The Unthinkable Things Around Us

UTAU
Banner

Sekitar dua tahun yang lalu, semasa masih aktif ngeblog di Multiply, saya pernah mengikuti sebuah lomba yang  kalau tidak salah bertema seperti kalimat yang saya jadikan judul di atas “The Unthinkable Things Around Us – Blog Contest”. Saat itu, saya menulis tentang sebuah benda kecil, peniti. Alhamdulillah, walaupun bukan menjadi juara pertama, tetapi tulisan tersebut  terpilih menjadi salah satu  yang terbaik.

Bicara soal benda-benda kecil, saat ini, ada dua benda kecil di meja kerja saya yang mungkin tidak ada di meja anda. Keberadaan keduanya atau salah satunya tidak umum.Benda pertama jumlahnya cukup banyak. Hampir setiap hari, saya membawanya dari rumah. Satu hari satu buah, minimal. Setelah benda tersebut tidak lagi digunakan, saya tidak membawanya kembali ke rumah. Saya menyimpan benda tersebut di bawah meja kerja saya. Hingga hari ini.

Beberapa waktu yang lalu, benda tersebut diminta oleh rekan kerja saya. Beberapa saja. Jumlahnya memang berkurang, tetapi tidak signifikan. Masih lebih banyak yang tersimpan di bawah meja kerja saya. Dan mungkin akan bertambah lagi setiap harinya.

Benda kedua jumlahnya cuma satu. Saya mendapatkannya semalam. Meskipun mungkin saya sudah mendapatkannya sejak pagi ketika berangkat ke kantor. Tetapi saat itu, saya tidak menyadari seratus persen keberadaannya.

Kedua benda tersebut, dari segi bahan dan bentuk sangatlah jauh berbeda. Benda yang pertama bentuknya bunda seperti roda dan lentur. Sementara benda kedua bentuknya panjang dan keras. Benda yang pertama memberikan manfaat kepada saya. Sedangkan benda yang kedua, meskipun dibuat untuk memberikan manfaat, tetapi karena keberadaannya yang tidak sesuai, mafsadatlah yang saya terima.

Sampai di sini, ada yang bisa menebak benda apa saja yang saya ceritakan di atas? Cobalah menerka terlebih dahulu sebelum menggeser kursor anda ke bawah.

Tetapi jika anda tidak tertarik untuk berpikir apalagi jika jawaban anda benar tidak ada hadiah, saya persilahkan untuk menggeser kursor ke bawah. Lagi pula, jika anda tidak menggeser kursor ke bawah, maka sisa tulisan saya pasti tidak akan terbaca dan anda tidak bisa meninggalkan jejak di postingan ini.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.semangat
ayo sedikit lagi!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

karet_gelang
karet gelang

Benda pertama adalah karet gelang. Setiap hari, minimal saya membawanya satu buah dari rumah. Karet tersebut digunakan untuk mengikat nasi bungkus yang menjadi bekal untuk makan siang saya di kantor. Selepas saya membuka bungkus nasi, karet tersebut saya simpan di bawah meja kerja saya.

Jika ibu saya masak di pagi hari, biasanya masak nasi uduk untuk dijual, saya akan ditanyakan apakah ingin membawa nasi ke kantor. Saya akan menjawab iya, kecuali saya mengetahui bahwa akan ada kegiatan makan-makan siang harinya di kantor.

Dengan membawa bekal dari rumah, setidaknya saya tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan siang. Saya juga tidak perlu berjalan kaki ke luar kantor untuk membeli makan siang. Saya juga tidak perlu antri menunggu pesanan saya selesai dibuat oleh pedagang makanan. Setidaknya itulah beberapa manfaat yang saya rasakan dengan membawa bekal dari rumah. Dan sebuah karet gelang memiliki peran penting di dalamnya.

Benda kedua adalah paku. Benda tersebut diserahkan oleh tukang tambal ban ke tangan saya semalam setelah berhasil mengeluarkannya dari ban belakang sepeda motor saya.

Keberadaan paku tersebut baru saya sadari ketika saya akan pulang. Sebelum menaiki sepeda motor, saya memeriksa ban belakang. Ternyata kempes. Saya lalu memeriksa ban belakang dengan cara memutarnya perlahan. Lalu mata saya menangkan sebuah benda asing yang menancap di ban tersebut. Ujung jari tangan saya pun merasakannya.

