Adakah Nilai Sedekah di Dalamnya?

memberiIni hanyalah sebuah catatan kecil. Sebuah ingatan yang hampir terlupakan. Sebuah kenangan yang terlempar jauh dari memori sebab perjalanan waktu semakin menjauh dari masa ketika kisah ini terjadi.

Kisah ini terjadi ketika saya duduk di bangku SMA kelas satu. Pelakunya adalah saya dan dua orang teman saya, Sahilwan (Encek) dan Syamsul Arifin (Acung). Keduanya adalah teman saya di sekolah menengah pertama. Kami dipertemukan lagi di bang SMA. Bahkan saya dan Acung selalu berada di kelas yang sama di kelas satu dan dua. Duduk bersebelahan. Sedang di kelas tiga, sepertinya juga sekelas hanya saja tempat duduknya sudah tidak bersebelahan lagi.

Pertama kali saya menceritakan kembali kisah ini di bulan Desember 2006. Sekitar sebelas tahun setelah kejadian. Kini, delapan belas tahun setelah kejadian, saya tuliskan cerita itu kembali. Sebabnya, karena tulisan ini tidak ikut termigrasi. Dan berikut adalah kisahnya, tentunya dengan sedikit perubahan.

—o0o—

Bel jam pelajaran terakhir telah berbunyi. Semua siswa kelas I-6, termasuk saya, segera berhamburan ke luar kelas. Saya langkahkan kaki menuruni tangga menuju gerbang sekolah. Sesekali saya menyapa dan disapa oleh beberapa orang kawan.

Di gerbang sekolah, saya melihat teman-teman, para siswa SMU 29 berkerumun. Menanti angkot yang lewat atau jemputan, menunggu teman searah untuk pulang bersama, mengobrol sebentar sebelum berpisah, atau menunggu arus lalu-lintas sepi untuk kemudian menyeberang ke sisi jalan lain seperti apa yang saya lakukan, adalah sebagian aktifitas mereka yang bisa saya lihat.

Tak lama waktu berselang, saya pun menyeberangi jalan. Untuk kemudian berjalan kaki melewati rel kereta api dan pasar Kebayoran Lama, menuju tempat angkot M-09 jurusan Kebayoran Lama – Tanah Abang. Dalam perjalanan itu, saya bertemu dengan dua orang teman saya, Encek dan Acung. Rumah kami searah. Kami pun naik angkot dan pulang bersama-sama.

Selama beberapa kali, kami melakukan hal tersebut setiap pulang sekolah.

Di setiap kali kami naik angkot, salah satu dari kami akan menjadi ‘bos’ yang akan membayarkan ongkos angkot bertiga. Karena rumah saya yang terjauh, maka secara bergantian, Encek dan Acung menyerahkan ongkos angkot kepada saya sebelum salah satu dari mereka berdua turun, kecuali bila tiba giliran saya.

Di belakang hari baru saya menyadari bahwa secara tidak langsung kami bertiga telah memberikan sedekah secara bergantian. Kami saling memberikan ongkos satu sama lain. Mungkin kalau dari segi jumlah yang dikeluarkan akan sama bila masing-masing kami membayar ongkos sendiri-sendiri. Hanya saja, bila kami melakukan demikian, tak ada saling memberi dan menerima di antara kami.

—o0o—

Setelah saya bekerja dan memiliki sepeda motor, sepertinya kesempatan untuk berbagi ongkos angkot seperti yang saya lakukan di masa sekolah seperti kisah di atas semakin berkurang dan hilang. Tetapi jika ingin mencari kesempatan serupa di dalam hal yang berbeda, mungkin masih bisa. Mungkin secara bergantian mentraktir makan siang di kantor. Tapi, saya sendiri selalu bawa bekal untuk makan siang πŸ˜€

Entah ini benar atau tidak. Entah ini hanya pemikiran saya yang mencoba “mengakali” perbuatan yang telah kami lakukan pada kisah di atas agar bisa dianggap bernilai sedekah. Sekali lagi saya katakan. Entahlah.

Wallaahu a’lam.


Tulisan Terkait Lainnya:

50 respons untuk β€˜Adakah Nilai Sedekah di Dalamnya?’

  1. Mila Wulandari Oktober 28, 2013 / 19:43

    Wallahu alam,,tapi klo orang2 bahagia dgn perbuatan mas jampang, insya Allah jadi pahala dan mendapat berkah πŸ™‚

    • jampang Oktober 28, 2013 / 19:54

      Bukan saya yg melakukannya… Tapi saya dan teman saya itu. Bertiga πŸ™‚

      Aamiin

      • Mila Wulandari Oktober 28, 2013 / 22:06

        iya anda bertiga maksud nya,,:)

      • jampang Oktober 29, 2013 / 05:01

        terima kasih, mbak πŸ™‚

  2. ayanapunya Oktober 28, 2013 / 20:36

    Gantian bayarin uang parkir termasuk juga kali ya

    • jampang Oktober 28, 2013 / 20:43

      Kalau dianalogikan cerita di atas, bisa.

  3. New Rule Oktober 28, 2013 / 20:58

    banyak cara untuk sedekah…

    • jampang Oktober 29, 2013 / 05:00

      iya, mas πŸ˜€

  4. fenny Oktober 28, 2013 / 21:16

    Tiap hr “nraktir” tmn mkn siang jg blh d blg sedekah ka apalagi klo akhir bln … Xixixixixi πŸ˜€

    • jampang Oktober 29, 2013 / 05:00

      kalau itu kan sudah jelas

      • fenny Oktober 29, 2013 / 05:38

        πŸ˜€
        Mnrt saya traktir mentraktir ini cm suatu kebiasaan rutinitas krn sedekah itu kita memberi tnp berhrp diberi kembali, tp kebiasaan ini bs jd sedekah klo kebetulan saat itu tmn qt lg ngga da rezeki.

