Jangan Sepelekan Yang Kecil

pinAkhirnya, hujan yang turun mengiringi perjalanan saya berhenti juga, sesaat sebelum saya tiba di tempat parkir kantor, di basement. Rupanya salah seorang teman seruangan saya tiba hampir bersamaan dengan saya. Setelah melipat jas hujan yang sebelumnya saya kenakan, bersama teman saya tersebut, kami bergegas menuju ruang kerja saya lantai lima gedung B.

Ketika kami asyik melangkah, tiba-tiba kaki teman saya terantuk sebuah benda kecil. Sebuah besi yang menonjol sedikit dari lantai basement, sedangkan sisanya terpendam. Rupanya ujung besi tersebut tidak dipotong habis hinggaΒ  rata dengan lantai. Teman saya terkejut seraya mengucap istighfar. Ternyata benda kecil tersebut bisa memberikan ketidaknyamanan ayunan langkah teman saya. Hampir saja tonjolan besi itu membuat teman saya terjatuh.

*****

Di lain waktu dan kesempatan, sekitar pukul sepuluh malam, saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Di salah satu ruas jalan arteri menuju Kebayoran Lama, tiba-tiba saya merasakan laju sepeda motor saya tidak stabil. Goyang. Karena merasa ada yang bermasalah, saya hentikan motor kemudian mengceknya. Jangan-jangan ban sepeda motor saya kempes. Ternyata kekhawatiran saya benar adanya.

Di bawah langit malam, ditemani lambaian daun dari pepohonan yang tumbuh di pinggir jalan, saya menuntun sepeda motor menuju tukang tambal ban. Untunglah tak jauh dari lokasi kejadian, saya menemukan tukang tambal ban yang masih beroperasi.

Setelah diperiksa, ternyata ban belakang sepeeda motor saya tertusuk paku kecil. Meskipun kecil, paku tersebut telah memaksa saya mengeluarkan sejumlah uang untuk mengganti ban dalam dan menunda perjalanan pulang saya selama kurang lebih setengah jam. Paku, benda kecil yang bisa memberikan akibat yang cukup besar.

*****

Seorang teman pernah bercerita kepada saya tentang pengalamannya dan rombongan di bandara. Ketika salah seorang kawannya melewati alat detektor logam, alat tersebut berbunyi, padahal tas dan benda lain yang diperkirakan mengandung unsur logam sudah dikeluarkan. Setiap kali dia melewati alat tersebut, setiap kali itu pula alat detektor logam berbunyi.

Akhirnya, dia terpaksa membuka baju, kaos, serta celana panjangnya. Setelah itulah baru ditemukan penyebab bunyinya alat detektor logam. Ternyata, ada sebuah peniti yang “nyantel” di celana pendeknya. Setelah peniti itu dicopot, dia bebas melewati alat detektr logam yang tak lagi mengeluarkan bunyi.

Sekali lagi, benda yang kecil mampu membuat kehebohan.

Bila benda-benda kecil tersebut yang mungkin sering kita anggap sepele, bisa membuat kita repot dan susah, bagaimana dengan dosa kecil yang sudah pasti kita miliki, yang mungkin sudah bertumpuk-tumpuk?

Wallahu a’lam.

Astaghfirullahal azhiim.


Tulisan Terkait Lainnya :

28 respons untuk β€˜Jangan Sepelekan Yang Kecil’

  1. pinkvnie Desember 1, 2013 / 11:53

    Akhirnya, dia terpaksa membuka baju, kaos, serta celana panjangnya -> waduhhh … πŸ˜‰

    • jampang Desember 1, 2013 / 12:16

      πŸ˜€
      Kan ada celana yg selutut. Jd nggak masalah. Tp gara2 peniti jd repot gitu

      • fenny Desember 1, 2013 / 14:44

        Yoi merepotkan bgt … Mmg ngga d perhatiin ma org2? πŸ™‚

        Jgn sepelekan yg kecil itu bs jg buat ibarat “gara2 kesalahan yg kecil bisa menghilangkan semua kebaikan yg dilakukan …”

      • jampang Desember 1, 2013 / 20:17

        Bagian itu nggak diceritain atau mungkin saya lupa πŸ˜€

        Yup bisa begitu

  2. edi padmono Desember 1, 2013 / 17:46

    Hidup ini memang berawal dari hal yang kecil dan sederhana, begitupun keberhasilan dan kehancuran manusia juga berawal dari hal tersebut.

    • jampang Desember 1, 2013 / 20:18

      Yup. Orang jatuh bukan kesandung gunung… Tapi kerikil

  3. Baginda Ratu Desember 1, 2013 / 18:54

    Dosa2 kecil, kalo dikumpul2, bakal menghambat kita masuk surga. Gitu ya, mas?

    • jampang Desember 1, 2013 / 20:19

      Ya. Yg kecil kalau ditumpuk bisa besar. Kalau pahalanya kalah banyak… Ya mampir dululah.

      Naudzu billaahi min dzalik.

  4. Budi Nurhikmat Desember 1, 2013 / 18:56

    penyakitpun diakibatkan oleh virus yang tidak terlihat, tapi mata senengnya lihat yang gede2 πŸ˜€

    • jampang Desember 1, 2013 / 20:20

      Iya betul.
      Klau lihat yg gede nggak perlu alat bantu lain… Cukup mata πŸ˜€

    • jampang Desember 1, 2013 / 20:20

      Tepat sekali πŸ˜€

  5. nurme Desember 1, 2013 / 20:42

    ditemani lambaian daun dari pepohonan yang tumbuh di pinggir jalan —-) walau repot karena si kecil, masih sempat memperhatikan daun yang melambai rupanya πŸ™‚

      • nurme Desember 1, 2013 / 21:06

        tertusuk paku kan? πŸ™‚

      • jampang Desember 2, 2013 / 04:47

        ooooo… iyah

      • nurme Desember 2, 2013 / 06:19

        Gak mudeng ya πŸ™‚
        Padahal di tulisannya beberapa kali ditulis kata “si kecil”

      • jampang Desember 2, 2013 / 06:24

        iya, nggak mudeng. karena yang saya pake di cerita di atas itu kata “benda kecil”, “paku kecil”. nggak ada kata “si kecil” yang identik dengan bayi atau balita

      • nurme Desember 2, 2013 / 06:34

        Hahahaha.. pantesan ajah kayak orang bingung..
        Mana itu komentar lambaian daun dimalam hari…
        Hiiii.. kalau jadi cerita sereeem…

      • jampang Desember 2, 2013 / 08:01

        πŸ˜€

      • nurme Desember 2, 2013 / 08:47

        πŸ™‚

  6. Ryan Desember 2, 2013 / 04:18

    setuju mas. jangan abaikan si kecil.
    pernah post soal jempol. kecil dibandingkan badan saya yang besar ini. πŸ™‚ tapi pas sakit… berasa sampai ke seluruh badan dan mempengaruhi badan juga kan.

    • jampang Desember 2, 2013 / 04:49

      ah… iya. bener banget, mas
      πŸ˜€

  7. nazhalitsnaen Desember 2, 2013 / 23:55

    pengingat banget lagi nih ketemu tulisan mas di sini
    dan saya termasuk yang sering teledor akan hal yang kecil 😦

  8. danirachmat Desember 4, 2013 / 09:55

    maturnuwun Mas sudah diingatkan… πŸ™‚

    • jampang Desember 4, 2013 / 09:56

      sama-sama, mas… pengingat saya juga πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s