Saya belum mengetahui apakah benda asing tersebut adalah paku atau bukan. Saya tidak bisa mengeluarkannya dan memang saya tidak boleh mengerluarkannya jika tidak ingin angin di dalam ban belakang tersebut keluar semua. Ban belakang yang tubless setidaknya bisa menahan angin yang keluar sehingga saya masih bisa mengendarai sepeda motor saya meski tidak begitu nyaman.

paku
paku

Setelah mengendarai sejauh beberapa kilo meter akhirnya saya menemukan tukang tambal ban. Setelah diperiksa, tukang tambal mengeluarkan paku yang menancap dengan menggukan tang. Pelan tapi pasti, paku tersebut akhirnya bisa dikeluarkan dari dalam ban dan menyerahkannya kepada saya. Penampakannya seperti di samping ini.

Di pagi harinya, saat berangkat, ketika melewati rel kereta api, saya merasakan ban belakang sepeda motor saya melindas sesuatu. Mungkin batu. Saya pun tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di kantor.

Barulah di sore harinya saya meyadari bahwa bendan yang dilindas ban belakang sepeda motor saya adalah sebuah benda tajam. Sebuah paku.

Sejatinya, sebuah paku dibuat untuk memberikan manfaat. Paku berguna untuk merekatkan potongan-potongan kayu menjadi sebuah meja, kursi, pintu, jendela, dan sebagainya. Jika paku berada di habitatnya, yaitu  di toko bangunan dan disimpan di rumah, maka manfaat yang akan diberikan kepada manusia. Sementara jika tempatnya di jalan yang dilalui kendaraan bermotor atau sepeda, maka kerugian yang akan dirasakan bagi mereka yang roda kendaraannya terrtusuk paku tersebut.

Sebagai kesimpuan, segala sesuatu, jika diletakkan sesuai pada tempatnya, maka keberadaannya akan memberikan manfaat. Sementara jika diletakkan bukan pada tempatnya, maka akan memberikan kerugian. Sekecil apapun sesuatu itu dan sekecil apa pun manfaat dan kerugiannya.


Tulisan Terkait Lainnya :

Peniti : Kecil Bentuknya, Besar Manfaatnya
Peniti : Kecil Bentuknya, Besar Manfaatnya

Dari Peniti Jadi Kain dan Voucher
Dari Peniti Jadi Kain dan Voucher

Adik Kecil, Mari Menjemput Rezeki
Adik Kecil, Mari Menjemput Rezeki

Yang Sederhana, Yang Berharga
Yang Sederhana, Yang Berharga

Belajar di Waktu Kecil, Bagai Mengukir di Atas Batu
Belajar di Waktu Kecil, Bagai Mengukir di Atas Batu

48 respons untuk ‘The Unthinkable Things Around Us

  1. ayanapunya Oktober 18, 2013 / 19:53

    Hiyaaa.. jadi ingat masa2 penjurian 😀

    • jampang Oktober 18, 2013 / 21:05

      nostalgialah sama MPers. di FB saya tag sama mbak dani 😀

      • ayanapunya Oktober 18, 2013 / 21:13

        Sayang euy dani udah nggak ngeblog lagi 😦

      • jampang Oktober 18, 2013 / 21:26

        iyah…. di FB juga jarang lihat. kemarin komen pas saya share soal tipe2 blogger.

      • ayanapunya Oktober 18, 2013 / 21:37

        Iya. Saya ada baca juga kemarin

      • jampang Oktober 18, 2013 / 21:52

        setelah itu nggak ada lagi

      • ayanapunya Oktober 18, 2013 / 22:00

        Dani lebih aktif di line sih

      • jampang Oktober 18, 2013 / 22:32

        Ooooo… Line itu yg gimana? Beda lagi sama path?

      • ayanapunya Oktober 18, 2013 / 22:39

        Line itu kyk whatsapp dan sejenisnya. Hehe

      • jampang Oktober 18, 2013 / 22:42

        Tadinya mau bilang begitu… Tp karena lagi ngebahas blog dan fb, ya saya pikir line juga yg mirip dengan blog atau fb. Bukan line buat chat

        😀

      • jampang Oktober 19, 2013 / 04:55

        😛

    • jampang Oktober 18, 2013 / 21:05

      begitu yah?

