Unfulfilled Request

twitter-guitar-iconAir di permukaan danau buatan yang tak begitu luas itu terlihat tenang. Bayangan kumpulan awan di langit terpantul di atasnya. Langit pun begitu teduh. Matahari tidak menampakkan kegarangan sinarnya siang itu. Angin siang bertiup memainkan irama alam yang begitu syahdu. Ranting-ranting pepohonan menari-nari menemaniku dan dirimu, Sal. Hari itu kita menikmati lukisan alam ciptaan Sang Maha Kuasa.Indah. Sejuk. Itu mungkin sebagian dari apa yang kita rasakan ketika dua pasang mataku dan matamu memandang dan merasakan suasana sejauh mata memandang di sekeliling danau tersebut. Untuk beberapa waktu kita terlena dalam buaian alam.

Hingga beberapa waktu kemudian, telingaku menangkap nyanyian dari dari arah belakang. Rupanya tiga orang lelaki yang berprofesi sebagai pengamen sedang menyanyikan lagu untuk menghibur sepasang sejoli di belakang kita dengan mengharap imbalan lembaran rupiah. Aku belum pernah mendengar lirik lagu yang mereka nyanyikan saat itu.

Kualihkan pandangan ke wajahmu.

“Request lagu yuk!” tiba-tiba ide itu muncul dalam benakku. Kamu pun menyetujui.

Para pengamen itu sudah menyelesaikan lagu yang mereka nyanyikan. Ketiganya kemudian melangkah ke arah tempat kita duduk. Aku sudah siap dengan sebuah judul untuk kemudian kuminta agar mereka menyanykannya. Untukku. Untukmu. Untuk kita.

“Bisa request lagu enggak?” tanyaku ketika mereka sudah berada di hadapanku..

“Bisa.” Jawab salah seorang di antara tiga pengamen itu. “Mau lagu apa, mas?”

“Lagunya NAFF. Akhirnya Kumenemukanmu!”

Lagu itulah yang sejak awal terlintas di dalam pikiranku. Mungkin karena kondisi hati dan harapnku yang sangat terwakili dengan lirik di lagu tersebut.

“Wah, enggak bisa. Yang laen deh!” Jawab salah satu dari mereka sesaat setelah saling pandang.

“Lagunya Ungu, bisa?” tanyamu kemudian.

Akhirnya mereka mulai menyanyikan salah satu lagu Ungu. Sekali lagi, aku belum pernah mendengar lirik lagu yang mereka nyanyikan. Hanya saja ada beberapa kata yang bisa kuingat dari lirik lagu tersebut.

jika itu memang terbaik, untuk dirimu
walau berat untukku, berpisah denganmu
hapus sudah air matamu, aku mengerti
ini bukan maumu, ini bukan inginmu *)

Sesaat sebelum para pengamen tersebut selesai menyanyikan lagu tersebut, kuambil dompet dan kukeluarkan selembar uang seribuan rupiah.

“Kasih tiga ribu aja, Zul!” Bisikmu. Mungkin karena suara mereka bagus.

Tapi aku menolak permintaanmu.

“Enggak, ah. Lagunya aja enggak cocok sama suasana kita!” Jawabku.

Suasana indah begini koq lagunya tentang kesedihan. Tambahku dalam hati.


Tulisan Samara Lainnya :

44 respons untuk β€˜Unfulfilled Request’

  1. chiemayindah November 29, 2013 / 12:01

    pelit iih si mas… πŸ˜›

    • jampang November 29, 2013 / 14:28

      πŸ˜€
      itu namanya pelit yah?

      • chiemayindah November 29, 2013 / 16:38

        hahaha.. gak juga sih.. namanya juga ngasih, kan se-ikhlasnya πŸ˜€

      • jampang November 29, 2013 / 16:57

        πŸ˜€
        itu karena lagunya menyinggung perasaan

      • chiemayindah November 29, 2013 / 17:43

        Hahaha, orang lagi happy kok lagunya sedih ya mas..

      • jampang November 29, 2013 / 17:45

        yup. makanya jadi bete tuh si Zul πŸ˜€

      • chiemayindah November 29, 2013 / 20:16

        hahahaha *pukpuk Zul* *langsung nyanyi lagunya Naff yang Akhirnya Ku Menemukanmu*

