[Berani Cerita #40] Amplop Putih

faridyuniar.com

Malik menengok jam tangannya. Pukul dua belas lewat lima belas menit. Dia bangkit dari kursinya lalu melangkah ke luar ruangan.

Kedua matanya menyisir setiap kubikel di hadapannya. Sepi. Para keyawan sudah meninggalkan kubikel masing-masing untuk makan siang di kantin, kecuali Sandra. Sebagai seorang atasan, Malik tahu kebiasaan Sandra. Sandra tak akan bergabung bersama karyawan lain untuk makan siang di waktu istirahat di hampir setiap hari senin dan kamis. Sandra rajin berpuasa. Malik memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membahas proyek yang ditangani oleh tim yang dipimpinnya dan Sandra menjadi salah satu anggotanya.

“Bagaimana, San? Sudah kamu teliti semua dokumen kemarin?” Tanya Malik begitu dirinya sudah berdiri di samping Sandra.

“Sudah, Pak!” Jawab Sandra sambil meletakkan tangan kirinya di atas salah satu tumpukan berkas di kubikelnya. “Sayangnya dokumen-dokumen ini kurang lengkap, Pak.”

“Kamu bisa atur semuanya agar dokumen tersebut lolos, kan?” Tanya Malik sambil tersenyum.

“Maaf, Pak. Saya tidak bisa!” Jawab Sandra dengan tegas.

Senyum di wajah Malik langsung sirna mendengar jawaban Sandra. “Kenapa tidak bisa?”

“Dokumen yang kurang tersebut adalah dokumen utama, Pak. Jika diloloskan, akan menyalahi SOP yang sudah ada.”

“San, saya tahu kamu pintar. Karenanya, gunakan kepintaranmu itu untuk mencari celah agar kekurangan dokumen tersebut tidak dipermasalahkan.” Malik mencoba untuk membujuk Sandra untuk melakukan keinginannya. “Oh ya, jika dokumen tersebut lolos, kamu akan mendapatkan bagian yang cukup besar. Belasan kali lipat daru gaji bulananmu.”

“Maap, Pak. Ini soal prinsip dan peraturan yang berlaku di perusahaan ini. Lagi pula, saya tidak mau menerima uang hasil menipu atau korupsi, Pak!”

“Kamu jangan munafik, San!”

“Maksud, Bapak?”

“Apa kamu sudah lupa kalau kamu juga sudah sering menerima uang dari hasil praktek seperti ini?”

“Uang yang mana, Pak?”

“Bukankah kamu sering menerima amplop yang saya berikan kepadamu, juga amplop yang saya titipkan untuk anak-anakmu? Jika ditotal, jumlahnya tidak sedikit. Itu artinya, secara tidak langsung kamu telah menikmati hasil menipu, hasil korupsi. Kamu adalah bagian dari kami!”

Sandra merasakan dirinya seperti tersambar petir. Lemah tak berdaya.

“Jadi lakukan permintaan saya tadi atau saya adukan bahwa dirimu telah menggelapkan uang perusahaan. Sampai ketemu besok di rapat direksi.” Ancam Malik sambil melangkah meninggalkan Sandra.

Sandra duduk di kubikelnya. Masih terngiang ancaman Malik tadi.

Sandra tak menyangka bahwa di balik amplop-amplop yang pernah diberikan sang atasan, yang selalu disebut-sebut sebagai hadiah, tersimpan duri yang sangat tajam. Duri yang dapat menghancurkan karirnya, dirinya, juga keluarganya.

*****

Lima belas menit sebelum rapat direksi dimulai, Malik memanggil Sandra ke ruangannya.

“Sudah siap dengan laporanmu, San?”

“Sudah, Pak!”

“Kamu loloskan?”

“Tidak. Saya tolak sesuai dengan SOP yang ada!”

“Gila kamu!”

Sandra terdiam.

“Jadi kamu sudah siap kehilangan karirmu bahkan masuk penjara, jika saya mengadukan dan membuktikan kepada dewan direksi bahwa dirimu menggelapkan uang perusahaan?” Malik mengancam.

Wajah Sandra memerah menahan amarah.

“Maksud Bapak uang ini?” Tanya Sandra sambil membuka tasnya dan mengeluarkan belasan amplop putih dari dalam tas tersebut. “Asal Bapak tahu, saya tidak pernah membuka apalagi mengambil uang dalam amplop tersebut. Semuanya masih utuh. Jika Bapak tidak percaya, silahkan hitung sendiri!”

