When I See You Again

http://www.bubblews.com
http://www.bubblews.com

Langit di pagi itu menangis, membasahi bumi. Seperti juga Farah yang mengalirkan kedua sungai dari sudut kedua matanya hingga ke pipi. Dukanya tak tertahan. Yang bermula dari sebuah kehilangan.

Azri, lelaki yang pernah mengisi ruang terdalam di hatinya. Lelaki yang mengawali paginya dan menutup malamnya dengan sebuah pelukan hangat. Lelaki yang selalu tersenyum ketika dirinya berlaku manja. Lelaki yang selalu membagi kebahagiaan kepada dirinya. Lelaki yang selalu bisa menghapus air mata kesedihannya. Lelaki yang selalu mengajaknya duduk-duduk di teras rumah untuk menikmati malam purnama. Lelaki yang membangkitkan segala kenangan indah.

“Suatu hari nanti, aku akan bisa mengajakmu terbang!” Ucap Azri pada suatu malam.

“Ke mana?”

“Ke sana!” Jawab Azri sambil sambil mengarahkan telunjuk kanannya ke langit malam yang berhias purnama dengan ribuan bintang di sekelilingnya.

“Ke langit?” Tanya Farah memastikan.

“Iya.”

“Naik pesawat?”

“Bukan!”

“Lalu naik apa?”

“Kita tak perlu kendaraan apa pun untuk terbang ke sana. Kita bisa terbang sendiri.”

“Maksudmu?’

“Kita akan terbang dengan menyatukan sayap yang kita punya. Kita akan terbang dari satu bintang ke bintang yang lain. Lalu menyusuri anak-anak tangga yang bercahaya hingga kita tiba di langit ketujuh.” Jawab Azri sambil menggenggam erat tangan Farah.

Lalu keduanya duduk merapat. Tangan kanan Azri merangkul pundah Farah. Kemudian Farah menyandarkan kepalanya ke pundak Azri. Mata keduanya terus menatap langit malam yang begitu cerah. Bercahaya.

Di hadapan Farah, wajah Azri terlihat begitu tampan. Lukisan senyumnya masih nampak beitu indah di mata Farah. Namun sosok Azri kemudian menghilang. Pandangan Farah menjadi gelap. Tak sanggup dirinya melepas lelaki halalnya itu pergi dalam balutan selimut putih.

***
“Kamu pasti bisa, Nak. Kamu pasti kuat. Bertahanlah!” Ibu Azri menggenggam erat tangan Farah sambil mengusap kening Farah yang dibanjiri dengan butiran-butiran keringat.

Farah mengumpulkan tenaganya. Berusaha menguatkan dirinya.

Tiba-tiba wajah Azri muncul di hadapan Farah. Tersenyum.

Semangat Farah terasa tersuntik kembali. Dia berusaha mengumpulkan tenaganya. Lebih banyak.

Tak lama kemudian, terdengar suara tangisan bayi.

Farah memejamkan mata.

Sosok Azri yang sedang tersenyum muncul kembali. Kali ini dibalut dengan cahaya terang. Azri mengulurkan tangan kanannya kepada Farah. Meski sempat ragu, Farah akhirnya menyambut uluran tangan Azri.

“Kamu sudah siap?” Tanya Azri dengan wajah tersenyum.

“Siap untuk apa?” Farah balik bertanya.

“Untuk terbang.”

“Terbang?”

“Iya. Kita akan terbang dengan menyatukan sayap yang kita punya. Kita akan terbang dari satu bintang ke bintang yang lain. Lalu menyusuri anak-anak tangga yang bercahaya hingga kita tiba di langit ketujuh. Ke Surga.”

“Tulisan ini diikutsertakan dalam “Birthday Giveaway “When I See You Again” di blog: http://itshoesand.wordpress.com

dan mendapatkan hadiah hiburan


Flash Fiction Lainnya :

32 respons untuk ‘When I See You Again

  1. Chrismana"bee" Desember 12, 2013 / 13:43

    semoga menang 😀
    aku mau ikutan tapi nggak bikin2 dari kemarin

    • jampang Desember 12, 2013 / 13:44

      terima kasih. masih ada waktu koq. coba aja

  2. pinkvnie Desember 12, 2013 / 14:30

    Farah jd ikut meninggal jg?

