Ketika Kita Berlebih-lebihan, Apakah Mereka Pernah Merasakan?

foodPerbaikan gizi, itu adalah celetukan beberapa rekan saya jika ada yang mengikuti kegiatan di luar kantor semisal konsinyering, kegiatan lain yang mengharuskan menginap di hotel, atau kegiatan kursus. Sebab di hotel atau di tempat kursus, kemungkinan besar menu makannya akan sangat berbeda dengan menu yang bisa dimakan setiap harinya. Saya pun pernah mengalami yang namanya perbaikan gizi tersebut.

Suatu ketika, saya mengikuti kegiatan kursus atau menginap di hotel. Saat waktunya saraoan atau istirahat, saya melihat menu makanan yang beraneka macam telah tersaji di beberapa meja, mulai dari makanan pembuka, utama, serta penutup. Bukan hanya nama makanan tersebut yang aneh karena saya baru mengetahuinya saat itu, bentuknya juga mengundang selera. Saya menjadi lapar mata. Ingin rasanya mencicipi bagaimana rasa semua menu yang ada dan melahapnya. Saya pun melakukannya.

Setelah menghabiskan sepiring nasi dengan berbagai macam lauknya, saya mencoba lagi jenis makanan lain. Meski perut sudah terasa kenyang, namun dorongan keinginan untuk mencoba makanan lainnya jauh lebih kuat.

Kapan lagi saya bisa menikmati makanan seperti ini. Jarang-jarang kan? Gratis pula! Pikir saya.

Saya pun mengambil menu lain dan juga beberapa potong buah seperti semangka, melon, dan pepaya atau nanas sebagai makanan penutup.

Tak ingin menyisakan makanan di piring yang ada di depan saya, khawatir akan mubazir, saya paksakan diri untuk menghabiskan semua makanan yang sudah saya ambil. Sesuap demi sesuap. Akhirnya, dengan usaha dan kerja keras, tak ada lagi makanan yang tersisa.

Makanan memang berhasil saya habiskan, tetapi perut saya terasa tak nyaman. Kekenyangan. Nyatanya, kemampuan perut saya tidak mampu menampung laparnya mata. Benarlah jika dikatakan bahwa berlebih-lebihan itu tidak baik.

Di ruang makan itu, tidak hanya ada saya dan para tamu atau peserta yang sedang menikmati makanan di meja masing-masing. Tetapi ada juga para pelayan yang berkeliling menawarkan teh atau kopi, yang membersihkan meja setelah digunakan oleh tamu atau peserta, membawa piring, mangkok, gelas, sendok, dan garpu kotor, yang mencuci semuanya itu di ruang lain, yang mengisi kembali makanan yang sudah habis dari dapur, dan para koki yang memasak di dapur. Pernahkah ada yang bertanya kepada mereka, apakah mereka pernah menyantap makanan yang mereka masak dan sajikan tersebut?

Pernah suatu ketika saya ingin menanyakan hal itu kepada salah seorang di antara mereka. Tetapi belum terlaksana. Mungkin menu di hadapan saya mengalihkan keinginan tersebut.

Selamat sarapan.


Tulisan Terkait Lainnya :

60 respons untuk ‘Ketika Kita Berlebih-lebihan, Apakah Mereka Pernah Merasakan?’

  1. fenny November 5, 2013 / 08:58

    Wahhh … Klo saya jrg sarapan lbh srg nyemil di pagi hari … 🙂

    • jampang November 5, 2013 / 09:03

      sarapannya itu ya ngemil 😀

      • fenny November 5, 2013 / 09:22

        Klo kt org betawi yg nm nya sarapan atau mkn itu hrs kena nasi klo blm kena brrt blm sarapan 😀

      • jampang November 5, 2013 / 09:53

        😀
        Ya perutnya sudah terbiasa dengan nasi

      • fenny November 5, 2013 / 12:26

        Yup … 🙂
        “Berhentilah makan seblm kenyang” kyknya tdk mdh ya ngikutin ajaran ini apalagi klo lg d tmpt acara n d dpn mata byk makanan yg memanggil2 … 🙂

      • jampang November 5, 2013 / 16:37

        ya begitulah yang namanya lapar mata

      • fenny November 5, 2013 / 17:10

        Yup betul sekali … 🙂

      • jampang November 5, 2013 / 17:23

        😀

  2. ayanapunya November 5, 2013 / 09:36

    Waktu ke nikahan teman adik di sby kmrn saya makan sampai 7 kali dalam sehari kalau nggak salah. Sampai mau muntah rasanya. Bukan sengaja mau makan sebanyak itu pastinya 😀

    • jampang November 5, 2013 / 09:53

      Koq bisa sebanyak itu, mbak?

