[Prompt #31] Nalini

Perempuan itu mempercepat langkahnya, membelah hawa sejuk di pagi hari. Tujuannya adalah menemukan Gua Natha yang letaknya di balik perbukitan. Tersembunyi. Sesuai namanya, gua itu memang semula diperuntukkan sebagai tempat perlindungan para keluarga keraton di masa kerajaan dahulu.

Entah berapa ribu langkah yang sudah ditempuh, hingga akhirnya perempuan itu sudah berada di depan pintu Gua Natha yang tidak terlalu besar. Dengan sedikit keraguan, berbekal sebuah obor di tangan, perempuan itu mulai memasuki goa tersebut. Selangkah demi selangkah.

Langkahnya terhenti di depan sebuah sendang kecil berbentuk lingkaran.

Mungkin ini yang namanya Sendang Pasada. Gumamnya.

Sambil duduk bersimpuh di depan Sendang Pasada, perempuan itu mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya. Sebuah botol kecil dengan bentuk yang sangat unik berisi cairah berwarna merah menyala.

Jika aku larutkan tirta amerta pemberian guruku ini ke dalam Sendang Pasada, lalu aku mandi di dalamnya, maka aku akan memiliki kecantikan para bidadari dan keabadian para dewi.

Perempuan itu pun melakukan apa yang memang sudah menjadi tujuannya semula.

*****

Perempuan yang duduk di sampingku, Nalini namanya. Parasnya sangat cantik. Tak ada cacat setitik pun di wajahnya. Busana yang dikenakannya juga selalu menambah pesonanya. Aku yakin, kecantikan dan pesona Nalini akan menimbulkan rasa iri di hati para perempuan yang melihatnya. Aku salah satu di antara mereka itu. Aku juga yakin, bahwa setiap pria yang memandangnya akan langsung jatuh hati. Aku adalah saksinya.

Setiap kali aku menemani kebiasaan Nalini berjalan-jalan dan duduk-duduk di taman seperti sekarang ini, pastilah orang-orang yang berpapasan atau melihat kami, tertutama para lelaki, akan menoleh lagi sebanyak dua atau tiga kali ke arah kami. Maksudku ke arah Nalini.

Namun senyuman dan juga sapaan mereka, tak pernah diacuhkan oleh Nalini. Kecuali jika aku mengingatkannya agar dirinya membalas sekedarnya saja, maka Nalini akan tersenyum dan menatap sejenak orang-orang itu. Aku melakukan hal tersebut agar dirinya terhindar dari kesan angkuh dan sombong di mata orang lain.

Kulihat Fossil yang melingkar di pergelangan tangan kiriku menunjukkan pukul lima sore lewat beberapa menit.

“Sudah sore, kita pulang yuk!” Ajakku.

Nalini mengangguk pelan.

Aku bangkit dari tempat dudukku lalu berdiri di hadapan Nalini. Selanjutnya kugenggam kedua telapak tangannya untuk membantunya bangkit.

“Senang nggak hari ini aku temani?”

Nalini tak menjawab.

Aku ajukan pertanyaan yang sama dengan nada sedikit lebih tinggi.

Nalini mengangguk sambil menjawab dengan suara agak berat.

Lalu aku menuntun Nalini berjalan. Perlahan.

“Hati-hati, Eyang!” Pintaku.

48 respons untuk ‘[Prompt #31] Nalini

  1. kakaakin Desember 8, 2013 / 09:55

    Haha… rupanya, selain butuh anti-aging, yang make tirta amerta juga butuh hearing aid 😀

    • jampang Desember 8, 2013 / 11:10

      😀
      Begitulah…. Butuh hearing aid, kaca mata, tongkat… Dll.

      Tirta amerta hanya bekerja pada kulit terluar saja… sedang… Panca indera tetap aja menua 😀

  2. Susindra Desember 8, 2013 / 09:57

    Nallini itu nenek-nenek ya.

    • jampang Desember 9, 2013 / 05:07

      yup. perempuan yang mandi tirta amerta adalah Nalini. berhasil cantik abadi… tapi panca inderanya tak lagi berfungsi dengan baik

  3. Elang W Desember 8, 2013 / 10:48

    masih belum bisa menemukan benang merahnya, kenapa abis mandi di sendang trus lalu jadi nenek-nenek yah??? hehehehe

    • jampang Desember 8, 2013 / 11:13

      Karena nalini sudah berusia seratus tahun lebih. Penampakannya aja yg seperti 30-an tahun. Tapi panca inderanya…. Organ-organ tubuhnya… Tetap menua sesuai usianya.

    • nurme Desember 8, 2013 / 22:34

      Iya saya juga sama, saya membaca seperti terpisah dengan orang yang berlainan. Mungkin kalau ada benang merah yang membuat keduanya terhubung walau satu kalimat, menjadi mudah diserap untuk orang yang buta khayalan seperti saya.

