Hujan! Ke Masjid Enggak Yah? (2)

hujan di kacaSeptember, Oktober, November, dan Desember. Nama empat bulan terakhir dalam kalender masehi. Kesemuanya diakhiri dengan suku kata “ber”. Dahulu, waktu masih duduk di sekolah dasar, ada yang memberi sebuah clue untuk menjawab kapan musim hujan terjadi di Indonesia. Clue tersebut adalah mengingat bulan yang namanya diakhiri dengan suku kata “-ber” yang disamakan dengan suara ketika hujan turun.

Sekarang sudah memasuki akhir bulan Oktober. Beberapa kali hujan sudah turun menyapa bumi. Tak hanya rintik atau gerimis saja, melainkan cukup lebat. Seperti kemarin dan beberapa hari sebelumnya.

Kemarin hujan turun cukup lebat dan berdekatan waktunya dengan jam pulang kantor. Saya sempat membaca status salah seorang teman yang pulang terlambat karena macet yang biasa terjadi selepas hujan lebat berhenti.  Saya sendiri pulang agak malam. Hujan sudah berhenti. Lalu-lintas juga sudah tidak macet. Alhamdulillah. Lancar.

Beberapa kali hujan yang turun akhir-akhir ini, seingat saya, belum pernah bertepatan dengan waktu shalat. Mungkin jika pernah atau mungkin beberapa waktu ke depan hujan akan turun berdekatan dengan waktu shalat, sebuah cerita lama akan terulang kembali. Meskipun saya tidak berharap demikian. Sebuah keraguan muncul ketika hujan turun bersamaan dengan kumandang adzan. Keraguan yang terbersit dalam sebuah pertanyaan : Hujan! Ke Masjid Nggak Yah?

Masjid kantor yang saya ceritakan pada link postingan di atas sudah tidak ada lagi. Dibongkar. Penggantinya adalah sebuah masjid yang jauh lebih besar. Jika masjid sebelumnya terletak di depan gedung di mana saya bekerja, maka masjid baru ini terletak di belakangnya. Jaraknya lebih dekat. Hanya saja, jalan dari gedung ke masjid tidak ada shelter atau pelindung seperti yang dibangun untuk menghubungkan gedung dengan masjid lama.

Jika hujan rintik-rintik kecil atau tidak terlalu besar, cukuplah kami berlari dari gedung ke masjid. Basah sedikit bukan masalah. Akan sedikit merepotkan jika hujan turun sangat lebat. Secepat apapun berlari, pakaian akan basah kuyup. Untungnya, pengurus masjid menyediakan cukup banyak payung. Beberapa orang petugas, biasanya mengantarkan payung-payung tersebut ke dua buah gedung yang berada dekat masjid untuk digunakan oleh para pegawai yang akan shalat di masjid. Jika mau bersabar, menunggu sejenak mungkin tidak masalah.

Namun adakalanya, petugas masjid tidak bisa melihat  kami, para pegawai, yang sedang menunggu. Tempat kami menunggu memang kurang strategis yang tidak bisa langsung terlihat dari teras masjid. Berbeda dengan pintu masuk gedung baru yang letaknya sejajar dengan teras masjid. Payung pun tidak diantarkan. Jika demikian yang terjadi, beberapa di antara kami akan naik kembali ke lantai atas dan shalat di mushalla yang memang tersedia di hampir setiap lantai.

Jika demikian, maka keraguan pun melanda diri ini. Niat yang semula mantap menjadi sedikit goyah. Pertanyaan pun bergelayut, entah di pikiran atau di hati. Ke masjid nggak yah?


Tulisan Terkait Lainnya :

63 respons untuk ‘Hujan! Ke Masjid Enggak Yah? (2)

  1. ayanapunya Oktober 29, 2013 / 10:44

    Eaa tulisannya nanggung lagi…
    Dan kyknya makin hari makin siang postingnya 😀

    • jampang Oktober 29, 2013 / 12:31

      judulnya juga kan merupakan pertanyaan. jadi ya digantung aja sekalian 😀

      tak hanya lebih siang. hari ini saya juga cuma posting satu kali aja.

      • ayanapunya Oktober 29, 2013 / 12:33

        Wah, tumben?

      • jampang Oktober 29, 2013 / 12:34

        protes?
        maaf, saya tidak selalu bisa memenuhi keinginan para fans

        😀

      • ayanapunya Oktober 29, 2013 / 12:36

        😀
        Ya terserah yang punya rumah saja 🙂

      • jampang Oktober 29, 2013 / 12:38

        lagi nggak ada ide. eh sebenarnya ada ide sih yang “mengganjal” tapi saya mikir kalau ditulis bisa terkesan lebay 😀

        dan biasanya, kalau ada satu ide yang “mengganjal” dan belum disalurkan, pikiran saya selalu ke itu-itu terus.

