Lelaki dan Desir Hati

CREDIT

Dari tempat dudukku, kutatap benda bulat yang menggantung di langit cerah. Kudapati pesonanya yang mampu membuat kedua mataku enggan untuk mengalihkan pandangan. Kulihat indahnya yang membuat desiran di dalam hatiku. Akankah kudapatkan rasa seperti ini beberapa saat lagi ketika dirinya datang?

Aku menantikan jawaban itu.

Dia datang. Berdua. Aku berharap akan ada sesuatu yang terjadi di dalam diriku, di dalam jiwaku, di dalam hatiku, ketika pandanganku jatuh kepada sosok perempuan itu. Nyatanya tidak.

Atau mungkin belum?

Aku menunggu.

Di ruangan itu, aku hanya berbicara singkat dengannya. Mungkin hanya dua atau tiga kali saling tanya jawab. Bergantian. Selebihnya dia diam. Membisu. Pendampingnya yang lebih banyak bicara. Bertanya dan bercerita.

Aku masih berharap akan ada sesuatu yang terjadi di dalam diriku, di dalam jiwaku, di dalam hatiku, tatkala matanya mencuri-curi pandang ke wajah perempuan yang duduk di seberang meja sana. Nyatanya tidak.

Atau mungkin belum?

Aku masih menunggu.

Belasan menit kemudian, pertemuan itu berakhir.

Masih ada harapanku bahwa ketika kedua mataku terpejam, aku akan bermimpi bertemu kembali dengan sosok perempuan itu dalam sebuah kebersamaan yang indah. Nyatanya tidak.

Aku terbangun di tengah malam.

Apa yang kutunggu tidak juga kutemukan. Atau mungkin belum? Haruskan aku menunggu lebih lama lagi?

“Jangan-jangan aku terlalu larut dengan definisi yang dihembuskan oleh cerita cinta, lagu cinta, puisi cinta, film romantis dan sinetron picisan, sehingga berharap di pertemuanku dengannya semalam hatiku akan berdesir hebat, darahku akan mengalir deras, jantungku berdetak lebih cepat sebagai pertanda jatuh cinta pada pandangan pertama. Atau mungkin ada hal lain yang belum kusadari?”


Seri Lelaki Sebelumnya:

21 respons untuk ‘Lelaki dan Desir Hati

    • jampang Januari 16, 2014 / 18:50

      Bukan siapa-siapa. Hanya cerita fiksi koq 😀

  1. izzawa Januari 16, 2014 / 18:20

    udah mas…sambar ajaa… 😀

    • jampang Januari 16, 2014 / 18:50

      Apanya yg mau disamber 😀

    • jampang Januari 17, 2014 / 05:14

      😀
      terima kasih koreksinya, mbakk

    • jampang Januari 17, 2014 / 05:16

      bagian mananya nggak ngerti?

      • ayanapunya Januari 17, 2014 / 05:25

        Ini fiksi atau bukan? Trus yang ditaksir siapa?

      • jampang Januari 17, 2014 / 05:28

        jyaaah…. berarti belum pernah baca penjelasan saya tentang perbedaan penulisan kata ganti dalam coretan saya.

        aku atau gue —> fiksi
        saya –> nonfiksi

        https://jampang.wordpress.com/2012/06/08/saya-dan-aku/

        yang ditaksir ya, perempuan yang datang ke rumah si “aku”, yang mau dikenalin gitu

  2. titintitan Januari 17, 2014 / 08:34

    tapi kalopun fiksi sepertinya terinspirasi jugaaak, dr siapa dimanaa gituh 😀

    • jampang Januari 17, 2014 / 08:56

      ya bisa jadi.
      yang fiksi diilhami dari sebagian kejadian nyata 😀

  3. pitaloka89 Januari 17, 2014 / 12:27

    Ini fiksi pada saat ta’aruf offline mas? #eh

      • pitaloka89 Januari 17, 2014 / 12:49

        hehe…. kan saya disitu nda bilang cerita mas… 😀
        maksudnya setting fiksinya pada saat ta’aruf offline kah? #ngeles

      • jampang Januari 17, 2014 / 13:07

        bukan juga. kalau yg offline dengan minyu kan sore, bukan malam 😀

      • pitaloka89 Januari 17, 2014 / 13:13

        berdesir ga mas? saya cuma deg2an, lebih ke bingung mau tanya apa. hehe….. sama atau beda ya?

      • jampang Januari 17, 2014 / 13:21

        mungkin ada. sedikit. tapi yang jelas saat itu… omongan saya dan minyu nyambung. kalau saya diam, minyu yang bertanya… kalau minyu yang diam, saya yag bertanya…. 😀

      • pitaloka89 Januari 17, 2014 / 13:47

        hehehe… udah siapin list yang mau ditanya tapi malah gimana gitu..
        Ujung2nya bismillah, seminggu kemudian lamaran. hahaha

      • jampang Januari 17, 2014 / 13:57

        lah… enak kalau udah persiapan. saya nggak ada persiapan… soalnya nggak tahu juga kalau mau dikenalin 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s