Tiga Kisah Di Suatu Hari Minggu

antara meulaboh - banda aceh [002]

Ketika menyusuri arteri Pondok Indah, di salah satu ruas jalan, saya  melihat seorang anak yang mungkin baru berusia belasan tahun sedang duduk-duduk di tepi jalan. Mungkin sedang beristirahat sambil memandangi kendaraan yang lalu-lalang di depan matanya. Di hadapannya, terdapat dua tumpukan cobek yang merupakan barang dagangannya.

Saya tak bisa membayangkan bagaimana pundaknya yang kecil itu membawa beban dua tumpuk cobek menyusuri jalan-jalan untuk menemukan para pembeli. Jangankan beberapa buah, satu buah cobek saja sudah berat bagi saya.Mungkin tu adalah pilihan yang dijalani anak itu. Membanting tulang, memerah keringat, untuk mengais rezeki demi kelangsungan hidupnya dan mungkin ibu, bapak, serta adik-adiknya.

*****

Acara arisan keluarga belum dimulai. Baru beberapa orang saja yang hadir. Saat itu lah salah seorang dari anggota keluarga yang sudah hadir bercerita tentang seorang anak tetangganya yang meninggal secara tragis. Bagaimana tidak, ketika sang anak itu bermaksud untuk membali jajanan, ia tertimpa pintu gerbang yang roboh karena tidak ada pengamannya. Sang anak pun meninggal seketika dengan keadaan yang mengenaskan.

Menuntut si pemilik rumah yang lalai? Bisa saja. Tapi untuk memprosesnya mungkin akan dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara keluarga korban tergolong kurang mampu.

Cara kekeluargaan pun dipilih. Sambil berupaya menerima rukun keenam dari rukun iman, yang terkadang sulit. Di mulut bisa mengucap ikhlas dan ridho, namun rasa sakit di hati kadang menyeruak. Tak ikhlas menerima.

*****

Dalam perjalanan pulang di sore harinya, saya menyaksikan beberapa mobil yang dipenuhi dengan orang-orang yang memakai kaos berwarna oranye. Sudah dapat dipastikan bahwa mereka adalah supporter Persija Jakarta yang mungkin telah, sedang, atau akan melakukan pertandingan.

Entah kenapa para supporter yang kebanyakan masih anak-anak itu lebih memilih duduk dan berdiri di atas mobil sambil menari, bernyanyi, serta menabuh bebunyian. Padahal di dalam mobil masih banyak ruang yang kosong. Entah apa yang mereka ingin tunjukkan kepada orang banyak melalui aksi tersebut.

Tidak kah mereka berpikir, bagaimana susahnya Ibu mereka ketika mengandung, menjaga, dan memelihara mereka? Sementara mereka seperti bermain-main dengan keselamatn jiwa mereka.

Orang tua mana yang tega dan tenang-tenang saja bila melihat anak-anak mereka beraksi demikian rupa. Menantang bahaya yang mungkin berujung maut.

Wallahu a’lam.


Tulisan Terkait Lainnya :

28 respons untuk ‘Tiga Kisah Di Suatu Hari Minggu

  1. Bunda Aisykha Desember 10, 2013 / 11:24

    Reader wordpressku udh pulih niih,,jd bs BW ke temen2 wordpress lg,,
    Kalo supporter sepak bola sering emang aku liat kyk gt bang,,di daerahku jg gt,,mgkn saking euphoria nya ampe ngga memikirkan keslamatan yaa

    • jampang Desember 10, 2013 / 11:26

      kemarin emang bermasalah readernya?
      mantaplah kalau sudah OK. selamat BW aja 😀

      iya tuh… aksi supporternya bikin ngeri yang ngeliat

      • Bunda Aisykha Desember 10, 2013 / 11:28

        Readernya akuh maksudnya ha ha,,iya kali bermasalah jg,,udh mo akhir tahun mata ma kepalanya penuh angka 😀

      • jampang Desember 10, 2013 / 11:35

        😀

        angka-angka rezeki?

