[Prompt #32] Lembah Ngu Hanh

www.destructoid.com
http://www.destructoid.com

Kesunyian Lembah Ngu Hanh dipecahkan oleh suara tembakan dari segala penjuru. Aku langsung menjatuhkan badan ke tanah. Tiarap. Selama beberapa waktu, aku hanya bisa membiarkan ratusan peluru berdesing di sekelilingku.

Lalu hening. Sesaat.

Telinga kananku yang menempel ke tanah mendengar derap langkah puluhan kaki. Semakin keras. Semakin dekat.

“Anda baik-baik saja?” Tanya seorang tentara sambil membantuku berdiri.

Aku diam. Tak menjawab. Dari seragam yang mereka kenakan, mereka adalah angkatan bersenjata Amerika yang datang untuk menyelamatku dan James, adikku, yang ditawan oleh Pasukan Vietkong.

“Kami akan membawa anda pulang!” Sambung tentara itu lagi sambil memapahku meninggalkan Lembah Ngu Hanh.

Aku selamat, tetapi James tidak. Aku hanya bisa melihat tubuhnya terkapar di tanah dengan wajah dan kepala yang hancur.

***

Sementara Bianca, istriku, menemani dan menghibur Alita atas kematian James di dalam kamar, aku duduk di ruang tengah rumah Alita.  Kuambil foto berukuran 5R berbingkai hitam yang terletak di atas meja kecil di sampingku. Kupandangi foto James, Alita, dan bayi mereka yang baru lahir. Keduanya terlihat sangat bahagia.

Sesaat kemudian, sudut mataku menangkap sosok mungil keluar dari dalam kamar. Bayi lelaki itu merangkak mendekatiku. Dia berhenti di beberapa langkah dari tempatku berdiri. Pandangan kami beradu. Kurasakan kedua matanya seperti sebilah pedang yang mengoyak-ngoyak pikiranku dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kulakukan.

Tiba-tiba pandanganku berputar-putar hingga ingatanku terlontar kembali ke  Lembah Ngu Hanh.

“Bunuh dia!” Teriak komandan pasukan Vietkong kepadaku.

Aku baru saja memukul jatuh James dalam sebuah perkelahian yang dikelilingi todongan moncong senjata mereka.

Aku bergeming. James tak bersuara. Tapi tatapan kedua matanya memelas  agar aku tak mengikuti perintah itu.

“Ambil, lalu bunuh dia atau kubunuh kau!” Komandan Pasukan Vietkong itu kembali berteriak. Kali ini dengan menempelkan laras senjata di kepalaku.

Aku bimbang. Sesaat.

“Aaaaaaaaaarg!” Teriakku sambil mengambil sepotong besi yang tergeletak di tanah lalu menghantamkannya ke kepala dan wajah James. Berkali-kali.

*****

FF 300 kata ini dibuat untuk MFF Prompt#32


Monday Flash Fiction Lainnya :

31 respons untuk ‘[Prompt #32] Lembah Ngu Hanh

  1. ayanapunya Desember 13, 2013 / 18:32

    kayaknya berbakat nih bikin cerita sejarah 😉

      • ayanapunya Desember 13, 2013 / 19:12

        Iyaa. Ajarin dong 😀

      • jampang Desember 13, 2013 / 19:21

        perasaan yang saya buat bukan sejarah, cuma kebayang film rambo dan film perang lainnya 😀

      • ayanapunya Desember 13, 2013 / 19:35

        Tapi bagus tuh deskripsinya. Ah saya jadi ngiri 😀

      • jampang Desember 13, 2013 / 20:23

        Terima kasih. Kalau soal deskripsi mah lebih mahir mbak 😀

    • jampang Desember 13, 2013 / 19:07

      kejutan…. unsur yang harus ada di dalam sebuah flash fiction 😀

      • Firsty Chrysant Desember 13, 2013 / 19:11

        oo.. gitu ya… aku blum pernah bikin ff

      • jampang Desember 13, 2013 / 19:20

        coba aja. ini saya ikutan tantangan. temanya dilempar seminggu sekali

      • jampang Desember 13, 2013 / 20:22

        Klik aja link di akhir cerita di atas. Itu nanti akan ke blog tantangan ini.

  2. dian farida Desember 13, 2013 / 20:48

    Kejam juga nih.. Tapi memang bener y,secara naluri ap sprti itu?

    • jampang Desember 13, 2013 / 20:56

      Setiap makhluk hidup punya sifat untuk mempertahankan hidup. Mungkin manusia juga begitu.

  3. chiemayindah Desember 13, 2013 / 21:12

    Dibunuh atau membunuh… dua pilihan yang sama-sama tidak enak 😦

    • jampang Desember 13, 2013 / 21:25

      Iya mbak. Mungkin kalau di film… Adegan bertarungnya dibikin lama buat mengulur waktu sblm pasukan penyelamatnya datang

  4. nurme Desember 13, 2013 / 21:49

    Jalan ceritanya kayak cerita perang. Tapi kayaknya ga ada yang sekejam ini deh mukul pakai besi. Paling tembak kalau ama temen sendiri.

    • jampang Desember 14, 2013 / 04:54

      tokoh di dalam cerita di atas itu bukan teman, tetapi kakak dan adik. secara logika memang nggak akan ada kakak yang membunuh adiknya. kalau membunuhnya pakai pistol, dari mana dapatnya… kan mereka ditawan.

      kalau pistolnya dikasih dari tentara vietkong, kejadiannya pasti si kakak beradik itu akan menembaki tentara vietkong daripada nembak satu sama lain

      • nurme Desember 14, 2013 / 14:47

        Iya gak habis pikir.. Nonton film perang rambo ajah dah serem, apalagi kalau ini jadi film ya.. beuu….
        *imajinasi tinggi ini mah

      • jampang Desember 14, 2013 / 19:21

        setiap orang punya selera film yang beda-beda 😀

      • nurme Desember 14, 2013 / 19:44

        sepakat 🙂

      • jampang Desember 14, 2013 / 19:49

        Yup

      • nurme Desember 14, 2013 / 20:12

        🙂

  5. RedCarra Desember 13, 2013 / 23:44

    Nice 🙂 walaupun aku agak setuju dengan komen di atas. Pakai besi? Hmmm..

    • jampang Desember 14, 2013 / 05:02

      keduanya diadu sama tentara vietkong mbak. bertarung sampe mati. senjata yg diberikan oleh tentara vietkong berupa sepotong besi.

      kalau dikasih pistol… bisa-bisa si komanda vietkong itu yang mati

      masih ada celah yah? 😀

  6. Istiadzah Desember 14, 2013 / 01:37

    wajah dan kepala? wajah itu ada di mana emangnya?

    • jampang Desember 14, 2013 / 05:06

      wajah ya… di kepala mbak 😀

      tetapi saya mikirnya beda secara letak. misalnya… kalau sekarang mbak diminta…

      “peganglah kepala dengan tangan anda”

      lalu…

      “peganglah wajah dengan tangan anda”

      posisi tangan akan berubah nggak mbak?

    • jampang Desember 14, 2013 / 19:21

      perang memang kejam

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s