      Maap ya.. jujur

      • jampang Desember 9, 2013 / 05:15

        ya maklum aja… penulisnya juga masih awam

      • nurme Desember 9, 2013 / 09:22

        Semangat teuing penulisnya..
        Semangat menemani nenek yang awet muda dan cantik 🙂

      • jampang Desember 9, 2013 / 09:32

        cucunya itu perempuan koq, bukan laki-laki

      • nurme Desember 9, 2013 / 10:00

        Hihihihi…

  4. pinkvnie Desember 8, 2013 / 11:28

    Jadi perempuan yg d crt awal itu mksdnya nalini? *bingung*

    • jampang Desember 8, 2013 / 11:49

      Iya. Begitulah. Sedangkan si “aku” adalah cicitnya 😀

      • pinkvnie Desember 8, 2013 / 19:45

        Bagus cerita nya … *jempol* 😀

      • jampang Desember 8, 2013 / 21:34

        Terima kasih 😀

  5. herma1206 Desember 8, 2013 / 13:16

    keren nih ceritanya..
    harusnya Nalini minta ramuan ama bibi Lung 😀

    • jampang Desember 8, 2013 / 18:35

      Terima kasih….
      Kedua beda zaman dan lokasi 😀

  6. Dyah Sujiati Desember 8, 2013 / 13:16

    Yahahaha. Kasihan betul cucunya. Sayangnya tidak diwariskan ya? 😀

    • jampang Desember 8, 2013 / 18:37

      Udah habis minumannya…. Cuma segitu2nya… Udah dipake sama leluhur si cucu 😀

      • uwien Desember 9, 2013 / 05:37

        yiaah, kalo masih ada, mau saya minta #eh 😀

      • jampang Desember 9, 2013 / 05:42

        😀
        emangnya mau cantik tapi pikun? 😛

  7. Teguh Puja Desember 8, 2013 / 13:34

    Awet muda itu masih jadi mitos ya Bang. 😀

    • jampang Desember 8, 2013 / 18:40

      Yup. Karena tua nggak ada penangkalnya 😀

      • Teguh Puja Desember 8, 2013 / 19:11

        Persiapan menjelang tutup usia yang seharusnya didahulukan ya bang. 😀

      • jampang Desember 8, 2013 / 19:32

        Iya. Dan hanya orang-orang yg cerdas saja yg telah menyiapkan segala sesuatunya untuk kehidupan berikutnya… yang kekal abadi

  8. Baginda Ratu Desember 8, 2013 / 17:36

    Wah, cantiknya sih abadi, tapi tuanya mah teuteup, gitu ya?

  9. nurme Desember 8, 2013 / 22:26

    Dengan sedikit keraguan, berbekal sebuah obor di tangan, perempuan itu mulai memasuki gue tersebut—– kok gue… hihihihi…*semangat Baaaang…

    Nalini itu rasanya nama tokoh di Saur Sepuh bukan ya?

    • jampang Desember 9, 2013 / 05:13

      ada typo 😀

      bukan

      • nurme Desember 9, 2013 / 09:21

        Hahaha.. baca tadinya serius jadi buyar gegara si gue.. hadeeeuh *ngakak

  10. nurme Desember 8, 2013 / 22:32

    Itu cerita pertama dan kedua ada kaitannya kan?*baca sampai 3 kali.
    Saya kok gak bisa paham ya karena kurang benang merahnya.

    • jampang Desember 9, 2013 / 05:13

      iya ada kaitannya

      iya kali, mungkin memang kurang benang merahnya

      • nurme Desember 9, 2013 / 09:21

        Iya *nunggu ditambahin nih

  11. Anggun Desember 10, 2013 / 00:54

    huahaha “doweweweweng” banget endingnya 😀

    • jampang Desember 10, 2013 / 04:47

      Kebetulan… Nemu ide begitu 😀

      • Anggun Desember 10, 2013 / 10:57

        Hehehe.. Iya, ide pertamanya aborsi Mas, tapi kayaknya udah banyak diulik yang lain, jadi cari-cari lagi 😀

      • jampang Desember 10, 2013 / 11:00

        selamat mencari ide aja kalau begitu 😀

      • Anggun Desember 10, 2013 / 13:20

        Eeehh salah, aku kira ini komen di blog ku (via hp, ga liat2 judul). Aduh maaf.. Heuheuheue

      • jampang Desember 10, 2013 / 13:29

        😀
        gpp

  12. edi padmono Desember 10, 2013 / 06:24

    Ga apa apa…yang penting muda lagi 😀

    • jampang Desember 10, 2013 / 07:49

      muda di luar, usang di dalam 😀

  13. latree Desember 10, 2013 / 23:56

    ini ketularan kaka akin deh……. *tepokjidat*

    • jampang Desember 11, 2013 / 04:50

      😀
      Bisa jadi.
      idenya seh lebih dulu ini dr FF air zamzam itu. Cuma blm bisa ngembangin.

  14. jaraway Desember 11, 2013 / 07:59

    gubraaaaaaakk.. haha

    • jampang Desember 11, 2013 / 08:01

      😀
      jadi awet muda itu masih mitos

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s