      • jampang November 30, 2013 / 04:48

        aseeeeek πŸ˜€

  2. nurme November 29, 2013 / 13:21

    Gitaar… πŸ™‚

    • jampang November 29, 2013 / 14:28

      iya… buat ngamen πŸ˜€

      • nurme November 29, 2013 / 15:47

        enak ajaah…
        saya lagi belajar gitar… tapi bukan buat ngamen
        *siapa tau ada kejadian kayak di tulisan, bisa bilang.. “sini saya yang main gitarnya deh kalau ga bisa

        hahaha…

      • jampang November 29, 2013 / 16:01

        ya kan gitar di cerita saya buat ngamen

      • nurme November 29, 2013 / 20:55

        hahahaha.. becanda koook…
        πŸ™‚

      • jampang November 30, 2013 / 04:48

        ya ya

      • nurme November 30, 2013 / 07:55

        Oh ya… πŸ™‚

  3. ibuseno November 29, 2013 / 14:06

    3 ribu 3 lagu mestinya πŸ™‚

    • jampang November 29, 2013 / 14:33

      iya yah…. tapi yg penting lagunya harus yang indah-indah dong temanya… masa dalam suasana “pacaran” lagunya tentang perpisahan

      mana mau bayar…. itu namanya doain bubar… πŸ˜€

  4. Dyah Sujiati November 29, 2013 / 17:16

    Hahaha!

    Kasih pancing aja pak πŸ˜€

      • Dyah Sujiati November 29, 2013 / 17:33

        Buat nangkap ikan lah?
        Agar tidak mengamen.
        Dari pada dia tak bisa memenuhi request?
        Malah lebih ‘memanusiakan’ itu

      • jampang November 29, 2013 / 17:34

        πŸ˜€
        harga pancingnya jauh lebih mahal

      • Dyah Sujiati November 29, 2013 / 17:35

        Tak masalah. Jadi berkesan kan malah.

      • jampang November 29, 2013 / 17:37

        sepertinya terlalu memaksakan diri kalau dibuat ceritanya begitu πŸ˜›

      • Dyah Sujiati November 29, 2013 / 17:40

        Ahaha!
        Tidak tidak, tidak ada maksud untuk itu sama sekali.

        Saya sedang berkomentar anarkis seperti biasa hahaha

      • jampang November 29, 2013 / 17:42

        yaiks….

        asal jangan pake salah komentar lagi aja… soalnya nggak akan saya edit πŸ˜›

      • Dyah Sujiati November 29, 2013 / 17:56

        Terserah sih, situ mau blog jadi dekil kalau kejadian benar-benar terulang. Hahaa πŸ˜›

      • jampang November 29, 2013 / 17:58

        setidaknya kalau kejadian saya bisa print screen dan saya jadikan ilustrasi pada tulisan berikutnya… bisa ngasih satu ide tulisan πŸ˜€

      • Dyah Sujiati November 29, 2013 / 18:00

        Boleh.
        Apa pun yang sy lakukan jadi bermanfaat. Yihi!

  5. ayanapunya November 29, 2013 / 17:27

    harusnya minta lagunya wali aja. hehe

    • jampang November 29, 2013 / 17:28

      lagu wali yang judulnya apa? yang sering saya denger itu yg judulnya TOMAT πŸ˜€

      • ayanapunya November 29, 2013 / 17:37

        Saya juga nggak tahu, mas. Hehe
        Soalnya kan rata2 pengamen pasti tahu tuh lagunya wali πŸ˜€

      • jampang November 29, 2013 / 17:38

        asal jangan lagu yang cerita soal selingkuh aja…. sama juga kaya cerita di atas πŸ˜€

      • ayanapunya November 29, 2013 / 18:21

        Haha. Lagu nggak sesuai kondisi sih yaa πŸ˜€

      • jampang November 29, 2013 / 18:25

        yup. itu sebabnya nggak mau ngasih banyak πŸ˜€

  6. pinkvnie November 29, 2013 / 22:05

    lah pengamennya bs nawar juga lagu yg mau d nyanyiin … πŸ˜€

      • pinkvnie November 30, 2013 / 14:49

        Wahhh … Jgn2 pengamennya ngarep jg ma sali … πŸ˜€

      • jampang November 30, 2013 / 18:33

        πŸ˜€

  7. nengwie November 30, 2013 / 01:32

    Itu pengamen tau lagu indonesia jadul ngga? Maklum teteh keluaran jadul dan ketinggalan pesawat trs lagu2 indonesia yg baru2 :D…

    • jampang November 30, 2013 / 04:54

      hmmm… kalau teteh mau dimasukkin ke dalam cerita… nanti bisa diatur pengamennya yg kaya gimana πŸ˜€

      • nengwie November 30, 2013 / 08:10

        πŸ˜€

      • jampang November 30, 2013 / 08:20

        πŸ˜€

  8. yantist Januari 13, 2014 / 18:47

    PDA oh PDA… Saya cipika cipiki ama suami kalau pas di bandara aja. Karena biasanya mau pisah…

    • jampang Januari 13, 2014 / 19:00

      kalau di bandara, umumnya kan pada cipika-cipiki πŸ˜€

      *duh… wp saya error lagi. komentarnya pada nyasar*

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s