Sandra melangkah dengan mantap ke luar ruangan, meninggalkan Malik.


FF Berani Cerita Lainnya :

34 respons untuk ‘[Berani Cerita #40] Amplop Putih

  1. pinkvnie Desember 18, 2013 / 22:55

    Good Sandra … *jempol*
    Coba semua pejabat kyk tokoh sandra bs adil, merata, makmur n sejahtera semuanya … 🙂

    • jampang Desember 19, 2013 / 04:45

      Ya semoga aja bisa begitu…. Selamat para pemimpin, rakyatnya hidup terjamin… *lagu qasidah*

      • pinkvnie Desember 19, 2013 / 07:35

        Aamiin …

        Lalalalala … *lupa lagunya sambil main rebana* 😀

      • jampang Desember 19, 2013 / 07:45

        😀

  2. nurme Desember 18, 2013 / 23:15

    BAGUS ide dan alur ceritanya! Apalagi endingnya.

  3. khoirudin Desember 19, 2013 / 01:08

    menarik banget ceritanya saya malah semakin kagum dalam tokoh sandra dan si malik apa jadinya pasti emosi ya.. lanjutkan..!!

    • jampang Desember 19, 2013 / 04:47

      Terima kasih. Sayangnya saya nggak bisa nulis cerita yang panjang-panjang 😀

    • jampang Desember 19, 2013 / 07:44

      terima kasih… 😀

  4. dian_ryan Desember 19, 2013 / 08:20

    makan tuh amplop *ngomong sama malik* :))

    keren mas ceritanya…

    • jampang Desember 19, 2013 / 08:39

      😀
      terima kasih, mbak

  5. danirachmat Desember 19, 2013 / 09:53

    Keren Mas. Padahal tadi udah mbayangin Sandra nangis tersedu-sedu gitu.

    • jampang Desember 19, 2013 / 10:59

      terima kasih, mas 😀

  6. MENONE Desember 19, 2013 / 13:21

    harusnya pejabat negara ini kyk gt…. anti suap…… ga terbuai dengan uang hasil korup

    • jampang Desember 19, 2013 / 13:33

      tak hanya pejabat negara…. rakyatnya pun harus begitu 😀

  7. pitaloka89 Desember 19, 2013 / 16:09

    masnya juga punya tuh bawaan dari sebelum nikah, amplop-amplop hadiah gitu. masih rapi… mungkin mau dibalikin seperti sandra kalau tiba2 ada yang nagih sesuatu…

    • jampang Desember 19, 2013 / 16:21

      emang agak ribet kalau pemberian terkait dengan pekerjaan.untungnya tempat saya nggak ada yg begitu 😀

      • pitaloka89 Desember 19, 2013 / 16:45

        iyah.. ngeri juga tu amplop ada dirumah. Takutnya butuh jadi kepake…

      • jampang Desember 19, 2013 / 16:52

        jadi jangan tergoda, mbak 😀

  8. riga Desember 19, 2013 / 17:08

    Sandra, satu di antara seribu.. 🙂

    • jampang Desember 19, 2013 / 17:08

      dua, mas. di bagian komentar ada yang punya pengalaman pribadi 😀

      • riga Desember 19, 2013 / 17:13

        hehehe…syukurlah kalau ada lebih dari satu. 🙂

      • jampang Desember 19, 2013 / 18:30

        mungkin masih banyak lagi…. cuma nggak naik ke permukaan 😀

  9. ayanapunya Desember 19, 2013 / 17:46

    protesss.. kenapa judulnya sama dengan punya sayaa?

    • jampang Desember 19, 2013 / 18:31

      karena nggak ada larangan 😀

      soalnya jarang amplop warna lain

      • ayanapunya Desember 20, 2013 / 00:08

        Warna coklat ada 😀

      • jampang Desember 20, 2013 / 06:13

        iya seh…. tapi pengen aja yang putih 😛

  10. capung2 Desember 24, 2013 / 14:50

    Namanya bagus, Malik.. tapi kelakuan kyk maling..

    moga msh bnyak org2 spt Sandra.

    • jampang Desember 24, 2013 / 15:03

      kalau nama tokohnya tidak bisa diganti karena di tantangannya sudah seperti itu, mas 😀

      aamiin

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s