Sepucuk Surat Jawaban

love-letter
Assalamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuh

Apa kabar, Kak?

Mohon maaf sebelumnya jika aku berkeberatan dengan sapaan yang Kakak sematkan untukku di dalam  surat yang Kakak kirim beberapa waktu yang lalu. Mungkin sapaan itu bisa menjadi panggilan mesra setelah kita resmi menikah. Nanti. Jika pernikahan itu Allah takdirkan untuk terjadi. Bukan sekarang.

Surat tersebut sudah kubaca. Kuucapkan banyak terima kasih. Melalui surat tersebut, Kakak telah memberikan penjelasan tentang apa dan bagaimana sebuah pernikahan itu di saat yang tepat. Aku memang membutuhkannya.

Memang ada perasaan sedih ketika harus menerima kenyataan bahwa diri ini tidak mungkin menjadi perempuan yang pertama yang menemani perjalanan hidup Kakak. Tetapi aku berpikir dan meyakini bahwa akan ada rasa bahagia yang berlebih ketika bisa menjadi seseorang yang terakhir hadir dalam kehidupan Kakak untuk kemudian menghabiskan waktu bersama-sama.

Grow old together. Seperti itulah  mengenai pernikahan yang kuharapkan. Sederhana. Seperti orang-orang tua di zaman dahulu, yang telah membesarkan anak-anak mereka hingga menjadi orang-orang yang memberikan manfaat bagi sekelilingnya. Tentunya dengan mengejar keridhoan Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah dengan melaksanakan pernikahan tersebut.

Di dalam surat, Kakak mengatakan lebih suka mengungkapkan rasa dan mengisahkan cerita dalam bentuk kata-kata. Dalam bentuk tulisan. Tidak masalah bagiku. Jika nanti kita sudah menikah, tetaplah menulis. Tentang apa pun itu. Kirimkanlah tulisan Kakak itu ke emailku. Sebab aku suka membaca.

I wanna grow old together. Itu saja. Nggak harus romantis setiap hari seperti kisah fantasi di dongeng-dongeng itu. Let’s make it simple and not complicated. Dan surat yang kakak kirim beberapa hari yang lalu melalui email akan menjadi salah satu pengingat bagiku, bagi kita, tentang  tujuan dari pernikahan yang kita lakukan. Pernikahan yang kuimpikan.

Jika impian itu terlaksana, Alhamdulillah. And when i say yes, i’ll give my hand to you and all my heart.


Tulisan Samara Lainnya :

46 respons untuk ‘Sepucuk Surat Jawaban

    • jampang November 11, 2013 / 20:14

      asik asik asik 😀

  1. pinkvnie November 11, 2013 / 19:05

    Alhamdulillah … Selamat ya akhirnya surat nya sdh d bls … Xixixixi 😀

      • pinkvnie November 11, 2013 / 21:53

        kembali kasih … 🙂
        siap2 nih … 😀

      • jampang November 12, 2013 / 04:55

        siap2 tidur atau siap2 berangkat kerja 😀

      • fenny November 12, 2013 / 08:23

        Siap2 trm undangan … Ehh ngga ada ya dlm pilihan … 😀

      • jampang November 12, 2013 / 08:57

        😀

    • jampang November 11, 2013 / 20:16

      auw…. jadinya benjol asmara deh 😀

  2. ayanapunya November 11, 2013 / 19:33

    Ciee bakal ada janur kuning nih

    • jampang November 11, 2013 / 20:16

      kalau cerita janur kuning sih udah ada di sini

      • ayanapunya November 11, 2013 / 23:03

        Janur kuning part 2 mgkn?

      • jampang November 12, 2013 / 04:57

        sepertinya sudah ada dua cerita janur kuning dengan tema sedikit berbeda 😀

      • ayanapunya November 12, 2013 / 05:14

        The real story aja kalau begitu 😀

      • jampang November 12, 2013 / 05:29

        baiklah. semoga saja 😀

  3. Dyah Sujiati November 11, 2013 / 19:52

    Hah ini surat baiknya dikasihkan setelah menikah. ‘Pura-puranya’ keberatan ‘panggilan’ tapi isinya kok? Sudah begitu? Ck ck ck. ‘beda tipis’ nih

    *pish pak, meski hanya fiksi lho

    Cheers ^__^v
    DS

    • jampang November 11, 2013 / 20:18

      memang salah yah menyampaikan harapan tentang pernikahan yang diinginkan?

      *nggak biasa nulis sebagai tokoh perempuan*

      • Dyah Sujiati November 11, 2013 / 22:03

        Bukan itu masalahnya. Tapi belum2 udah mesra tu bahasanya.

        Cheers

      • jampang November 12, 2013 / 04:56

        oooo….. 😀

        ya ya ya….

  4. RY November 11, 2013 / 21:20

    Jangan lupa undang-undang ya Pak 🙂

    • jampang November 12, 2013 / 04:54

      sepertinya kalau cerita undangan sudah pernah ada 😀

      • RY November 12, 2013 / 22:58

        diingatkan kembali Pak, hahahha

      • jampang November 13, 2013 / 04:46

        😛

  5. Dinar Zul Akbar November 11, 2013 / 22:25

    ayo Kak, boleh Kak, murah koq Kak,
    ayo Kak, boleh Kak, murah koq Kak,
    ayo Kak, boleh Kak, murah koq Kak,
    ayo Kak, boleh Kak, murah koq Kak,

  6. herma1206 November 11, 2013 / 23:37

    Jadi..udh diterima nih..?? aseeeek..^_^

    • jampang November 12, 2013 / 05:00

      karena cerita sebelumnya kan ditolak. sekarang bikin yang diterima. eh… tapi pernyataannya pake “if” lho. artinya belum kan yah?

      😀

      *bingung sendiri*

      • herma1206 November 12, 2013 / 05:37

        oowh…klo yg ditolak suratnya gak dipublish ya.. 😀

        pake ‘if” atau gak pake “if” gak masalah, yg penting dapet surat jawaban, daripada di gantung 😀

      • jampang November 12, 2013 / 05:42

        ada koq. malahan dimasukin ke draft naskah yang kemaren.

      • herma1206 November 12, 2013 / 05:50

        oowh..yg draft PBK ya..lupa, udh lama bacanya 😀
        dikirim ke penerbit mana? sama kayak JJT?

      • jampang November 12, 2013 / 05:53

        iya sama kayak JJYT

      • herma1206 November 12, 2013 / 05:55

        ooooo..ya..ya..

      • jampang November 12, 2013 / 05:57

        😀

    • jampang November 12, 2013 / 05:30

      😀
      asal bukan bunga bangkai aja

    • jampang November 12, 2013 / 12:56

      ya masa dipanggil mbak 😛

      • titintitan November 12, 2013 / 12:59

        ahaha..

        betul jugaak 😀

      • jampang November 12, 2013 / 13:00

        ya iyalah… kan saya yang nulis cerita di atas. 😛

  7. nurme November 27, 2013 / 21:51

    Aamiin.. Aamiin.. Aamiin YRA
    Semoga seperti yang diharapkan seterusnya sampai maut memisahkan.
    Tidak tergoyahkan oleh kerikil sebesar apapun.

    • jampang Januari 3, 2014 / 05:14

      uhuk…. uhuk…. 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s