      • ayanapunya Oktober 29, 2013 / 12:43

        Ya tulis seadanya aja dulu di draft mas. Daripada nggak konsen kerja. Saya juga dari kmrn mau nulis gagal melulu krn bingung idenya mau diapain

      • jampang Oktober 29, 2013 / 12:46

        ya kalau udah jadi tulisan… ujung-ujungnya pasti diposting 😀

      • ayanapunya Oktober 29, 2013 / 12:48

        Ya iyalah. Kalau saya kadang spontan sih kalau nulis. Jadi ya kadang nggak terlalu mikir (secara isinya curhat :D)

      • jampang Oktober 29, 2013 / 12:54

        nah kalau yg ini saya harus mikir (secara isinya curhat)

      • ayanapunya Oktober 29, 2013 / 12:57

        Biar nggak kelihatan curhatnya ya 😛

      • jampang Oktober 29, 2013 / 13:41

        sepertinya yang ini bakal kliatan jelas curhatnya, makanya sudah untuk ditutup2i

        xixixixixixi

      • ayanapunya Oktober 29, 2013 / 13:43

        Waaa jadi penasaran saya 😀

      • jampang Oktober 29, 2013 / 14:07

        saya kasih bocoran deh…. soal nerbitin buku 😛

      • ayanapunya Oktober 29, 2013 / 14:09

        Lah, bukunya kan udah terbit? Apa lagi yang mengganjal?
        Ya udah nunggu jurnalnya aja deh. Hehe

      • jampang Oktober 29, 2013 / 14:13

        sikap “sekeliling” di mana ada yang pro dan kontra…. halah bahasanya

      • ayanapunya Oktober 29, 2013 / 14:56

        Wih kayaknya asik nih 🙂

      • jampang Oktober 29, 2013 / 16:38

        bukan pro dan kontra juga seh…. apa yah…. ya gitu deh 😀

  2. Ie Oktober 29, 2013 / 11:36

    yeeee… masak hujan aja ga jadi ke masjid…
    jangan jadi alasan to yaaa…
    dulu para karyawan ga pada sholat karena ga ada mushola,
    sekarang begitu sudah ada mushola kalau melihat mereka ga sholat saya langsung ngomel kiri kanan atas bawah … he he he..

    • jampang Oktober 29, 2013 / 12:32

      ya… harus ke masjid 😀

      wah… perhatian banget ibu yang satu ini

      • Ie Oktober 29, 2013 / 12:42

        biasanya begini:

        “Kamu – kamu itu ya… ingat! Kalo ga sholat.. apalagi pas bulan ramadhan, aku potong gaji kalian!!!!” ancamku

        *galak 😀

      • jampang Oktober 29, 2013 / 12:45

        😀
        mantap dah!
        jangan kasih THR juga…. xixixixixixi

      • Ie Oktober 29, 2013 / 12:46

        hi hi hi…

      • jampang Oktober 29, 2013 / 12:54

        lanjutkan 😀

      • Ie Oktober 29, 2013 / 12:55

        ha ha.. nasehatku yang masih dilanggar mereka adalah “STOP MAIN JUDI dan pasang nomer karena itu melanggar perintah Tuhan”

        ga tahu mesti kasih nasehat apalagi… dah sampe dower bibirnya tetepppppp aja dilanggar…

        beeeeeeehhhh… 😦

      • jampang Oktober 29, 2013 / 13:40

        coba aja jelaskan ke mereka tentang teori dadu. probabilitas. jika sebuah dadu dilemparkan, maka kemungkinan jumlah mata dadu yang mereka tebak hanya 1/6 alias 17% saja. artinya kemungkinan mereka menang sangat kecil dan bandar yang akan selalu untung. apalgi jika yang ditebak adalah angka dengan ribuan variasi dan kombinasi.

        intinya… judi tidak menguntungkan mereka… bandar yang selalu untung

  3. herma1206 Oktober 29, 2013 / 11:56

    Gampang solusinya mah..bawa aja payung sendiri, simpen di ruangan, gk usah bawa pulang. Itu cadangan buat klo hujan…okeee kan.. 😀

    • jampang Oktober 29, 2013 / 12:32

      lelaki… nggak bawa payung 😀

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 14:01

        jiiiaaah..lelaki gak takut hujan kalau utk urusan ke masjid 😛

      • jampang Oktober 29, 2013 / 14:09

        bukan masalah takut…. tapi masalah basah kuyup. nanti karpet masjid basah semua

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 14:14

        masuk akal..tapi klo laki2 gak bawa payung gak masuk akal deh..
        di bogor mah dah biasa liat cowok2 tulen kemana2 payungan.. beda kali ya bogor ama jakarta..hehe..