      😀

  2. fenny Oktober 18, 2013 / 19:59

    Yahhh … cm bnr jawaban benda pertama … 🙂

    • jampang Oktober 18, 2013 / 21:06

      beneran nebak?
      😀

      • fenny Oktober 18, 2013 / 21:18

        Iya … Kan td d srh nebak … Ya sekalian buat hiburan lah … 😀
        Klo benda kedua klu nya krg signifikan tuh, mn da yg th ka rifki mlm itu dpt apa, mmg da kamera pengintai … Xixixixixi

      • jampang Oktober 18, 2013 / 21:42

        ya kalau gampang ditebak ya kurang seru

      • fenny Oktober 18, 2013 / 22:01

        Ya dah yg agak sulit d tebak tp plus hadiah … Xixixixixi “disangkanya kuis” 😀

      • jampang Oktober 18, 2013 / 22:33

        😀

  3. herma1206 Oktober 18, 2013 / 22:02

    bawa nasinya gak pake wadah ya..semacam tupperware gitu..
    sy termasuk yg males mikir2 mau nebak..tpi lumayan bikin senyum pas geser kursor ke bawah…

    • jampang Oktober 18, 2013 / 22:34

      Nggak. Nggak punya 😀

      Syukurlah kalau bisa ketawa… Eh senyum

      • herma1206 Oktober 19, 2013 / 04:09

        knp gak pake wadah aja, kayak ompreng gitu, ya gak usah tupperware sih,..lbh praktis danmengurangi sampah..hehe..

        sekali ini senyum aja..bosen ketwa mulu,, 😀

      • jampang Oktober 19, 2013 / 04:56

        saya nggak punya wadah yang macam gitu.

        tetep aja emotnya ketawa

      • herma1206 Oktober 19, 2013 / 05:25

        ys beli atuh..
        oh iya..lupa, hrsnya kash emot senyum, hehe. Saya kurang suka emot di wp, gak terlalu mencerminkan ekpresi, emot senyumnya gak anggun layaknya org tersenyum

      • jampang Oktober 19, 2013 / 05:27

        😀
        ya wajarlah…. namanya juga emoticon

      • herma1206 Oktober 19, 2013 / 05:31

        ya..mksdnya klo di web lain..emotnya bagus, klo senyum ya beneran kyak senyum..

      • jampang Oktober 19, 2013 / 05:38

        ooooo….. belum ketemu caranya supaya bisa pasang emot di komentar di rumah orang lain seh yah

      • herma1206 Oktober 19, 2013 / 05:47

        yup..klo udh bisa aja, dijamin komen sy emot mulu..xixixi..

      • jampang Oktober 19, 2013 / 05:49

        mendingan nggak tahu caranya deh kalau begitu 😀

      • herma1206 Oktober 19, 2013 / 05:53

        haha..kan ntar balesnya pake emot juga..
        jdi berbicara lewat bahasa wajah..halah.. 😀

      • jampang Oktober 19, 2013 / 06:03

        wekss…..

  4. Ina Oktober 18, 2013 / 22:03

    keknya perlu ditambahi mas… selain karetnya, plastiknya disimpan juga tuh. penting klo pas ada oleh2 apa gtu, nggak bingung cari tempat.
    tuh karet ampe banyak gtu yah?

    • jampang Oktober 18, 2013 / 22:36

      Kalau plastiknya… Sering ketumpahan sayur mbak. Jadi saya buang aja. Kalau plastik untuk bawa oleh2, ada yg rajin nyimpan di ruangan.

      Sebab udah lama saya bawa bekal dr rumah, mbak. Jadinya banyak

      • Ina Oktober 22, 2013 / 20:32

        beli di luar emang ribet. habis di jalan ama ngantri. klo aku ga ada kantin, pasti bw dewe. lagian maemnya dikit, eman-eman beli. bbrp sendok dah kenyang

      • jampang Oktober 22, 2013 / 20:42

        Saya masih bawa dari rumah sampe tadi siang.
        Cuma nasinya lebih banyak bawa sendiri 😀

  5. tinsyam Oktober 21, 2013 / 16:25

    dulu yang bikin cerita soal peniti siapa ya?
    jadi inget lagi kontes ini..

    • jampang Oktober 21, 2013 / 16:38

      ya saya mbak. itu di bawah saya kasih linknya 😀

  6. nurme Oktober 22, 2013 / 22:46

    Hadeuuh… yang pertama karet gelang ketebak, walau agak rancu ama stepler sih, soalnya kan pernah bilang bekel dari rumah waktu posting gado-gado. Nah yang kedua ini paku…. gak kepikiraaaaaaan……

    • jampang Oktober 23, 2013 / 03:31

      dapatnya juga bukan dikasih di tangan, tapi di ban 😀

      • nurme Oktober 23, 2013 / 05:30

        Masih baru juga pakunya, apa tercecer dari teman-temannya ya…

  7. occkiy Januari 28, 2015 / 17:03

    Maka dari itu 😀 tlong bntu cri infonya ya 😀

    • jampang Januari 29, 2015 / 05:29

      maaf kalau begitu, saya nggak bisa bantu

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s