      • Bunda Aisykha Desember 10, 2013 / 11:36

        Alhamdulillah,,kerjaan sehari2,,tinggal nunggu bonusnya,,setahun berjibaku dgn angka he he

      • jampang Desember 10, 2013 / 11:38

        hwaa…. ada bonus di akhir tahun… senangnya. selamat menikmati hasil usaha, mbak 😀

      • Bunda Aisykha Desember 10, 2013 / 11:40

        Alhamdulillah,,selalu ada tiap tahun,,tinggal liat keuntungan kantor,,alhamdulillah,,

      • jampang Desember 10, 2013 / 11:44

        mantaplah 😀

      • Bunda Aisykha Desember 10, 2013 / 11:45

        He he,,alhamdulillah

      • Bunda Aisykha Desember 10, 2013 / 11:29

        Owh,,kan salah baca ha ha,,iyaa kmrn ngga mau bukaa sm sekali,,eror trs,,sehati ma orangnya kali yaa 😀

      • jampang Desember 10, 2013 / 11:37

        😀

        gara-gara penuh angka itu, makanya salah baca?

      • Bunda Aisykha Desember 10, 2013 / 11:38

        Iyaa,,betul banget deh 😀 blereng bahasa jawane bang,,

      • jampang Desember 10, 2013 / 11:40

        😀
        bonus bonus bonus

      • Bunda Aisykha Desember 10, 2013 / 11:41

        Ha ha,,belum keluar yaa,,masih menanti nih ceritanya bang 😀

      • jampang Desember 10, 2013 / 11:45

        tapi udah pasti ada kan? hanya menunggu waktu cairnya doank 😀

      • Bunda Aisykha Desember 10, 2013 / 11:46

        Iyaa,,insyaAllah ada,,cm besarannya yg beda2,,

      • jampang Desember 10, 2013 / 12:26

        yang penting dapat 😀

  2. wiblackaholic Desember 10, 2013 / 11:29

    tentang kisah pertama, ada sisi lain yang saya dapatkan, waktu saya muter2 kedaerah Purwakarta, disana diceritakan bahwa anak2 penjual cobek tersebut terorganisir… sama seperti pengemis yang terorganisir bang.

    Moga di sisi lain hal baik yang benar mereka lakukan

    • jampang Desember 10, 2013 / 11:36

      wah saya baru tahu info ini. kalau organisir buat jualan mungkin gpp kali dibanding pengemis…. cuma kalau masih anal-anak gitu ngangkat cobek kiri-kanan… kasihan juga

  3. nurme Desember 10, 2013 / 14:01

    Dikota saya banyak sekali anak-anak yang berjualan cobek. Satu dibeli, yang lain mendekati menawarkan untuk dibeli juga.
    Iba sih.. tapi masa saya beli cobek banyak-banyak?harganya memang gak terlalu mahal, ada yang 25 rb.

    • jampang Desember 11, 2013 / 05:11

      mungkin seperti yg dibilang mas wib, ada yang mengkoordinir penjual cobek itu

      • nurme Desember 11, 2013 / 08:32

        Sepertinya.. Entahlah…

  4. Dyah Sujiati Desember 10, 2013 / 19:54

    Gak hanya persija pak. Tapi hampir di setiap daerah seperti itu kelakuannya.

    • jampang Desember 11, 2013 / 04:48

      Ooo…. Bisa jadi seh. kebetulan yang saya lihat persija 😀

  5. tinsyam Desember 10, 2013 / 22:01

    itu penjual cobek.. dooh jadi inget di tol jagorawi juga banyak penjual cobek anakanak..

    • jampang Desember 11, 2013 / 04:49

      Ternyata banyak ya mbak. Seperti kata mas wib…. ada yg koordinir kali yah

    • jampang Desember 11, 2013 / 07:59

      iyah…. masih anak-anak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s