Karena Semua Ada Ilmunya (2)

ilustrasi : http://shutterstock.com/

Diiringi turunnya hujan malam itu, akhirnya saya dan rekan memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran. Tiba di tempat, suasana cukup ramai tapi tidak sampai penuh, sehingga ketika kami masuk masih ada tempat yang masih tersedia.

Setelah menunggu sekitar lima belas menit seperti yang disampaikan pelayan restoran tersebut, makanan yang sudah kami pesan berdatangsan satu per satu. Mulailah kami menyantap makanan sesuai dengan pesanan masing-masing.

Untuk menambah nikmat sajian yang sudah terhidang di hadapan, restoran tersebut menyediakan dua botol saos di meja. Sambal dan tomat. Saya pun bermaksud menuangkan saos tersebut ke atas piring yang saya gunakan. Saya suka dengan rasa sedikit pedas. Tapi bukan pedas dari cabai atau sambal. Saya suka pedas dari saos sambal.

Saya mengambil botol saus sambal terlebih dahulu. Dilihat dari kondisi tutupnya,  sepertinya botol tersebut belum ada yang membukannya. Masih tersegel dengan baik. Saya buka tutup botol saus tersebut dan mulai menuangkannya ke piring. Sekali kocok, saus tak keluar. Saya gunakan dua tangan untuk mengocok lebih keras agar saus bisa keluar. Barulah setelah sekian kali berusaha sekuat tenaga, saus tersebut bisa keluar. Hal yang sama pun saya alami ketika menuangkan saus tomat.

Rasa lapar membuat saya segera menikmati makanan yang sudah ada di meja saya. Untuk sesaat, saya pun sudah lupa dengan kejadian yang baru saya alami bersama dua botol saos yang masih ada di meja makan.

Sambil menikmati suap demi suap nasi putih dengan chicken teriyaki yang disajikan di atas hot plate, mata saya menangkap kejadian yang serupa dengan yang saya alami sebelumnya. Di sebelah kanan saya, seorang bapak mengalami kesulitan ketika menuangkan saos ke piring.

Salah seorang pelayan yang melihat kejadian tersebut menghampiri bapak tersebut dan mencoba menawarkan bantuan.

“Tidak bisa, ya, Pak? Boleh saya bantu?”

Bapak tersebut langsung menyerahkan botol saos di tangannya.

“Tutupnya mana, Pak?” tanya pelayan lagi.

Bapak tersebut segeara menyerahkan botol saos yang terletak di atas meja.

Sejurus kemudian, pelayan tersebut menutup rapat botol. Tangan kanannya memegang botol dan kemudian memiringkannya hingga ujung botol berada di telapak tapak kirinya. Lalu digoyangkan botol saos tersebut dengan tidak terlalu keras beberapa kali. Lalu tutup botol dibuka. Saos pun segera keluar dengan mudahnya, tak seperti dengan apa yang saya alami beberapa saat sebelumnya.

Di kesempatan kemudian, saya coba praktekkan apa yang dilakukan oleh pelayan tersebut. Alhamdulillah, saya berhasil.

Ternyata, untuk hal-hal yang mungkin dipandang sepele, selalu ada ilmunya untuk bisa melakukannya dengan mudah dan baik. Beberapa waktu sebelumnya, saya pernah menuliskan cerita ketika mengalami kesulitan mengoperasikan mesin fotokopi yang ternyata tak semudah ketika saya melihat ahlinya yang melakukan.


