Copy Paste

http://www.dreamstime.com

Dalam dunia maya, khususnya per-blog-an, masalah copy paste mungkin bukan sesuatu yang baru. Sebuah tulisan bisa muncul di berbagai situs/web atau menyebar ke berbagai blog dalam waktu singkat karena aktifitas copy paste. Berbagai dampak pun muncul akihat copy paste ini, baik berdampak positif maupun negatif. Dampak positif, bisa jadi si penulis awal akan terkenal dan situs atau blog sumbernya akan banyak dikunjungi jika para pelaku copy paste tersebut menyembutkan sumber aslinya. Negatifnya, jika hasil karya blogger tersebut di-copy paste untuk tujuan komersil tanpa izin penulis asli.

Selain berdampak bagi penulis asli, copy paste artikel juga berpengaruh kepada blogger lain. Bisa saja seorang blogger merasa terganggu dengan aktifitas copy paste yang dilakukan salah satu kontaknya. Setiap kali posting jurnal atau berkunjung ke rumah maya kontak hampir semuanya berupa artikel dari sumber lain. Tapi hal ini bukan sesuatu yang salah jika dilakukan dengan benar. Mungkin teori bagimu blogmu bagiku blogku akan tetap berlaku.

Mungkin jika ada waktu sejenak untuk merenung, kita akan menemukan bahwa sesungguhnya setiap yang kita lakukan di setiap detik kehidupan adalah sebuah copy paste juga. Cara makan dan minum kita saat ini misalnya, bukankah hal tersebut yang diajarkan oleh kedua orang tua kita atau yang diperlihatkan oleh lingkungan di sekitar kita dan kemudian kita merealisasikannya dalam kehidupan kita sendiri. Pun di waktu kemudian, hal tersebut akan kita wariskan kembali kepada anak keturunan kita.

Sepertinya, tidak masalah copy paste terus berjalan dalam derap langkah kehidupan. Mungkin yang menjadi masalah adalah nilai dari sesuatu yang di-copy paste. Jika yang ditiru dan dicontoh adalah sebuah kebaikan, maka bukanlah sesuatu yang mustahil jika sebuah harmoni kehidupan akan tercipta di jagad raya ini. Tetapi jika sebaliknya, yang ditiru dan dicontoh adalah suatu yang buruk, apa yang akan terjadi kelak sudah bisa hadir dalam bayangan pikiran masing-masing.

Bahkan dalam salah satu cabang ilmu, copy paste 100% dari sumber aslinya merupakan salah satu syarat mutlak. Jika kurang atau lebih, maka akan mengurangi nilai keabsahannya dan tertolak segala argumentasinya. Ilmu itu adalah Ilmu Musthalahul Hadits. Ilmu yang bertjuan untuk mengetahui keadaan sanad dan matan sebuah hadits dalam fungsi untuk menerima atau menolak hadits.

Dan sungguh, bagi seorang muslim telah dihadirkan sesosok manusia yang menjadi contoh dan panutan terbaik yang bisa di-copy segala prilaku beliau dan di-paste dalam kehidupan saat ini dan di masa yang akan datang, insya Allah. Siapa lagi jika bukan Nabi Muhammad SAW. Beliau yang ditinggikan sebutan namanya sehingga bersanding dengan nama Sang Khaliq dalam dua kalimat syahadat.

Namun, pada kenyataannya, semakin banyak orang yang menjauh dari jalan yang telah digariskan oleh Sang Nabi. Ada yang sesaat melangkah di jalan tersebut karena kebetulan bisa memenuhi hajat dan kepentingannya, namun di saat yang lain ia berhenti dan bahkan menyingkir tat kala arus yang mengalir bertentangan dengan kepentingannya. Ada juga yang langsung menentang dengan pola pikir akal-akalan.

*******

Di sebuah sore, sekitar pukul enam, sebuah pengumuman terdengar dari pengeras suara, “Kepada para tetangga dan masyarakat di sekitar masjlis taklim, diharapkan kedatangannya untuk menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, yang akan dimulai pada pukul enam lewat dua puluh menit. Terutama kepada para bapak agar dapat hadir dalam acara tersebut lebih awal karena akan kita awali dengan shalat Maghrib berjama’ah.”

Sekitar dua puluh menit dari pengumuman tersebut, adzan maghrib pun berkumandang dari pengeras suara yang sama. Sementara dari pengeras masjid yang hanya berjarak kurang lebih lima puluh meter, adzan pun berkumandang juga.

Di lapangan badminton, yang merupakan satu kesatuan dengan bangunan majlis taklim, sekian shaf jama’ah mulai menunaikan shalat maghrib. Hal sama pun terjadi ketika tiba waktu isya. Sementara saya, di dua waktu shalat itu, berjalan melewati tempat tersebut bersama Syaikhan menuju masjid.

