My Dearest Syaikhan : Kaos Bunaken dan Mainan Adu Ayam

syaikhan pakai kaos bunaken
syaikhan pakai kaos bunaken

Syaikhan, seperti biasanya, sebelum bertemu denganmu Abi akan menelpon dan bicara singkat denganmu. Namun sudah beberapa kali Abi mencoba menelponmu, tidak ada yang mengangkat. Bahkan lebih sering hanya pemberitahuan bahwa nomor yang Abi hubungi berada di luar jangkauan. Abi mengirim SMS pun tidak ada balasan. Akhirnya, setelah Abi mengirim SMS di sabtu pagi, tanpa menunggu jawaban, Abi langsung berangkat. Tak lupa Abi membawa sebuah kaos bertuliskan “dive Bunaken” yang Abi belikan untukmuย  serta mainan adu ayam yang sudah Abi persiapkan sejak beberapa waktu yang lalu.

Sebuah SMS dari Yangti masuk sekitar satu jam setelah Abi kirim. Isinya memberitahukan Abi bahwa dirimu sudah mandi dan rapi. Abi hanya berharap bahwa dirimu tidak ada rencana pergi keluar rumah.

Tiba di rumah, kamu langsung menyambut Abi. Kantong plastik berisi makanan yang biasa Abi belikan untukmu langsung berpindah tangan. Kamu langsung membawanya ke dalam rumah.

Abi langsung memberikan kaos yang merupakan oleh-oleh ketika Abi bertugas ke Manado. Abi meminta kamu mencobanya. Semula kamu menolak. Tetapi akhirnya kamu bersedia mencobanya dan berpose dengan malu-malu. Selanjutnya, kamu membuka kembali kaos itu.

Syaikhan, kegiatan yang kita lakukan bersama hampir serupa dengan kegiatan yang kita lakukan di pertemuan-pertemuan sebelumnya. Menyuapimu, menonton film, dan bermain bola. Hanya saja, kali ini kamu tidak memainkan “tabulet” yang belum dicharge baterenya. Handphone Abi sebagai gantinya. Kali ini kamu menemukan cara bagaimana membuat kolase dan menambahkan efek “mask” sehingga dirimu di dalam foto seolah-olah memiliki kekuatan super. Barulang kali kamu mencobanya. Dan kamu tertawa bahagia melihat hasilnya.

kolase buatan syaikhan
kolase buatan syaikhan
syaikhan kekuatan super
syaikhan kekuatan super

Abi memperlihatkan mainan adu ayam yang abi buatkan khusus untukmu. Sayangnya, kita belum bisa memainkannya karena kesulitan menemukan bunga rumput yang ternyata sudah jarang tumbuh di pinggir jalan. Abi berjanji akan mencarikan bunga rumput ketika kita berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat zhuhur.

Di saat menunggu itu, sesekali kamu mengajak Abi untuk segera ke masjid. Padahal waktu shalat zhuhur masih lama. Sepertinya kamu sudah tidak sabar ingin bermain adu ayam.

Alhamdulillah, selepas shalat zhuhur, di dalam perjalanan kembali ke rumah, kita menemukan bunga rumput yang agak cocok dengan mainan adu ayam. Abi memetiknya dan membawa pulang. Lalu langsung mencobanya di rumah.

Syaikhan, rupanya kamu sangat senang dengan permainan sederhana itu. Dengan semangat, kamu menggesek-gesekkan batu koral ke ujung paku agar bunga rumput yang dijadikan sebagai ayam-ayaman bergerak maju. Kamu melakukannya berulang-ulang. Bahkan setelah melakukan kegiatan lain, kamu kembali mengajak bermain adu ayam lagi.

“Seru, Bi!” Itu komentarmu.

Sesaat sebelum pulang Abi membungkus mainan adu ayam tersebut.

“Syaikhan, mainannya Abi bawa pulang atau taro di sini?” Tanya Abi.

“Bawa pulang aja. Nanti kalau Abi ke sini bawa lagi yah!” Jawabmu. Tapi kemudian kamu meralatnya. “Taro di sini aja, Bi. Biar Abi nggak lupa!”

Setelah Abi pamit untuk pulang, kamu langsung mengajak Tante Putri ke rumah untuk bermain adu ayam. Senangnya hati Abi melihatmu menyukai mainan sederhana yang Abi buatkan untukmu.

Abi menyayangimu, Syaikhan.


My Dearest Syaikhan Lainnya :

22 respons untuk โ€˜My Dearest Syaikhan : Kaos Bunaken dan Mainan Adu Ayamโ€™

  1. nurme November 24, 2013 / 11:33

    Hahaha… Dua-duanya jatuuuh….

    • jampang November 24, 2013 / 15:58

      Iyah. Bunga Rumputnya kurang pas. Jadi susah jatuhnya ๐Ÿ˜€

      • nurme November 25, 2013 / 08:10

        Oh gitu,,, tapi buat saya seru sih liatnya ๐Ÿ™‚
        Lucu

      • jampang November 25, 2013 / 08:35

        yap, seru

      • nurme November 25, 2013 / 08:39

        Archard pun seneng dan ketawa ngakak liat videonya. Dan kepengen ๐Ÿ˜ฆ

      • jampang November 25, 2013 / 08:43

        bikinin aja. gampang. kalau nggak ada kayu, pantek aja pakunya di tanah

      • nurme November 25, 2013 / 08:44

        Cara milih rumputnya?ada dimana ajahkah dia?

      • jampang November 25, 2013 / 09:27

        cari aja bunga rumput yang cocok. tumbuhnya di sembarang tempat

      • nurme November 25, 2013 / 12:59

        Baiklah. Terimakasih ya ๐Ÿ™‚
        Insya Allah mau dicoba

      • jampang November 25, 2013 / 13:00

        silahkan….

  2. pinkvnie November 24, 2013 / 15:10

    Senangnya … ๐Ÿ˜€

    Itu kok da 2 comment yg nyasar ka?

    • jampang November 24, 2013 / 18:27

      Iya. Itu komentar dr jurnal lama yg saya edit dengan tulisan baru

  3. deetie88 November 25, 2013 / 20:38

    Mau dunkz d buatin maenan ky gt… ๐Ÿ™‚

    • jampang November 25, 2013 / 20:42

      Bikin aja sendiri. Ajakin anak2 sekolahan. Gampang. modal kayu, paku, ama karet ๐Ÿ˜€

      • deetie88 November 25, 2013 / 20:45

        Ank2 sekolahan mn bang?… pan ank tk kaga bs bikin begituan… org guruny kaga bs… hehehe..
        Abang bikin atu lg ntr aye mnta dah.. ๐Ÿ˜€

      • jampang November 25, 2013 / 20:54

        Beli aja paku di material ama karet gelang. Pantek aja di tanah kalau nggak ada kayu… Bisa juga koq gitu. Tinggal nyari bunga rumputnya deh

      • deetie88 November 25, 2013 / 21:00

        Hmmmmm… seru c tapi ribet ye…

      • jampang November 25, 2013 / 21:11

        Nggak juga seh ๐Ÿ˜€

  4. Ripiu Desember 3, 2013 / 14:24

    Seru sekali mainnya. Bikinin postingan khusus mas untuk proses pembuatan mainannya ๐Ÿ™‚

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s