      • ayanapunya November 5, 2013 / 10:39

        pagi kan sarapan tuh, trus habis nikahan itu dikasih makan sama kue. trus kami ke mall, saya beli jamur goreng. tambah kenyang. trus ketemuan lagi sama ino itu juga diajak makan (saya nggak sanggup ngabisin). malamnya pas resepsi ya dapat makan lagi 😀

      • jampang November 5, 2013 / 11:31

        Tapi bukan makanan berat semuanya kan

        😀

      • ayanapunya November 5, 2013 / 11:35

        malam itu sebenarnya udah nggak pengen makan lagi. tapi menunya menggoda semua. jadinya saya bolak balik nyobain makananya. dim sum, lasagna, trus sup apa gitu
        *ketahuan rakus 😀

      • jampang November 5, 2013 / 16:37

        jarang-jarang ya mbak…. so… kapan lagi kalau bukan saat itu dinikmati 😀

      • ayanapunya November 5, 2013 / 16:38

        iya. haha. nggak ada yang kenal saya juga di sana 😀

      • jampang November 5, 2013 / 16:39

        aman. kalau boleh, bungkus 😀

      • ayanapunya November 5, 2013 / 16:40

        Sayang kemarin nggak bawa tas gede *eh 😀

      • jampang November 5, 2013 / 16:47

        😀
        percuma juga bawa tas gede kalau nggak bawa kantong plastik

      • ayanapunya November 5, 2013 / 16:51

        Padahal saya bawa plastik loh kemarin
        *Bisa2 adik saya nggak mau ngakuin saya sebagai kakak kalau benar2 kejadian kyk gitu 😀

      • jampang November 5, 2013 / 16:55

        wah… udah dipersiapkan rupanya

        😀

        bisa jadi

      • ayanapunya November 5, 2013 / 16:58

        Plastik bekas belanja itu mah. Hihi

      • jampang November 5, 2013 / 17:05

        Hayyyyyaaaahhhhh

      • jampang November 5, 2013 / 17:24

        😀

  3. N.Yani_雅妮 November 5, 2013 / 10:37

    Pengen nanya begitu mas tapi takut si pelayan nya tersinggung 😀

    • jampang November 5, 2013 / 11:29

      Eh iya. Juga seh yah. Kita kan nggak tahu apa pertanyaan kita bakalan bikin tersinggung atau nggak. Niat kita mungkin baik tp belum tentu bagi orang lain baik. Sepertinya nggak usah nanya kali yah 😀

  4. nengwie November 5, 2013 / 11:32

    “Berhentilah saat kau merasa akan kenyang” gitu ya kalau ndak salah anjuran/nasehat Rasululloh SAW..
    Tipsnya itu jika banyak makanan yg menarik, cukup ambil sedikit2 saja.. jd semua dicicipi tp tidak bikin tersiksa hehe
    Boro2 nikmat ya kang, yg ada sakit perutnya… Trs kantuk menyerang.. trs ngga bisa konsentrasi dgn baik 😃

    • jampang November 5, 2013 / 16:36

      mungkin ralat sedikit teh. nasihat itu bukan berasal dari Rasulullah. mengenai ucapan yang dianggap hadits tersebut ada beberapa keterangan berikut :

      Dari eramuslim dari KH. Ali Mustofa Ya’qub dari kitab karya Al Imam As-Suyuthi menyebutkan bahwa lafadz itu berasal dari seorang tabib (dokter) di Sudan.

      Syaikh Bin Baz berkata, “Kami tidak mengetahui mengenai keabsahan hadits ini, yaitu hadits: Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”

      Begitu pula pendapat Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam Minhajul Muslim, “Saya tidak mengetahui siapa yang mengeluarkan riwayat tersebut, sepertinya itu hanya atsar dari sahabat ridwanullah ‘anhum dan bukan hadits nabawi, Wallahu a’lam.”

      Sedangkan hadits dari Rasulullah yang sehubungan dengan pola makan sederhana adalah sbb:

      Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ““Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih buruk dari perutnya, hendaklah Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya, jika tidak bisa (terpaksa), maka makanlah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk nafasnya.” (HR. Imam Tirmidzi)

      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mukmin minum dengan satu usus (perut), dan orang kafir minum dengan tujuh usus (perut). (HR. Muslim).