Ya, Rasulallah! Aku tak mengerti, jika tujuan mereka memperingati hari lahirmu adalah menghidupkan kembali sunnah-sunnahMU, kenapa mereka meninggalkan shaf-shaf jama’ah di masjid? Sungguh Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.

Wallahu a’lam.


Tulisan Terkait Lainnya :

16 respons untuk β€˜Copy Paste’

  1. yantist Januari 1, 2014 / 13:38

    Saya berusaha untuk tidak copy paste di blog yang sekarang. Kalau dulu di MP sih lumayan sering repost2 dengan menyebutkan sumber sih. Kalau misah saya begitu suka dengan tulisan orang lain dan pengin repost, mungkin bagusnya kasih link ke tulisan asli saja. Atau dikombinasikan dengan tulisan kita. Tidak plek langsung copas.

    • jampang Januari 1, 2014 / 15:56

      Kalau share informasi, biasanya di sumber webnya ada tulisan silahkan disalin dengan menyantumkan sumber aslinya, mgkn itu gpp.

      Tp dengan menambah sedikit apalagi banyak dr kata-kata kita sendiri… Mungkin akan lebih baik πŸ˜€

  2. pingkanrizkiarto Januari 1, 2014 / 18:33

    aku sih mikirnya kalau tulisanku ada yang bisa memberi manfaat ya silahkan aja sih di coyp-paste, Gusti Allah gak pernah salah alamat ngirim pahala…. itung-itung dapet downline ala MLM gitu, hihihi….

    • jampang Januari 1, 2014 / 20:07

      iya mbak. cuma kadang ada rasa nggak ikhlas yang mengganjal πŸ˜€

    • nengwie Januari 2, 2014 / 02:46

      Samaaaa…tooosss mbak Pingkan.
      Tp tulisan saya mah biasa saja, kayanya ngga bakalan ada yg mau kopas hihi

      Tp kalau kopas, ya saya cantumin drmn asalnya.

      • jampang Januari 2, 2014 / 04:59

        Ya karena tulisan teteh kan khas… Spesial.

        Iya. Dicantumkan sumbernya itu akan lebih baik πŸ˜€

  3. Yudhi Hendro Januari 1, 2014 / 20:14

    kalau kita mengcopi paste, sumber asli memang perlu dicantumkan. lminimal ditautkan ke postingan asalnya, gimana pun juga hasil karya orang lain perlu kita hargai. jangan sampai orang lain tahu kalau kita mengambil tulisannya tanpa sepengetahuannya

    • jampang Januari 1, 2014 / 21:37

      Iya, pak. Jauh Lebih baik begitu

  4. mumox Januari 2, 2014 / 09:28

    Soal maulid nabi, itu copy paste dari mana yah??

    • jampang Januari 2, 2014 / 10:36

      Maksudnya begini…. Tujuan acara maulid itu kan untuk menghidupkan ajaran Nabi Muhammad. Meng-copy apa yg diajarkan dan mem-paste-nya di dalam keseharian kita. Salah satunya adalah melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

      Hanya saja… Yg terjadi di tempat itu adalah… Mereka shalat berjama’ah bukan di masjid sesuai yg dicontohkan Rasulullah. Begitu.

  5. danirachmat Januari 2, 2014 / 09:40

    Dalem Mas isi postingannya. Tersentil banget sama isi terakhir postingan. πŸ˜€
    Maturnuwun Mas.. πŸ™‚

    • jampang Januari 2, 2014 / 10:32

      Sama-sama, mas. Semoga bermanfaat

  6. rhey Januari 2, 2014 / 15:48

    spikless nih.. mas jampang, shalat berjamaah dimesjid kayaknya g sengeheitz ngemoll ya… *sedih*..
    btw, kadang2 saya juga mengcopy ide2 orng buat nulis dan dijdikan bahan postingan…. hehehe

    • jampang Januari 3, 2014 / 05:08

      saya sendiri juga masih ngerasa enakan ke mall daripada ke masjid…

      kalau copy paste, saya juga sering πŸ˜€

  7. Dinar Zul Akbar Januari 2, 2014 / 16:57

    karna memang dalam madzhab syafi’i diterangkan bahwa sholat berjamaah dihukumi sunnah muakkadah,, walaupun kalangan mutaakhirin dari syafiiyyah bilangnya itu fardhu kifayah

    Insya Allah yg maulidan masih sholat koq Pak,, hhe

    btw saya hampir gagal paham antara copast ama maulid nabi

    • jampang Januari 3, 2014 / 05:10

      ya memang masih shalat koq πŸ˜€

      tapi akhirnya paham kan maksudnya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s