Puisi yang Tak Sempurna

kumpulan puisi
kumpuan puisi

Sal, beberapa waktu yang lalu, aku dan beberapa rekan kerja mengikuti sebuah In House Training mengenai Presentation Skills. Salah satu sesi di antara rangkaian acara di dalamnya adalah praktek berbicara di depan beberapa orang atau kelompok kecil. Salah seorang rekanku mangangkat tema tentang kesedihan. Dirinya mengucapkan sebuah kalimat dalam bahasa inggris yang aku tak bisa mengingatnya. Tetapi aku masih ingat inti dari kalimat tersebut. “Seni itu terlahir dari kesedihan”, kira-kira seperti itulah. Kurang lebih.

Benarkah demikian, Sal? Apakah dirimu sependapat dengan pernyataan tersebut? Aku sendiri kurang sependapat dengan kalimat tersebut.

Sal, aku pernah membuat puisi. Mungkin beberapa di antaranya sudah pernah kau baca. Mungkin dari puisi-puisikuΒ  itu, kamu bisa memberikan penilaian apakah puisi-puisiku itu memang terlahir dari kesedihan atau bukan.

Sal, aku pernah mempekenalkan diri sebagai lelaki yang tak banyak bicara. Aku tak pandai memuji atau merangkai kata-kata romantis yang langsung bisa kuucapkan langsung dihadapan seseorang, apalagi seorang perempuan. Ungkapan perasaan hatiku mungkin akan lebih banyak kutuangkan melalui tarian jemariku. Seperti beberapa bait puisi di bawah ini.

bila kau memandangku
mungkin aku tak selalu indah
sehingga tak sanggup menghias harimu
bahkan menjadikanmu gundah

di setiap langkahku
mungkin aku sering terjatuh
sehingga tak sanggup menghibur dirimu
bahkan membuatmu berkeluh

kau adalah matahariku
yang menyinari jejak langkah
menyusuri waktuku
hingga takdir yang membuat kita berpisah

kau adalah darahku
yang mengaliri raga
bersatu
dalam naungan cintaNya

kau adalah jantungku
yang terus berdetak
mengiringi irama hidupku
semoga kasih kita tak kan retak

sungguh aku tak sempurna
tanpa matahari dengan sinarnya
tanpa darah dengan alirannya
tanpa jantung dengan detaknya

Apakah kamu menyukainya, Sal?

Sal, mungkin, jika aku tak sanggup lagi menuliskan bait-bait puisi, seperti ungkapan di atas, kau bisa menganggap bahwa diriku tak pernah merasakan kesedihan lagi ketika bersamamu. Namun sebaliknya, jika suatu saat aku memberikanmu beberapa bait puisi, janganlah kau mengaitkannya dengan ungkapan di atas, sebab itu bukan berarti diriku sedang bersedih ketika berada di sisimu.


Komik Jampang dan Eneng Lainnya :

31 respons untuk β€˜Puisi yang Tak Sempurna’

  1. danirachmat Desember 30, 2013 / 08:48

    Indah Mas puisinya. Romantis sekali.

    • jampang Desember 30, 2013 / 08:52

      terima kasih, mas.
      puisi lama cuma ditambahin dengan beberapa kalimat pengantar dan penutup.

  2. Tita-Bunda Aisykha Desember 30, 2013 / 09:24

    Tp ya bang,,biasanya klo lg sedih,,puisiku lbh bernyawa,,lbh mantap,,klo lg seneng jarang bikin puisi malah he he

    • jampang Desember 30, 2013 / 09:56

      πŸ˜€
      Ya bisa jadi begitu, mbak. Puisi2 saya juga kebanyakan yg mellow

  3. wisnuwidiarta Desember 30, 2013 / 09:49

    Intinya, puisi lahir dari “rasa”. Bisa rasa sedih, marah, geram, rindu, atau senang πŸ™‚

    • jampang Desember 30, 2013 / 09:57

      Iya mas. Sepertinya ada juga puisi saya akibat rasa marah πŸ˜€

  4. capung2 Desember 30, 2013 / 11:09

    Sya napa gag ada bakat ya klo buat yg beginian..

    • jampang Desember 30, 2013 / 11:32

      Belum dicoba aja kali πŸ˜€

  5. ayanapunya Desember 30, 2013 / 12:06

    kau adalah darahku => langsung ingat lagu andra & the backbone

    • jampang Desember 30, 2013 / 14:22

      Idenya memang dari situ….

      Sempurnaaaaaaaaa…

      πŸ˜€

      • ayanapunya Desember 30, 2013 / 14:22

        ooo ternyataaa… πŸ˜€

      • jampang Desember 30, 2013 / 15:20

        πŸ˜€

  6. pinkvnie Desember 30, 2013 / 13:19

    hiks … hiks … sedih …

    • jampang Desember 30, 2013 / 14:23

      Lah… Sedihnya di mana?
      Perasaan romantis πŸ˜€

      • pinkvnie Desember 30, 2013 / 15:00

        Sedih krn ngga ngerti puisi … πŸ˜€

      • jampang Desember 30, 2013 / 15:20

        Ooooo…. πŸ˜€

      • pinkvnie Desember 30, 2013 / 16:52

        πŸ˜€
        Tulisan tangannya bagus …

      • jampang Desember 30, 2013 / 16:55

        Baru tahu yah? πŸ˜€

      • pinkvnie Desember 30, 2013 / 17:14

        Ngga … Br tempe … πŸ˜€

      • jampang Desember 30, 2013 / 17:50

        πŸ˜€

  7. Yudhi Hendro Desember 30, 2013 / 13:38

    Seni itu juga tetrlahir dari kegembiraan, Mas

    • jampang Desember 30, 2013 / 14:24

      Iya, pak. Gembira juga sebuah rasa πŸ˜€

  8. Maxgrosir Januari 13, 2014 / 13:53

    hanya orang-orang tertentu dan memiliki rasa yang begitu dalam jika bisa membuat sebait karya puisi. like.

    • jampang Januari 13, 2014 / 14:20

      terima kasih πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s