      ***

      iya.. tipsnya itu bisa jadikan alternatif biar semuanya bisa dicoba. cuma kadang-kadang kalau ada satu yang enak… ngambilnya jadi banyak 😀

      • nengwie November 5, 2013 / 16:40

        Jazakalloh khoir buat tambahan ilmunya…😊

      • jampang November 5, 2013 / 16:46

        sama-sama, teh 🙂

        semoga sehat selalu

      • nengwie November 5, 2013 / 21:44

        Aamiin.. Begitu juga buat kang Rifki, Syaikhan.. Ibu bapak ..^_^

      • jampang November 6, 2013 / 04:49

        terima kasih, teh 🙂

  5. herma1206 November 5, 2013 / 12:44

    kapok makan kekenyangan sampe senep..klo di rumah atau lagi hang out ama temen sih gpp.. Lah klo di tempat ngajar..gara2 kekenyangan saya ampe kengantuk2 pas ngajar, smp murid sy yg negor, “mba ngantuk banget yak?” 😀

    • jampang November 5, 2013 / 16:38

      😀
      kasihan muridnya kalau begtu

      • herma1206 November 5, 2013 / 16:50

        iya..biasa murid yg ngantuk di kelas, ini malah gurunya 😀
        makanya kapok…

      • jampang November 5, 2013 / 16:54

        gurunya dapat pelajaran bagus 😀

      • herma1206 November 5, 2013 / 17:05

        sekali2 dapat pelajaranlah..masa ngasih pelajaran mulu 😀

      • jampang November 5, 2013 / 17:23

        Guru juga bisa belajar dr muridnya 😀

      • herma1206 November 5, 2013 / 17:27

        bisa banget..gak masalah :D, skrg murid2 sy malah minta diajarain ngias blog WP 😀
        oh iya….yg kmrn itu temen kerja saya yak, pas komenan sy lgi di sebelah dia..hahaha..

      • jampang November 5, 2013 / 17:35

        Oooh… Ya… Ya… Saya cuma baca yg kemaren itu doank. Blm blogwalikng. Blm follow2an 😀

      • herma1206 November 5, 2013 / 17:41

        Hehehe…saya kan suka pamer dan menularkan hobi, dlu multiply, sekarang wordpress…
        Kdg dengan sedikit memaksa..baca dong..komen dung…xixixi..

      • jampang November 5, 2013 / 18:30

        ternyata…. main paksa 😀

      • herma1206 November 5, 2013 / 18:39

        ada yg dipaksa..ada yg sukarela kok..hehe..
        tapi lbh bnyak yg gak mau 😀

      • jampang November 6, 2013 / 06:19

        kasiaaaaaan 😀

  6. Baginda Ratu November 5, 2013 / 13:11

    Haha, yg namanya diklat/konsinyering, udah pasti jd ajang perbaikan gizi ya, mas… 🙂

    • jampang November 5, 2013 / 16:38

      iya mbak. betullllll 😀

  7. nurme November 6, 2013 / 05:04

    Pernah nanya iseng sih pas kesempatannya pas.

    Beberapa sih bilang gak pernah 😦

    • jampang November 6, 2013 / 05:22

      mungkin kebijakan perusahaan kali sehingga ada aturan demikian

      • nurme November 6, 2013 / 05:24

        Sepertinya begitu, padahal mungkin mereka juga pengen nyicip ya.

        Jadi sedih kalau inget ini 😦
        Sekarang saya gak pernah mau nanya-nanya lagi

      • jampang November 6, 2013 / 05:43

        dan saya juuga sudah memutuskan untuk tidak akan bertanya sebab takut mereka merasa tersinggung seperti komentar blogger sebelumnya

      • nurme November 6, 2013 / 05:58

        bloger sebelumnya?????

      • jampang November 6, 2013 / 06:04

        yup. komentar blogger sebelumnya, mungkin di sebelah atas

  8. herma1206 November 6, 2013 / 06:36

    kasiaaaaaan 😀 —> gak muncul di notif 😀

    • jampang November 6, 2013 / 08:09

      emang nggak muncul. kan saya balasnya gagal 😀

      • herma1206 November 6, 2013 / 08:14

        hehe..yo wes..berarti krn faktor X

      • jampang November 6, 2013 / 08:30

        iya. begitulah

      • herma1206 November 6, 2013 / 08:40

        😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s