Tulisan Terkait Lainnya :

Karena Semua Ada Ilmunya
Karena Semua Ada Ilmunya

Cerita Tentang Cabai Busuk
Cerita Tentang Cabai Busuk

Tidak Seperti Makan Cabai
Tidak Seperti Makan Cabai

Pompa Tak Berfungsi, Padasan Pun Jadi
Pompa Tak Berfungsi, Padasan Pun Jadi

Berpikirlah Untuk Tidak Mubazir
Berpikirlah Untuk Tidak Mubazir

repost

30 respons untuk ‘Karena Semua Ada Ilmunya (2)

    • jampang November 8, 2013 / 13:32

      Iya. Ternyta kalau udah tahu jadi gampang aja

  1. herma1206 November 8, 2013 / 10:27

    kenapa ya hrs ada kalimat begini: Dilihat dari isinya, sepertinya botol tersebut masih ‘perawan’.
    kirain FF 100 kata 😀

    • nurme November 8, 2013 / 10:33

      Itu bahasa yang sudah umum kok Herma, biasanya digunakan untuk sesuatu atau barang yang memang belum pernah dipakai 🙂

      • jampang November 8, 2013 / 13:33

        Yup

      • nurme November 8, 2013 / 13:35

        🙂

      • herma1206 November 8, 2013 / 13:50

        hehe..iya tahu mba ipie..
        cuma maksdunya kenapa harus diselipin bahasa gitunya..hehe..
        *piiiis mas rifki 😀

      • nurme November 8, 2013 / 14:09

        Sekarang saya nanya pada dirimu, kenapa keberatan dengan kata “perawan” ?

        Apakah karena artinya dalam bahasa Indonesia tidak sesuai atau bagaimana?biar saya bisa coba bantu jelaskan

      • herma1206 November 8, 2013 / 17:18

        kalo menurut saya sih mba, diksinya kurang tepat aja, soalnya muatan tulisannya menggunakan bahasa yg indah dan mengandung hikmah. Sayang aja sih klo ada kata2 yg mengurangi keindahannya, takutnya kata tsb menggiring pembaca kemana2..hehe..

    • jampang November 8, 2013 / 13:33

      Itu majas namanya 😀

      Majas apa namanya saya nggak tahu

      • herma1206 November 8, 2013 / 14:00

        iya sih “majas”, cuma kan tulisannya udah bagus tuh, eh..nyelip ada kalimat gitu..kan sayang..

      • jampang November 8, 2013 / 16:56

        ya, sudah diedit 😛

      • herma1206 November 8, 2013 / 17:19

        siiiip…nah ini kan lebih enak bacanya..sesuai ama muatan tulisannya.. 😀

      • jampang November 8, 2013 / 17:20

        terima kasih

      • herma1206 November 8, 2013 / 17:23

        sama2… 🙂

      • jampang November 8, 2013 / 17:34

        😀

  2. nurme November 8, 2013 / 10:34

    Ntar coba praktekin ah..

      • nurme November 8, 2013 / 13:36

        kalau ga berhasil.. pakai cara lama… dicolok ajah 🙂

      • jampang November 8, 2013 / 16:54

        silahkan

  3. punyaliana November 8, 2013 / 11:12

    nggak semudah yang terlihat
    semua ada ilmunya

  4. tinsyam November 9, 2013 / 23:33

    biar gampang keluar juga bisa pake sumpit, dipancing gitu..

    • jampang November 10, 2013 / 04:53

      wah bari tahu kalau pake sumpit, mbak. tapi waktu kejadian, nggak ada sumpit di meja

      • tinsyam November 10, 2013 / 05:41

        tusuk gigi juga bisa..

      • jampang November 10, 2013 / 05:43

        😀
        nggak kepikiran, mbak. untungnya ada yg ngalamin sama dan akhirnya tahu. dari mbak tin, ngasih 2 cara lain yang bisa dipake. terima kasih

      • jampang November 10, 2013 / 05:44

        😀
        nggak kepikiran, mbak. untungnya ada yg ngalamin sama dan akhirnya tahu. dari mbak tin, ngasih 2 cara lain yang bisa dipake. terima kasih, bisa dicoba

      • tinsyam November 10, 2013 / 05:44

        kalu terlalu keras/kental saosnya bisa dikasih air panas dikit..

      • jampang November 10, 2013 / 05:51

        iya mbak. pernah lihat cara ini dilakuin sama tukang bakso, mbak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s