[Prompt #33] Ketika Dirimu Menangis

rapgenius.com
rapgenius.com

Sal, saat itu jam dinding di ruang tengah rumah kita menunjukkan pukul dua belas malam kurang beberapa menit. Aku baru saja tiba di rumah. Aku segera menuju kamar dan mendapati dirimu yang masih terjaga di atas tempat tidur. Kau menyambut kedatanganku tanpa senyum di wajahmu. Tak seperti biasanya. Kulihat kedua matamu berkaca-kaca. Sedetik kemudian, kau bangkit dan langsung memelukku bersamaan dengan isak tangismu.

“Kamu jahat, Zul? Kenapa kamu tega melakukannya?”

Kudengar pertanyaanmu yang terbata-bata itu. Aku tak bisa langsung menjawab. Aku bingung. Aku tak tahu apa yang telah kulakukan dan menyebabkan dirimu menangis.

Adakah perbuatanku yang salah? Aku bertanya kepada diriku sendiri. Dan aku belum menemukan jawabnya.

Kucoba mengingat-ingat apa yang terjadi sebelum diriku tiba di hadapanmu. Di dalam pelukanmu.

Aku tak mengetahui pukul berapa tepatnya saat aku memulai perjalanan pulang menuju rumah. Aku hanya bisa memastikan bahwa malam sudah cukup larut. Kupacu sepeda motor dengan satu tujuan, bertemu denganmu.

Jalan yang kulalui sudah sepi. Sesepi hatiku tanpa dirimu. Cahaya lampu-lampu jalanan yang mencoba menemani perjalananku membelah langit malam seolah tiada arti. Udara dingin menembus jaket yang kukenakan. Menyapa kulitku. Membuatku rindu akan kehangatanmu.

Tiba-tiba, kurasakan sepeda motorku goyah. Perasaanku tak enak. Kutepikan sepeda motor untuk mengecek keadaan roda belakang. Ternyata apa yang kuduga benar adanya. Ban belakang sepeda motorku kempes. Bocor.

Kutuntun sepeda motor ke tukang tambal ban terdekat. Sempat muncul kekhawatiran kalau-kalau tukang tambal ban sudah tak ada lagi yang buka. Syukurlah, setelah beberapa puluh meter menuntun sepeda motor, aku menemukan tukang tambal ban yang masih buka.

Proses bongkar pasang ban pun segera dilakukan. Namun tukang tambal ban di tempat tersebut rupanya kurang berpengalaman. Akibatnya, waktu yang diperlukan untuk membongkar ban dalam yang rusak dan memasang ban dalam yang baru cukup lama. Aku hanya bisa menunggu. Aku tak bisa memberi kabar kepadamu di rumah karena handphoneku mati.

Ah, kutemukan jawaban untuk pertanyaanmu, Sal.

Maafkan aku, Sal. Aku tak berusaha keras untuk memberi kabar kepadamu. Seharusnya aku bisa meminta sedikit listrik kepada tukang bengkel itu untuk mengisi batere handphone agar bisa kugunakan untuk menelponmu dan menjelaskan keadaanku agar dirimu tak perlu merasa khawatir.

Sekali lagi, maafkan aku, Sal. Sekarang, kamu tak perlu khawatir lagi. Aku sudah di sini. Aku sudah di rumah. Bersamamu.

Kuhapus air matamu yang mulai membasahi pipi. Lalu kutemukan kembali senyum indah di wajah manismu. Hatiku tak lagi sepi. Hangat menjalari raga dan jiwaku.

****

Untuk memeriahkan MFF#33 : Love Is In The Air

Home – Michael Buble


Tulisan Terkait Lainnya :

16 respons untuk β€˜[Prompt #33] Ketika Dirimu Menangis’

    • jampang Desember 19, 2013 / 18:31

      hmm…. niat awalnya cuma bikin buat seri samara. ending romantis…. susah ngetwist πŸ˜€

  1. dongengagung Desember 19, 2013 / 20:08

    Twistnya itu karena nggak nge twist… πŸ˜€

    • jampang Desember 19, 2013 / 20:59

      πŸ˜€
      sebab niat awalnya pengen bikin yang romantis doank

  2. arip Desember 19, 2013 / 23:00

    Oh komunikasi, masalah klasik sebuah hubungan.

    • jampang Desember 20, 2013 / 06:12

      yup. komunikasi itu penting

  3. edi padmono Desember 20, 2013 / 11:17

    Perempuan kalu berlinang air mata kan cantik jadi gimana gitu……. πŸ˜€

    • jampang Desember 20, 2013 / 11:25

      πŸ˜€
      you know laaaaah

  4. veeashardi Desember 20, 2013 / 14:20

    Hehehe… kurang brasa romantisnya πŸ˜€

    • jampang Desember 20, 2013 / 14:25

      kalau begitu silahkan baca seri samar lainnya aja πŸ˜€

  5. linda Desember 23, 2013 / 16:14

    lebay nih ceweknya haha

    • jampang Desember 23, 2013 / 16:15

      πŸ˜€
      begitu yah, mbak?
      mungkin lebay… mungkin juga nggak

    • jampang Desember 30, 2013 / 08:45

      seperti komentar saya di atas…. tulisan ini semula untuk serial “samara” di blog ini… tapi dipaksakan untuk mengikuti prompt πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s