oktober 17, 2013 / 10:46

        mksdnya itu ide buat mas rifki yg bikin, bukan saya πŸ˜›

      • jampang Oktober 17, 2013 / 11:39

        owwwhhhh…. hmmm….

      • herma1206 Oktober 17, 2013 / 11:49

        owwwhhhh…. hmmm….juga

  4. fenny Oktober 17, 2013 / 09:30

    Tumben aku nya perempuan?

    • jampang Oktober 17, 2013 / 10:27

      yup. itulah enaknya bikin tulisan, mau jadi siapa aja bisa πŸ˜€

      • pinkvnie Oktober 17, 2013 / 12:50

        yup … hampir sama kyk doraemon jg dong mau ini itu bisa … πŸ™‚

      • jampang Oktober 17, 2013 / 13:12

        begitulah kira-kira

      • pinkvnie Oktober 17, 2013 / 13:19

        πŸ™‚

      • pinkvnie Oktober 17, 2013 / 13:22

        puisinya bagus … “jempol” πŸ™‚

      • jampang Oktober 17, 2013 / 13:26

        terima kasih

      • pinkvnie Oktober 17, 2013 / 13:35

        sami-sami πŸ™‚

  5. nurme Oktober 17, 2013 / 21:57

    kurang nyawa ceritanya πŸ™‚

    • jampang Oktober 18, 2013 / 04:55

      ya, namanya juga sekedar nyorat-nyoret

      • nurme Oktober 18, 2013 / 05:01

        coretan bermakna

  6. lazione budy Oktober 18, 2013 / 03:51

    kalimat yang lebih cantik dari ‘I love You’ adalah ‘I trust You’
    Trust me!

  7. tinsyam Oktober 18, 2013 / 13:48

    kirain zulnya cewe, eh cowo toh.. mengaku jadi cewe nih ceritanya..

    • jampang Oktober 18, 2013 / 14:18

      Mencoba menulis dari sisi yang berbeda dari yang biasa.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s