      • jampang Oktober 29, 2013 / 05:40

        ooo… begitu… ya… ya…

      • fenny Oktober 29, 2013 / 06:55

        tp cb d cr dl ka keshahihannya … πŸ™‚
        Ini ada referensi sdkt β€œSetiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap tahlil shadaqah, amar ma’ruf shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya pada istri juga shadaqah”. HR Bukhari
        Ada satu lg sapa n senyum jg sedekah … πŸ™‚

      • jampang Oktober 29, 2013 / 07:40

        terima kasih referensinya. πŸ˜€

      • fenny Oktober 29, 2013 / 12:18

        Kembali kasih … Mdh2an bermanfaat … πŸ™‚

      • jampang Oktober 29, 2013 / 12:34

        insya Allah

  5. nazhalitsnaen Oktober 29, 2013 / 00:14

    Saya merasakan benar konsep berbagi sekarang ini dengan sering traktir makanan justru, mas… Dan ya dengan sendirinya pula saya sering dapat traktir juga… Ada hubungan saling resiprokal gitu hehehe

    • jampang Oktober 29, 2013 / 05:10

      nah… ini contohnya. sebenarnya kalau ditotal uang yang dikeluarkan itu mungkin sama besarnya, tapi ketika mengeluarkannya saling bergantian… esensinya jadi beda πŸ˜€

      • nazhalitsnaen Oktober 29, 2013 / 06:54

        Jadi kemudian berlomba2 mana yang lebih besar atau sering traktir nih mas hehehe

      • jampang Oktober 29, 2013 / 07:40

        jika diniatkan untuk kebaikan dan bukan untuk membangga2kan diri πŸ˜€

      • nazhalitsnaen Oktober 29, 2013 / 07:41

        yap tentu kembali ke niat… πŸ™‚

      • jampang Oktober 29, 2013 / 07:43

        betul!

  6. herma1206 Oktober 29, 2013 / 04:09

    Sekali2 bawa bekalnya 2 atau 3 porsi, kasih ke tmn, kan sedekah juga.. πŸ™‚
    Klo sy kdg ama tmn2 sama2 bawa bekal, trus qt saling tuker2an lauk..saling berbagi..indah kan..hehe

    • jampang Oktober 29, 2013 / 05:12

      kalau itu mah jelas banget.

      nah… contoh kedua yang mungkin lebih tepat analoginya dengan cerita di atas

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 05:38

        Atau saling berbagi senyuman juga bisa sedekah..hehehe…

      • jampang Oktober 29, 2013 / 05:41

        πŸ™‚

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 05:48

        πŸ™‚
        Nah..sy lbh suka icon terakhir diakhiri πŸ™‚ dripada πŸ˜€

      • jampang Oktober 29, 2013 / 05:50

        ooooo…. begitu…. πŸ˜€

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 05:56

        Aaaaah… Bilangnya ooo…begitu… Tapi terakhirnya tetap πŸ˜€

      • jampang Oktober 29, 2013 / 06:03

        pokoknya hidup πŸ˜€

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 06:04

        Hidupnya mksdnya..??

      • jampang Oktober 29, 2013 / 06:12

        bukan. seperti teriakan “hidup persib”…. jadi “hidup :D”

        bingung dah πŸ˜€

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 06:22

        Oooh….ngerti…ngerti…
        Hidup πŸ™‚
        Drisegi penampakan πŸ™‚ lebih bersahaja dan anggun dripada πŸ˜€

      • jampang Oktober 29, 2013 / 06:24

        saya kan cowo… nggak cocok dibilang anggun

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 06:26

        ooowh…jadi supaya tampak macho gitu toh..
        baiklah..bisa dimengerti..xixixixi…

      • jampang Oktober 29, 2013 / 07:39

        oooo….. tentu saja πŸ˜›

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 08:18

        hihihihihi…

  7. ranawijayasoe Oktober 29, 2013 / 14:59

    Kali mungkin ada kawan mas Rizki yang butuh tumpangan motor Mas pas pulang kerja juga salah satu sedekah buat mas Rizki dan kebahagiaan buat beliau …. πŸ™‚

    • jampang Oktober 29, 2013 / 16:38

      ya bisa juga seperti itu. cuma nggak ada yang searah πŸ˜€

  8. nurme Oktober 29, 2013 / 17:07

    Wuaah… Syamsul Arifin… teman saya bukaaan yaaaaa :p

    • jampang Oktober 29, 2013 / 19:51

      Bukanlah. Beda angkatan

  9. Novi Kurniai Oktober 30, 2013 / 08:44

    Tambah keren blognya, Mas! Itu bikin related link tulisan di bawah tulisan gimana rumusnya?

    • jampang Oktober 30, 2013 / 08:47

      pake kode HTML dan dibuatnya manual, mbak. karena bukan hosting sendiri jadi script untuk membuat related posti nggak bisa digunakan

  10. tinsyam Oktober 30, 2013 / 14:46

    aahh bahagia.. banyak berkah..

  11. nurme Oktober 31, 2013 / 14:32

    Balik lagi..

    Iya ya, hal sederhana seperti bayarin angkot, berbagi makanan atau apapun sedekah tidak terasa.
    Katanya satu kali sedekah mendapat ganjaran 10 kali lipat ya?

    Surat Al-An’aam ayat 160
    β€œBarangsiapa berbuat amal kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang melakukan kejahatan maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya.”

  12. jaraway Oktober 31, 2013 / 16:51

    kalo diniatkan ya bisa.. hihi

    • jampang Oktober 31, 2013 / 16:54

      cuma waktu itu…. nggak kepikiran πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s