      • jampang Oktober 29, 2013 / 14:21

        kalau begitu saya ralat. mungkin saya aja. dan mungkin dalam waktu tertentu saja 😀

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 14:35

        naah..jadi lelaki bisa dong bawa payung.termasuk mas rifki.. 😀
        oh iya..klo di palembang dulu iya..klo liat laki2 payungan kesannya gimanaaa gitu, gak banget deh.. Tapi klo disini bisa dimaklumi..

      • jampang Oktober 29, 2013 / 14:38

        ya…. lingkungan mungkin yang membuat sesuatu terlihat atau terkesan beda

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 14:46

        yup..jadi kesimpulannya..?? tetep gak mau bawa payung buat cadangan ujan klo ke masjid..? 😛

      • jampang Oktober 29, 2013 / 14:49

        yup. kalau dianterin sama pengurus masjid, payungnya ya saya pake

      • herma1206 Oktober 29, 2013 / 14:55

        kan tadi katanya di tulisan, posisi nunggunya suka gak keliatan ama pengurus masjid, makanya disaranon bawa payung sendiri..gituuuu…

  4. fenny Oktober 29, 2013 / 12:06

    Mulia nya pengurus masjid itu, mau memfasilitasi payung tuk org2 yg hendak beribadah.
    Mmg tiap pegawai ngga ninggalin payung d kntr buat persediaan klo hjn?

    • jampang Oktober 29, 2013 / 12:33

      yang bawa payung bisa dihitung pake jari mungkin. 1 banding 100 kali 😀

      • fenny Oktober 29, 2013 / 16:30

        Dari smiley 😀 kyknya termsk yg 100 nih … 🙂

      • jampang Oktober 29, 2013 / 16:39

        kan di cerita emang saya nggak bawa payung

      • fenny Oktober 29, 2013 / 17:03

        Iya … 🙂
        Skrg kan sdh bln -ber, brrt hrs sdh ninggalin payung d kantor biar ngga ketinggalan jama’ahnya …

      • jampang Oktober 29, 2013 / 19:50

        Nunggu payung dr masjid aja

      • fenny Oktober 29, 2013 / 20:04

        Jiahhh … Laki2 mmg pd gengsi ya klo bw payung … :p

      • jampang Oktober 29, 2013 / 20:42

        😀

  5. thebimz Oktober 29, 2013 / 16:27

    terabas aja mass :))

    • jampang Oktober 29, 2013 / 16:39

      kalau nggak lebat2 amat ya… terabas aja sih 😀

  6. nurme Oktober 29, 2013 / 16:52

    Ke Mesjid atuuh…
    Bukan katanya semakin besar hambatan, semakin besar amalan.
    Walahualam sih 🙂

    • jampang Oktober 29, 2013 / 19:50

      Iya. Bagusnya tetap ke masjid

      • nurme Oktober 30, 2013 / 07:44

        🙂

  7. nurme Oktober 29, 2013 / 16:53

    koprol aja biar gak keujanan… :p

    • jampang Oktober 29, 2013 / 19:50

      😀

      • nurme Oktober 30, 2013 / 07:45

        🙂

  8. syifarah03 Oktober 30, 2013 / 10:33

    ah, aku sih cuek aja, ga sholat di masjid gpp :p
    *abaikan

    • jampang Oktober 30, 2013 / 13:02

      kan pahalanya berlipat ganda.

      hmmmm…. ada tamu yg datang kali yah 😀

      • syifarah03 Oktober 30, 2013 / 16:57

        buat cewek gitu lhoo, ga wajib ke masjid hoho.

      • jampang Oktober 30, 2013 / 17:00

        buat cowok juga nggak wajib… hanya sunnah muakkadah menurut pendapat sebagian besar ulama.

        yang saya maksud pahala berjamaahnya

  9. tinsyam Oktober 30, 2013 / 13:19

    kalu malu bawa payung ya udah bawa jas.. *konsep yang aneh lelaki ga bawa payung..

    • jampang Oktober 30, 2013 / 13:27

      😀
      ngerasa aneh sedniri aja, mbak

  10. jaraway Oktober 31, 2013 / 16:49

    semakin besar tantangan.. makin manteb kalo bisa tetep ke masjud.. eaa.. hihihi

    • jampang Oktober 31, 2013 / 16:53

      iya… betul… kira-kira begitu 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s