    • jampang Desember 12, 2013 / 14:41

      iya. meninggal setelah melahirkan

      • pinkvnie Desember 13, 2013 / 07:54

        Sedih … Kasihan jd yatim piatu sebelum mengenal ortu nya …
        Smoga tulisannya menang ye … 🙂

  3. nengwie Desember 12, 2013 / 15:02

    senangnya ya bisa buat cerita..teteh mah ngga bakat..imajinasinya kurang hehe
    mudah2an menang yaaa..

    • jampang Desember 12, 2013 / 16:24

      terima kasih, teh. aamiin

  4. Edi Padmono Desember 12, 2013 / 17:17

    Tiga kali baca baru ngeh….maklum IQ flopi A 12,4 MB 😀

    • jampang Desember 12, 2013 / 17:19

      pelan-pelan aja bacanya 😀

  5. chiemayindah Desember 12, 2013 / 17:30

    Hiks, baru tahu kalau ada GA ini.. udah gak nututi euy.. *korek-korek tanah*
    eh mas jangan lupa naro link di kolom comment, kok tadi aku buka blognya pemberi GA gak ada comment dari Mas Rifki.

    • jampang Desember 12, 2013 / 17:32

      saya baru tahu dua harui yg lalu.

      masa nggak ada, perasaan tadi saya sudah kasih komentar.

      saya cek lagi…. terima kasih, mbak

    • jampang Desember 12, 2013 / 17:34

      masih dimoderasi, mbak. tapi yang sesudah saya koq sudah muncul yah?

      😀

      • chiemayindah Desember 12, 2013 / 17:36

        Hahahaha ya wes sing sabar mas, yg penting udah masukin ke comment. Semoga menang ya… Bagus ceritanya 🙂

      • jampang Desember 12, 2013 / 17:37

        terima kasih, mbak 😀

  6. Dyah Sujiati Desember 12, 2013 / 19:04

    Pak, ‘when i see you again’-nya barang kali bisa disisipkan di antara :Sosok Azri yang sedang tersenyum muncul kembali. Kali ini dibalut dengan cahaya terang. Azri mengulurkan tangan kanannya kepada Farah. Meski sempat ragu, Farah akhirnya menyambut uluran tangan Azri.

    Atau yang ini :
    Tiba-tiba wajah Azri muncul di hadapan Farah. Tersenyum.

    Semangat Farah terasa tersuntik kembali. Dia berusaha mengumpulkan tenaganya. Lebih banyak.

    Biar lebih mantap!
    Cheers!

    • jampang Desember 13, 2013 / 05:08

      terima kasih, tapi sudah disetor dan batas akhirnya sudah lewat dan sedang dalam proses penilaian.
      jadinya ya apa adanya aja deh 😀

  7. A. A. Muizz Desember 12, 2013 / 19:56

    Sedih. Anaknya jadi yatim piatu.

  8. Anggun Desember 12, 2013 / 20:36

    Tinggal berdua dengan nenek dong.. huhu..

  9. nurme Desember 12, 2013 / 23:16

    Nulisnya buru-buru?

      • nurme Desember 13, 2013 / 05:50

        Ada beberapa kata-kata yang salah. Itu maksudnya

      • jampang Desember 13, 2013 / 05:58

        kalau typo mah udah sering banget, rata-rata coretan saya emang banyak typonya

      • nurme Desember 13, 2013 / 05:59

        Oh bukan karena buru-buru ya…
        Ya.. ya.. ya

      • jampang Desember 13, 2013 / 06:07

        sepertinya bukan, tapi karena kebiasaan

      • nurme Desember 13, 2013 / 06:12

        Maap ya bertanya…

    • jampang Desember 13, 2013 / 10:43

      terima kasih.

      .. sad dan happy bersatu di ending

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s